I Finally Found Love

I Finally Found Love
46.



HAPPY READING TEMAN-TEMAN 🤗.


AWAS TYPO BERTEBARAN 😂.


Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua insan, Amier dan juga Ameera kini telah tiba. Tepat di pagi ini Amier sudah duduk di depan meja kecil yang akan jadi tempat ijab qobul nya.


Di depannya ada kakak dari Ameera yang tak lain adalah Nizam. Semua keluarga besar dan juga teman-teman dekat sudah berkumpul untuk menyaksikan ikrar janji suci yang akan mengubah status hidup dan juga tanggung jawab dari seorang Amier kepada Ameera.


Sedangkan mempelai wanita ada di dalam kamar bersama dengan Annisa, Syifa, Vita, April dan juga Shinta itu pun begitu gugup hingga bolak-balik ke kamar mandi.


Para wanita-wanita itu sedikit bercengkrama untuk menghilangkan kegugupan calon keluarga baru mereka. Siapa yang tidak gugup dengan hal ini?


"Tenangkan dirimu Ra, semua akan baik-baik saja." Shinta mencoba menghibur sahabat nya itu.


Meski dia belum pernah mengalami hal yang sama dengan Ameera saat ini. Tapi dia tahu bagaimana rasa gugup yang di alami sahabat nya itu.


Tangan Ameera meraih telapak tangan Shinta dan meletakkan nya di atas dadanya. "Ya ampun Meera, itu jantung apa gendang di tabuh?!" Shinta ingin tertawa tapi dia tahan.


Ameera memanyunkan bibir nya lucu. "Malah di ledek begitu!" kesal nya.


Shinta terkekeh geli. "Iya, iya sayang, Aku tau gimana gugup nya Kamu saat ini. Dan Aku tau gimana rasanya."


Ameera mengernyit sedikit tak faham. "Kapan Kamu menikah?" Ameera tak mengerti.


Shinta melepaskan genggaman nya dengan sedikit kasar. "Kamu masa nggak tau sih, kan seminggu yang lalu si dosen itu bawa keluarga nya ke rumah dan sekalian melamar secara resmi!" kesal Shinta.


Ameera melebarkan matanya. "Seriusan gugup? Aku kira nggak ada rasa. Tapi ternyata." Ameera terkekeh lucu.


Shinta berdecih. "Tapi kayak nya tetap gugupan Kamu deh Ra, tangan Kamu dingin banget soal nya." Ameera hanya mengangguk.


Semua wanita pasti akan merasa gugup jika hari yang penting ini telah tiba. Beberapa jam lagi dia akan mengubah status nya dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar daripada saat dirinya masih sendiri.


Tangan Ameera berkeringat dingin, Asyifa yang melihat itu pun terkekeh. "Gugup ya Neng?" ledek Asyifa.


Ameera yang tadinya menunduk sembari memainkan jarinya pun mendongak dan tersenyum kaku.


"Jangan takut dan jangan lari ya, nanti kalau lari Amier bisa jadi lupa ingatan permanen!" lesek nya sambil terkekeh kembali.


Annisa yang mendengar itu pun menatap tajam Asyifa, dan Asyifa hanya menunjukkan gigi nya yang tersusun rapi.


"Jangan di dengerin Kakak iparmu itu, dia memang suka jahil dari dulu nggak ilang-ilang jahil nya." Ucap Annisa.


Ameera mengangguk dan tersenyum kepada calon mertuanya itu.


"Bunda percaya kok Ameera nggak akan lari, secara kan Ameera cinta lahir batin sama anak bunda." Annisa ikut meledek, pipi Ameera bersemu merah.


"Yee,, sama saja Bunda mah," kekeh Asyifa.


Annisa ikut terkekeh, cara itu memang sangat manjur untuk menghilangkan rasa gugup.


"Makasih ya Bun, Kak, Kalian begitu baik sama Ameera," setetes air mata nya terjatuh.


"Eh, pengantin nggak boleh menangis," Vita memperingati.


"Dan kalian berdua ingat ya, Ameera itu bagianku dan Aku menjadi ibu sementara nya! Kalian jangan macam-macam. Emak sama anak sama saja jahilnya." Kata Vita menatap tajam.


"Iya deh calon besan," kekeh Annisa.


Vita ditunjuk untuk mendampingi Ameera sebagai ibu dari Ameera. Dikarenakan kedua orang tua Ameera sudah tidak ada dan hanya kakak nya lah satu-satunya saudara yang Ameera punya.


"Jangan nangis sayang, nanti make up nya luntur. Kasihan mbak nya, kasihan tuh liatin tuh mbak nya lagi makan." Kata Vita yang menunjuk mbak-mbak yang merias Ameera.


"Iya Ma, bolehkan Aku panggil Mama?" tanya Ameera.


Vita mengerjap, detik kemudian dia tersenyum lebar. "Boleh, tentu boleh. Akhirnya Aku punya anak perempuan!" seru Vita kegirangan.


Hal itu sontak membuat semua tertawa. Saat sedang tertawa, suara lantang dari Amier menggema dari ruangan di mana di laksanakan nya ijab qobul. Jantung Ameera berpacu lebih cepat, tangannya m*r*mas ujung kebaya yang dia kenakan.


Dengan satu kali tarikan nafas Amier mengumumkan jika Ameera adalah milik nya. Mengubah status gadis itu menjadi wanita nya dan mengubah status dari single menjadi menikah.


Air mata Ameera kembali luruh begitupun dengan Vita dan Annisa.


"Selamat sayang!" seru Vita heboh seraya memeluk tubuh Ameera yang masih menegang.


💢💢💢💢


Ameera duduk di samping laki-laki yang sekarang berstatus suami nya. Dia tersipu malu saat Amier menatap nya dengan senyuman yang begitu manis.


Ameera mengambil tangan Amier untuk dia salami kemudian Amier menyentuh ubun-ubun sang istri dan mendoakannya. Di situ air mata Ameera kembali menetes begitupun dengan Nizam yang melihat pemandangan itu, dia sangat bahagia namun juga sedih.


Adik kesayangan nya telah menjadi milik orang lain dan bukan sepenuhnya milik nya sendiri lagi.


Amier mendekati Ameera dan berbisik. Entah apa yang di bisikan oleh Amier,. yang jelas hal itu membuat Ameera memanyunkan bibir nya lucu.


Amier hanya terkekeh. Nizam yang melihat sang adik begitu bahagia karena bisa menjadi istri dari seorang Amier. Meski belum sepenuhnya tersadar akan ingatan nya, tapi Nizam yakin jika Amier dapat memegang janji dan juga bisa membahagiakan Ameera.


Acara di lanjutkan dengan makan bersama sebelum mereka menuju hotel untuk acara resepsi. Sudah menjadi sejarah untuk keluarga besar mereka.


Mengadakan ijab qobul di rumah, dan menyelenggarakan pesta pernikahan di hotel yang merupakan hotel dari seorang Bima. Begitu kaya nya laki-laki itu. Bahkan hotel bintang lima pun dia punya. Tapi kata sombong tidak terdapat di dalam kamus nya.


Selama makan bersama, Bian sering mencuri pandang pada Maryam. Maryam tak sadar jika diri nya di tatap oleh Bian.


Maryam memang di undang di acara yang di hadiri hanya orang terdekat saja. Annisa sengaja mengundang nya karena merasa dia adalah anggota keluarga.


Persetujuan dari Maryam tentang diri nya di jodohkan dengan Bian pun membuat wanita paruh baya itu bahagia. Bian ikut bahagia melihat bunda nya yang juga bahagia.


Dan jika di pikirkan lagi, mungkin Bian sudah mulai tertarik dengan Maryam. Entah mungkin wajah Maryam yang mirip dengan sang kakak. Atau memang Bian yang sudah membuka hati nya untuk orang lain.


Suara deheman dari Malik tak membuat pandangan Bian terputus dari seorang Maryam. Hingga semua orang tak terkecuali Maryam terfokus kepada Bian yang pandangannya hanya kepada Maryam.


Maryam yang melihat Bian memandangi nya pun merasa malu karena ditatap begitu intens oleh laki-laki yang sebentar lagi akan berubah status menjadi suaminya 'mungkin'.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


ADA VISUAL DEDEK COMEL NIH SAMA DEDEK CAEM. UHUY..🤗


*)Amier Yusuf Al-Husein



*)Ameera Rahmansyah Saputri



Yang mau tau visual Keluarga bunda Annisa bisa cek di IG Author ya, @Meirisqia 16


Jangan lupa untuk follow dan like nya juga.


Dan yang mau liat video dari mereka bisa cek di channel YouTube Author di 'Mei Risqia' .


Terimakasih 🤗.