
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Amier sudah di atas motor nya menunggu Adiba yang tak kunjung datang sedari tadi. Dia sesekali menggerutu. Kenapa pula gadis itu lama sekali, apa yang di lakukan nya.
Tak lama, Adiba keluar dengan santai nya sembari bercanda dengan teman-teman perempuan nya. Amier menatap jengah gadis itu.
"Memang lah perempuan, kalau sudah nge-ghibah pasti lupa apapun." Amier menggerutu.
"Tapi Ameera begitu juga nggak yah?" tanya nya pada diri sendiri yang membuat nya terkekeh.
Dia jadi rindu, sebentar lagi dia tidak akan merindu lagi seperti ini, karena sebentar lagi dia akan memiliki nya seutuhnya dalam waktu dekat ini.
"Woi! Ngelamun saja, mikir jorok Kamu yah!" tuduh Adiba memicingkan mata.
Amier berdecak kesal. Apa-apaan gadis ini, dia yang buat lama sampai harus menunda untuk bertemu dengan Ameera si ratu hati nya. Kini malah mengomel dan menuduh pikiran jorok. Dia tidak berpikir jorok, tapi cuma berandai-andai. Eh, sama saja sih.
"Ayolah buruan, sudah telat ini. Ameera sudah nungguin lama gara-gara Kamu." Amier jadi kesal.
"Heleh! Kayak Ameera mau sama Kamu saja. Paling dia kepaksa. Walaupun dia nggak bilang, tapi Aku tau dia pasti kepaksa. Jujur Kamu pake ancaman apa?" tuduh Adiba.
"Sembarangan kalau ngomong!" Amier bertambah kesal, dan tentunya membuat Adiba semakin tertawa dan puas melihat wajah Amier yang memerah. Manis nya sekali.
"Mau pulang sekarang atau Aku tinggal Kamu di sini!" final Amier.
"Eh, eh! Iya iya, pulang sekarang." Ucap Adiba.
Adiba menaiki jok belakang motor Amier. Dan melambaikan tangan pada teman-teman yang juga sudah di dalam mobil untuk kembali ke rumah masing-masing.
"Aku duluan yah!" seru Adiba dari balik helm yang dia kenakan dan di balas hati-hati oleh teman-temannya.
💢💢💢💢
"Lagi nunggu siapa Non?" sapa asisten rumah tangga Ameera.
Ameera yang sedang duduk dan menatap gerbang rumah nya pun menoleh. "Lagi nungguin Amier Bi, dia mau kesini kata nya." Jawab Ameera yang kembali menatap gerbang, berharap pemuda yang berstatus sebagai kekasih nya itu cepat muncul dari sana.
Kekasih? Ya, setelah seminggu pertemuan antara Ameera dan keluarga Amier, dua hari setelah nya Amier dan Ameera bertolak ke London tempat dimana kakak Ameera tinggal.
Karena orang tua dari Ameera sudah tidak ada, Ameera hanya punya satu kakak laki-laki yang masih lajang di London. Mereka meminta izin sekaligus melamar Ameera untuk menjadikan nya seorang istri untuk Amier. Pergerakan yang cepat bukan?
Setelah mendapatkan izin dari sang kakak, akhirnya kakak Ameera ikut pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan orang tua Amier. Dan terjalin lah sebuah ikatan awal yang nanti nya akan menjadi selama nya
"Mungkin dia lupa kali Non, sudah hampir satu jam Non Ameera nungguin. Kenapa nggak di telpon saja den Amier nya?" usul nya.
Ameera berpikir sejenak, benar juga kata bibi nya itu. Mungkin dia lupa. Tak menunggu waktu lama, Ameera mengambil ponsel dari tas kecil nya itu dan menelpon Amier.
Berkali-kali Ameera menelpon dan tak di angkat oleh Amier. "Nggak di angkat Bi," ucap Ameera sedikit sedih.
Bibi melihat majikan nya itu begitu kasihan, berkali-kali dia mengajak nya untuk masuk, tapi selalu dia tolak. Alasan nya supaya ketika Amier datang, mereka langsung pergi ke boutique untuk fitting baju pengantin yang akan mereka kenakan nanti.
Pada akhirnya bibi meninggalkan gadis itu untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda. Ameera berkali-kali menghembuskan nafas karena bosan.
"Kenapa belum juga datang? Apa Aku telpon bunda Annisa saja yah?" ide nya muncul seketika.
"Iya deh dari pada nggak ada kejelasan seperti ini," gumam nya lalu memencet nomor sang calon mertua.
Ameera mengobrol sebentar dengan Annisa, Annisa terlihat sangat senang saat Ameera menelpon nya. Setelah mengobrol, Ameera bertanya tentang Amier.
"Jadi belum pulang yah bun?" tanya nya sedikit sedih. "Ya sudah deh, nanti kalau pulang tolong bilangin sama Amier kalau Ameera telepon yah bun, assalamualaikum." Final Ameera dan menutup telepon nya. Lagi-lagi dia menghembuskan nafas, merasa kecewa.
"Ya sudah lah Aku ke rumah Shinta saja ngilangin badmood Aku." Gumam nya dan beranjak dari duduknya dan masuk untuk izin pada asisten rumah tangga nya.
Setelah meminta izin, Ameera bergegas ke rumah Shinta dengan membawa mobil nya sendiri.
💢💢💢💢
Amier menghentikan motor nya di garasi rumah nya dan masuk ke rumah setelah memarkir motor nya.
"Assalamualaikum?" salam Amier dan di jawab oleh bunda nya yang tengah sibuk di dapur.
Amier melepaskan jaket nya dan di letakkan nya di kepala kursi meja makan, lalu dia memeluk Annisa dari belakang dan ber-manja di sana. Annisa tersenyum. "Capek?" tanya nya.
Amier mengangguk dan melepaskan pelukannya lalu mengambil air dari lemari es. Dia duduk lalu meneguk air itu.
"Oh iya, tadi siang Ameera menelpon, dan kata nya Kamu di hubungi nggak di angkat." Ungkap Annisa memberi tahu.
Amier yang tengah meminum air mineral itu pun tersedak. "Uhuk, uhuk! Kapan Bun?" tanya Amier memastikan.
"Tadi siang. Dan Kamu menjanjikan nya untuk ke boutique." Jawab santai Annisa.
"Ya Allah Bun, Amier lupa kalau Amier punya janji!" seru nya kelabakan.
Amier mengambil jaket yang dia letakan di kursi yang sempat dia lepas tadi lalu menyalimi sang Bunda.
"Kamu mau kemana?" tanya Annisa.
"Mau ke rumah Ameera sebentar Bun, dan makasih info nya." Amier mengucapkan nya dengan terburu-buru.
Karena Amier tak mau menjadikan hal ini salah paham dan nanti nya akan bertambah panjang urusan nya.
Annisa mengangguk paham dan mengizinkan karena sang putra sudah lebih dulu menjanjikan. Meski kasihan karena baru saja pulang, tapi jika tidak di selesaikan sekarang mungkin akan jadi masalah nanti nya. Apa lagi sebentar lagi mereka akan menikah.
Masalah kecil saja bisa jadi besar saat menjelang pernikahan. Dan Annisa tidak mau itu terjadi.
Setelah mendapatkan izin dari bunda nya, Amier langsung bergegas menuju rumah Ameera yang bisa di tempuh hanya memakan waktu kurang lebih lima belas menit dengan kecepatan yang biasa Amier gunakan.
Setelah sampai dan turun dari motor nya, Amier langsung berlari dan mengetuk pintu dengan tidak sabar. Bel rumah pun dia pencet beberapa kali hingga bibi asisten rumah tangga Ameera keluar.
"Den Amier?" sapa nya ramah, meski sebenarnya kesal karena bel yang berbunyi terus menerus karena di pencet berulang-ulang oleh pemuda di hadapannya itu.
"Ameera ada Bi?" tanya nya dengan sedikit nafas yang memburu.
YANG PENASARAN DENGAN VISUAL PARA PEMAIN, LIHAT DI COVER SAJA YAH HEHE..
BESOK AUTHOR BAGI YANG SPESIFIK NYA BIAR KALIAN TAHU SIAPA SAJA VISUAL DARI SETIAP PEMAIN.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.