
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
"Woi pemalas! Bangun!" seru Adiba tepat di telinga Amier yang sedang terlelap nya tidur.
Amier terjengit kaget dan terbangun dengan segera. Hampir saja dia terjungkal dari tempat tidur nya jika saja tidak berpegangan tangan pada kepala ranjang nya.
"Anak siapa sih Kamu ngagetin saja! Gangguin mulu deh, ini hari libur tau!" sungut Amier.
"Anak mama Naura, kakak kembar om Zidan, ayah Kamu, salah satu cucu perempuan dari keluarga Al-Husein, gadis cantik yang tidak tertandingi!" jawab Adiba dengan lancar nya.
Dan jangan lupakan cengiran yang dia berikan membuat Amier menatap jengah saudara nya itu. Kok ada spesies gadis seperti ini? Dan kenyataan yang harus dia terima, gadis bernama Adiba Afshin Khumaira itu adalah saudara nya.
Adiba tertawa geli hingga dia berguling di ranjang Amier. Amier menggeram kesal. Bisa-bisa nya gadis yang entah dia datang dari kapan, main menerobos masuk ke dalam kamar seorang pemuda seperti nya.
Jika saat dia habis mandi dan tidak memakai baju, kan bisa gawat. Kebiasaan sejak kecil memang tidak mudah hilang meski sudah dewasa.
"Anterin Aku dong?!" pinta Adiba tanpa berdosa.
Seperti layak nya bos saja datang-datang main serobot permintaan yang menurut Amier tak masuk akal. Bagaimana tidak, gadis itu kenapa tidak membawa mobil atau minimal minta di antar oleh supir atau siapa gitu yang ada di rumah nya.
Ini malah jauh-jauh menghampiri Amier hanya untuk meminta mengantarkan dia. Wah, kerajinan sekali dia. Atau memang dia bodoh atau apa? Amier jadi kesal sendiri.
"Ogah, males! Enak juga tidur, isi tenaga." Sahut Amier dan hendak membaringkan tubuhnya kembali, tapi di tarik oleh Adiba.
"Ya Allah, Diba! Bisa tidak sih minta sama yang lain? Lagi pula kan ada kak Bian dan kak Malik! Kenapa pula Aku yang jadi sasaran nya?!" sungut Amier.
"Nggak mau! Aku mau nya sama Kamu. Dan Kamu nggak ada hak buat nolak!" seru nya tak mau kalah.
"Dih! Males banget deh, minggir sana keluar, Aku mau tidur lagi!" tegas Amier.
"Eh! Eh! Kok gitu sih?!" seru Adiba tak terima karena di dorong Amier keluar dari kamar pemuda itu.
Amier menutup pintu nya dengan sedikit kasar, Adiba membalikkan badannya hendak menerobos namun hidung nya lah yang menjadi korban dari tertutup nya pintu.
"Aduh, sakit nya."Keluh Adiba menggerutu dengan sikap Amier yang begitu kasar.
"Ada apa sih Sayang?" suara Annisa mengagetkan Adiba yang sedang menggerutu pada Amier.
"He he! Nggak kok Tante, cuma pengin di anterin sama Amier ke Bandung, tapi Amier nya nggak mau." Adiba mengadu dengan bibir yang cemberut lucu.
"Iya kah?" sahut Annisa dan di angguki oleh gadis cantik itu dengan memelas.
"Memang nya nggak ada orang lain yang bisa kah?" Annisa bertanya bingung.
Adiba menyengir polos tanpa dosa. "Pengin nya sama Amier Tan, jadi kan Aku nggak malu sama teman-teman Aku yang bawa pacar," adu Adiba dengan iba.
Annisa menggeleng heran. Ada-ada saja kelakuan anak jaman sekarang, "lagi pula, Kamu memang nya di izinin sama mama Kamu?" Annisa bertanya dan di akhiri kekehan melihat ekspresi Adiba.
"Ya nggak sih Tan, tapi kan dari pada kena ledekan mereka dan juga kalau Aku bawa cowok beneran, kan Aku nggak bakalan di izinin pergi sama mama Tan." Protes Diba.
Annisa sedikit berfikir, "coba Tante bilang dulu yah ke Amier," Annisa mendekati pintu dan mengetuk seraya memanggil nama putra nya.
"Amier sayang?!" panggil Annisa. Terdengar suara gagang pintu yang terbuka. Dengan wajah kusut Amier membuka pintu kamar nya dan pasti nya dia tau apa yang Diba lakukan, pintar sekali dia berbicara.
"Kenapa Bun?" tanya Amier lesu. Annisa tersenyum dan mengusap sayang rahang tegas Amier.
Seakan tahu, Amier mencebikkan bibir nya. Adiba dari belakang menjulurkan lidah meledek merasa menang.
"Ayo Sayang," pinta Annisa lembut.
Amier memasang wajah melas tapi itu tidak berpengaruh pada Annisa. Annisa tetap meminta Amier untuk mengantar Adiba. Tentu nya karena tidak mungkin jika Adiba harus pergi sendiri, dan jika ada Amier, pasti nya gadis itu ada yang menjaga.
Lagi pula, Amier sekarang tidak ada kegiatan hari ini, dari pada berdiam diri di kamar hanya tidur saja, alangkah baik nya Annisa meminta dia untuk mengantarkan saudara nya itu untuk pergi ke Bandung.
"Iya, iya! Kamu menang, dasar curang!" seru Amier dan menunjuk Adiba dengan tatapan tajam.
Adiba memeluk Annisa dari belakang dan mencium pipi nya. "Terimakasih Tanteku sayang," ucap Adiba begitu manja.
Annisa terkekeh dan mengusap sayang kepala keponakan nya itu.
💢💢💢💢
Ckit!!
"Dah sampai," ujar Amier dan mematikan mesin motor nya.
Adiba turun dan melepaskan helm nya, "terimakasih Amier-ku sayang, Adek Aku ini emang baik banget deh sama Kakak yang cantik nya minta ampun." Adiba memuji diri nya sendiri.
Amier mencebikkan bibir nya, "kalau Kamu nggak memaksa sama bunda juga nggak bakalan sampai sini!" ujar Amier masih dengan sisa kekesalan nya.
Adiba tertawa melihat ekspresi Amier yang menurut nya begitu lucu. "Aku tuh nggak memaksa bunda Kamu yah! Aku itu ngomong baik-baik dengan penuh cinta,,," ucap Adiba terpotong.
"Dengan penuh tipu muslihat!" sambung Amier. Adiba kembali tertawa.
"Sudahlah, lagi pula nggak rugi juga kalau Kamu ikut kesini. Dan Kita kan ada di villa samping villa yang biasa Kita liburan, jadi Kamu nggak boring. Kamu kan bisa tidur di villa sebelah kalau nggak mau gabung!" sahut Adiba mencoba bernegosiasi.
Amier menghela nafas berat. " Ya sudah lah, masuk sana! Aku mau jalan-jalan dulu." Amier kembali memasang helm nya kembali dan melajukan lagi motor nya.
Adiba melambaikan tangan nya sembari tersenyum menatap punggung Amier yang semakin menjauh. Setelah melihat Amier tak lagi terlihat, dia masuk ke dalam villa.
Semua teman-teman nya sudah ada di dalam villa. Karena memang villa itu sering sekali di pakai oleh beberapa teman-teman dari pada anak cucu dari keluarga Al-Husein.
"Assalamualaikum! Hallo semua?!" sapa Adiba pada teman-teman nya yang sudah duduk santai di teras.
"Wa'alaikumussalam!" jawab mereka serempak.
Mereka terdiri dari tiga teman perempuan. Tidak ada laki-laki di sana, Adiba mengatakan pada Annisa semua teman nya membawa cowok mereka karena hanya untuk bisa meminta izin supaya Amier dapat mengantarkan nya, sungguh gadis yang banyak akal.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.