
Baju Bara terlihat sangat lusuh yang sertai bau anyir, karena banyak bercak darah yang menempel ke seluruh baju milik nya. Tidak lupa Bara pun menghubungi kedua orang tua Fira
"Qiyaaa," panggil sang mamah dengan berteriak, mamah nya langsung memeluk Qiya yang terduduk lemas di lantai," sayaaangg," lirih nya ," bagaimana ini bisa terjadi hm?" sang mamah tidak kuasa menahan tangis kala melihat anak nya terbaring lemah di dalam sana
"Bara, apa yang sebenar nya terjadi? ceritakan sama om," pinta papah si kembar
"Bara gatau persis kejadian nya kaya gimana, pas Bara sampe lokasi... Fira udah tergeletak disana sama Qiya, tapi ... sebelum kejadian memang sempet ada aksi kejar-kejaran antara Qiya dan Fira om," jelas Bara dengan jujur memberi tahu om nya
"kenapa malam-malam begini mereka bisa kejar-kejaran kaya gitu? "
Bara hanya menunduk takut," sudahlah pah nanti saja kita bahas masalah ini, mereka masih terlalu syok," ujar sang istri menengahi
Papah Qiya mengusap wajah nya gusar
"ayo sayang kita duduk di sana, disini dingin," ujar sang mamah dengan lembut, sebisa mungkin untuk terus menahan diri agar tidak menangis sejadi jadi nya.
Pelukan yang mamah nya berikan membuat Qiya semakin terisak karena tak mampu menahan rasa sedih nya
Papah Qiya berusaha sekuat tenaga untuk meredam emosi nya yang sudah berada di ubun-ubun," Bar," panggil nya sambil menepuk pundak Bara," mari duduk disana, tenangkan diri kamu,"
"maafin Bara om, udah gagal jaga Fira," lirih nya
"sudah, tidak apa-apa. Ini musibah yang ga bisa di hindari,"
ceklek
Dokter yang menangani Fira sudah keluar dari ruangan nya
"dokter bagaimana dengan keadaan Fira?" tanya mamah Fira
"orang tua korban?"
"luka yang anak ibu alami cukup serius, dan salah satu ginjal anak ibu rusak." jelas nya," saya selaku dokter meminta persetujuan kepada bapak sama ibu untuk mengangkat ginjal anak ibu sama bapak. Dan saya harap anak ibu harus segera mendapatkan pendonor,"
"lakukan yang terbaik untuk anak saya dok!" balas papah Qiya dengan tegas
"baik, tolong tanda tangan persetujuan nya dulu,"
"kita cari pendonor nya dimana pah," lirih sang istri
"Qiya bersedia untuk donorin pah, mah. Lagian... ini juga salah Qiya, jadi Qiya mau tanggung jawab,"
"engga! mamah ga setuju," tolak sang mamah dengan mentah-mentah
"mah, Qiya mohon,"
"apa-apaan kamu ini Qiya! papah ga suka kamu bertindak gegabah kaya gini,"
"dokter, apa tidak ada stok ginjal yang cocok untuk anak saya?" tanya mamah si kembar
"saya akan usahakan untuk mencari nya," ujar sang dokter
"berikan yang terbaik untuk anak saya dok, saya mohon," pinta mamah si kembar dengan memohon
"kalo begitu saya permisi, untuk mengecek stok ginjal yang ada di rumah sakit,"
Fira sudah di pindahkan ke ruang ICU untuk penanganan lebih ekstra lagi dari para dokter
Sayang nya .. sang dokter mengatakan jika stok ginjal untuk Fira tidak ada yang cocok, maka dari itu mereka harus mencari nya dari luar. mereka di landa kebingungan untuk mencari pendonor untuk Fira, sebab sang dokter mengatakan operasi harus segera di laksanakan, karena tidak bisa di tunda lebih lama lagi, mereka hanya di beri waktu selama 24 jam, jika tidak ... para dokter angkat tangan