
HAPPY READING MAN-TEMAN🤗.
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Ameera menoleh dan tersenyum. Annisa mengangguk. "Ya sudah Ameera pulang dulu ya Bun," Ameera meraih tangan Annisa dan menyalami nya lalu pergi menyusul Amier.
Sedangkan yang lain, sudah tak kuat lagi menahan diri untuk tertawa. Sungguh lucu Amier itu. Annisa menggelengkan kepalanya saja dan berlalu ke dapur.
"Aku tau di bawah alam sadar nya Amier merasa cemburu tapi dia nggak sadar sama yang dia rasakan karena belum ingat." Kata Malik.
"Iya, Aku harap adek comel cepat ingat kembali, kasihan Ameera." Bian ikut menyambung.
"Ehem! Sekarang gantian Kamu Dek, kapan Kamu mau lepas status lajang Kamu?" Malik mulai bertanya serius.
Bian bingung mau jawab apa, karena tidak ada jawaban akhir nya Bian berdiri. "Maaf Aku masih ada kerjaan yang harus Aku selesaikan." Kata Bian.
Setelah mengatakan itu niat hati Bian ingin pergi untuk menghindari pertanyaan horor itu, tapi baru dua langkah Bian melangkah, tangan nya sudah di tarik oleh Aditya dan meminta untuk duduk kembali.
Dengan berat hati Bian mendudukkan dirinya di tempat nya tadi. "Ada apa Ayah?" tanya nya lesu.
"Ini sudah pembahasan serius loh Nak, kapan Kamu kenalkan kekasih Kamu?" tanya Aditya.
Bian menghembuskan nafas lelah, "Bian belum ada Yah, nanti saja kalau ada nanti Bian kasih tau Ayah." Bian menunduk.
Rasa nya masih ada yang kosong saat dia mengetahui Anita yang sudah tak ada lagi. Rasa yang dulu pernah ada dan satu-satunya rasa ingin memiliki seseorang sudah lenyap.
"Apa perlu Om kenalkan sama anak teman Om, Bi?" tanya Bima.
Bian langsung mengangkat wajah nya cepat dan menggeleng dengan tangan yang mengibas kanan kiri. "Nggak perlu!" jawab nya cepat. Malik kembali terkekeh.
💢💢💢💢
Di dalam mobil Amier masih dalam pertanyaan yang sama di dalam otak nya. Rasa nya ingin bertanya namun ragu juga.
Amier menoleh saat ponsel Ameera berdering. "Halo kak?" sapa Ameera begitu senang.
......
"Iya sebentar lagi sampai."
"Sama...." Ameera melirik Amier yang tenang fokus pada jalanan namun telinga nya begitu tajam mendengar percakapan Ameera.
"Sama Amier." Sambung nya. Amier yang kesebut nama nya pun menoleh sebentar dan kembali fokus.
"Ya sudah." Ameera menutup telepon nya dan menoleh pada Amier. " Boleh minta tolong nggak?" tanya nya kemudian.
"Apa?" tanpa menoleh Amier langsung menjawab.
"Anterin ke toko kue yang di seberang taman kota boleh?" tanya Ameera takut-takut.
Amier melirik sebentar dan mengangguk. Ameera tersenyum senang.
Amier berbalik arah menuju toko kue yang di maksud karena sudah terlewat. Hanya membutuhkan sepuluh menit mereka sudah sampai.
Ameera membuka pintu mobil dan akan masuk, tapi di berbalik mendengar suara pintu tertutup lain nya. "Mau ikut kah?" tanya nya seraya menunjuk toko di belakang nya.
Amier berdehem, tanpa menjawab dia masuk terlebih dahulu. Ameera mengedipkan mata nya beberapa kali lalu tersenyum. "Masih sama." Ameera bergumam.
Di dalam toko kue, Amier melihat-lihat cupcake yang ada di balik kaca dan memilih cupcake red Velvet. Ia memanggil pelayan dan meminta untuk mengambilkan nya.
"Terimakasih." Ucap nya.
"Mba, mau cheesecake sama cupcake coklat yah." Pinta Ameera.
Ameera menoleh pada Amier saat pemuda itu menyodorkan cupcake yang dia pegang. "Aaa..." Ameera bingung tapi membuka mulut nya juga.
Amier menyerahkan kue itu pada Ameera dan dengan sigap Ameera memegang kue itu yang hampir terjatuh.
Setelah menyerahkan kue itu, Amier meninggalkan Ameera begitu saja. Entah apa maksud dari pemuda jangkung itu. Ameera terkekeh dengan perlakuan Amier.
💢💢💢💢
Amier keluar dari mobil nya dan menatap tak suka dengan apa yang di lihat nya.
Nizam melirik ke Amier dan tersenyum miring. "Terimakasih ya sudah mengantarkan cintaku." Ucap nya sembari melambaikan tangan.
Amier mengangguk tanpa senyum dan hendak kembali masuk ke dalam mobil. Tanpa menyuruh Amier masuk, Nizam membawa Ameera ke dalam.
"Tapi Amier..." cegah Ameera.
"Sudah, Aku kangen banget sama Kamu. Biarkan orang asing pulang. Lagi pula sudah bilang makasih ini." Sela Nizam.
Amier sempat mendengar perkataan Ameera sebelum dia masuk ke mobil, tapi mendengar
kata-kata dari Nizam membuat nya tersenyum miring.
💢💢💢💢
Amier mengendarai mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi. Entah mengapa dia begitu sangat kesal dengan kata 'orang asing' yang keluar dari mulut Nizam.
Ponsel nya berdering, Amier menerima nya menggunakan earphone bluetooth. "Iya bun?" sapa Amier.
"Iya nggak ngebut." Amier membalas Omelan Annisa. Macam tahu saja bunda nya ini jika anak bujang nya sedang dalam keadaan berkendara melebihi batas normal.
"Iya bunda, bunda tenang saja yah." Amier berangsur menurunkan kecepatan nya.
"Sebentar lagi Amier sampai."
Sesampainya di rumah, Amier masuk dengan wajah yang tak ramah lalu langsung ke lantai dua. Bima yang pertama kali melihat Amier masuk pun menyenggol lengan Malik. Malik mengikuti arah pandang Bima lalu tersenyum.
"Apa Aku bilang, untung sudah Aku kasih tau itu kakak nya Ameera. Aku rasa wajah nya gara-gara lihat Ameera yang sedang manja sama Nizam." Malik tersenyum puas.
"Jahil nya Kamu nggak ilang-ilang ya Bro." Kekeh Bima.
"Ya mau bagaimana lagi, jika bukan Kita yang bantu ingatkan dia. Mau berapa lama lagi Ameera menunggu. Dia perempuan, nggak tentu juga Nizam bakalan ngizinin Ameera tetap nungguin Amier sampai sadar. Kalau nggak?" jelas Malik panjang lebar.
"Iya juga yah." Bima membenarkan.
Sedangkan di kamar, Amier begitu gelisah. Dia tidak tahu kenapa dia merasakan hal yang menurut nya aneh. Kenapa bisa seperti ini dia tidak tahu.
"Aarrgghh!" Amier mengusak rambut nya kasar.
"Kenapa Aku ini?!" frustasi nya.
"Ya Allah, kenapa Aku jadi gelisah begini? Ada apa sebenarnya dengan perasaan ini?" monolog nya.
"Cuma gara-gara perempuan itu Aku jadi begini. Apa hubungan Kami? Kenapa begitu sulit untuk Aku mengingat nya?!" Amier mengacak-acak ranjang nya.
Annisa masuk ke dalam kamar anak bujang nya dan kaget. "Ya Allah Amier?!" pekik Annisa.
"Apa yang Kamu lakukan?" tanya nya kesal.
Amier mengubah dari berbaring menjadi duduk. "Maaf Bun," sesal nya.
Annisa duduk di samping putra nya itu lalu mengusap lengan nya. "Ada apa?" tanya lembut Annisa.
Amier membaringkan kepalanya di pangkuan sang bunda. "Amier bingung Bun."
"Bingung kenapa?"
"Kenapa ya Bun, Amier kesal liat perempuan itu sama laki-laki lain?" tanya Amier.
Bukan nya menjawab, Annisa malah terkekeh membuat Amier bertambah kesal.
BONUS DEDEK COMEL YANG LAGI REBAHAN🤣🤣🤣.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE😍.