I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 74



Hari dimana pertarungan menggapai nilai tertinggi pun akhir nya di mulai, kini semua yang menyandang sebagai kelas 12 memulai Ujian Nasional di hari pertama dengan mata pelajaran Matematika.


Semua siswa/ i disibukan dengan berbagai macam soal.


Mungkin bagi yang pintar ... soal seperti itu sangat terlihat mudah, tapi .. jika yang mengerjakan nya memiliki kemapuan di bawah standar .. ya terima nasib aja.


Qiya, Daren dan Tiko mengerjakan soal Matematika nya dengan begitu mudah, bahkan mereka dengan lihai nya menjawab satu persatu soal yang ada di lembaran kertas, kenapa begitu? Sebab mereka adalah siswa/i pilihan terbaik dari SMA Causa Huba.


Bara dan Qiya memang tidak sepintar mereka namun dengan belajar yang sungguh-sungguh mereka pun bisa mengerjakan nya dengan mudah, meskipun harus dengan berfikir keras.


Mawar dan Fika, mereka sering kali memijat kening nya karena merasa pusing dengan berbagai macam angka yang terdapat di kertas soal Ujian nya.


Sedangkan Mahendra lebih banyak misuh-misuh dan menggerutu tidak jelas, keringat dingin membasahi seluruh kening nya dari mulai dirinya memasuki ruangan yang menjadi tempat nya mengerjakan soal Ujian. Rasa nya ingin pingsan ketika melihat soal-soal Ujian yang membuat nya terkulai lemas.


Jika di beri soal yang dapat memusingkan isi kepala... rasanya ingin sekali berteriak sekencang mungkin, namun jika melakukan hal itu .. yang ada malah mengganggu konsentrasi siswa/i yang lain.


Tentu nya jika kita belajar dengan sungguh-sungguh, soal sesulit apapun akan terlihat mudah meskipun kita menyandang sebagai murid yang tidak berprestasi sekalipun.


Waktu yang sudah di tentukan untuk mengerjakan soal pun sudah habis.


Selesai atau tidak nya .. semua lembar jawaban harus di kumpulkan tanpa terkecuali.


Satu hari hanya ada satu mata pelajaran saja, dan mata pelajaran lainnya akan di lakukan besok dan seterus nya sampai selesai.


Daren dkk dan Fira dkk berkumpul di area parkiran sekolah.


"Melas banget muka lo Dra," ujar Daren dengan tertawa ringan


"Kaya orang baru kena musibah," celetuk Bara


"Mana muka nya mengkhawatirkan banget lagi," timpal Mawar


"Huft, ini emang musibah banget bagi gue Bar, liat nih tangan gue sampe tremor begini," ucap Mahendra sambil memperlihat kan kedua tangan nya yang bergetar


Gelak tawa pun pecah melihat Mahendra yang sangat-sangat terlihat miris.


"Parah lo, masa segitu nya si?" tanya Bara tak menyangka


"Kan lo yang bilang Bar, kalo Ujian itu pertaruhan nya kaya hidup dan mati,"


"Ya engga gitu juga Dra," sahut Qiya dengan menggelengkan kepalanya dengan pelan


"Tapi puas kan Dra, Karena udah isi soal-soal nya?" tanya Fira


"Puas ga puas si Fir," jawab Mahendra dengan lesu


"Makan nya belajar yang bener," cibir Tiko


"Lo enak Ko punya otak pinter! Lah gue yang pas-pasan begini mah cuma bisa terima nasib,"balas Mahendra


"Kalo belajar nya giat mah pasti berhasil Dra," timpal Qiya


"Modelan kaya si Mahendra mana mau belajar giat Qi," ledek Mawar


Mahendra menanggapinya hanya dengan memutar bola mata nya malas.


"Hari pertama udah selesai, kita masih ada beberapa hari lagi untuk bertarung dengan soal Ujian di esok hari dan seterus nya," ucap Daren," Semangat buat kita semua," lanjut nya dengan pekikan


"SEMANGAT," jawab nya serentak, setelah nya mereka tertawa bersama.


"Gue balik duluan ya? Bokap minta gue buat jangan balik telat, soalnya harus banyak belajar," izin Tiko pada teman-teman nya


Tiko memang seorang anak yang patuh dengan perintah orang tua nya, karena dirinya tidak ingin membuat orang tua nya kecewa. Terlebih lagi .. Tiko terlahir dari keluarga yang memiliki kemampuan di atas rata-rata tanpa cacat.


"Kita semua juga harus balik, karena sekarang bukan waktu nya buat main-main lagi," ujar Bara


"Kalo kita refreshing abis Ujian gimana?" ujar Mahendra memberi usulan


"Boleh, nanti kita bahas masalah ini sehabis Ujian aja," balas Fira


"Iya, bahas nya nanti aja, soal nya hp gue di sita dan ga di bolehin pegang hp selama Ujian belum kelar," ucap Qiya memberi tahu teman-teman nya


"Serius lo Qi?" tanya Fika


Qiya mengangguk seraya mengiyakan pertanyaan Fika


"Lo juga Fir?" tanya Mawar


"Lah bego apa gimana si? Mereka kembar War, yakali si Qiya doang yang di sita hp nya," sahut Mahendra terheran dengan pertanyaan Mawar yang tidak masuk akal


"Iya War, gue juga di sita," jawab Fira," Bara juga ikutan di sita hp nya sama orang tua gue,"


"Untung orang tua gue ga kaya gitu," syukur Mahendra yang tidak di perlakukan seperti itu oleh orang tua nya.


Mahendra hanya di tegas kan oleh orang tua nya agar membagi waktu antara belajar dan bermain handphone.


"Itu tanda nya orang tua si Qiya ingin yang terbaik buat anak nya," timpal Tiko


Meskipun Qiya, Fira dan Bara tidak ada niatan untuk bermain hp di saat jam belajar, tetap saja peran orang tua itu sangatlah penting. Dan mereka yakin, jika orang tua nya melakukan itu semua semata-mata demi kebaikan nya juga.


"Yaudah kita semua pisah disini dan inget ... kalian harus langsung pulang! Jangan keluyuran," pesan Qiya pada teman-teman nya.


"Kalo gitu .. sampai jumpa besok guys," ujar Fika dengan senyuman nya


Sebelum pulang .. Daren memeluk Fira terlebih dahulu dengan erat," Semangat belajar nya cantik nya aku," bisik Daren tepat di telinga Fira


"Semangat kembali ganteng," balas Fira dengan senyum manis nya


"Belajar yang bener, jangan mikirin aku terus," goda Daren pada Fira


Fira mencubit pelan perut Daren," Kamu kali yang kebanyakan mikirin aku,"


"Udah jelas itu mah, kamu kan kesayangan aku, mana mungkin aku ga mikirin kamu yang bikin candu ini," jawab Daren sambil mencubit hidung Fira dengan gemas


Setelah nya Daren mengusap rambut Fira dengan sayang dan sesekali Daren mengecup nya dengan lembut.


Membuat siapapun yang melihat interaksi kedua nya akan buat baper.


"Panas-panas," sindir Mawar dengan berpura-pura mengipasi wajah nya dengan sebelah tangan


"Butuh air nih gue," ujar Fika yang ikutan menyindir


"Ralat Fik bukan butuh air, tapi butuh ayang," timpal Mahendra yang juga ikut menyindir


"Kita mah ngontrak ya guys," sahut Qiya yang melihat kemesraan adik nya.


Hati Qiya untuk Daren sepenuh nya sudah hilang dengan seiring nya waktu. Jadi .. apapun yang di lakukan Daren dan Fira tidak membuat nya merasa risih atau pun sakit hati.


"Balik ajalah gue, males liat lo berdua mesra-mesraan mulu," cibir Mahendra


Satu per satu semua nya sudah menaiki kendaraan masing-masing untuk menuju rumah nya