
Sudah beberapa kali ketika membuka mata, gue tidak menemukan sosok tentara perkasa itu, baik di ranjang kita maupun setiap sudut apartement ini. Hanya sebuah pesan singkat memberi tahu bahwa lelaki itu sedang keluar sebentar sekedar membeli makanan atau keperluan lainnya. Seperti sekarang, gue hanya bermalas-malasan di atas kasur memainkan ponsel di tangan menunggu pintu apartemen terbuka dan menampakkan wajah suami gue di baliknya. Kebiasaan memang, selalu saja lelaki itu meninggalkan ponselnya di apartemen ketika keluar. Membuat gue tidak bisa mencari tau keberadaan pastinya sekarang.
Merasa bosan, gue memutuskan untuk berjalan-jalan keluar. Mengambil coat Kendra yang kebesaran, gue menutup tubuh yang penuh dengan bercak-bercak keganasan suami gue dan berjalan keluar. Bukan ide yang bagus ternyata, hawa panas dan kering seketika menyapu kulit ketika gue keluar dari pintu apartemen. Pantas saja Mas suami suami selalu nyuruh gue di dalem aja dan nggak usah keluar-keluar. Perubahan musim semi ke panas ini sedikit meninggalkan hawa yang kurang nyaman. Jangan salah, meskipun sebagian tanahnya masuk di kawasan benua Afrika, tapi Maroko memiliki empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Bahkan salju sering turun dan menutup permukaan pegunungan Atlas yang terpapar iklim samudra Atlantik dan Laut Mediterania.
Dari lantai tiga apartemen, gue bisa melihat pemandangan lalu lalang orang di bawah sana. Gilak ya.. tenyata orang Arab itu besar-besar dan tinggi menjulang. Pantesan anu-nya terkenal paling jumbo.
"Sa.."
"Eh anu eh anu" gue latah sendiri saking kagetnya. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba Mas suami nongol membuyarkan lamunan gue tentang anu. Tangan kanan dan kirinya penuh dengan plastik belanjaan.
"Anu apaan?" Kendra megerutkan dahi.
Gue menggaruk-garuk kepala, "Anu.. eh, enggak papa" mulut gue perlu dirukiyah kayaknya. "Itu ayang belanja apa?" gue mengalihkan perhatian.
Kendra mengangkat plastik belanjaanya, "Katanya pengen es krim, ini aku beliin. Ada makanan juga nih sama shampoo yang kamu pesen" Sekedar informasi, gue kehabisan shampoo. Tau kan kenapa? Hehe...
"Kamu kok keluar?" Kendra lanjut bertanya.
"Bosen di dalem. Ya udah yuk masuk. Aku laper" gue bergelayut manja di lengan Kendra. Tapi ketika berbalik badan, ekor mata gue menangkap sosok yang sepertinya gue kenal.
"Kenapa? Kok berhenti?" dia bertanya.
Gue menggelengkan kepala, "Enggak papa. Yuk masuk"
Masak sih? Ah, mungkin gue aja yang salah liat. Lagian, ngapain Talitha ada di sini?
***
Bonus:
Kendra-Sasa QnA
Q: Kenapa mau nikahin Sasa/Kendra?
🐻 Cuma dia yg mau sama jomblo akut kayak saya 😅
🐥 Ms V gue cuma kedut-kedut kalau dijamah cacing Alaska
Q: Gimana rasanya berumah tangga?
🐻 Kalau sekarang tempe gosong aja rasanya masih enak. Namanya juga penganten baru.
Q: Kebiasaan buruk pasangan yang baru tahu setelah menikah?
🐻 Sasa kalau bobok kayak Jenderal perang. Satu kasur dikuasai sendiri
🐥 Suamiku nggak doyan nyabun lagi
Q: Perbedaan yang terlihat mencolok setelah menikah?
🐻 Gaya gravitasi ranjang kian besar
🐥 Beha aku nggak muat lagi. Keknya susu aku tambah gedhe deh
Q: Tempat kencan favorite?
🐻 Mana aja asalkan sama Sasa
🐥 Yang gelap-gelapan pokoknya
Q: Bagian tubuh favorite dari pasangan kamu?
🐻 susu
🐥 iih ayang jangan keras-keras, susu aku jadi geter-geter ini. Kalau aku suka cacing Alaska dong
Q: Hal paling nakal yang pernah dilakuin pasangan?
🐻 kalau minta diservis suka nggak tau tempat
🐥 ngerjain aku pake borgol sama blindfold
Q: Favorite position?
🐻 em.. apa ya? missionary aja deh
🐥guguk vivi style sama converse cowgirl. Eh tapi tapi spooning boleh juga. Woman on top enak sih, cuman stamina aku yang nggak kuat. Duh.. bingung milihnya.
Q: Satu kata buat malam pertama kalian?
🐻 Puas
🐥 Nagih