I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 57



Gemercik air hujan yang turun membasahi bumi. Banyak pasang mata yang merasa sedih atas kehilangan nya. Terutama pemilik nama lengkap Daren Gumira Dzimuska, yang merasakan arti kehilangan sekaligus harus mengikhlaskan yang sebenar- benar nya ikhlas, meskipun dirinya sendiri tidak yakin ke depan nya akan seperti apa tanpa pujaan hati nya itu.


Lelaki yang selalu terlihat baik,ramah, sopan ,kini di hadapan semua orang dia memperlihat kan sisi rapuh nya karen di tinggal pujaan hati nya pergi untuk selamanya.


"Aku rapuh Fir.. aku rapuh," lirih nya seraya berucap di depan batu nisan yang bernama lengkap Zafira Auliana Dananta ," kamu kaya gini juga pasti karena salah aku ," tangis nya semakin pecah karena tak kuasa melihat kekasih nya terkubur di dalam tanah untuk selama- lama nya.


"jangan siksa aku kaya gini Fir,"


Semua orang yang menyaksikan sisi rapuh dari Daren membuat nya tak kuasa menahan tangis, bahkan Mawar dan Fika pun mereka berpelukan saling menukar tangis yang sejadi-jadi nya," gua ga nyangka War, kalo Fira bakal pergi ninggalin kita dengan cara kaya gini," ucap Fika di sela-sela tangis nya


Qiya tak kuasa menahan tangis melihat Daren yang kehilangan Fira, pasti sangat menyakitkan, begitu pun dirinya merasa kehilangan separuh jiwa nya yang sudah terkubur di dalam tanah


"yang bikin gue sakit lagi.. dia pergi tanpa pamit," lirih Mawar


Teman-teman Daren mau pun teman Fira, mereka sudah pamit pulang beberapa menit yang lalu. Kini hanya ada dari pihak keluarga saja


"Ren, kita balik yu?" ajak Bara, cuaca nya udah mendung, bentar lagi mau turun hujan,"


"kasian Fira sendirian Bar disini, kalo gue pergi ... siapa yang nemenin Fira?" balas nya di sela-sela tangisan


"jangan kaya gini, Fira pasti ga suka liat lo yang begini,"


"anak bunda, pulang ya? besok kita kesini lagi," bujuk sang bunda yang ikut berjongkok di samping Daren anak nya


"buuuunnn," tangis Daren semakin kencang dikala bunda nya memeluk Daren dengan begitu erat


"bunda ngerti sayang, kamu pasti sedih banget. Apalagi orang tua Fira.. mereka pasti lebih sedih kehilangan salah satu anak nya,"


"kenapa harus Fira bun?"


"ini sudah takdir sayang, kita semua pasti kembali kepada sang pencipta jika sudah waktunya,"


"tapi.."


"udah ya? sekarang kita pulang," ajak sang bunda dengan bujukan yang lembut agar anak nya ini mau pulang


"masih mau nemenin Fira bun, kasian dia sendirian,"


"besok masih bisa kesini lagi sayang, mau ya ikut bunda pulang?"


Dengan berat hati Daren menuruti permintaan sang bunda


Bahkan mereka tidak menghiraukan keberadaan nya di sini, padahal sudah jelas dirinya terus saja memanggil nama mereka satu persatu, sebenar nya .. ada apa ini? Bahkan ketika tangan Fira ingin menyentuh pun tak bisa di genggam.


"mah, pah, Fira di sini," ujar Fira sambil melambai-lambaikan tangan nya, hasil nya tetap sama nihil


"Bara, gue di sini, hey," Fira terisak karena tidak ada satupun orang yang melihat nya


"Dareeeennn," teriak Fira dengan kencang namun tidak menghasil kan apa pun


Fira menoleh kala merasakan pundak nya ada yang menepuk," Berlyn?" gumam Fira yang melihat Berlyn menggunakan pakaian serba putih, dia terlihat sangat berbeda," lo bisa liat gue Ber?"


"kenapa hm?" Tangan Berlyn mengusap jejak air mata yang ada di pipi Fira," gue kan sama kaya lo, cuma bedanya.. gue udah menetap di sini, sedangkan lo belum,"


"gue ga ngerti sama ucapan lo, tapi Ber, mereka...," tunjuk Fira pada orang-orang di sekitar nya,"mereka ga liat gue,"


"makan nya cepet pulang Fir kalo mau mereka liat lo lagi," balas Berlyn yang tidak di mengerti oleh Fira


"pulang?" beo nya


"iya pulang,"


"kalo gitu ayo kita pulang sama-sama Ber, "


"tadi kan gue udah bilang sama lo, kalo gue udah menetap di sini,"


"kenapa begitu? lo juga.. keliatan udah sehat,"


"iya Fir lo bener, gue memang udah sehat sekarang," balas nya dengan senyum manis nya


"mereka pasti seneng liat lo udah sembuh kaya gini yakan? makan nya ayo kita ke mereka Ber,"


"lo aja yang pulang, gue udah nyaman di sini," tolak Berlyn dengan halus," lo liat cahaya itu?" tunjuk Berlyn pada cahaya yang melingkar tidak jauh dari jarak mereka berdua," itu pintu lo buat pulang, cepet kesana, nanti cahaya itu keburu ilang Fir," titah Berlyn memberi tahu


"gamau! gue pengen ikut sama lo, lagian... disini gue merasa nyaman,"


"sekarang bukan waktunya buat lo ada di sini, nanti ada masa nya lagi.. lo bakal datang temui gue disini,"


Dengan sekuat tenaga Berlyn menuntun Fira agar memasuki lingkaran cahaya itu ," gue sayang sama lo Fir, gue doain semoga lo bahagia terus meskipun tanpa gue oke? I Love You Zafira Auliana Dananta," setelah mengucapkan itu Berlyn mendorong tubuh Fira supaya sepenuh nya masuk ke dalam cahaya.


Fira semakin di buat bingung, di posisi saat ini ia tidak bisa berpikir apa pun dan hening*.