
"ayo tuan putri kita makan," ujar Daren menyuapi makanan kepada Fira sambil melakukan adegan kapal terbang, semacam memberikan makan kepada anak kecil.
"udah kenyang Ren," rengek nya
"dikit lagi sayang, sekali lagi aja ya?" bujuk Daren
"gamau!" tolak nya sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya
"huft, yaudah, ini minum dulu,"
Dengan senang hati Fira menerima minum dari Daren," kenapa senyum-senyum kaya gitu," tanya Fira yang melihat Daren sedari dari senyum-senyum sendiri
"aku bahagia Fir bisa sedekat ini sama kamu... ini keinginan aku dari dulu,"
"maaf, gara-gara aku kan?" cicit nya
"sama sekali bukan salah kamu, ini memang sudah takdir kita sayang... setelah ini aku harap hubungan kita baik-baik aja,"
Di dalam ruangan ini hanya terdapat Fira dan Daren saja, mumpung hari libur, Daren menyempatkan diri menjaga Fira dari pagi. Awal nya memang ada Bara, namun... sudah Daren usir, tidak ada akhlak memang cowo satu ini.
Sebenarnya Fira sudah menyadari ketidak adaan Berlyn beberapa hari ini, kenapa cowo itu tidak pernah menjenguk nya? bagaimana keadaan nya sekarang? apa sudah baik-baik saja?
Fira yang selalu ingin bertanya keadaan Berlyn pun selalu di urungkan, sebab dirinya yakin jika Berlyn sedang dalam masa pemulihan, jadi Fira memaklumi hal itu.
"mau makan buah-buahan? biar aku kupasin," tawar Daren
"engga, makasih, soal nya masih kenyang,"
"ini kan buah-buahan sayang, bukan nasi,"
"tetap aja aku ga mampu buat telen buah nya,"
"iya juga si," Daren menggaruk tengkuk nya tidak gatal
"kamu pasti belum makan? iyakan ?" tanya nya pada Daren sang kekasih," ke kantin dulu aja sana, makan," titah Fira
"nanti aja, kamu ga ada yang jagain, lagian belum laper juga,"
"aku sendiri aja gapapa, jangan sampe kamu sakit gara-gara jagain aku kaya gini! aku ga suka!"
ceklek
"sorry ganggu," ujar Qiya yang baru masuk ke dalam ruangan Fira
"kebetulan banget kak, sini," balas Fira, seperti nya. dewi fortuna memang sedang berpihak pada nya
"sekarang udah ada Qiya, jadi kamu makan dulu aja Ren," ucap Fira pada Daren
"hmm, yaudah aku keluar dulu ya? Qi jaga Fira bentar ya?"
"apaansi! gue kakak nya kali, jadi gausah di ingetin! aman Ren gue jagain cewe lo dengan baik,"
Daren pun sudah hilang dari pandangan nya," syukur lo datang tepat waktu ,"
"itu tandanya gue dewi penyelamat," ucap Qiya yang di iringi dengan kekehan" gimana keadaan lo?"
"andai aja waktu itu..."
"jangan berandai-andai, semua udah terjadi Qi, dan gue mohon jangan pernah nyalahin diri lo atas apa yang menimpa gue,"
"tapi lo jadi kaya gini Fir," lirih nya," kenapa ga lo biarin gue aja yang tertabrak?"
"gue ga mau menambah rasa bersalah gue sama lo Qi,"
"dengan lo nyelamatin gue... sekarang jadi gue yang merasa bersalah sama lo, bahkan gue ngerasa hutang nyawa Fir,"
"lo liat gue?" titah nya pada Qiya," gue udah gapapa Qi, jadi stop jangan di bahas lagi, kita mulai semuanya dari awal oke?"
"lo tau ga Fir? soal pertunangan gue sama Daren itu ... atas dasar keinginan gue yang maksa papah buat bicara sama orang tua Daren," Qiya ingin menceritakan awal mula pertunangan itu terjadi.
"hmm?"
waktu itu ...
Flasback on
"papaaaahhh ,mau ya?" rengek Qiya pada papah nya berada di ruang kerja
"kamu masih sekolah sayang, *kenapa permintaan kamu sejauh ini? sampai ingin bertunangan segala dengan anak sahabat papah?"
"Qiya suka pah sama dia, Qiya ga mau dia keburu di ambil orang,"
"papah ga bisa!" tolak nya mentah-mentah. Ada-ada saja permintaan anak nya yang satu ini
"ayolah pah," rengek nya," ah papah ga sayang nih pasti sama aku," Qiya cemberut tidak suka kepada papah nya*
"oke oke papah akan bicarakan masalah ini sama sahabat papah, tapi ... jika mereka menolak jangan salahkan papak,"
"oke yang penting papah usaha dulu buat meyakinkan mereka, dan papah harus janji jangan bilang-bilang sama siapa-siapa ya? kalo sama mamah gapapa,"
"iya sayang papah janji,"
"makasih pah, Qiya sayang papah," Qiya memeluk dang papah sambil mencium pipi nya," yaudah Qiya pergi ya? papah jangan terlalu larut kerja nya, aku gamau kalo papah sampai sakit,"
"iya sayang, ini bentar lagi juga selesai ko, cuma mau beresin sisa di kantor aja,"
Flashback off
"segitu cinta nya lo sama Daren Qi? " tanya Fira tak menyangka, ia pikir masalah pertunangan waktu itu memang murni hasil perjodohan, ternyata atas permintaan Qiya." sekarang ... perasaan lo sama Daren gimana Qi?" lanjut Fira yang menanyakan perasaan Qiya saat ini
"lo tenang aja Fir, gue udah mulai lupain Daren, jadi... lo ga perlu khawatir,"
"makasih ya Qi udah ngertiin,"
"makasih juga Fir udah rela ngorbanin semua nya demi gue, termasuk nyawa lo,"
Mereka berpelukan seraya menyalurkan rasa sayang nya kepada masing-masing, ternyata di balik semua ini memang ada hikmah nya, mereka bahagia sebab tidak ada masalah berkepanjangan disini, rasa syukur tidak henti-henti nya mereka ucapkan atas semua masalah yang telah menimpa kepada kedua nya.