I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 16



...Sederas air hujan membasahi bumi...


...Bara Praja Danuarta...


    __________________________________________


Tok tok tok


Tok tok tok


"Woiiii keboooooo .. banguuuuunnn kita joging yuuu," teriak bara dengan heboh sambil menggedor pintu kamar si kembar


Tok tok tok


"Buset dah woooiiii bangun napa siiiii," teriak nya lagi


Mamih nya yang berada di ruang tv mendengar teriakan sang anak yang melengking.


"Baraaaaaa gausah teriak-teriak ih berisik, sampe kedengeran ke bawah,"


"Mamih juga teriaaaaaakkk," jawab bara dengan teriakan nya lagi


"Dasar anak itu," gumam nya


"Gue dobrak ya kalo dalam hitungan ke tiga sampe belum bangun?"


"Satu," bara yang mulai menghitung


"Du.."


Ceklek


Menampilkan fira yang baru saja membuka pintu sambil menggaruk alis nya. "Ampun deh bar.. teriak pagi-pagi," ujar nya yang masih menahan kantuk," kenapa lo? Sampe ngos-ngosan begitu," fira bertanya karena melihat sepupu nya itu terlihat seperti orang kecapean


Menghiraukan pertanyaan dari fira sang sepupu, kemudian menyelonong masuk, dengan malas fira mengikuti langkah bara yang menuju kasur nya.


Terlanjur sudah bangun, lebih baik langsung membersihkan diri ke kamar mandi.


Bara duduk di tepi ranjang sambil melirik ke arah qiya yang masih anteng menutup mata." Ternyata cape juga ya teriak-teriak kaya tadi," gumam nya," untung aja ini pita suara gue masih aman... Mana haus lagi," ucap nya sambil mengelus-elus leher nya.


Netra matanya menelisik setiap sudut ruangan yang jarang sekali ia masuki, bisa dibilang ga pernah.. mungkin. Pasal nya dirinya jarang sekali diam di rumah, menurut nya sangat membosankan, terlebih lagi diri nya tidak memiliki kakak atau pun adik .


"Giliran punya sepupu.. jarak nya jauh banget, kan enak kalo deketan sama sepupu ya? Biar ga bosen-bosen banget lah kalo di rumah," bara bermonolog sendiri


Helaan nafas panjang yang di lakukan Bara agar me rileks kan isi fikiran nya.


Huuuffftt


"Qi.... Bangun qii," ujar nya membangun kan qiya sambil menggoyang-goyang kan tubuh sang empu yang masih tidur


"Bangun napa elah.. ga habis fikir gue sama perawan dua yang ada di rumah gue..," ucap nya sambil menggeleng kan kepala," ko bisa ya ada cewe tidur nya kaya kebo begini,"


Tidak menyerah begitu saja, Bara memiliki ide untuk membangun kan qiya.


Ahhaa💡


Dengan gesit Bara langsung melancar kan aksi nya. Sedetik kemudian Bara berdiri di atas kasur dan memposisikan dirinya yang berada di tengah. Setelah nya langsung melompat-lompat sambil berteriak


"Banguuuuunnnn ... baanguunnn ... Qiyaaa banguuunn ... Ayo kita jogiiiingg."


Kelakuan Bara yang ambsurd membuat qiya yang tadinya tertidur pulas, kini harus terganggu.


"Akhir nya qi ... Lo bangun juga,"


"Lo kira gue mati apa? Sampe harus ga bangun segala," gerutunya


"Mirip si .. soalnya tidur lo kaya orang udah mati, susah banget di bangunin," celetuk nya


"Gausah nyari gara-gara ya Bar.. gue tendang baru tau rasa!" Sebal sekali tidur nyenyak nya di ganggu oleh sepupu luknut satu ini," minggir," ucap nya dengan sewot


"Sans dong qi.. masih pagi jangan ngamuk," Bara pun langsung turun dari kasur milik si kembar, kemudian duduk di kursi yang tersedia di dalam nya.


"Heh kutu kupret.. gue begini juga gara-gara lo ya!" Mata nya sambil melotot


"Harus nya lo berterimakasih sama gue.. karena udah bangunin kalian,"ucap Bara membela diri


"Ngapain gue harus berterimakasih sama lo? Ntar juga bangun sendiri," ujar nya tak terima


"Ssstttt," telunjuk nya yang di tempelkan di mulut qiya


Seketika tangan milik Bara di tepis dengan kasar oleh qiya," tangan lo bau,"


Bara yang dikatain bau itu pun langsung mencium tangan nya ... "Wangi begini qi .. malah dikatain bau"


"Mandi cepetan setelah itu kita joging. Gue tunggu di bawah. Dan inget! Gausah lama-lama keburu siang,"


"Males ah bar ... Pengen diem di rumah aja,"


"Ga ada males-malesan!"ujar nya," kalo lama... Gue seret lo," lanjut nya dengan ancaman


Setelah kepergian Bara, pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok fira yang sudah rapi


"Muka lo kusut amat qi," ucap fira dengan kekehan nya," di apa in sama si bara?"


"Tau ah nyebelin banget sepupu lo," gerutu nya


"Kalo lo lupa ... Dia juga sepupu lo," ujar nya terbahak-bahak


"Ck, aaaaaaaaaaaaa nyebelin banget si itu anak. Gue tu lagi enak-enak nya tidur fir... Malah di gangguin," dengan sebal qiya langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Fira yang sudah siap dengan pakaian nya, kini langsung turun ke bawah untuk menemui sepupu nya itu.


"Kemana si bara," gumam fira karena tidak menemukan sosok Bara


Terdengar suara tertawa dari arah taman belakang, kaki fira pun menuju kesana karena dari suara nya di hafal betul.


Ternyata bara sedang tertawa dengan teman nya lewat vidio call.


Karena tidak ingin mengganggu sepupunya yang sedang mengobrol, fira lebih memilih menunggu di ruang tv , sebelum itu ia mengambil sepotong roti berisi coklat yang sudah di siapkan di ruang makan untuk mengisi perut nya.


Tidak ada acara yang menyenang kan di layar televisi, membuat fira merasa kantuk nya datang kembali. Sebelum menutup mata, kini bara sudah berada di samping fira


"Masih pagi fir, baru bangun juga masa mau tidur lagi,"


"Abis nya gue bosen bar," rengek nya


"Makan nya gue mau ngajak lo sama qiya joging, biar ga boring diem di rumah,"ujar nya," nunggu si qiya dulu baru kita berangkat,"tangan nya sambil merangkul pundak fira. Fira pun langsung menyender kan kepala nya di pundak bara


"Nenek sama tante mira kemana bar?," Tanya fira karena sedari tadi dirinya tidak menemukan sosok kedua nya, kalo soal om geo.. gausah di tanya, sudah pasti pergi ngantor


"Nenek cek up ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal nya, dan mamih yang nemenin nenek di sana,"


"Mmmmm bar? Sebener nya nenek sakit apa?"tanya nya dengan hati-hati, sebab dirinya memang tidak tau penyakit yang di derita nenek nya itu


"Leukimia fir," jawab nya dengan lirihan


"Hmm?,"alis nya terangkat sebelah," leukimia," gumam nya," bukan nya itu penyakit mematikan ya bar?,"


"Itu dia fir , gue juga khawatir sama kondisi nenek yang sekarang, penyakit nya aja belum lama bersarang di tubuh nenek, tapi... Udah sampe stadium akhir," bara menjelaskan perihal penyakit yang di derita nenek mereka


Tentu saja fira syok dengan pernyataan yang bara katakan," ko bisa ga ketauan si bar?"


"Memang ga ada gejala-gejala yang mencurigakan fir... Gue aja sampe kaget denger kabar dari mamih perihal penyakit yang nenek alami,"


"Kasian nenek bar," lirih nya," kita ke rumah sakit yu bar, gue pengen nemenin nenek di sana,"


"Hmmm," bara membalas dengan deheman,"Fir? Kalian pindah aja ke sini .. bosen gue ga ada temen kalo di rumah," ujar nya," setiap pulang sekolah pasti dalam keadaan sepi,"


Seketika wajah fira mendongkok ke arah bara," lo aja yang ikut gue bar.. ntar tinggal di rumah gue aja, mamah sama papah pasti setuju.. dan lo tinggal izin sama orang tua lo,"


"Hmmmm," seraya berfikir ," masalah nya sayang banget fir kalo pindah.. nanggung bentar lagi kelas 12," jawab nya ," apalagi .. gue ga tega ninggalin nenek di sini," lanjut bara dengan arah mata nya yang menatap kosong.


Mendengar itu pun fira tak kuasa menahan air mata nya yang sedari tadi ingin turun


"Gue juga pengen bar ikut jagain nenek di sini, tapi .. gue udah sayang banget sama Indonesia," lirih nya," gue janji bar.. bakalan sering-sering ke Jerman," ujar nya sambil tersenyum untuk mencairkan suasana


"Ayo berangkat," ujar qiya yang tiba-tiba datang


"Kita ke rumah sakit aja ya qi? Jenguk nenek,"ucap fira memberi tau


"Loh.. nenek ke rumah sakit lagi?"


"Mamih si bilang nya sekarang jadwal cek up," sahut bara


"Sebener nya sakit apaan si bar?" Tanya qiya karena penasaran dengan penyakit yang di derita nenek nya


"Nanti aja di mobil cerita nya, sekarang kita langsung berangkat," ucap bara langsung keluar rumah seraya menuju garasi untuk mengambil mobil nya, dan di ikuti oleh si kembar


Mereka bertiga sedang di perjalanan menuju rumah sakit. Di tengah-tengah perjalanan bara mulai memberi tau qiya perihal penyakit yang di derita nenek nya.


Qiya menutup mulut nya dengan sebelah tangan karena merasa tak percaya dengan ucapan bara.


"Fir? Itu bener? Nenek sakit leukimia?" Ucap nya yang masih dalam keadaan syok," kenapa ga pernah cerita si," lanjut nya dengan setetes air mata yang turun


"Sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa buat kesembuhan nenek qi," ujar fira seraya menenang kan kakak nya. Meskipun diri nya juga sama sangat terpukul dengan kabar yang tidak meng enakan ini


"Kita harus memberikan doa terbaik buat nenek kita," sahut bara sambil fokus menyetir


"Mamah sama papah tau ga ya fir?"


"Mereka udah tau," sahut bara


Kedua nya pun menatap bara dengan penuh intimidasi


"Kenapa mereka ga ngasih tau kita bar? Se ga penting itu kah kita? Sampe masalah besar kaya gini, kita sampe ga tau apa-apa," nada suara qiya dengan penuh kekecewaan


Sedangkan fira lebih baik diam karena tidak ingin memperkeruh suasana. Padahal dalam hati nya sama seperti qiya yang sangat kecewa.