
Sekarang gue berasa lagi syuting sinetron azab beneran. Judulnya Istri Durhaka Disangka Wanita Tuna Susila Kena Razia Satpol PP Surabaya. Udah sepanjang anu belom judulnya?
Cuma karena penampilan mentereng gue dengan rambut merah dan apesnya gue malah nyasar sampai ke tempat ngetemnya para pekerja seks komersial, jadilah gue sekarang digelandang sampai ke kantor polisi. Mana KTP dan segala barang-barang berharga gue ada di dalem tas yang ketinggalan hilag tadi. Mau nggak mau gue harus ngedekam di sini dulu sebelum para polisi itu dapet bukti yang kuat buat ngelepas gue.
"Nama?" mata pak polisi galak yang lagi menginterogasi gue nggak bergeming sedikitpun dari layar komputernya. Jari-jarinya berdansa lincah di atas keyboard yang tulisannya sudah mulai pudar karena sering digunakan.
"Mbak? Namanya mbak?" Briptu muda dengan kulit kecoklatan itu menggerak-gerakkan tangannya di hadapan muka gue, membuat gue sadar dari lamunan. "Saya tau saya cakep. Tapi itu iler dilap dulu mbak." sindirnya.
Buru-buru gue cek bibir gue. Enggak kok, gue nggak ngiler.. Lagian gantengan juga suami gue kemana-mana, ngapain juga ngilerin dia. Hoek.. nggak sudi. Eh.. si cokelat toblerone malah ketawa liat ekspresi gue. Dasar Cu Pat Kai.
Cuman.. liat wajah dan perawakan si cokelat toblerone ini gue jadi inget ayang bebeb honey bunny sweety rasa strawberry. Lagi apa ya ayangku sekarang. Kalau tau gue digelandang ke kantor polisi gini bakalan marah nggak ya. Duh.. jangan senyum dong pak polisi, bikin gue tambah kangen Mas suami kan kalau begitu.
"Nggak usah ketawa-ketawa. Lagian siapa juga yang ngiler? Cakepan juga suami saya kemana-mana lah" gue membela diri.
"Oh udah punya suami?" dia masih terkekeh, dikiranya gue bercanda kali ya.
"Udah dong. Emang situ? Jomblo" pak polisi dengan nama Kyleno Nesia Rajendra tertempel di seragamnya itu nggak terima gue ledekin. Ekspresi galaknya langsung keluar lagi. Berarti beneran jomblo ini polisi. Hahaha.. kasian.. nggak laku ya?
"Enak aja. Saya sudah punya.." polisi muda itu tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
"Punya apa? Istri? Heleh, siapa yang mau nikah sama pak polisi galak?" makin aja gue ledekin.
"Lah kamu sendiri? Siapa yang mau nikahin cewek malem-malem gelandangan seorang diri di tempat kayak gitu?" enteng banget itu mulut. Untung gue udah punya suami, kalau enggak gue cipok itu bibir monyong-monyong. Eh khilaf ya Allah, jangan azab Khanza lagi. Khanza nggak bakal selingkuh dari Kendra kok. Suer.
"Enak aja. Suami saya tentara ya" gue pamer.
"Kok malah ketawa? Suami saya tentara beneran" sekali lagi gue menegaskan.
"Kalau suaminya tentara berarti mbaknya anggota Persit Candra Kirana dong?"
Gue ngangguk.
"Yakin?" dia kembali menilai gue dari ujung kaki ke ujung kepala. Gue menghela nafas kasar, siapa juga yang bakalan percaya istri tentara penampakannya kayak gue gini. Sial.. ngapain juga gue tadi cat rambut mentereng banget kayak gini. Shit.
"Jadi gini pak, saya benaran istri tentara. Kalau nggak percaya coba cek data Kodim TNI di Magelang, saya istrinya Letkol Cakra Kendra Dhananjaya. Tadi saya cuma asal jalan aja keluar bandara, nggak taunya sampai ke tempat itu. Eh malah ikut diciduk padahal saya nggak tau apa-apa."
Briptu muda itu mengangkat alisnya, menimang-nimang kebenaran alibi gue.
"Tas saya ketinggalan di toilet bandara. Semua barang-barang saya termasuk KTP ada di dalem situ. Jadi saya nggak bisa membuktikan identitas saya. Tapi kalau bapak nggak percaya, silahkan konfirmasi ke kodim Magelang." tantang gue.
Setelah menimang-nimang beberapa saat, akhirnya lelaki muda itu mengambil keputusan. "Saya lacak beneran ini lho. Awas kalau bohong." Ampun deh ini polisi, galaknya nggak abis-abis. Pantesan jomblo.
👣 (Kylen Nesya Rajendra --> TAC TIC TOE cast)