
Hari ini adalah hari terakhir qiya dan fira berada di Jerman, karena besok mereka harus pulang ke Indonesia.
Ketiga remaja itu sedang berada di ruang tv .. seraya menonton acara random yang sedari tadi di pindah-pindah terus chanel nya.
"Buset dah fir.. sampe pusing ini kepala gue liat tv ga jelas gini," gerutu bara
"Ga ada yang seru bar chanel nya," fira merengek
"Matiin ajalah ga guna juga nonton tv ga jelas begini,"final bara
Akhir nya fira mematikan tv karena kesal tidak mendapatkan chanel yang cocok untuk di tonton.
"Bosen, kita jalan yu," ajak qiya, " selama di Jerman kan kita belum sempet jalan-jalan,"
Terlebih lagi mereka sedang dalam keadaan berduka, namun .. mereka tidak ingin terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Dan parah nya lagi para orang tua sudah sibuk kembali ke dunia kerja nya masing-masing.
Tidak ingin ambil pusing, mereka hanya masa bodo saja dengan keadaan yang menyelimuti keluarga mereka.
"Yaudah.. gue ajak kalian berdua jalan-jalan keliling Jerman,"ujar bara," gue ke kamar dulu oke? Ambil kunci mobil. Kalian tunggu aja di depan ntar gue nyusul," setelah nya bara langsung melangkah kaki nya menuju kamar
" Yu fir kita tunggu di depan," ajak qiya sambil meraih tangan fira untuk menuju teras rumah
Lima menit lama nya, kini bara sudah siap memasuki mobil nya
"Ayo tuan putri kita meluncuuuuurrrr,"
"Ada-ada aja kelakuan lo bar," ucap fira sambil terkekeh
Kedua nya memasuki kursi penumpang
" Satu orang di depan dong," bara merasa dirinya benar-benar seperti supir," lo kira gue supir apa!"
"Sesekali si bar," ujar fira dengan cemberut
"Fiiiirrr... Jangan gitu lah, gemes banget tau ga," melihat raut cemberut fira membuat bara merasa gemas, rasanya ingin dia bungkus" yaudah iya kali ini gue ngalah jadi supir lo berdua,"
Mobil yang di kendarai bara kini sudah membelah jalanan Jerman. Pemandangan yang di suguhkan sangatlah membuat takjub pengguna jalan.
"Jerman emang ga kaleng-kaleng si menurut gue," ujar qiya memecah keheningan
"Keren sumpah," ucap fira
"Makan nya lo pindah ke sini aja si, biar bareng-bareng sama gue sampe lulus.. kalo bisa sampe tua," sahut bara
"Masalah nya gue ga tega ninggalin temen-temen gue di sana ... Dan lo tau sendiri kan? Kalo gue udah tunangan.. jadi, rasanya gue ga mau ldr sama cowo gue," jelas iya
Mendengar penuturan qiya.. membuat hati fira meringis
"Ah elah lo qi.. dasar bucin akut," cibir bara
"Bodo,"
"Disakitin baru tau rasa lo,"ujar bara
"Lo mah gitu jadi sepupu... Bukan nya ngasih semangat, ini malah bikin gue overthingkin ," gerutunya
"Iya iya sepupu ku yang cantiiiiikk.. ," dengan suara yang di buat selebay mungkin
"Ck,"
"Lo mau bawa kita kemana bar?"tanya fira untuk mengalih kan perdebatan yang di lakukan bara dan juga qiya
"Kita ke wahana bermain aja gimana?" Tawar bara
"Boleh juga, kaya nya seru tuh," jawab fira," gimana qi?" Tanya fira meminta persetujuan dari kakak nya
"Hmm, boleh .. kita kesana aja,"
"Sabar ya.. bentar lagi kita sampai,"
15 menit berlalu, ketiga nya sudah sampai di tempat wahana yang di ajukan bara.
"Woaaaahhhhh, baaarrrr ini kereeen baangeeeeeettt," qiya histeris melihat wahana di depan nya sangat- sangat menakjubkan sekali," ini mah memanjakan mata gue bar," ucap nya kekehan
" Lo seneng qi?" Tanya bara
"Jelas seneng lah gila aja lo,"
"Lo fir, gimana? Seneng?" Yang di tanya itu pun memperlihatkan raut wajah dengan binar di mata nya, yang menandakan bahwa fira juga juga menyukai tempat wahana yang bara rekomendasikan.
"Parah si bar.. menurut gue ini mah lebih dari kata keren," puji fira," langsung naik wahana aja yu ? Kita harus coba semua satu per satu tanpa ada yang terlewat kan satu pun oke? Harus oke pokonya gamau tau," tandas fira tidak bisa di ganggu gugat
"Ayo dong bar.. lelet banget jalan lo kata kera," ucap qiya tak sabaran
"Ko kera qi? Harus nya siput dong yang lelet mah," balas bara membenar kan
"Heran gue sama lo bar," sahut fira sambil menggeleng kan kepala nya," mau-mau aja lo di samain sama siput," lanjut nya dengan diiringi tawa ringan
"Ya ga gitu juga fir... Ah udah lah pusing gue,"
"Cie ngambek cieeee," goda fira sambil mencolek dagu bara
"Emang ya si paling aneh lo bar,"ujar qiya
"Serah lo deh qi serah... Orang waras mah ngalah aja,"
"Dih," qiya hanya mengedik kan bahu nya acuh
" Nah nah nah... Kaya nya wahana pertama yang harus kita naikin yang itu deh," tunjuk qiya ke arah wahana biang lala
" Ga asik banget naik begituan qi," ujar bara seraya menolak
" Kita pemanasan dulu bar... Sebelum menaiki wahana- wahana yang selanjut nya," jelas qiya
"Nurut aja si bar," fira hanya terkekeh melihat wajah bara yang terlihat pasrah
Hampir 10 wahana sudah mereka naiki, tetapi kondisi bara terlihat sangat mengenaskan ... Di tambah lagi bara sudah terlihat sempoyongan, karena tidak kuat untuk berjalan terlalu lama
" Kita duduk disitu dulu," ujar qiya yang memapah bara dengan fira
Tangan mungil fira memijat kening bara, katanya dia merasa pusing sekali. Sedang kan qiya tugas nya mengipasi
"Tadi aja pas gue ajak naik biang lala, bilang nya ga asik.. eh sekarang malah tumbang," cibir qiya
Bara hanya memutar bola mata nya malas mendengar cibiran qiya yang di tujukan kepada dirinya.
"Kenapa ga bilang kalo lo takut bar? Jadi nya kan repot begini," gerutu fira
"Yakali fir gue ngomong begitu.. malu lah, dikira ga gentle lagi," jawab nya dengan lesu
"Mata lo ga gentle!, yang ada malah tepar lo nya bambang,"fira yang merasa kesal dengan pemikiran bara yang seperti ini
"Tau nih si bara bikin gue pengen ngeluarin kata-kata kasar aja," sahut qiya
"Berasa lagi di ceramahin dua istri kalo begini cerita nya mah," ucap bara yang masih setia menutup mata nya
"Gaya lo istri dua bar," cibir fira
Karena situasi seperti ini ... kaya nya memang sudah tidak memungkin kan lagi mereka bermain kembali.
"Kalian kalo masih mau naik wahana.. gapapa pergi aja, gue tunggu di sini,"
"Gapapa bar udah puas juga ko gue main nya," ucap qiya dengan lembut, seusil apa pun bara.. dia tetap sepupu kesayangan nya. Ya memang... sebenar nya masih ingin menaiki wahana yang belum sempat ia naiki,namun.. keadaan bara lebih penting, meskipun sepupu nya itu menyuruh nya untuk meninggal kan nya.. tentu saja itu tidak akan ia lakukan
"Iya bar .. kita udah puas ko main nya, kita istirahat dulu aja di sini sampai keadaan lo membaik," ucap fira dengan penuh perhatian," abis itu kita cari makan,"
Bara tertidur dengan paha fira sebagai bantalan. Sedangkan qiya mengelus- elus kepala bara dengan lembut.
Merasa sudah lebih baik, bara pun segera bangkit dari tidur nya. Pertama kali ia membuka mata.. yang ia lihat terlebih dahulu adalah wajah fira.
"Gimana keadaan lo bar?" Tanya fira dengan raut wajah khawatir
"Mendingan fir, maaf ya paha lo pasti pegel gara-gara gue tidurin," ucap nya tak enak
"Gausah di pikirin,"
"Gue kira kalian ikut tidur juga," tanya bara
" Mana bisa tidur gue dalam keadaan begini," sahut qiya.. " kita cari makan aja yu? Lo udah kuat kan bar?"
"Aman qi,"
"Yaelah fir, berasa orang jompo gue di gandeng begini,"
"Udah sukur gue perhatian sama lo bar.. takut nya kan tiba-tiba lo jatoh! Poko nya diem! Nurut aja perintah gue!" Ujar nya tidak bisa di ganggu gugat
"Baik kanjeng ratu,"
"Bacot" si kembar berucap dengan serentak