
...Bukan salah keadaan tapi perasaan...
...Dari sisi manapun kamu mencintai nya, kamu akan tetap terluka...
...Rafika Clarisa Taurin...
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
4 hari berlalu, semua SMK Causa Huba sedang menikmati masa liburan tengah semester. Ada yang liburan dengan teman-teman nya, ada yang pergi berlibur dengan keluarga nya dan ada juga yang hanya bersantai di rumah nya masing-masing sambil menikmati masa libur nya habis.
Acara liburan kali ini batal antara daren dkk maupun fira dkk, karena menurut mereka kalo personil nya kurang komplit.. lebih baik tidak jadi pergi.
Mereka hanya bersantai ria di rumah nya masing-masing dan mungkin memiliki kegiatan dengan keluarga nya di dalam rumah.
~~
Di kediaman nenek dari fira dan qiya ... Di dalam nya menunggu kedatangan si kembar dengan penuh kebahagiaan.
Terlihat dari balik pintu utaman menampilkan sosok wanita kembar yang sangat cantik
"Cucu nenek," panggil nya sambil merentangkan kedua tangan nya supaya mempermudah mereka untuk berpelukan.
Kedua nya menghampiri sang nenek dengan sedikit berlari kemudian memeluk nya bersamaan.
Menciumi puncak kepala anak kembar di depan nya, membuat diri nya ingin menangis,
"Nenek kenapa hmm?" Tanya fira sembari melonggarkan pelukan nya
"Nenek kangeeeeennn banget sama kalian," ucap nya dengan lirih ," apalagi ... Nenek liat kalian tumbuh dewasa dengan baik," lanjut nya ," kalian tambah dewasa tambah cantik, persis kaya mamah kalian,"
"Nenek... Kita juga kangen banget sama nenek. Maaf kalo kita jarang banget dateng ke sini ," ujar qiya dengan menitihkan air mata
"Ibuuuuu, jangan terlalu banyak berdiri ayo mari kesini kita duduk," sahut tante mira dengan khawatir, adik dari mamah nya, " qiya, fira , sini sayang.. sekalian bawa nenek.. pelan-pelan bawa jalan nya ya sayang." Ucap nya lemah lembut
"Ayo nek kesana kita duduk," ajak qiya dengan sopan
Mereka berdua memapah tubuh nenek nya, usia sang nenek terbilang sudah cukup tua, berjalan pun hanya bisa pelan-pelan saja, makan nya mereka berdua memapah nya dengan penuh hati-hati.
"Kalian ya kalo bukan nenek yang turun tangan buat ke sini.. kaya nya kalian ga akan pernah datang untuk sekedar menjenguk," celetuk tante mira
"Tanteeee," ujar qiya dengan merengek," bukan begitu.. hanya saja jarak yang membuat kita malas untuk pergi terlalu jauh, "
"Emang ya tante suka banget jadi kompor,"sahut fira
Mereka hanya tertawa riang dengan obrolan-obrolan dan melepas rasa rindu satu sama lain.
"Tante jadi inget deh qi, itu gimana adek kamu masih suka bandel ga? Kita dari dulu tau sendiri kan .. kalo adek kamu ini keras kepalanya ga ketulungan, sampe orang rumah angkat tangan buat ngadepin satu anak ini," tanya nya sambil melirik ke arah fira dengan terkekeh
"Apa si tan, bikin malu aja deh," ujar fira menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan milik nya.
"Sekarang mah 180° berubah tan, bahkan nih ya .. sekarang fira yang terkenal keras kepala ini malah jadi pelindung terbaik buat aku," ucap nya dengan senyuman seraya membanggakan nya
"Oh iya? Wah ternyata seorang fira bisa berubah juga ya," sahut om geo, suami dari tante mira yang baru saja pulang dari kantor nya.
"Ooomm," teriak si kembar bersamaan dan memeluk nya secara bergantian
"Kalian udah lama sampe nya?" Tanya om geo
"Engga ko om .. belum lama," jawab qiya dengan sopan
"Om seneng kalian berkunjung ke sini, udah lama sekali kan kalian ga jenguk nenek,"
"Qiya," panggil nenek
Qiya menoleh ke sumber suara," iya kenapa nek?" Sambil memeluk nya dari arah samping
"Nenek minta maaf ya sayang .. sewaktu kamu tunangan nenek ga hadir,"
"Nek.. gapapa, qiya ngerti waktu itu nenek sedang pengobatan di rumah sakit kan?" Ucap qiya memberikan pengertian
"Om sama tante juga minta maaf ya sayang, waktu itu memang kita ga bisa datang, karena ga ada yang jaga nenek kalian,"
"Iya gapapa qiya ngerti ko om, tan,"
Nenek nya memang hanya mempunyai dua orang anak perempuan, yaitu mamah nya dan tante mira.
Om dan tante nya memiliki satu anak tunggal berjenis kelamin lelaki, yang bernama Bara Praja Danuarta.
"Sekarang kan qiya udah punya tunangan... Gimana sama kamu fir?" Tanya sang nenek sambil mengelus rambut cucu nya itu
"Tapi nenek pengen liat kamu tunangan juga sayang sama seperti kakak kamu,"
Fira hanya tersenyum mendengar nya, karena lelaki yang di inginkan nya bertunangan dengan kakak nya sendiri.
"Kita jodohin aja nek," celetuk om geo
"Ga mau!! Fira gamau ya di jodoh-jodohin. Enak aja.. kaya orang ga laku, lagian fira pengen nyari pendamping hidup dengan cara fira sendiri tanpa embel-embel di jodohin," ujar fira, karena tidak suka dengan usulan om nya itu
"Kamu emang masih sama fir ... Masih keras kepala," ujar tante mira ," liat kakak kamu, dia aja mau di jodohin,"
"Kalo untuk masalah pendamping hidup, aku gamau di jodohin titik,"
"Nenek selalu dukung semua keputusan kamu.. nenek yakin kamu pasti menemukan yang terbaik menurut mu,"sahut nenek nya menengahi
"Yaudah ah om masuk kamar dulu mau bersih-bersih,"
"Pantes kaya ada yang bau gitu... Ternyata om geo belum mandi," ucap fira meledek
"Oh om bau ya.. sini kamu yang ngatain om bau," sambil menjepit kepalanya di bagian ketiak
"Aaaaaaaaaa ampun ooommm huaaaaaa,"
Melihat kelakuan antara paman dan ponakan membuat nya tertawa terbahak-bahak
"Neneeeekkk huaaa tolongin fira ih... Ini bau bangeett," ucap fira merengek meminta pertolongan
Sedangkan om geo hanya tertawa puas melihat ponakan nya itu terlihat sangat mengenaskan
"Geo.. sudah, sana mandi terlebih dahulu, nanti kita makan malam sama-sama," sahut sang nenek,"Kalian juga bersih-bersih dulu sana, nanti langsung turun buat makan malam,"
"Baik nek," ucap bersamaan sambil mencium pipi sang nenek
"Tan? Kita ke atas dulu ya," pamit si kembar
~~
Mereka berada di satu kamar yang sama, kini kedua nya sedang bergiliran menggunakan kamar mandi.
Kini kedua sudah selesai bersih-bersih dan kemudian bersiap untuk menuju ruang makan.
Kedua nya sudah duduk anteng di meja makan, yang memperlihat kan berbagai jenis makanan yang di sediakan atas meja.
"Widiiiihh ada yang berkunjung nih cerita nya," ucap seseorang dari belakang, ternyata pemilik suara itu adalah Bara.. anak dari tante mira dan om geo
"Gila lo bar .. pangling gue liat lo udah gede begini," ujar qiya
"Tambah ganteng kan gue," seraya menaik turun kan kedua alis nya dengan penuh percaya diri
"Pede banget lo," sahut fira sambil memutar bola mata nya malas
"Iya tau.. sebener nya lo tertarik kan sama gue? Cuma karena kita sodara jadi ya.. begitulah," ujar bara menjahili fira
"Buset pemikiran lo bar," jawab nya sambil menggeleng-geleng kan kepala nya," kaya ga ada cowo yang lebih keren dari lo aja bar.. sampe gue harus suka sama sodara sendiri,"
"Ngaku aja si fir," bara sengaja menggoda nya
"Gak!!"
Bara hanya menjulur kan lidah nya,
Acara makan malam pun di mulai dengan tenang dan nikmat
"Eh qi, kenalin gue sama cowo lo itu dong.. ntar kan kita bakal jadi keluarga gimana si,"
"Makannya main ke Indo lah.. supaya bisa kenalin lo sama cowo gue,"
"Liburan nantilah gue ke Indo,"jawab nya ," boleh kan mih?pih?," Tanya bara kepada kedua orang tua nya
"Boleh sayang, nanti kita ke sana sama-sama," jawab tante mira mamih bara
"Udah mah punya sodara cuma satu..tinggal nya malah jauh," ucap qiya dengan lesu
Usia ke tiga nya terbilang sama, bahkan sedari dulu mereka bertiga selalu bermain bersama semasih sekolah dasar, memang qiya dan fira dari kecil tinggal di Jerman, namun setelah memasuki smp orang tua nya berpindah tugas ke Indonesia ... ralat ber empat dengan satu cowo tetangga nya, namun dia pindah tempat tinggal karena mengikuti kedua orang tua nya. Dari informasi yang di dapat cowo itu pindah ke swiss
Sampai sekarang cowo itu tidak pernah menampakan diri, kita lost kontak setelah kepergian nya, mungkin nomer yang digunakan dulu sudah ia ganti.. fikir nya