
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Seminggu di pingit, Amier akhirnya bebas. Eits, bukan berarti tidak ada pengawal yah. Seperti saat ini, dia tak di biarkan sendiri. Dia di kawal dengan dua wanita cantik.
Tapi kenapa pergi nya ke mall sih? Ups, ini adalah keputusan yang di ambil dari ketiga keponakan nya itu. Padahal Amier tidak ingin ikut serta, tapi sang bunda tak membiarkan dia sendiri dan meninggalkan rumah seperti ke bengkel misal nya
Di kawal? Amier rasa nya ingin tertawa. Kenapa dia bisa mengalahkan pejabat negara bahkan lebih keren dari mereka. Mereka di kawal kebanyakan para lelaki, tapi lihat lah dia. Dia di kawal para bidadari surga.
Siapa sih bidadari surga itu buat Amier? tentu nya dua wanita kesayangan nya yaitu bunda Annisa dan juga Asyifa. Ups, satu lagi, dia tidak bisa di bilang wanita, tapi dia adalah periang suasana rumah.
Siapa lagi jika bukan Ciara. Iya, gadis kecil imut manis cantik seperti bunda nya itu, sangat lucu dengan celoteh nya. Apa lagi saat melihat mainan atau hal yang dia mau.
Heboh sendiri hingga membuat Asyifa sang bunda, kewalahan mengikuti apa yang putri kecil nya mau. Dengan semangat Ciara menarik tangan Asyifa menuju sebuah toko boneka yang cukup besar.
Annisa menggelengkan kepalanya saja. Dan Amier, terkekeh geli melihat Asyifa yang sedikit kerepotan. Dimana dua jagoan kembar mereka? Mereka sudah ada di timezone. Dan ayah mereka yang menemani.
Kebiasaan memang, mereka lebih suka memainkan salah satu fasilitas yang di suguhkan oleh pihak mall daripada berburu mainan yang bisa di bawa pulang.
"Bunda ayo!" seru Ciara dengan tangan yang menarik tangan bunda nya.
"Pelan-pelan Sayang." Asyifa mengikuti si kecil itu sampai ke dalam toko tersebut.
Setelah sampai, Ciara melepaskan tangan Asyifa dan berlari ke tempat dimana terdapat banyak boneka Barbie dan beruang.
Ciara dengan lucu nya langsung memeluk boneka beruang yang besar. Asyifa terkekeh di buat nya. Tingkah dari Ciara memang selalu menggemaskan. Tak dapat Asyifa marah pada nya. Dia serasa sangat senang dengan kehadiran putri cantik nya itu.
"Bunda, Aku mau yang ini." Ucap Ciara begitu girang.
"Nggak kebesaran? Cari yang kecil saja ya." Asyifa mencoba bernegosiasi.
Ciara menggeleng kuat. "Ciara mau yang ini Bunda, Ciara nggak mau yang kecil yang kecil buat Om Amier saja." Ciara dengan suara cadel nya menunjuk Amier yang berdiri di samping sang nenek.
"Enak saja. Memang nya Om Amier perempuan main nya boneka." Amier terkekeh.
"Tapi Ciara mau nya yang ini Bun, Ciara nggak mau yang kecil. Yang kecil nggak bisa buat peluk," suara Ciara berubah sendu dan akan menangis. Mata nya berkaca membuat siapa saja jadi tak tega.
"Iya Sayang, jangan sedih begitu. Kita beli yang ini yah. Tapi jangan sedih begitu, oke?"
"Oke!" dengan suara lantang Ciara menjawab. Mereka tertawa kecil melihat tingkah nya. Mereka tahu jika Ciara hanya berpura-pura, tapi selalu saja meladeni nya.
"Ciara!" seru seseorang tak jauh dari mereka.
Ciara yang merasa nama nya di panggil pun menoleh. Senyum nya merekah dan mata nya berbinar karena senang. "Kak ChaCha!" seru bocah itu.
Ciara langsung beranjak dari posisi nya dan berlari menuju ChaCha yang dengan sigap merentangkan kedua tangannya untuk menyambut bocah itu.
Mereka sontak menoleh bersamaan dan saling melempar senyum. "ChaCha?!" seru mereka terkejut.
Gadis itu berjalan cepat sembari menggendong Ciara menghampiri orang-orang yang dia rindukan. "Assalamualaikum Nenek, Tante?" sapa ChaCha pada mereka seraya menyalimi nya.
"Sejak kapan Kamu sampai Sayang?" Asyifa ikut serta bertanya.
"Baru saja. Aku, ayah, ibu, Abi, sama baby Fatih mendarat. Mungkin mereka sudah sampai rumah." ChaCha menjelaskan.
"Kenapa ayah Kamu tidak memberitahu Kami mau pulang, kan bisa menyambut ke bandara." Asyifa sedikit kecewa.
ChaCha menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia bingung juga harus berkata apa. "Mungkin lupa kali Sayang, atau buru-buru Kita kan tidak tahu." Annisa mencoba menenangkan Asyifa.
"Awas saja kalau ketemu. Jadi perkedel nanti." Asyifa tersungut kesal.
"Ya sudah, nanti Kita ke rumah mereka Kita ngerusuh saja di sana. Memang kak Bima harus kena semprot Kak Syifa dulu baru sadar." Amier memanas-manasi membuat keadaan semakin panas.
"Amier?" Annisa memanggil. Amier melirik ke arah bunda nya dan menyengir polos saja.
"Kamu cari apa di sini Sayang?" tanya Annisa.
"ChaCha mau cari kado buat teman ChaCha." Jawab nya.
"Teman apa teman?" Amier ikut nimbrung. ChaCha melirik ke Amier dengan memanyunkan bibirnya. "Teman, Kak Amier, dia hari ini ulang tahun. Pas kebetulan Aku pulang, jadi Aku sekalian saja." ChaCha menjelaskan.
"Ya sudah ayo cepat apa yang mau di beli nanti Kita langsung pulang. Bunda sudah kangen sama cucu-cucu Bunda yang lain nya." Annisa mengintrupsi.
💢💢💢💢
Bima sudah sampai di kediaman nya. Tiga tahun dia di negara tetangga hanya untuk melakukan perjalanan bisnis nya, karena tidak ingin meninggalkan keluarga nya begitu lama, maka Bima memboyong ikut serta dalam perjalanan nya.
Sebenar nya perjalanan bisnis hanya memakan waktu dua bulan, namun karena melihat anak-anak nya betah di sana, Bima memutuskan untuk tinggal lebih lama.
Lama dia di luar negeri sampai punya bayi kecil berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Fatih Aydin Arkana yang kini usia nya menginjak umur satu tahun. Bahkan ChaCha pindah sekolah karena tidak mau pulang. Dan kini dia dan keluarga nya kembali ke tempat asal setelah puas 'berlibur'.
Bima menatap bangunan di depan mata nya itu dengan senyuman yang merekah. "Ayo Sayang," Bima mengajak anak dan sang istri beserta bayi yang ada di tangan istri nya itu masuk ke dalam.
Tapi sebelum mereka melangkah ke dalam, suara mobil yang masuk pekarangan rumah nya menghentikan niat nya untuk masuk.
Mereka menoleh dan menyipitkan mata penasaran akan tamu yang datang dalam waktu yang tidak tepat ini. Penasaran nya hilang sudah saat wajah yang mereka kenal, bahkan di rindukan muncul dari dalam mobil.
"Kalian?" sapa Bima senang, tak terkecuali Nazira sang istri.
💢💢💢💢
Bian duduk manis di depan salah satu pusara, pusara itu milik Anita.Tempat itu menjadi tempat andalan nya akhir-akhir ini. Fakta yang dia dapat bahwa Maryam adalah adik dari Anita itu sedikit mengejutkan nya.
Anita, iya. Anita adalah gadis yang pernah meminta tanda tangan nya, dan gadis yang pernah dia temui di taman kebun binatang saat diri nya sedang berlibur. Dia juga sosok gadis yang sudah mencuri sebagian hati nya.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.