I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 35



Hari minggu adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh sebagian orang. Tepat pukul 11 siang Fira dan Bara sampai di Bandung sesuai kesepakan mereka waktu itu yang ingin berkunjung ke rumah Beryl sahabat nya


Mereka hanya berdua tanpa di temani oleh Qiya, kata nya sedang pusing


"Nomor.... 24, ini bukan si Bar rumah nya? Coba deh lo liat alamat lengkap nya,"


" Bener, ini rumah Beryl. Yaudah nunggu apalagi? Pencet bel nya,"


Ting tong


Ting tong


Tidak ada sahutan dari pemilik rumah," sekali lagi Fir coba,"


Fira pun dengan patuh menuruti perkataan Bara


Ting tong


Ting tong


"Pada kemana ya kira-kira?"


"Lo udah kabarin Beryl kan?"


"Udah Bar,"


"Terus respon dia gimana?"


"Ga ada jawaban," dengan santai nya Fira berbicara seperti itu


"Ampun deh Fiiiiirrrr, kenapa ga nunggu jawaban dari Beryl dulu si," tidak habis fikir kenapa Fira sebodoh itu


"Kelamaan Bar,"


"Tapikan jadi nya kaya begini, kita jauh-jauh dari Jakarta dan sekarang tuan rumah nya ga ada,"


Mereka masih asik cek cok, Bara yang kesal dan Fira yang santai menanggapi nya


"Permisi, nyari siapa ya?"


Mereka berdua menoleh ke sumber suara, ternyata terdapat pria paruh baya," eh pak, maaf saya mau tanya.. pemilik rumah ini kemana ya?"tanya Fira dengan sopan


"Mereka sudah pindah dua hari yang lalu,"


"Pindah," beo Bara


"Kira-kira kemana ya mereka pindah nya?"Fira kembali bertanya


"Bapak kurang tau, tapi katanya ke luar negri,"


"Kenapa mereka tiba-tiba pergi ya pak?" Giliran Bara yang bertanya


"Bapak juga kurang tau, karena pemilik rumah ini tidak memberi tau,"


"Gitu ya pak," ujar Fira dengan lesu


Bara merangkul pundak Fira seraya menyemangati nya


"Kalo gitu makasi ya pak atas informasi nya," ujar Bara dengan sopan


"Sama-sama, kalo begitu bapak permisi ya,"


"Iya boleh pak, silahkan,"


Setelah kepergian Bapak tua itu, Bara dan juga Fira kembali ke dalam mobil


" Menurut lo.. kenapa Beryl pergi Bar? Dan yang bikin gue kecewa adalah dia ga ngasih kabar sama sekali, bahkan telepon sama chat gue aja ga ada yang di respon sama dia,"


"Sibuk mungkin,"


"Sibuk yang kaya gimana sampe ga bisa ngeluangin waktu sebentar aja? Bales chat ga sampe semenit ko,"


"Fir, kita ga tau apa yang sebenar nya terjadi... Mungkin aja ada hal yang lebih penting dan dia ga sempet ngasih kabar,"


"Baru aja minggu kemaren ketemu, sekarang malah ngilang lagi," gerutunya," apa jangan-jangan ... Dia ngehindar dari kita?"


"Jangan berpikiran aneh, udah diem kita pulang,"


Fira cemberut karena tidak berjumpa dengan sahabat nya itu


~~


Di kediaman Dananta kedatangan tamu yaitu keluarga Wira calon besan


Orang tua si kembar sudah pulang sabtu kemarin, katanya mau ngambil berkas-berkas yang tertinggal


"Silahkan duduk," ujar Haris mempersilahkan


"Terimakasih,"


"Mah, panggil Qiya buat kesini," titah Haris Kepada Dita


"Tidak usah!" Cegat Anggita," kita-kita saja yang mengobrol, karena kedatangan kami hanya ingin berbicara kepada pihak orang tua saja,"


"Hal penting apa yang ingin di bicarakan? Dan tumben sekali kalian kesini tanpa memberi tau? Bagaimana jika saya sedang tidak di rumah,"ucap Haris


"Syukur nya kalian ada di rumah ya kan?" Ujar Wira


"Kedatangan kalian pasti ada sesuatu? Betul?"


"Memang betul, saya sebagai ayah Daren ingin meminta maaf bahwa... Kami tidak ingin melanjutkan pertunangan yang sudah kita kait kan kepada anak saya dan juga anak kamu,"


"Kamu ini berbicara apa Wira!" Ujar nya Haris


"Ini ada apa sebenarnya? Kenapa tiba-tiba seperti ini,"sahut Dita


"Anak saya tidak bahagia dengan adanya pertunangan ini, dan sebagai orang tua terlebih lagi saya seorang ibu.. tentunya ingin yang terbaik untuk seorang anak, bukan begitu jeng Dita?"


Di balik tembok Qiya bersembunyi di sana, ia mendengar semua percakapan ke empat orang tua yang berada di ruang tamu.


Tetesan demi tetesan air mata turun membasahi pipi putih nya.


"Lo tega Ren," lirih nya dengan sangat pelan


"Maaf kami tidak ada maksud apa pun, ini semata- mata untuk kebahagiaan putra kami Daren,"


Haris memijit kening nya dengan tempo pelan," kamu tau kan Wir? Putri saya Qiya sangat mencintai Daren,"


"Tapi tidak dengan Daren,"sahut Anggita," sekali lagi kami minta maaf, keputusan ini sudah bulat,permisi. Ayo yah kita pulang,"


"Maaf Ris, jika keputusan kami ini sulit di terima oleh mu, tapi.. tolong lah jangan egois, mereka masih remaja.. dan punya kebahagiaan nya masing-masing,"


Setelah kepergian Wira dan Anggita, Dita justru menangis," gimana dengan Qiya pah,"lirih nya


"Papah yakin Qiya pasti ngertiin ,"


Qiya berlari menuju kamar dan menangis sejadi-jadi nya


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa,"


"Lo jahat Ren lo jahaaaaaattt,"


Semua kamar yang berada di kediaman Dananta kedap suara


" Kenapa si susah banget buat lo untuk jatuh cinta ke gue,"


Tangan nya memukul-mukul bantal


"Dan siapa cewe lo yang lo bangga-banggain itu ke gue,"


"Gue gamau kehilangan lo Ren... Dan gue ga rela ngeliat lo sama cewe lain,"


Ketika orang tua Daren sudah berada di luar, mereka melihat kedatangan Fira dengan Bara


Orang tua Daren menatap Fira dengan lekat


" Om, tante," sapa Fira yang di ikuti Bara


"Hai Fira," ujar tante Anggita dengan lembut dan tidak lupa dengan senyuman nya" kalian dari mana?"


"Abis jalan-jalan aja tan," jawab Fira


"Oh begitu, yaudah tante sama om pamit pulang ya sayang,"


"Iya hati-hati om,tante,"


Setelah kepergian orang tua Daren, kini mereka masuk ke dalam rumah


"Lo liat tatapan orang tua Daren ga si sama lo?"


"Kenapa emang nya?"


"Agak aneh si menurut gue"


"Gue ga merhat..." Ucap nya terhenti ketika melihat mamah nya menangis di pelukan papah nya yang berada di ruang tamu


Fira langsung berlari ke arah orang tua nya," mah, pah ada apa? Kenapa mamah nangis?"


"Om, tante Dita kenapa?" Tanya Bara


"Kalian duduk dulu," titah sang papah,"Jadi.. pertunangan antara Qiya dan Daren di putuskan oleh pihak orang tua Daren,"


Fira syok mendengar nya, kini perasaan nya antara senang dan sedih, pokonya campur aduk kaya nano-nano


"Alasan nya?" Tanya Bara


"Daren tidak mencintai Qiya,"


Saat ini Bara sangat marah terhadap Daren, ia yakin sekarang pasti Qiya sedang bersedih


Tapi dirinya juga tidak menyalahkan Daren sepenuh nya, sebab di jaman sekarang.. siapa juga yang mau di jodohkan? Termasuk dirinya juga tidak mau