
Seminggu telah berlalu, qiya, daren dan juga tiko saat ini sedang pemantapan di ruang kepala sekolah untuk mengasah pemahaman materi yang akan di adakan lomba esok hari di Bandung.
Semua guru sedang rapat tanpa terkecuali, alhasil pembelajaran di nyatakan free
Fira, mawar dan fika sedang berada di taman belakang milik sekolah, karena mereka ingin mengindari suara bising dari indra pendengaran nya
Saat menikmati hembusan angin yang menerpa wajah fira, kini pikiran nya tertuju kepada daren. Semenjak bertunangan dengan kakak nya, dirinya tidak pernah terlihat jalan berdua lagi, bahkan komunikasi pun sangat jarang, ah rasanya rindu sekali dengan sosok kekasih nya itu.
Punggung ketiga nya menempel ke batang pohon yang terdapat di taman, mereka bersandar di sana dengan duduk di atas hamparan rumput halus.
"Disini rupanya kalian," mahendra yang baru saja tiba dan bergabung mendekati ketiga nya
"Kenapa dra?"tanya fira
"Dari tadi gue nyariin kalian ga ketemu-ketemu, tau nya malah nyantuy disini,"
"Ngapain nyariin kita," tanya mawar
"Mau gabung aja, si daren sama si tiko kan jadi peserta lomba buat besok, jadi gue ga ada temen hehe,"
"Temen sekelas lo kan banyak," cibir fika
"Suka-suka gue dong, sirik aja," ujar mahendra dengan sewot
"Nye nye nye nye, " balas fika tidak peduli
" Disana berisik dra, makan nya kita-kita ngadem di sini aja," sahut mawar menjelaskan
Mahendra melirik ke arah fira yang menutup mata, hingga rambut nya di terpa angin, dan itu.. membuat mahendra semakin terpesona dengan fira.
Bagaimana bisa ia melupakan fira secepat itu, bahkan setiap hari nya saja mereka selalu bertemu, bahkan bersama .. meskipun hanya di area sekolah saja
"Kenapa ga di pulangkan aja si, lagian diem di sekolah juga ga belajar, yang ada malah bingung ga jelas kaya gini," gerutu fika
"Denger kata free aja gue mah udah bersyukur fik," ujar mawar," soalnya lagi males belajar hari ini,"
"Tiap hari juga lo mah males belajar war," sahut fira yang masih setia menutup mata
"Iya nih, pake acara ngomong lagi males belajar segala, padahal tiap hari hobi nya molor," fika menimpali
"Enak aja lo berdua," ujar mawar tak terima
"Kalian besok pada ikut ke Bandung?"tanya mahendra
Fika mengangguk pelan"ikut dra, lo sendiri ikut?"
"Jelas, sohib gue kan jadi pesertanya," jawab mahendra," lo ikut juga fir?"
"Aw" mahendra mengusap kepalanya, akibat di jitak oleh mawar
"Ya gausah di tanya juga udah jelas pasti ikut ogeb!" Cerca mawar," secara kembaran nya jadi peserta, yakali ga ikut"
"Basa-basi war basa-basi, sewot banget,"
"Bawaan nya ga tenang kalo ngomong sama lo, berasa mau jotos," jelas mawar
"Gayaan adu jotos, baru di tendang sekali juga pasti langsung mewek," ledek mahendra
"Ngeremehin gue lo dra," ujar mawar tidak terima
"Ck, kita kesini buat nyari ketenangan war," ujar fira," ini kalian sendiri yang asik ribut,"
"Yakan mahendra duluan fir,"
"Mana ada, fitnah lebih kejam dari pernikahan,"
"Pembunuhan dra pem-bu-nu-han," sahut fika membenarkan
"Mulut-mulut gue, kenapa lo yang repot,"
"Serah"
"Gaya laki, mulut banci,"ucap mawar
"Lah ngatain banci,"
"Iyalah lo kaya banci, masa sama cewe ga mau ngalah?" Ujar mawar dengan sewot
Ternyata benar ya perempuan itu tidak mau di salah kan meski.. memang salah, tetap saja ingin terlihat benar
Sebagai orang waras .. lebih baik mengalah saja, karena membalas ucapan mawar pasti tidak akan ada habis nya
Ting
Suara notifikasi masuk, fira merasakan ada getaran di hanphone milik nya, dan di sana menampilkan nama tiko yang terpampang dengan jelas
*Tiko*
Fir?besok lo ikut ke Bandung kan?
Berangkat sama siapa?
*Sama qiya.... Sama bara juga*
Berangkat bareng gue aja mau ga?
*Gue izin sama bara dulu ya*?
Sebenar nya hanya alibi saja menjadikan bara kambing hitam, asli nya fira akan meminta izin kepada daren
Oke fir, gue tunggu kabar baik nya
*Sayaaaaaaangg🌹*
*Ren*?
Iya sayang kenapa?
*Tiko ngajak aku berangkat bareng,boleh*?
Boleh, asal jangan berpaling sama dia aja🔪
*Ya engga mungkinlah*
*Ada-ada* **aja** *kamu ini*
Ga ada yang ga mungkin sayang
Apalagi di posisi sekarang.. aku
Ga ada di deket kamu, dan justru
Malah si tiko yang gantiin posisi aku🥺
*Ga ada yang bisa gantiin posisi kamu*
*Di hati aku😚*
Aaaaaaaaaa love you sayaaaanggg🤗🥰
Jadi kangen gini kan jadinya🥺
Kita harus cari waktu buat ketemu
*Love you too sayaaangg❤️*
*Aku juga kangen tauuu😭*
*😚😚😚😚😚*
Dan memang benar jika perasaan tidak bisa di bohongi, meskipun mulut nya mengatakan ikhlas.. tapi hati nya berbanding terbalik dengan keadaan.
Hanya kata maaf dan maaf yang selalu fira katakan dalam hati nya, karena telah melukai hati sang kakak, sebab bermain belakang dengan Daren. Tapi... Dirinya juga sama terluka, jadi.... Ah ntahlah
*Tiko*
*Besok gue bareng lo*
Oke, besok pagi gue jemput
*Oke*
Entah dimana sepupu nya itu berada, tumben-tumbenan tidak menempel kepada fira, biasa nya juga dimana ada fira pasti ada bara
Bara ganteeeeeengg✨
*Lo dimana*?
*Besok gue berangkat bareng tiko ya*
*Gapapa kan*?
*Lo bareng qiya aja berdua*
*Nanti pulang nya baru gue ikut lo*
Tumben sekali bara tidak langsung menyahut... Padahal ceklis dua, atau mungkin handphone nya di silent karena sedang asik main game.. fikir nya
Tapi bara tidak seperti itu, dia selalu menomor satukan dirinya dan juga qiya