
"Dareeeennn," panggil Mawar dengan teriakan nya, saat ini mereka sedang berada di parkiran sekolah untuk pulang, namun Mawar melihat Daren dan kedua teman nya di sana.
Mendengar nama nya di panggil pun akhir nya Daren menoleh ke sumber suara.
"Ayo Fik samperin Daren," ajak nya dengan langkah sedikit cepat
"Apa?"
"Kalian mau ke rumah sakit?" tanya Mawar
"Iya, kalian mau jenguk Fira juga?"
"Iya nih, kita juga mau,"
"Yaudah bareng aja sama kita,"
"Itu dia alasan gue manggil lo Ren, supaya kita bareng kesana nya," balas nya dengan sebuah cengiran
"Berangkat sekarang aja yuk? Panas nih kaya ikan asin aja lama-lama diem disini," sahut Mahendra sambil mengajak teman-teman nya.
"Bentar Dra, masalah nya gue sama Fika ga bawa kendaraan, jadi ..."
"Naik, udah paham gue sama perkataan lo yang mengarah minta tebengan," celetuk Mahendra yang tepat sasaran.
"Gue sama Tiko aja, lo sama Fika ya?"
"Gak! Sama Daren aja sana! Dia juga sendiri," tolak Tiko mentah-mentah ketika Mawar ingin menebeng di motor nya. Bukan nya tidak mau tapi ..memang tidak mau.
Gelak tawa Mahendra pecah ketika melihat Daren sudah melajukan motor nya terlebih dahulu," Ga bisa nolak Ko, kasian anak orang masa mau di tinggal sendiri?" goda Mahendra pada Tiko
Tiko menghela nafas pasrah, asu memang si Daren," Buruan!"
Dengan gesit Mawar pun menaiki motor besar milik Tiko, lagi pula kapan lagi dirinya bisa berboncengan sama crush, rasanya ... ah mantap
Perlu di ketahui .. sebenar nya Mawar naksir berat sama Tiko sejak mereka kelas 10, tapi .. dirinya di patahkan oleh kenyataan ketika tau jika Tiko menyimpan rasa pada Fira. Sekarang kan Fira udah punya Daren, bukankah Mawar akan memiliki kesempatan selanjut nya? Rasa-rasa nya iya.
"Hati-hati War, si Tiko rada galak," ujar Mahendra mewanti-wanti pada Mawar
Mawar hanya mengangkat kedua jempol nya.
Sedangkan Tiko hanya menatap malas ke arah Mahendra.
~~
"Aaaaaaaa kangeeeennnn," rengek Qiya pada Fira yang berada di sebrang sana dengan ditemani oleh Bara di samping nya.
Mereka melakukan Vidio Call, karena merasa kangen dengan saudari kembar nya,"Gue juga kangen sama lo ih," ujar Fira dengan cemberut," Kata nya lo sakit? Sekarang gimana keadaan nya?"
"Demam biasa Fir, ga separah lo, jadi tenang aja. Lagian ... sekarang gue udah baikan ko karena di rawat sama Bara," ucap nya yang di iringi dengan kekehan
"Bara emang the best ya Qi?" balas nya yang ikut cekikikan
"The best banget pokonya ga kaleng-kaleng deh,"
"Aduh kuping gue panas nih," celetuk Bara yang ikut nimbrung
Mereka bertiga tertawa riang bersama," Mamah sama Papah mana Fir?"
"Lagi cari makan dulu keluar,"
"Emang lo gapapa di tinggal sendiri di sana?" sahut Bara dengan khawatir
"Gapapa Bar, gue udah mendingan, pengen nya si hari ini pulang .. soalnya udah bete banget gue di sini," gerutu nya dengan kesal
"Sabar ya Fir, kalo lo udah sembuh banget ... pasti dokter izinin lo buat pulang,"
Ceklek
"Hai," sapa Daren di balik pintu dengan suara pelan, sebab yang Daren lihat.. Fira sedang melakukan Vidio Call dengan seseorang di seberang sana.
"Ada orang dateng Fir? Siapa?" tanya Qiya ketika melihat Fira
Fira pun mengarahkan kameranya ke arah Daren dan disusul oleh teman-teman nya yang lain.
"Qiyaaaaaaaaa," teriak Mawar dengan heboh
Mahendra sampai geleng-geleng kepala mendengar suara toa milik Mawar, tanga nya pun sampai ia gunakan untuk menutup telinga.
"Asli si gue merasa kesepian banget karena ga ada kalian huaaaaa,"
"Nyahut aja, sana jauhan! jangan deket-deket"
"Siapa lo ngatur-ngatur gue?!" balas Mahendra dengan tatapan sinis nya" Gue juga juga mau kali nyapa Qiya,"
"Gausah! Qiya ga butuh sapaan dari lo,"
"Nye nye nye nye,"
"Plis deh kalo tiap ketemu itu jangan berantem, heran gue liat kalian kaya kebo sama sapi," sahut Bara di sebrang sana
"Anjing sama kuning Bar! Bukan kebo sama sapi!" timpal Fika membenarkan
"Suka-suka gue lah,"balas Bara dengan acuh," Eh Ren, gue pasti ketinggalan banyak pelajaran ya karena ga masuk sekolah terus?"
"Aman Bar nyalin punya gue aja, ntar gue kasih buku nya,"
"Thanks ya"
"yoi. Itu si Qiya udah baikan?"
"Panas nya tinggal dikit lagi si, paling besok juga sembuh,"
"Hallo Qiya," sapa Mahendra yang ikut nimbrung, alhasil mereka malah berdempetan," Babang Mahendra kangen berat sama kamu, padahal baru 3 hari ya? Tapi kaya lamaaaaa banget,"
Peletak
"Aw," ringis Mahendra ketika mendapat jitakan dari Mawar, "Punya masalah apa si lo sama gue? Heran nyari gara-gara mulu!"
"Punya dendam kesumat kali dia sama lo Dra," timpal Daren dengan tawa nya yang meledak
"Abis nya salah lo sendiri pake acara ngomong selebay itu, kan gue jadi ngeri dengernya!"
"Gue ga liat si Tiko, kemana itu anak?" tanya Bara di sebrang sana seraya mengalihkan perdebatan teman-teman nya.
"Noh," kamera handphone nya di arahkan ke Tiko," Dia mah anteng sendiri sama game nya," balas Daren yang melihat Tiko duduk anteng di sofa ruangan Fira.
"Si paling beda ya dia mah," ujar Bara dengan kekehan
Tiko yang mendengar itu pun memutar bola mata nya malas," Kangen lo Bar sama gue? Sampe nyariin segala," cibir Tiko
"Kangen banget ko, pengen cepet ketemu," rengek Bara dengan suara manja nya.
"Anjrot,"
"Asyuuu,"
"Astaghfirullah,"
"Kaga normal lo Bar!" pekik Fika
"Lo beneran kangen sama si Tiko Bar?" tanya Mahendra meyakinkan
Kenapa teman-teman nya malah menganggap ucapan nya dengan serius si? " Becanda kali Draaaaa," balas Bara dengan greget," Yakali gue suka sesama batang!"
"Kirain kan Bar beneran,"
"Serah,"
"Kalian ga pulang dulu? Sampe masih pake seragam?" tanya Qiya pada teman-teman nya
"Ribet Qi kalo pulang dulu, jadi kita milih buat langsung ke rumah sakit aja," balas Mahendra dengan lembut
"So manis," cibir Mawar yang tidak terlalu terdengar oleh siapa pun. Karena melihat Tiko duduk sendiri, Mawar bisa curi-curi kesempatan agar bisa duduk berdekatan dengan Tiko.
"Dokter bilang apa Fir soal kondisi kamu sekarang?" tanya Daren yang berada di samping Fira
"Belum ada dokter yang datang kesini Ren, tapi tadi pagi Mamah sama Papah sempet di panggil ke ruangan dokter si, cuma aku gatau dokter ngomong apa aja, soalnya aku belum di kasih tau, dan mungkin nanti aku tanyain sama Mamah kalo udah dateng ke sini,"
Daren mengangguk paham dengan ucapan Fira," Kamu udah makan? Inget ya, pokonya kamu ga boleh telat makan dan yang terpenting .. jangan banyak pikiran," ujar nya sambil mencium kening Fira dengan lembut
"Jiwa-jiwa kejombloan gue meronta-ronta liat keuwwuan kalian berdua," sahut Fika sambil pura-pura sedih.
"Tolong cariin gue ayaaaaaanggg,"
Ketika teman-teman nya berteriak heboh melihat adegan romantis antara Daren dan Fira ... mereka seakan tidak peduli dengan kehadiran teman-teman nya disana. Seperti dunia milik berdua saja