
"aduuuuuhhh," pekik Fira yang terjatuh ke lantai akibat ada yang menabrak nya dari arah belakang," jangan lari-lari dong! jatoh nih gue, mana sakit lagi ini pantat,"Fira memarahi si penabrak, namun mata nya belum menatap si pelaku, karena masih sibuk membersihkan rok nya yang sedikit kotor
Fira menatap sepatu si pelaku yang berada di depan nya, wajah nya mendongkok ke atas dan..." Beryl?" ucap nya dengan pelan. Fira terus saja memandangi lelaki di depan nya itu, benar kah dia Beryl sahabat nya? " ini... lo beneran Beryl kan? gue ga salah liat orang?"
"ini gue Fir beneran Beryl,"
"laaaaahhh kemana ajaaaa," rengek nya sambil memeluk Beryl," pas hari minggu, gue sama Bara ke rumah lo yang ada di Bandung, tapi... kata penduduk sekitar .. lo pindah ke luar negeri,"jelas nya
Beryl membalas pelukan Fira sembari mengelus-elus rambut kepala nya," kemaren emang pindah lagi ke luar negeri, itu juga atas kemauan orang tua gue, cuma ya... gue ga mau, jadi pindah lagi kesini,"
"tapi... lo ko bisa di sekolah gue?jangan bilang lo... pindah ke sini," tanya nya
"yap tepat sekali, gue emang pindah ke sini, hari ini gue resmi jadi murid baru di sekolah lo,"
"seneng banget gue denger nya.... kemaren gue sempet mikir kalo pergi ke luar ngeri karena lo ngehindar dari gue sama yang lain nya,"
" mana mungkin gue ngehindar dari sahabat-sahabat gue sih," ujar nya sambil mencubit hidung Fira dengan gemas
"ih sakit tauuu," dengan nada cemberut," ya abis nya kan.. lo ga bisa di hubungin, terlebih lagi chat gue ga pernah lo bales, jadi ya jangan salahin gue kalo sampe berfikir yang engga-engga tentang lo,"
"iya gue yang salah, maaf ya Fir,"
"gapapa, liat lo sekarang aja udah bikin gue seneng,"
"seseneng itu ketemu sama gue?"
"pake banget seneng nya... lo kan sahabat gue dari jaman-jaman bocah, sayang nya lo malah minggat gatau kemana sama orang tua lo,"
"sahabat ya," gumam nya
"apa Ber? gue ga denger,"
"bukan apa-apa," jawab nya, " anter gue ke ruang guru dulu dong Fir," pinta Berlyn
"boleh banget! apa si yang engga buat lo xixixi,"
semua pasang mata melirik ke arah Fira dan juga Berlyn, mereka tampak... serasi
namun ada juga yang mencibir nya karena Fira terlihat sering gonta-ganti cowo
"gausah di dengerin, anggap aja batu idup," ujar Berlyn menenangkan
"biasa aja gue nanggepin nya, emang dasar mereka nya aja yang suka ngomongin orang,"
"bijak banget sahabat gue satu ini,"
"baru tau lo!"
Berlyn hanya tertawa ringan saja, namun pesona nya sangat luar biasa. Fira yakin, perempuan di luar sana akan merasa beruntung jika mendapatkan hati Berlyn
"lo sendirian aja tadi, yang lain pada kemana?"
"mereka udah masuk kelas duluan, tadi kan gue abis dari toilet ,"
"begitu rupanya,"
" dah sampai," ujar Fira," masuk gih, gue tunggu di sini,"
"lo masuk kelas aja gapapa,"
"beneran? gamau gue tunggu?"
"yaudah, gue duluan... kabarin gue aja kalo butuh sesuatu, oke?"
"siaaappp Fira sayaaaangg,"
"apaansi geli gue hahahahahaha,"
~~
"perasaan jarak kelas kita ke toilet ga jauh deh Fir," ucap Mawar
"kenapa emang nya?" merasa bingung dengan ucapan yang Mawar lontarkan kepadanya
"maksud si mawar.. lo lama banget ke toilet doang, abis ngapain aja si?" ujar Fika seraya bertanya
"oh itu, gue ketemu seseorang tadi di koridor,"
"seseorang?" beo Bara," siapa?"
"lo tau Bar? dia Berlyn," ujar nya dengan semangat
"yakin lo si Berlyn?" Bara bertanya
"Berlyn yang lo kenalin kita pas di Bandung itu?"sahut Fika
"iya berlyn sahabat gue, dia anak baru di sekolah kita,"
"ko tiba-tiba dia pindah?"timpal Qiya
"gatau gue juga Qi, tapi ya sudahlah itu ga penting, karena yang terpenting adalah.... kita bisa kumpul bareng-bareng lagi kaya dulu, tanpa ada jarak di antara kita,"
"kira-kira dia masuk kelas mana ya?" pikir Bara
"semoga aja sekelas sama kita," ujar Qiya
"setuju banget," sahut Fira
ketika sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja seorang guru datang memasuki kelas nya
"pagi anak-anak,"
"pagi buuuuu," ucap nya serentak
"sebelum memulai pelajaran pagi ini, ibu mau perkenal kan seseorang terlebih dahulu. ayo masuk," titah nya
kelas yang tadi nya hening berubah menjadi riuh karena kedatangan Berlyn ke dalam kelas nya sebagai murid baru
"tolong jangan berisik! silahkan perkenalan terlebih dahulu,"
"pagi, gue Berlyn .. pindahan dari Bandung, semoga kita berteman baik ya, terimakasi,"
"silahkan duduk di belakang meja Fira pojok sana. Fira angkat tangan kamu,"
"merasa nama nya di panggil itu pun langsung mengangkat tangan nya ,"
tanpa pikir panjang Berlyn melangkah kan kaki nya menuju meja kosong itu, ia merasa senang karena meja nya berdekatan dengan Fira
"yasudah kalian buka buku halaman 29-37 dan kerjakan semua soal nya,"
"baik buuu," ujar nya serentak mematuhi ucapan sang guru