I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 75



Hari demi hari pun telah berlalu, pertarungan menggapai nilai tebaik pun telah usai.


Ujian Nasional yang di selenggarakan di SMA Causa Huba kini telah resmi di nyatakan selesai dan sekarang semua siswa/i hanya perlu menunggu hasil nya nanti yang akan di sampaikan ketika acara kelulusan tiba.


Acara kelulusan sekolah akan di selenggarakan semingu setelah Ujian Nasional selesai.


"Akhirnyaaaaaaaa, bebas juga gue dari soal-soal kejam ituuuu," jerit Mahendra dengan suara bahagia


"Setres lo!" desis Bara


Tiko hanya memutar bola mata nya dengan malas.


Sedangkan Daren, Fira dan Qiya terkekeh menanggapi nya.


"Jangan teriak-teriak Dra, mulut lo bau!" cibir Mawar sambil menutup hidung nya


Benar-benar ya si Mawar bisa aja membuat emosi Mahendra terpancing.


"Hah ... Hah," dengan sengaja Mahendra mendekati Mawar sambil mengeluarkan nafas nya tepat di depan wajah Mawar


"Kurang ajar lo MAHENDRA!!" pekik Mawar tak terima dengan kelakuan cowo itu


"Siapa tau kan lo mau cium nafas gue dari deket," ucap Mahendra dengan acuh


"Asu lo!" balas nya sambil mengacungkan jari tengah


"Heran deh gue, liat kalian berantem mulu kalo ketemu," ujar Fira pada Mahendra dan Mawar


"Mungkin mereka jodoh sayang," balas Daren pada Fira yang sembari mengelus rambut Fira dengan lembut


"Jodoh kan berawal dari benci jadi cinta, iya ga?" timpal Qiya memanaskan suasana


"Betul itu Qi," sahut Bara sambil merangkul pundak Qiya


"Amit - amit," gerutu Mahendra sambil mengetuk dengkul nya berkali-kali," Ogah banget gue berjodoh sama itu orang, kerjaan nya aja bikin rusuh terus tiap hari," ujar Mahendra yang melihat Mawar dengan ngeri.


"Heh! Gue juga amit-amit kali, mana mau berjodoh sama bencong kaya lo!" desis Mawar


"Enak aja lo ngatain gue bencong! Ga liat apa badan gue maco begini?!" ujar Mahendra dengan sewot, tentu saja ia marah karena dikatai bencong sama modelan kadal kaya si Mawar contoh nya.


"Maco dari mana nya?" ucap Mawar sambil melirik tubuh Mahendra dari atas sampai bawah," Lembek begitu," ledek nya


"Serah lo deh, ngomong sama orang setres bikin gue darah tinggi," Mahendra sudah ingin lagi berdebat dengan kadal itu,bagi nya .. buang-buang waktu saja.


"Enak aja lo ngatain gue setres!! Lo kali yang setres!!" balas Mawar dengan menggebu-gebu


Tiada hari tanpa ketenangan, setiap Mahendra dan Mawar di satukan... mereka akan adu mulut sampai berbusa jika tidak ada yang melerai nya.


"Mau langsung pulang apa gimana?" tanya Tiko mengalihkan perdebatan


"Jangan pulang dulu ... mending kita jalan-jalan kemana dulu gitu, buat ngerayain kalo kita udah kelar Ujian," sahut Qiya memberi saran


"Boleh tuh, lagian masih terlalu pagi juga kalo pulang kerumah," sahut Fika


"Jadi .. tujuan nya kemana?" tanya Daren


"Gimana kalo kita ke pantai?" saran Bara


"Gue setuju," timpal Tiko


"Seru juga kalo kita ke pantai," sahut Fira mengiyakan saran Bara


"Ga ganti baju dulu?" tanya Mawar


"Oke deh, kita berangkat sekarang aja, keburu siang .. panas," ujar Mahendra


Setelah semua nya sepakat, mereka pun langsung menaiki kendaraan nya masing-masing menuju tempat yang akan di tuju nya.


Jarak tempuh dari sekolah menuju pantai sekitar 30 menit lama nya.


Perjalanan pun tidak begitu di padati kendaraan, jadi mereka bisa sampai lebih cepat.


"Asli keren bangeeeettt," puji Fika melihat pemandangan pantai yang begitu bersih dan tidak ada pengunjung yang lain, sebab memang bukan hari libur.


Fira merentangkan tangan nya serta menutup kedua mata menikmati hembusan angin yang menerpa setiap inci wajah nya.


Tiba-tiba saja dari arah belakang ada yang memeluk nya, seketika saja Fira menoleh dan mendapati Daren.


Daren menyimpan dagu nya di pundak Fira," Aku pengen lebih lama kaya gini Fir,"lirih Daren," Jujur aja ... aku belum siap jauh-jauh dari kamu, terlebih lagi hubungan kita belum lama ini membaik,"


Tangan Fira menyentuh pipi Daren dan mengelus nya dengan pelan." Habiskan waktu selama yang kamu mau Ren, aku akan selalu ada di sini buat kamu,"balas Fira dengan lembut," Dan kamu ga perlu khawatir, sejauh apapun jarak kita .. aku tetap akan selalu cinta sama kamu,"


Daren semakin memeluk tubuh Fira dengan erat sambil menutup kan kedua mata nya, begitu pun dengan Fira yang melakukan hal sama.


"Kita kesana yuk?" ajak Mawar sambil meraih tangan Qiya dan membawa nya menuju tepi pantai dengan sedikit berlari.


Fika yang melihat Mawar dan Qiya berlari menuju pantai .. dirinya pun ikut menyusul mereka berdua.


Sedangkan cowo-cowo yang lain nya .. hanya diam terduduk di hamparan pasir putih.


Mata Tiko tak henti-henti nya lepas dari pandangan Fira.


Semua nya akan segera berakhir, perlahan tapi pasti .. melepaskan adalah jalan terbaik dari pada harus terus- menerus menyakiti diri sendiri. Meski belum ikhlas sepenuh nya .. Tiko yakin lambat laun perasaan nya kepada Fira akan segera terhapus sempurna dengan seiring nya waktu.


Tanpa sadar.. bibir Tiko ikut melengkung tipis ketika melihat Fira tersenyum. Meskipun senyuman itu bukan ditujukan untuk nya .. setidak nya ia ikut bahagia ketika pujaan hati nya bahagia.


"Jangan lama-lama pelukan nya!"desis Bara meraih tubuh Fira agar terlepas dari pelukan Daren," Malu kalo di liat orang, apalagi masih pake seragam kaya gini,"


Mahendra tertawa renyah melihat wajah Daren yang sedang menahan marah,"Kasian Bar... bentar lagi mereka bakal LDR, biarin aja si," teriak nya


Bara mengacuhkan ucapan Mahendra dan membawa Fira menuju tepi pantai untuk bergabung dengan yang lain nya yang sedang bermain air.


Tiko dan Mahendra pun ikut bangkit dan mengikuti Bara menuju tepi pantai.


Dengan misuh-misuh .. Daren pun ikut mengekor di belakang Fira yang di rangkul oleh Bara sepupu nya.


Tidak bisakah Bara membuat nya bahagia sehari saja? Daren kan ingin menghabiskan waktu bersama Fira sebelum perpisahan itu tiba.


Dasar sepupu tidak berperikebucinan, gerutunya.


Mahendra merangkul Daren dan sesekali menepuk pundak nya,"Sabar ya Ren," ujar nya dengan cekikikan


"Asem lo!" balas Daren sambil menghempaskan rangkulan Mahendra dengan kasar.


Sedangkan Mahendra tidak henti-henti nya menertawakan Daren, senang sekali rasa nya melihat teman nya ternistakan.


"Kita foto-foto dong guys, buat kenangan," teriak Qiya


"Kuy lah," balas Mahendra dengan semangat


Berbagai macam gaya berfoto pun telah mereka lakukan dengan puas.


Lika-liku kehidupan semasa dalam sekolah pun telah mereka lalui bersama, meski banyak kesalahpahaman di antara mereka.. itu tidak membuat mereka menaruh rasa benci atau pun dendam satu sama lain.