I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 51



Berlyn sudah siuman beberapa jam yang lalu dan sekarang ia sudah di pindahkan ke ruang inap


"kalian udah tau?" tanya Berlyn pada teman-teman nya


"kenapa lo sembunyiin ini dari kita? lo anggap kita ini apa Ber?" tanya Fira yang tak habis pikir dengan tingkah Berlyn


"maaf,"cicit nya


"apa dengan lo sembunyi-sembunyi kaya gini bikin kita bangga? Engga Ber justru gue kecewa karena lo nutupin masalah sebesar ini dari kita!" Fira yang masih ingin mengeluarkan unek-unek yang ada dalah diri nya


Berlyn menyesal sangat menyesal, niat awal tidak ingin memberitahu teman-teman nya karena ia yakin penyakit yang di derita nya selama ini akan segera sembuh, namun bukan nya sembuh... malah penyakit ini semakin menjadi-jadi.


"maaf," cicit nya lagi yang tak berani memandang wajah Fira


Saat ini Fira berada di samping brankar yang di tempati Berlyn,"huft, jangan kaya gini lagi Ber, kalo ada apa-apa itu cerita sama gue atau pun sama yang lain nya, supaya lo ga merasa sendiri," suara Fira melemah kala melihat raut wajah sesal dari Berlyn


"gue cuma gamau dikasihani Fir, makan nya gue ga pernah cerita soal penyakit yang gue derita ini,"


"pikiran lo terlalu jauh untuk mengatakan kalimat itu Ber, gue sama yang lain nya ga pernah berpikir kaya gitu, apa pun yang terjadi kita harus tetap sama-sama Ber, mau sakit atau pun sehat... itu bukan penghalang bagi persahabatan kita, lo ngerti kan maksud dari perkataan gue?"


"iya Fir, gue minta maaf, gue nyesel,"


"gapapa, asal jangan di ulangi lagi,"ujar Fira memaklumi," mmmm jadi.. yang Bara bilang kalo lo ada acara keluarga itu.. bohong?"


Bara yang di sebut-sebut nama nya pun menunduk pura-pura tidak tau," Bara," Fira memanggil Bara dengan suara rendah namun penuh arti


"e-eh Fir, gu-gue ga tau apa-apa ya," elak nya," gue cuma dapet perintah dari Berlyn aja, jadi salahin si Berlyn noh jangan gue,"


"kenapa lo mau-mau aja di suruh Berlyn buat bohong kita?" tanya nya dengan galak


"yakan melas banget muka si Berlyn, gue jadi ga tega liat nya,"


"alesan aja lo! gue banting juga nih,"


"heleh so so an mau banting gue, badan lo aja kaya kurcaci gitu," ledek Bara dengan suara pelan, namun samar-samar dapat terdengar oleh Fira


"engga Fir salah denger kali lo, orang gue ga ngomong apa-apa,"


"nyebelin,"


"nye nye nye,"


"sekarang apa yang lo rasain Ber?" tanya Qiya yang ikut mendekati Berlyn


"agak enakan Qi,"


"syukurlah, pokonya cepet sembuh ya? biar persahabatan kita lengkap lagi,"


"gue ga berharap banyak Qi sama penyakit ini," lirih nya dalam hati," meskipun tanpa gue.. kalian harus tetap bahagia," lanjut nya yang masih dalam hati


" gue beruntung banget punya sahabat kaya kalian," ujar Berlyn dengan bangga


Bara dan Tiko ikut mendekat ke arah Berlyn, mereka berpelukan bersama seraya menyalurkan rasa sayang terhadap persahabatan nya ini.


"Daren sama Mahendra kemana? Gue ga liat mereka berdua?" tanya Berlyn menanyakan keberadaan Daren Dan juga Mahendra


"mereka belum tau masalah ini," jawab Tiko,"udah sore, gue pamit pulang duluan gapapa kan?" tanya nya tak enak hati


"gapapa ko pulang aja, makasi udah temenin gue tadi," timpal Bara


"iya Bar sama-sama,"


"makasi juga ya ko udah mau nemenin gue," sahut Berlyn


"bukan kah seorang sahabat memang harus seperti itu? Jadi gausah berterima kasi lagi sama gue Ber, justru gue seneng, yaudah gue pamit ya Qi, Fir,"


"iya ko hati-hati,"