I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 70



2 Hari setelah kepulangan Fira dari rumah sakit ... kini dirinya sudah diperbolehkan beraktifitas kembali, dan sekarang Fira sudah kembali memasuki sekolah nya dengan semangat.


Sesampainya di dalam kelas ... Fira, Qiya dan Bara di sambut hangat oleh teman-teman nya, dan tak lupa juga dengan ucapan belasungkawa perihal kematian yang menimpa Berlyn.


"Seneng banget gue liat pertemanan kita komplit lagi," ucap Fika dengan suara yang terdengar bahagia.


"Kita kesepian banget tau pas ga ada kalian, iya ga Fik?"sahut Mawar


"Iya nih, tapi sekarang gue udah seneng pake banget, karena kalian bisa beraktifitas kaya biasa lagi,"


"Makasi ya buat kalian yang engga henti-henti nya jenguk gue tiap hari kerumah sakit," balas Fira dengan tatapan haru


"Apaansi Fir pake acara makasih segala, kita kan temen,"


"Seneng banget gue bisa berteman sama kalian," ucap Fira sambil memeluk kedua teman nya itu


"Udah ah cukup melow-melow nya, mata gue masih perih gara-gara kemaren nangis terus," timpal Qiya yang berada di samping Fira


"Iya kakak ku sayaaaaangg, engga melow-melow ko," balas Fira diiringi dengan kekehan," Tapi ... kalian ngerasa sepi ga si karena sekarang personil kita berkurang?"


Bara yang berada di depan Fira pun langsung mengusap kepalanya dengan lembut," Bagaimana pun juga ... Berlyn udah kita anggap sebagai keluarga, jadi ... rasa berkurang itu pasti ada Fir, terlebih lagi dia salah satu sahabat kita yang paling tangguh di segala hal." balas Bara dengan suara pelan namun terdengar lembut," Meskipun dia udah ga ada .. yang penting nama dia selalu ada di hati kita masing-masing,"


Siap tidak siap, kematian akan menghampiri kita kapan saja dan dimana saja. Jadi .. sekuat apa pun kita ingin melawan takdir.. sang pencipta tetap akan membawa kita pulang ke tempat nya semula.


Acara mengobrol mereka pun terhenti ketika seorang guru memasuki ruang kelas nya dan memulai pelajaran seperti biasa.


~~


"Aku bawain kamu bekal dari rumah Fir, bunda aku yang bikin, katanya suruh kasih ke kamu." ucap Daren sambil memberikan bekal yang bunda nya buat kepada Fira


"Cieeee, udah di kasih lampu ijo sama camer," goda Mawar pada Fira


"Makasi Ren," Fira mengambil kotak makan yang di berikan Daren dan membuka nya untuk melihat apa isi di dalam kotak itu, dan ternyata ... makanan sehat.


"Bunda bilang, kamu ga boleh makan-makanan yang sembarangan dulu, takutnya ga baik buat masa pemulihan kamu,"


"Iya, nanti bilangin makasi dari aku ya?"


"Kamu aja sendiri yang bilang," tolak nya seraya menggoda Fira


"Nyebelin banget si!" gerutu Fira yang sambil memukul lengan Daren dengan pelan.


"Becanda sayaaaang," dengan gemas Daren mencubit hidung Fira dengan pelan.


"Kita mah di anggap batu kali ya guys?" sindir Mahendra yang melihat keuwuan Daren dan Fira di sela-sela acara makan nya


"Biasa... kan udah lama ga mesra-mesraan," timpal Fika sambil menggoda nya


"Apalagi kan udah dapet lampu ijo ya? Pasti nambah semangat pacaran nya," sahut Mawar yang tak mau kalah untuk menggoda teman nya


Bara dan Qiya hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan ketika teman-teman nya menggoda Fira dan juga Daren.


Sedangkan Tiko? Seperti biasa sibuk sendiri


"Sirik aja lo pada," cibir Daren yang terus saja di goda oleh teman-teman nya," Nanti mah kita istirahat nya berdua aja, biar mereka ga ganggu kita,"


"Ga ada berdua-berduaan! " tolak Bara yang sedari tadi diam," Fira harus ada dalam pantauan gue!"


"Yaaahhh Bar,"


"Gue ga menerima bantahan!" ucap nya dengan nada dingin


Mendengar itu pun Mahendra hingga tertawa kencang di sela-sela makan nya.


"Anjir," umpat Daren dan Tiko bersamaan


"Yang bener dong Dra kalo makan!" ucap Daren dengan sewot," Sisa-sisa makanan lo nih muncrat ke muka gue!!"murka Daren tak terima


"Kalo mau ketawa telen dulu makanan nya! nyiprat juga nih ke muka gue! mana hampir masuk ke mulut lagi," cerca nya dengan ngeri. Untung saja dirinya sedang tidak membuka mulut, jika tidak ... sudah di pastikan muncratan dari mulut Mahendra akan tertelan oleh nya, memikir kan nya pun membuat nya merasa merinding.


Mendengar Daren dan Tiko misuh-misuh ga jelas karena ulah Mahendra, membuat mereka tertawa terbahak-bahak


"Rasa nya gimana ko?" goda Bara


"Asu lo Bar!" balas Tiko dengan sinis


"Tuhan masih melindungi lo ko dari najis nya Mahendra," sahut Mawar yang masing dengan tawa nya.


"Bener-bener parah si ini mah," timpal Qiya yang tak habis pikir dengan kelakuan teman-teman nya.


"Tenang aja, jigong gue udah terverifikasi halal," ujar Mahendra tanpa dosa nya


"Gaya lo halal! Bau nih jigong lo!" sewot Daren pada Mahendra,"Ini mah gue harus mandi kembang buat ngilangin jigong lo,"


"Kelakuan lo Dra asu banget!" timpal Tiko yang ikut kena cipratan jigong Mahendra


"Seneng banget lo pada nistain gue," ucap Mahendra dengan pura-pura lesu


"Muka lo emang pantes di bully Dra," sahut Mawar ikut mengompori


"Udah ah jangan kaya gitu, kita lanjut aja makan nya," lerai Fira menengahi perdebatan


"Kan, kan ... Fira emang paling the best!" puji Mahendra pada Fira.


Ketika refleks ingin memeluk Fira, namun Daren dengan gesit memegang kerah baju Mahendra agar tetap diam.


Tatapan nya menyeramkan," Ampun Ren, refleks gue,"


Peletak


Daren menjitak kepala Mahendra tidak terlalu keras namun terasa sakit." Tega bener lo Ren, gimana kalo barusan lo jitak gue ... terus kepala gue jatoh!" ujar Mahendra mengaduh sakit, bahkan tangan nya pun masih mengusap bagian yang terkena jitakan.


"Lebay lo,"


"Daren! Gaboleh gitu, kasian Mahendra pasti kesakitan! suara nya aja sampe ke denger," ujar Fira yang tidak suka dengan sikap Daren


"Iya iya maaf, abis nya dia yang duluan,"


"Udah jangan salahin siapa pun, lanjut makan!" titah nya.


Kini hanya ada keheningan, karena mereka semua kembali menikmati makanan nya masing-masing yang sempat terhenti.


Jika tenang begini kan enak keliatan nya, ga rusuh kaya tadi yang bikin pusing kepala.


Dentingan sendok pun terdengar beradu dengan mangkuk.


Orang pertama yang menghabiskan makanan adalah Daren, jadi .. dirinya bisa memandangi kekasih nya yang sedang makan dengan tenang.


"Cantik banget si pacar aku," puji Daren di sela-sela keheningan


Teman-teman nya yang sedang asik makan pun seketika mengumpat dengan sikap Daren yang secara terang-terangan memperlihat kan keuwuan nya lagi.


Bisakah jika ingin bucin nanti saja kalo sedang berduaan? Kan yang jomblo jadi iri.


Jadi pengen punya ayang juga.


"Dareeeeeeeeeennnn," ujar teman-teman nya secara bersamaan