I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 72



Sesuai kesepakatan .. kini Daren dkk dan Fira dkk berkumpul di sebuah wahana bermain yaitu Dufan, sebab mereka sudah lama sekali tidak kumpul bersama.


Hari minggu, jam 10 pagi mereka sudah sibuk memilih wahana pertaman yang akan mereka taiki.


"Yang mana dulu nih guys? Tapi jangan naik yang terlalu ekstrem, ngeri gue liat wahana nya," Fika bergidik ngeri melihat berbagai macam wahana yang mengerikan.


"Cemen lo Fik, gitu aja takut," ledek Mawar


"Muka lo sampe pias gitu Fik," Mahendra meneliti wajah Fika yang terlihat sangat pias


"Iya nih, beneran takut lo?" tanya Qiya memastikan


"Gue trauma, dulu pernah hampir jatoh, jadi sekarang gue ga berani lagi naik yang ekstrem-ekstrem," jelas Fika memberi tahu


"Udah-udah, kita naik yang bisa kita naiki bersama aja biar seru," sahut Bara


"Gimana kalo naik biang lala?" ujar Fira memberi saran


"Boleh juga tuh, ga terlalu ekstrem. Lo gimana Fik?" sahut Daren menimpali saran kekasih nya


"Boleh deh, " balas Fika mengiyakan saran Fira


"Ayo kita kesana, sebelum antrian nya makin panjang,"


Kini mereka mengantri cukup panjang, terik matahari membuat siapapun mengeluh karena nya.


Keringat membasahi kening mereka masing-masing.


"Huuuuuu, panas banget anjrot," pekik Mawar mengaduh kepanasan, wajah nya pun memerah karena tersorot sinar matahari.


"Muka lo kaya kepiting rebus hahahhaha," ledek Bara yang melihat wajah Mawar sudah merah padam


Qiya dan Fira .. mereka cewe yang beruntung di lindungi oleh orang-orang tersayang nya.


Kondisi Fira sangat aman karena dilindungi oleh jaket Daren, begitupun dengan Qiya yang di perlakukan sama persis oleh Bara.


"Kalian beruntung banget Qi, Fir, bisa diratuin sama mereka," ujar Mawar mengeluh karena tidak bisa merasakan seperti kedua teman nya.


"Sabar War, jomblo kaya kita mah cuma bisa pasrah." sahut Fika yang ikutan pasrah


"Ko, Dra, kalian peka dong. Ga kasian apa liat si Fika sama si Mawar udah kaya kepiting rebus kaya gitu?" ujar Daren seraya menggoda nya.


Daren sedari tadi tidak melepaskan rangkulan nya pada pundak Fira, tangan nya sangat nyaman sekali berada disana.


Ini adalah moment pertama bagi Daren dan Fira jalan bersama dengan status nya yang sudah di publish.


Jadi mulai sekarang dan seterusnya ... mereka tidak perlu khawatir lagi seperti kemarin-kemarin.


Bara juga melakukan hal yang sama seperti Daren pada Fira, namun bedanya mereka tidak pacaran, melainkan hanya sekedar peduli terhadap sepupu.


Tiko sama sekali tidak ada niat membalas ucapan Daren, masa bodoh! lagian .. untuk apa juga?


Akhir nya acara mengantri pun selesai, mereka menaiki wahana biang lala satu kurung berempat.


Fira, Qiya, Daren dan Bara satu kurung, sedangkan Fika, Mawar, Tiko dan Mahendra berada di satu kurung yang lain nya.


Mawar mesem-mesem ketika duduk berdampingan dengan Tiko. Tangan nya memegang dada karena merasa deg-degan.


"Aaaaaaaaaa seneng bangeeeettt sumpah," jerit Mawar dalam hati


"Woy Bar," teriak Bayu yang melihat Bara di bawah nya," Tukeran lah kita, males gue disini,"


Bara dan yang lain nya hanya tertawa menanggapi ucapan Bayu.


Sedangkan Fika menanggapi nya dengan lesu.


"Diem Bay, kalo ga diem juga ... gue terjunin lo dari atas sini!" ancam Mawar pada Bayu


"Sebelum lo terjunin gue.. gue yang bakal duluan bikin lo jatoh dari atas sini! mau lo!" Bara mengancam Mawar balik


Tiko merasa dirinya sudah salah di beri pasangan di dalam kurung ini. Kepalanya pusing karena terlalu banyak mendengar perdebatan antara Bayu dan Mawar, mereka memang tidak pernah akur jika di persatukan seperti ini.


Bayu memalingkan wajah nya ke arah luar kurung, seraya pura-pura tidak mendengar perkataan dari Tiko.


Sedangkan Mawar merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol emosi nya ketika berdekatan dengan Bayu. Hmm Sudah tau Tiko itu paling tidak suka mendengar kerusuhan.. kenapa masih saja berdebat di dekat nya.


Bagaimana Tiko bisa menyukai nya? Jika dirinya saja bukan tipikal orang kalem seperti Fira contoh nya.


Pantas saja Tiko menyukai Fira, karena Fira memiliki sikap kalem dan tentu nya tidak berisik seperti Mawar.


Tiko hanya bersedekap dada dan wajah nya melirik ke arah kurung yang di naiki Fira. Sepenglihatan Tiko ... ia melihat Fira yang begitu bahagia disana.


Andai saja dirinya berada disana, sudah di pastikan dirinya akan ikut bahagia bersama nya.


"Kamu pusing Qi? "tanya Bara pada Qiya yang diam saja


Fira dan Daren yang sibuk tertawa pun ikut menoleh ke arah Qiya," Lo gapapa kan Qi?" tanya Fira memastikan


"Ck, gue oke, emang nya gue kenapa si?"


"Lagian diem aja, gue kan jadi takut lo kenapa-napa,"balas Bara dengan bernafas lega


"Gue diem.. bukan berarti gue kenapa-napa kan?"


"Mmmm iya juga si hehe," ucap Bara dengan cengiran nya


"Ini putaran terakhir deh kaya nya, soalnya tuh yang di bawah udah pada turun," ucap Daren memberi tahu, sembari tangan nya menunjuk ke arah bawah


"Bagus deh, soalnya gue laper banget nih," sahut Qiya yang ingin segera turun


"Iya ya, kita ga makan dulu tadi sebelum naik wahana,"


"Yaudah, abis ini kita langsung cari makan," timpal Fira


.


.


Fika yang baru sampai di tempat makan pun langsung mengambil air dingin untuk dirinya minum, karena sedari tadi tenggorokan nya terasa sangat kering sekali. "Gila gila .... haus banget gue," ucap nya dengan bernafas lemah


"Iya bener, di tambah sama cuaca nya yang kaya gini, jadi kaya cape ga jelas gitu,"


"Jalan dikit aja berasa banget cape nya kalo lagi cuaca begini mah,"


"Udahlah kita langsung aja makan, udah laper banget nih gue," ujar Qiya yang sudah kelaparan.


Dengan nikmat nya mereka menyantap makanan, terlebih lagi dalam posisi yang benar-benar lapar, jadi apapun yang di makan akan terasa enak.


Setelah selesai makan ... mereka kembali menyusuri wahana-wahana lain nya yang tentunya tidak yang terlalu bahaya untuk keselamatan mereka.


Macam-macam wahana pun telah mereka rasakan.


Karena hari sudah menjelang sore .. mereka pun memutuskan untuk pulang, lagi pula mereka sudah sangat puas telah menaiki berbagai macam wahana di Dufan.


"Puas banget udah naik banyak wahana," ujar Qiya yang merasa bahagia


"Tapi cape," balas Fika dengan lesu


"Kalo tau dari dulu bakal se seru ini ... mungkin kita bakal sering-sering kesini, iya gak?" sahut Mawar yang ikut menimbrung


"Bener banget, dari dulu kalo kumpul cafe lagi, cafe lagi," timpal Daren pada teman-teman nya


"Kita mau langsung pulang atau mau kemana lagi?" tanya Fira


Kini mereka sudah berada di area parkiran, yang niat nya memang ingin pulang


"Pulang ajalah, udah lemes nih gue," balas Fika yang sudah kelelahan


Mereka menyetujui saran Fika, karena memang hari ini sudah sangat melelahkan sekali