I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 62



"bosen banget diem disini! tidur, makan, tidur, makan!" gerutu Fira tak suka


"wajar ... lo kan lagi sakit," balas Bara yang sedang anteng bermain game online


"sabar, kalo udah sembuh ... lo bisa lakuin apa aja kaya biasa nya," sahut Qiya yang mulut nya di penuhi makanan


"yakan boseeeeennn," rengek Fira," pegel tau badan gue," muka nya di tekuk dengan wajah cemberut


"gue juga bingung Fir, masalah nya lo belum di bolehin buat banyak gerak dulu sama dokter, sabar ya? ini juga demi kesehatan lo," ucap Bara memberitahu serta menenangkan perasaan Fira


"tadi nya aku mau ajak kamu jalan-jalan ke taman, cuma ya gitu, doker ga ngasih izin dulu buat 2 hari kedepan kata nya," sahut Daren


"yaaaahhhh," Fira tertunduk lesu, tidak ada harapan untuk nya bisa menikmati udara segar selama 2 hari kedepan, padahal ia sudah bosan berlama-lama di rumah sakit, terlebih lagi dengan banyak nya selang di bagian tubuh nya yang ingin segera ia lepas secepat nya.


Brak


Astaghfirullah


Allahuakbar


Ucap Bara dan Daren bersamaan karena terlonjak kaget ketika mendengar pintu ruangan Fira di buka dengan cukup keras.


Sedangkan Qiya dan Fira hanya menggelengkan kepalanya pelan atas perlakuan mereka yang kelewat bar-bar.


"Firaaaaaaa, aaaaaaaa kangen banget gue sama lo," ucap Fika yang langsung memeluk lengan Fira dengan pelan


"bisa-bisa barang-barang di sini rusak gara-gara tingkah lo berdua," ucap Qiya pada kedua teman nya


"gue terlalu bersemangat Qi buat ketemu sama Fira," balas Fika sambil cengengesan


Qiya hanya bisa menghela nafas panjang dengan sikap mereka yang tidak berubah dan lagi kelakuan mereka tidak pernah tau tempat.


"nih Fir gue bawain buah-buahan yang fresh dan terjamin kesehatan nya," Mawar berujar dan menaruh buah-buahan nya di atas loker yang berada di ruangan Fira


"tau dari mana lo kalo buah yang lo bawa ini terjamin kesehatan nya?" tanya Bara dengan memutar bola mata nya malas


"gue kan beli nya di mall Bara, jadi udah pasti terjamin kesehatan nya kalo gue beli di sana,"


"lo beli di mall juga ga menjamin buat ini sehat!" sinis Bara pada Mawar


"terserah lo deh Bar, males gue ladenin nya,"


Mereka tidak hanya berdua melainkan ber empat, yaitu bersama Tiko dan Mahendra, tapi cowo-cowo hanya langsung terduduk di sofa ruangan dan hanya menyapa nya sekilas, sebab Daren melarang keras ke arah mereka supaya tidak berdekatan dengan Fira, alasan nya karena Daren tidak ingin Fira di dekati cowo mana pun termasuk Tiko dan Mahendra.


"Dasar posessif," cibir Mahendra, " padahal kan gue pengen peluk-pelukan sama Fira," celetuk nya


Mata elang Daren menghunus lurus ke arah Mahendra," gue cincang juga lo kalo sampe berani peluk-peluk cewe gue," ancam nya


"nye nye,"


"kalian ber empat janjian dateng kesini nya?" tanya Fira pada ke empat teman nya baru datang


"engga Fir, kita ga sengaja ketemu sama dua cowo itu di parkiran rumah sakit," balas Mawar


Fira hanya manggut-manggut mendengar nya


Ke empat para cowo sekarang sudah anteng dalam kegiatan nya yaitu bermain game online yang ada di dalam handphone. Pikir Fira, secandu itukah mereka dengan game yang mereka punya?


"yang bener dong Ren lawan mereka nya," ujar Mahendra tanpa mengalihkan pandangan dari handphone nya


"ambil dulu woy senjatanya," teriak Bara


"bantuin gue bego! gue di keroyok nih," Daren rusuh ketika di keroyok oleh tim lawan nya


"sialan!" umpat Tiko


"diem lo! gausah ganggu," sinis Bara yang fokus pada game nya, namun masih bisa mendengar teriakan Mawar


"ya gausah berisik! suara lo pada ga enak di denger!" sahut Fika


"dikira suara lo merdu apa?" balas Daren dengan mengangkat sebelah alis nya


"lo!"


"udah- udah, biarin aja, masing-masing aja kita," ujar Qiya menenangkan," lo kenapa Fir?" tanya Qiya khawatir melihat Fira memegang kepalanya


Ketika mendengar perkataan Qiya, mereka para cowo-cowo yang sedang asik bermain game online pun mereka akhiri dan ikut mendekat ke arah Fira untuk memastikan keadaan Fira tidak kenapa-napa.


"kenapa- kenapa?" Bara ikut khawatir ketika Fira memegang kepalanya dengan raut wajah yang seperti menahan sakit


"kita main game nya terlalu berisik ya? maaf," Daren merasa jika Fira seperti ini karena ulah nya yang terlalu berisik ketika bermain game


"sorry ya Fir," sahut Tiko


"gimana? masih sakit?" tanya Mahendra


"kalian si, udah gue bilang kan gausah berisik tadi" ujar Mawar menyalahkan


"gatau nih, tiba-tiba kepala gue sakit banget," jawab Fira


"tiduran lagi aja Fir, sini gue bantu," Bara membatu Fira supaya posisi nya kembali tertidur


"panggil dokter aja, biar di periksa keadaan Fira," ujar Tiko memberi saran


"gausah lah ko, gapapa," balas Fira yang sambil meringis pelan


"bener kata Tiko, panggil dokter," ucap Daren," lo mau kemana Dra?" Daren melihat Mahendra yang hendak keluar


"mau manggil dokter," balas Mahendra dengan tampang polos nya


"jadi orang jangan bego-bego amat kenapa Dra, rumah sakit se gede dan se elit ini .. lo ga perlu repot-repot pergi keluar, cukup tekan tombol itu, udah semua selesai," ujar Daren memberi tahu


"lupa hehe," Mahendra hanya cengengesan ," saking syok nya gue Dra," lanjut nya sambil menggaruk leher nya yang tidak gatal


"wong ndeso banget lo Dra, malu-malu in," celetuk Mawar


"namanya juga lupa,"


Setelah Bara memencet tombol itu.. tidak lama seorang dokter wanita datang.


"gimana dok keadaan adik saya?" tanya Qiya pada sang dokter


"adik kamu baik-baik saja, tapi di usahakan jangan banyak gerak sama jangan terlalu memikirkan sesuatu yang dapat menimbulkan kepalanya kembali terasa pusing,' jelas nya memberi tahu


"terimakasih dok," ucap Bara dengan sopan


"sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya. Kalo begitu saya permisi," pamit nya


"denger kan Fir? lo gaboleh banyak gerak dulu, mau ga mau lo harus tahan dalam posisi berbaring kaya gini," ujar Bara memberitahu


"pegel Bar tiduran terus," rengek Fira


"terus juga lo mikirin apa si? yang harus lo pikirin sekarang cuma kesehatan lo, jangan mikirin yang lain dulu oke?" timpal Qiya


"jangan banyak pikiran dulu ya? kamu mau cepet sembuh kan?" ucap Daren dengan lembut seraya mengusap puncak kepalanya dengan sayang


Bukan tanpa sebab Fira merasakan kembali rasa sakit yang menjalar di kepalanya, justru saat ini dirinya sedang memikirkan Berlyn, kenapa setiap teman-teman nya datang berkunjung Berlyn tidak ikut bersama? Apa mungkin Berlyn masih dalam keadaan koma yang tak kunjung siuman? Fira sangat merindukan cowo itu, dengan keadaan nya yang seperti ini, Fira harus ekstra sabar untuk tidak memaksakan diri bertemu dengan Berlyn.