I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 33



Terdengar suara monitor mesin rumah sakit ternama di Bandung yang menempelkan banyak alat medis di tubuh seorang remaja lelaki


Isakan tangis terdengar pilu dari sepasang suami istri yang melihat putra semata wayang nya jatuh sakit


Putra nya itu diagnosa mengidap penyakit kanker otak stadium akhir sejak menginjak sekolah dasar


Mendengar kabar memilukan dari dokter yang menyatakan putra nya mengidap penyakit berbahaya.. tanpa pikir panjang mereka langsung membawa nya ke singapura dan melakukan pengobatan disana


Setelah 4 tahun lama nya bolak-balik rumah sakit, putra nya dinyatakan sembuh. Namun selang setahun terakhir ini kondisi nya kembali ambruk serta di nyatakan kanker otak nya itu sudah berada di stadium akhir.


Sebagai orang tua ia selalu membujuk putra nya untuk melakukan pengobatan seperti dulu, tapi ... Di tolak mentah-mentah, katanya percuma saja.. dia tidak akan sembuh, dan hanya buang-buang uang saja


Jujur saja, melakukan kemo itu sangatlah melelahkan jiwa raga nya, semua anggota tubuh nya terkulai lemas seakan tak berdaya


"Sayang," lirih sang mamah," bangun," bibir nya gemetar tak kuasa melihat penderitaan sang anak," demi mamah sama papah... Kamu harus kuat," sekuat tenaga ia merapatkan bibir nya agar tidak berteriak," kamu pernah bilang kan? Mau kenalin seseorang yang kamu suka ke mamah sama papah?"


"Mah, udah ya," ujar sang suami," kita harus banyak berdoa untuk kesembuhan putra kita," sebagai seorang suami, ia harua terlihat lebih tegar seraya untuk menjaga kedua nya


"Kamu tau kan? Anak kita ini, jagoan kita ini sangat kuat?hmm?"


"Pah, kenapa harus putra kita.. kenapa," lirih nya


Buliran bening dari kelopak mata nya terjatuh kala melihat istri nya sedih, ia pun tidak bisa menahannya


Lelaki juga manusia bukan? Jadi boleh-boleh saja kalau ingin menangis, terlebih lagi mengenai putra semata wayang nya


"Mamah gamau kehilangan Beryl," ya dia Beryl, remaja dengan penyakit kanker otak yang di derita nya


Kepergian nya sewaktu kecil dulu.. sebenar nya bukanlah karena orang tua nya yang pindah tugas, namun.. untuk pengobatan penyakit nya


Beryl tidak ingin memberi tahu perihal penyakit nya ini kepada orang lain termasuk sahabat nya yaitu Bara, Qiya dan Fira. Karena diri nya yakin suatu saat penyakit ini pasti sembuh


Apalah daya yang harus ia lakukan sekarang? Impian nya yang ingin ia wujudkan dengan seorang gadis incaran nya sejak dulu yaitu Fira


Fira adalah cinta pertamanya dan akan menjadi cinta terakhir nya juga


Seakan ingin menyerah dengan keadaan, namun ia tekad kan hanya demi Fira pujaan hati nya


"Lakukan sesuatu untuk kesembuhan Beryl," pinta istrinya dengan tangis tersedu-sedu


"Akan papah lakukan yang terbaik untuk anak kita mah, mamah gausah khawatir.. papah ga akan tinggal diam aja," tangan nya sambil mengelus kepala sang istri," apa perlu kita kembali ke Singapura untuk pengobatan Beryl?"


"Itu lebih baik pah, kita urus semuanya, dan mamah yakin... Beryl akan sembuh jika berobat di sana lagi,"


~~


Mata nya menelisik setiap sudut ruangan yang bernuansa putih kala membuka mata pertama kali


Ia pikir pasti dirinya berada di rumah sakit. Mata nya melihat ke arah sofa dan mendapati kedua orang tua nya yang sedang tertidur


Mata nya melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 01 : 20


Terlihat jelas dari wajah mamah nya yang terlihat lelah akibat menangis


"Ini bukan di Indo," gumam nya," ini seperti... Di Singapura,"


Dengan susah payah dirinya ingin duduk tanpa mengeluarkan suara, akhir nya bisa juga meskipun sedikit sulit karena banyak alat medis yang menempel di bagian-tertentu.


"Andai aja gue ga penyakitan, udah gue pastiin saat ini lo jadi milik gue Fir," lirih nya


"Apa lo bakal terima gue dengan segala kekurangan nya?"


"Tapi sayang ya Fir, lo udah punya cowo," matanya sambil menatap langit-langit rumah sakit


"Gue gatau Fir.. jodoh gue itu lo atau... Kematian,"air mata nya lolos tak tertahan


"Bahagian terus ya Fir.. meskipun engga sama gue, yang penting... Lo di cintai seseorang yang kondisi nya jauh lebih sehat, dan ga penyakitan kaya gue," ujar Beryl yang terus saja bermonolog sendiri


"I Love You Zafira Auliana Dananta," akhir dari kalimat nya yang di susul oleh tetesan air mata