I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 26



Pukul 7 malam di kediaman Dananta sedang dalam keadaan makan malam keluarga.


"Bara," panggil tante Dita dengan lembut," gimana sama sekolah baru kamu?" Tanya nya


" Baik-baik aja ko tan, bara malah seneng karena bisa sekelas sama si kembar," senyum nya mengembang yang menandakan kalo bara bahagia


"Syukurlah, tante ikut seneng denger nya,"


" Gimana bara ga seneng tan, dari dulu di Jerman cuma sendiri, ga punya adik dan ga punya kakak, sekali nya punya sepupu malah tinggal berjauhan,"


"Dan sekarang bara seneng bisa kumpul sama sepupu bara di sini," jelas nya dengan penuh haru


"Sayang banget sama si kembar?" Tanya tante Dita


"Sayang pake banget tan," ucap bara terkikik geli


"Tante merasa lega sekarang, kalo tante sama om lagi kerja keluar.. udah ga terlalu khawatir lagi.. karena sekarang udah bara yang jagain"


"Jagain qiya sama fira ya bar," pinta om haris


"Pasti om, tanpa di suruh juga udah pasti bara jagain.. om sama tante tenang aja ga perlu khawatir," ujar bara dengan mantap


"Om percaya sama kamu,"


"Terharu gue bar sama lo," ucap qiya dengan pura-pura menangis


"Makannya lo harus bangga punya sepupu kaya gue," ujar nya membanggakan diri," udah ganteng, baik hati, tidak sombong lagi," lanjut nya memuji diri sendiri


"Iya sepupu ku yang ganteeeeengg," ucap qiya dengan gemas


"Qiya, gimana sama lomba olimpiade kamu.. kapan di adakan nya?" Tanya sang mamah


"Minggu depan mah, doain qiya ya mah, pah,"


"Mamah sama papah pasti doain yang terbaik,"


"Lomba nya dimana sayang," sahut sang papah yang ikut bertanya


"Di Bandung, mamah sama papah mau ikut nonton?"


"Kamu tau sendiri sayang, kerjaan papah kamu itu selalu menumpuk tiap hari nya, "jelas mamah nya


"Mamah jangan dulu pergi, nanti aja setelah nonton olimpiade aku, baru deh boleh nyusul papah," pinta nya


"Qi," tegur fira


"Gapapa mah, mamah boleh nonton dulu lomba qiya, baru setelah itu nyusul papah,"


"Gausah pah, gapapa.. lagian qiya masih ada fira sama bara yang nemenin," ucap qiya dengan tersenyum


"Maafin mamah ya,"ucap nya sambil memegang tangan qiya


"Iya mah gapapa,"


"Meskipun papah jarang di rumah, tapi kalian tumbuh dengan sangat baik... Makasi ya sayang udah ngertiin posisi orang tua kalian" ujar sang papah


" Qiya ngerti, kalian kaya gini juga buat masa depan kita, bukan untuk hal yang ga penting,"


Makan malam hari ini terasa begitu berbeda dari hari-hari sebelum nya, dan itu membuat hati fira merasa kebahagiaan malam ini bertambah berkali- kali lipat.


Bara yang menyaksikan acara sayang-sayangan itu pun... Merasa iri, karena diri nya sedang berada jauh dari orang tua nya


"Jadi melow gini si, lanjut makan yu," ucap fira mengalihkan pembicaraan agar susana tidak kaku


Meskipun dirinya tidak sepintar qiya, tapi kedua orang tua nya tidak pernah mempermasalah kan hal itu, bahkan membanding-banding kan saja tidak pernah, sebab mamah nya pernah berkata bahwa semua anak punya porsinya masing-masing, dan sebagai orang tua .. mereka hanya perlu mendukung apapun yang ingin di raih anak-anak nya.


"Qiya udah selesai makan, mau langsung ke kamar ya, soal nya masih mau lanjut belajar," izin nya


"Jangan terlalu malem ya tidur nya," ucap sang mamah dengan penuh perhatian


"Siap mah, yaudah qiya duluan ya mah, pah," ucap nya sambil mencium kedua pipi orang tua nya, kemudian melenggang pergi menuju kamar


"Bara ikut pamit juga ya om, tan,"


"Gamau nambah dulu," tanya om haris


"Udah kenyang om, makasi," tolak nya dengan halus," yaudah bara duluan ya,"


Fira yang asik dengan handphone nya itu pun ikut pamit ke kamar," fira juga masuk kamar ya mah, pah,"


"Iya sayang," jawab sang papah


Fira melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan qiya tadi yaitu menciumi kedua pipi orang tua nya, karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka


"Selamat malam,"


"Malam kembali sayang" ucap nya serentak