
Jam pelajaran sudah usai 5 menit yang lalu, semua siswa/i banyak yang bertebaran menuju gerbang sekolah seraya pulang untuk kerumah nya masing-masing
" Ber, mampir ke rumah gue dulu yu? sekalian main," ajak Qiya
"iya Ber bener kata Qiya," sahut Bara
setelah menimbang-nimbang... Berlyn pun mengiyakan ajakan sahabat nya
"kita kita ga di ajak nih?" tanya Mawar
"yaelah War tinggal ngekor aja apa susah nya si," ujar Qiya
"kali aja gaboleh Qi,"
"yakali gue begitu,"
"mmm gue ga ikut kumpul gapapa?" tanya Fira tak enak
"mau kemana emang?" tanya Bara
"Tiko ngajak gue jalan," ujar nya dengan hati- hati
sebenar nya Daren sempat menolak untuk jangan pergi bersama Tiko, karena takut nya lelaki itu semakin jauh menaruh hati kepada Fira, namun Fira terus saja membujuk Daren supaya memberinya izin, karena tidak enak sebab semalam ia sudah mengiyakan ajakan Tiko. Dengan berat hati Daren pun memberi nya izin, dengan catatan ini yang terakhir
tiba-tiba saja Daren dkk ikut nimbrung dan bergabung dengan nya
"hallo epribadeeeeehhh," teriak Mahendra yang tidak pernah kenal tempat
"berisik lo dra," ujar Mawar
"sirik aja!"
"ngapain juga gue harus sirik sama modelan kaya lo!!"
"ada apa nih? kenapa belum pada pulang?" tanya Daren
"kita mau main ke rumah Qiya, sekalian penyambutan buat Berlyn," ucap Fika
"kalian bertiga ikut aja," sahut Bara," buat kalian berdua.." ucap nya melirik ke arah Fira dan Tiko," kalian boleh pergi, gapapa kalo ga bisa ikut gabung, gue ngertiin,"
"kita ikut kalian aja,"ujar Tiko
seketika saja Fira menoleh ke arah tiko, begitu pun dengan yang lain nya
"gapapa, kalo kalian mau jalan," timpal Qiya
"engga deh Qi, gue ikut kalian aja, ga enak juga kan? masa gue ga ikut kumpul bareng kalian,"jelas nya," gapapa kan Fir? kalo gue ga jadi ajak lo jalan?
"iya gapapa santai aja,"
"lo ga marah kan?"
"kenapa harus marah si,"
justru Fira merasa senang karena tidak jadi jalan, ah memang ya Berlyn pembawa keberuntungan
sama hal nya dengan Daren yang bernafas lega, kala mendengar kekasih nya tidak jadi di ajak pulang
lagian yang benar saja ia merelakan kekasih tercinta nya itu pergi dengan orang lain, ya meskipun sahabat nya... tetap saja ia tidak rela
bagi Daren sekali milik nya tetap milik nya dan itu tidak bisa di ganggu gugat
sesampai nya di kediaman Dananta, semua teman- teman nya sudah duduk anteng di ruang tv
Qiya, Fira dan Bara sedang berganti baju terlebih dahulu
"rumah segede gini penghuni nya dikit banget, mana sepi lagi," ujar Fika memecah keheningan
"iya bener," timpal Mawar
"salut si gue sama kembar, mereka ngertiin orang tua nya banget," sahut Mahendra
"berarti didikan yang orang tua nya kasih itu bener-bener bagus," Berlyn ikut menyahuti
"setuju gue sama lo," ujar Daren
sedari tadi ingin sekali Berlyn bertanya kepada Daren mau pun Fira, perihal hubungan antara kedua nya, namun ia takut yang lain nya merasa curiga
"hai guys," sapa Mahendra
"kalian mau minum apa? biar gue ambilin," tanya Fira sambil menawari teman-teman nya
"yang ada aja bawa semua," ujar Fika
"dasar rakus," cibir Mahendra
"gatau malu banget lo ogeb," ucap Mawar sambil menoyor kepala Fika dengan pelan
"tamu adalah raja, iyakan Fir?" ucap nya mencari pembelaan
"heh! mana ada raja modelan kaya lo!" cibir Mawar
"udah-udah, gue ke dapur dulu ambilin minuman buat kalian,"
melihat kepergian Fira, Berlyn pun ikut bangkit mengikuti Fira yang menuju dapur
ketika Fira sibuk menuangkan air ke dalam gelas.. pergerakan nya terhenti karena ada seseorang yang memeluk nya dari arah belakang
"Berlyn, lepas ih," gerutunya ," gue susah nih nuangin air nya,"
"bentar Fir, masih kangen," indra penciuman nya menghirup aroma strawberry yang melekat di tubuh Fira, dan itu membuat nya candu
merasa aneh dengan tingkah Berlyn yang manja seperti sekarang ini," lepas dulu ya, kasian temen-temen pasti pada haus," ujar nya memberi pengertian
"bentar lagi janji," Berlyn semakin mengeratkan pelukan nya, Fira pun membalas pelukan yang di berikan sahabat nya
ekhem
suara bariton mengganggu acara pelukan kedua nya, seketika saja pelukan mereka terlepas
mata Fira melotot melihat Daren berada di dapur, pikir nya.. Daren pasti marah
"minuman nya udah jadi? biar gue bantu bawain,"Daren terlihat dingin
kalo saja dirinya tidak terhalang oleh kata backstreet, sudah ia pastikan akan menonjok wajah lelaki itu yang sudah berani memeluk kekasih nya dengan sopan
meskipun dia sahabat nya, apa pantas melakukan adegan seperti barusan? rasa-rasanya tidak, ini sudah kelewatan
" lo bawa yang ini aja," ujar Fika menyodorkan nampan yang berisi air minum
sekarang mereka berkumpul di ruang tv dengan canda gurau, bahagia sekali rasanya bisa berkumpul dengan teman-teman nya yang kini sudah lengkap