I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 60



Sepulang sekolah teman-teman Fira kembali menjenguk ke rumah sakit


ceklek


Semua teman Fira terkaget melihat Fira yang sudah... siuman dari koma nya beberapa hari ini.


"loh, ini beneran Fira kan tan?" tanya Bara yang masih syok tidak percaya," aaaaaa Firaaaa," rengek Bara," jangan kaya gini lagi, gue ga suka," manjanya pada Fira


kedua orang tua Fira hanya tersenyum menanggapi," karena kalian sudah datang, om sama tante pamit cari makan dulu ya? kalian juga belum makan kan? nanti om sekalian beli makan buat kalian,"


"iya boleh om," balas Daren


Melihat adegan manja Bara kepada Fira membuat teman-teman nya melongo tak percaya," itu beneran si Bara?" tanya Mahendra," gue kira dia ga bisa kaya gitu ya?"


"berasa liat dua orang dalam satu jiwa ini mah," sahut Fika


"manja nya itu loh yang buat gue ga percaya," timpal Fika


"dia kaya gitu cuma sama sepupu nya doang, kalo di luar ya.... kalian bisa liat sendiri," sahut Qiya yang kemudian ikut mendekati Fira yang berada di atas berangkar rumah sakit, dan di susul oleh teman-teman nya.


"keadaan lo gimana Fir?"


"apa butuh sesuatu?"


"sakit banget ya?"


"jangan banyak gerak dulu, lo belum sepenuh nya sembuh,"


"sejak kapan lo sadar dari koma?"


"berisik lo pada! orang baru sadar dari koma malah di kasih banyak pertanyaan," desis Bara


"posessif amat," cibir Mahendra


"makasih ya udah jenguk gue, sebenar nya... gue sadar dari pagi sekitar jam 9," jelas Fira


"kenapa ga ngasih tau gue?" ucap Bara dengan cemberut


"kalian kan sekolah, jadi gue ga mau ganggu, maaf ya?"


"mmmm Qi," panggil Fira dengan ragu-ragu


"gue udah tau semua nya Fir, Daren udah cerita, maaf ya Fir?" lirih Qiya


Fira memeluk Qiya dengan sayang," gausah minta maaf, gue gapapa, yang harus nya minta maaf kan gue Qi, karena udah bohongin lo selama ini,"


"lo ga salah sama sekali Fir," kedua nya terisak dalam pelukan


"huhuuuu jangan sedih-sedihan kaya gini dong, gue kan jadi ikut nangis nih," ujar Mawar yang ikut meneteskan air mata, begitupun dengan Fika yang melakukan hal sama.


Tiko dan Mahendra terduduk di sofa ruang inap yang di tempati Fira, mereka terharu melihat adegan di depan mata nya.


" udah ah kasian Fira baru sadar harus banyak istirahat dulu, " ujar Bara menengahi


"gue gapapa kali Bar," balas Fira menenangkan supaya mereka tidak khawatir dengan kondisinya saat ini


"nurut! gausah membantah," desis Bara


"iya Baraku sayaaaanggg," dengan gemas Fira mencubit perut Bara dengan pelan


"apaan sayang-sayang! ga ada! kamu ga boleh manggil sayang sama siapapun kecuali sama aku!" Daren tidak terima kekasih nya memanggil sayang kepada orang lain, ya meskipun Bara adalah sepupu nya, tetap saja ia cemburu


"bucin lo!" cibir Mahendra


"lagian mereka sepupuan Ren, yakali gitu aja cemburu" timpal Fika


"yang namanya cemburu mah ga mandang siapa pun itu Fik," jelas Daren dengan nada tidak suka


"apasi Ren," Fira menggelengkan kepalanya tak percaya dengan sikap Daren


"selama ini aku tahan buat ga nonjok orang-orang yang udah berani deketin kamu Fir, untuk kali ini... aku ga mau itu terjadi lagi, karena sekarang kan hubungan kita udah resmi di publish,"


Meskipun Daren tidak menyebut nama-nama yang telah mendekati Fira, namun Tiko dan Mahendra tersindir dengan ucapan Daren, terlebih lagi Tiko yang dengan terang-terangan berusaha mendekati Fira.


Sebenar nya jika di ingat-ingat.. Tiko merasa malu, jika tahu dari dulu .. mungkin juga dirinya tidak akan berani menaruh rasa pada Fira, tapi .. apa boleh buat? semua sudah berlalu juga kan?


Semua orang di ruangan Fira berada di pikiran nya masing-masing, terlebih lagi Bara. Apa Fira tidak menyadari ketidak adaan nya Berlyn di sini? Semoga saja Fira tidak menanyakan perihal Berlyn dalam waktu dekat ini, sebab ia belum mempunyai jawaban yang tepat, padahal sedari tadi ia sudah was-was, melihat Fira hendak membuka mulut saja membuat dirinya sudah ketakutan.