
"Abis pulang sekolah kita jenguk Berlyn lagi ya?"ajak Fira pada sahabat-sahabat nya
"sedih banget gue Fir denger si Berlyn punya penyakit begitu huhuuuuu," ujar Mawar yang merasa iba pada Berlyn
"sumpah si gue ga percaya, secara kan ya si Berlyn ga pernah liatin raut wajah sakit nya," timpah Mahendra dengan heboh
"ga tega banget gueeee," sahut Fika
"doain yang terbaik aja buat Berlyn, gue yakin dia pasti sembuh dari penyakit nya," balas Qiya
"gue juga yakin kalo Berlyn bakalan sembuh Qi, dia cowo tangguh yang pernah gue temuin," ujar Fira dengan wajah sendu
"jangan sedih-sedihan gini dong! terharu nih gue," sahut Mahendra yang pura-pura mengelap air mata
"poko nya kita harus kasi semangat buat Berlyn," balas Bara menggebu-gebu
"udah pasti itu mah,"
Daren dan Tiko sama sekali tidak mengeluarkan suara, kalo Tiko si emang udah jelas jarang ngomong, lah Daren? Entah apa yang membuat lelaki itu diam saja seperti patung di kasi nyawa.
Saat ini mereka berada di area kantin untuk memberikan asupan makanan pada perut nya masing-masing. Mereka begitu lahap seperti ga pernah makan setahun hehe canda
~~
Semilar angin sepoi-sepoi menembus ke permukaan kulit dengan sensasi yang sejuk
Atas izin dari dokter, Berlyn di perbolehkan untuk jalan-jalan di sekitaran taman rumah sakit, mereka hanya berdua karena Berlyn yang meminta nya, sebab Berlyn ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Fira, takut nya nanti ia tidak bisa merasakan ini lagi,"iya, indah banget Fir, tapi... ada yang lebih indah dari sekedar pemandangan ini," Berlyn menjeda ucapan nya dan hal itu membuat Fira di buat penasaran
"apa?"
"lo, lo pemandangan paling indah Fir buat gue,"
"belajar gombal dari mana hm? Nakal ya sekarang," dengan gemas Fira mencubit kedua pipi Berlyn
"gue serius Fir,"
Kini suasana semakin di buat tegang melihat wajah Berlyn tidak menampakan kebohongan di sana," mungkin udah telat buat gue untuk ungkapin perasaan ini," Berlyn meraih kedua tangan Fira dan kini kedua nya saling menatap satu sama lain," sebenar nya gue udah dari lama banget suka sama lo Fir, suka dalam artian bukan antara sahabat, tapi... antara cowo ke cewe. Tadi nya kalo gue sembuh.. bakalan langsung nembak lo, sayang nya malah ga sembuh-sembuh, dan yang paling gue sesali adalah sekarang lo udah punya Daren Fir, itu bikin harapan buat dapetin lo makin ga ada," jelas Berlyn mengeluarkan isi hati nya yang sudah lama ia pendam
"kenapa ga pernah bilang dari dulu Ber? jujur aja.. gue juga suka sama lo, tapi itu dulu... awal nya gue pengen banget nungguin lo, tapi lo hilang tanpa jejak dan itu bikin gue menyerah. Buat sekarang cinta gue cuma buat Daren, maaf," balas nya dengan tutur kata yang lembut tapi penuh makna
Tidak menyangka, ternyata Fira juga menyukai nya? Andai saja dulu ia tidak bertindak bodoh, pasti sekarang ini Fira menjadi milik nya bukan milik orang lain.
"gausah minta maaf, lo ga salah Fir. Gue sengaja ungkapin perasaan gue ke lo supaya beban gue berkurang dan ga ada sesal di kemudian hari,"
"gue yakin Ber lo pasti dapetin cewe yang lebih baik dari gue, dan cewe itu akan merasa beruntung di miliki cowo sebaik lo,"
"ga ada yang lebih baik Fir, lo udah segalanya buat gue,"balas Berlyn dengan tulus," lo harus tau sesuatu Fir, lo cinta pertama dan terakhir buat gue dan posisi lo ga akan pernah terganti oleh siapa pun,"
"lo ngomong apa si Ber! gue ga suka ya lo ngomong begitu, " ujar Fira dengan sebal," perkataan lo bikin gue takut Ber," lanjut nya dalam hati