I Finally Found Love

I Finally Found Love
13.



HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Amier begitu sangat kesal. Baru dua hari kemarin bertemu dan mengatakan hal yang tak masuk akal, sekarang gadis di hadapan nya yang duduk di bangku bersebelahan dengan nya membuat dia lagi-lagi terkejut.


Ya ampun, rasa nya Amier ingin berteriak. "Kamu nggak bisa begitu dong. Aku sebentar lagi lulus, hanya nunggu untuk skripsi dan Kamu janji akan terima Aku jadi kekasih Kamu dan akan menjadi satu-satunya wanita di sebelah Aku untuk sisa hidupku!" geram Amier.


"Bahkan sekarang Aku sudah dua tahun meneruskan bengkel Ayah. Dan Kamu dengan gampang nya bilang begitu?!" lanjut nya.


Amier mengusap wajah nya kasar lalu menghembuskan nafas lelah. Sedangkan Ameera, dia sudah meneteskan air mata.


Dia juga sudah berusaha supaya bisa lulus satu tahun lebih cepat karena dia ikut kelas akselerasi dan kepulangan nya ke Indonesia juga salah satu nya untuk menepati janji nya kepada Amier.


Tapi melihat teman yang sudah dia anggap sahabat itu menyukai Amier, dia jadi bingung dan kata-kata yang dia ucapkan baru saja telah menyakiti hati laki-laki yang telah setia menunggu.


Memanglah mereka sangat muda, tapi dari pada mereka melewati batas karena rasa yang berlebihan yang tak sepatutnya tidak boleh mereka lewati. Mereka memilih jalan setelah kelulusan mereka baru lah mereka melangkah lebih jauh untuk mengikat sebuah hubungan.


Tapi kenyataan yang ada itu berbeda. Saat-saat manis yang mereka bayangkan kini harus di tunda bahkan mungkin di tiada kan karena beberapa kata dari Shinta sebagai sahabat Ameera.


🕳️🕳️🕳️🕳️


Ameera sedang menunggu Shinta di halaman depan rumah nya. Dia begitu menantikan gadis itu.


Tak berselang lama, mobil yang di tumpangi Shinta tampak memasuki halaman rumah itu.


Ameera tersenyum. Dan gadis yang keluar dari mobil itu pun membuat senyuman nya semakin merekah.


"Ameera!" seru Shinta melambaikan tangan nya dan Ameera tersenyum senang.


Mereka saling berpelukan seperti hal nya kawan yang sudah lama tak bertemu. Padahal mereka baru kemarin bertemu dan mengobrol. Ameera menggiring Shinta masuk .


Mata Shinta menikmati dekorasi di dalam rumah Ameera yang begitu menawan. Penataan ruang yang apik dengan warna yang kalem membuat suasana menjadi nyaman. "Wah! Ini rumah Kamu? Nyaman sekali seperti nya!" seru senang Shinta.


"Bukan, ini rumah Mama Papa Aku!" jawab Ameera.


Senyuman Shinta menghilang. "Sama saja!" jawab kesal nya. Ameera terkekeh.


"Ayo! Mama sudah menunggu," ajak Ameera. "Hari ini nginap kan? Aku sudah bilang sama Mama juga." Ameera menambahkan.


Shinta mengangguk. Mereka masuk ke dalam dapur dan menemui Mama Ameera. Shinta sangat di sambut baik oleh nya.


"Sudah makan?" tanya Mama Ameera. Shinta menggeleng.


"Belum makan dua kali pasti." Tebak Ameera terkekeh.


"Hehe! Tau saja." Shinta menyengir membuat mereka tertawa.


"Ya sudah, sekarang sudah masuk makan siang, sekalian makan yah." Ucap Mama Ameera.


"Dengan senang hati Tante." Shinta menanggapi. Ameera terkekeh.


Malam tiba. Seperti biasa sebelum tidur, Ameera membuatkan susu coklat hangat untuk nya dan susu putih hangat untuk Shinta. Karena mereka tinggal di asrama dulu nya dan satu kamar juga, mereka tahu kebiasaan mereka masing-masing.


Dan tak ada lagi rasa canggung. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka, Ameera dengan buku nya, dan Shinta dengan majalah nya.


Shinta menegakkan duduk nya saat dia teringat sesuatu. Dia menghadap sahabat nya itu dan memperhatikan nya begitu intens.


"Sangat cantik," gumam Shinta dengan tatapan yang lurus ke depan memandang Ameera. Ameera yang mendengar itu mendongak dan mengerutkan keningnya.


"Mira?" panggil Shinta. "Hum?" gumam Ameera tanpa menoleh.


"Kamu kan cantik kan yah, tapi Aku belum pernah loh lihat Kamu jalan ataupun cerita sama Aku kalau Kamu jatuh cinta." Pertanyaan Shinta sukses membuat Ameera tertegun.


Shinta menopang dagu dan menanti jawaban dari sahabat nya itu. Jantung Ameera berdegup kencang dan bingung harus apa, harus kah dia bercerita?.


Belum Ameera menjawab pertanyaan dari Shinta, Shinta melanjutkan ceritanya. "Kalau Aku yah, Aku ada ketemu sama cowok yang sudah mencuri hati Aku. Aku belum pernah merasakan hal ini sebelum nya." Shinta bercerita dengan sangat semangat.


Ameera menggigit bibir nya dalam, hati nya mulai resah. Ada rasa khawatir di hati nya saat ini. Dan benar saja apa yang dia takut kan.


"Kau tau siapa dia?" tanya Shinta. Ameera menggeleng tak tau. "Nama nya Amier!" seru Shinta melanjutkan.


Bagaikan roller coaster yang melaju turun dengan bebas, begitu juga dengan hati Ameera saat ini. Shinta bercerita bagaimana senang nya bisa bertemu dengan Amier dan juga begitu senang memiliki perasaan pada pemuda itu.


Ameera tersenyum kecut tapi tetap menjadi pendengar yang baik.


🕳️🕳️🕳️🕳️


"Lalu Kamu akan menyerah begitu saja gitu?!" geram Amier.


Saat pertemuan nya pertama kali setelah sekian lama berpisah, masih ada rasa kecewa. Tapi setelah beberapa Minggu terakhir setelah pertemuan pertama itu, membuat pemuda jangkung tampan itu merasakan kerinduan.


Dan pertemuan di restoran waktu itu, adalah puncak dimana Amier tak dapat lagi berpegang teguh pada ego nya dan memilih untuk menemui gadis yang bernama Ameera.


Tapi, apa yang gadis itu lakukan sekarang? Dia mengecewakan nya untuk kedua kali hanya karena sahabat nya mengatakan menyukai diri nya. Ya ampun, dia tidak bisa berkata-kata.


"Dia punya riwayat sakit yang parah Kak, Aku nggak mau sampai kehilangan dia." Ameera menangis sesenggukan.


"Itu bukan alasan! Kamu yang akan jujur sama dia atau Aku?" tanya Amier dengan menahan emosi nya.


Amier bangkit dari duduknya dan hendak pergi, tapi tangan nya dia tahan oleh Ameera.


Ameera menggeleng kuat mengisyaratkan untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh.


Ameera sangat tau Amier. Jika dia tak di cegah sekarang, dia akan berbuat nekat seperti kemauan nya termasuk mengatakan yang sejujurnya.


"Aku mohon. Nanti Aku coba katakan sama dia tapi tidak sekarang." Mohon Ameera mencoba meredam kekesalan Amier.


Amier memejamkan mata nya erat. dan mengembuskan nafas panjang. Dia kembali duduk di samping gadis manis itu dan menatap tangan Ameera yang masih menggenggam nya.


Dia tersenyum simpul. "Masih mau berlanjut sampai kapan?" tanya Amier.


Ameera menunduk dan melihat tangan nya yang masih menggenggam tangan Amier. Segera dia melepaskan nya dan menunduk seraya mengatakan, "maaf." Ada semburat merah di pipi nya.


Amier terkekeh. Lucu sekali gadis nya ini. Gadis nya? Amier rasa nya ingin tertawa terbahak dengan sebutan itu.


"Ayo pulang, Aku antar." Amier menawarkan.


Ameera akan menolak. Tapi tatapan Amier yang tajam membuat Ameera mengurungkan niatnya itu. Dan menurut saja.


Dan memang juga, Ameera tak membawa mobil nya. Dan tentu nya, Amier membawa Ameera pulang menggunakan motor nya.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.