
Ombak datang silih berganti menerpa kaki berbulu hitam milik Duke. Lui yang berada di punggungnya menatap ke arah depan.
Keteguhan hati untuk membuat rencananya berhasil, membuat wajah Lui terlihat galak.
"Aku tahu tugasmu sangat penting Bee, tapi jangan terlalu memaksakan diri. Luka di bahumu belum sembuh benar"
"Aku akan baik-baik saja Pace. Mungkin akan terdengar sedikit aneh, tapi aku belum pernah merasa seyakin ini seumur hidupku"
"Apakah selain memberimu sebagian kekuatannya, Sorrel juga mewariskan sifat anehnya?" Roan menyahut.
"Itu adalah tuduhan yang sangat liar, dan aku harap tidak benar-benar terjadi"
Duke bergidik membayangkan Lui menjadi seaneh Sorrel.
Mereka sejenak melupakan duka yang menunggu di darat dan tersenyum bersama.
Roan keadaannya sudah jauh lebih baik. Baik bahu maupun perasaannya.
Dia masih menghabiskan beberapa jam di samping tubuh ayahnya, ketika mendengar Duke akan memimpin penyerangan ke Fairway Rock. Tanpa keraguan sedikitpun dia menyediakan diri. Tapi khusus untuk Roan, dia tidak akan membawa siapapun di punggungnya. Bahunya belum sembuh seratus persen.
Lui akan bersama Duke saat menyeberang.
Setelah itu, dengan sangat tidak rela, Duke menyuruh Lui menunggang punggung Farjad. Dan sebenarnya Farjad juga sangat ingin menolak tugas itu.
Keengganan itu bukan karena dia tidak menyukai Lui, tapi lebih karena dia sangat sadar, nyawanya akan berada dalam bahaya, jika sesuatu menimpa Lui nanti. Dia harus berjuang dua kali lipat lebih keras agar nyawanya selamat. Bukan hanya menghindari musuh, Farjad juga harus menghindari amarah Duke.
"Kami siap!!"
Faust datang memimpin serombongan pasukan Hunter, Dihyan dan Pyre yang memimpin para imperfect berada tidak jauh darinya.
Para vampire yang kini hanya tersisa sekitar sepuluh, sudah berbaris lengkap menggunakan kostum anti mataharinya. Mereka dipimpin oleh Oulam, yang sebenarnya belum pulih.
Tapi dia memaksakan diri untuk ikut, dan Duke meluluskan permintaannya tanpa berpikir. Dia juga akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya. Oulam perlu melakukan sesuatu untuk melepaskan Hazel.
Alva dan anggota coven-nya tidak ikut dalam penyerangan ini. Dia merasa lebih berguna membantu dr. Sidra merawat korban yang terluka. Dr. Sidra tentu saja luar biasa sibuk dengan banyaknya jumlah korban yang jatuh.
Dan Duke tidak mempermasalahkannya, api Alva cukup berguna, tapi Pyre akan lebih dari cukup untuk membantu mereka nanti.
"Bee, kapanpun kau siap" kata Duke. Setelah melihat semua anggota pasukan yang ditunggunya telah datang.
Tanpa membuang waktu, Lui membuat lingkaran sihir pengikat.
Melihat lingkaran biru itu, seluruh warrior baik yang berasal dari Blackmoon maupun pack lain mengikutinya bertransformasi, lalu menundukkan sedikit kakinya, agar memudahkan siapapun yang akan menumpang mereka nanti.
Mereka semua sudah setuju untuk membawa para imperfect dan hunter menyeberang. Walaupun ada beberapa yang keberatan. Terutama werewolf dari Shavarana.
Mereka kehilangan Alpha dan Zhena secara bersamaan.
Hal itu membuat mereka kehilangan arah. Tapi aura Alpha milik Duke akhirnya membuat mereka tunduk. Duke mungkin tidak bisa memerintah mereka dengan Alpha tone karena mereka bukan warrior Blackmon, tapi dia masih bisa membunuh mereka dengan mudah.
Dan seperti biasanya, Rigel dari Celaine juga sedikit memberontak. Tapi setelah menimbang dia kehilangan hampir dua pertiga warrior-nya, akhirnya Rigel setuju. Dia juga ingin membalas dendam.
Dia setuju warriornya membawa penumpang saat menyeberang, tapi Rigel sendiri menolak untuk membawa siapapun.
Menyebalkan, tapi Duke tidak ingin memperpanjang masalah. Lagipula jumlah Hunter dan Imperfect yang tersisa tidak lebih banyak dari werewolf yang ada.
Werewolf dari Moonrise yang hanya tersisa tiga orang tidak mempermasalahkan permintaan Duke. Untuk Badira, Duke sebenarnya ingin meminta izin pada Aygul, tapi sayangnya itu tidak mungkin.
Aygul dan Arana terluka parah. Mereka berdua belum sadarkan diri sejak kemarin.
Tapi untunglah Akhtar menyetujui rencana Duke. Walaupun dia tidak bisa mengikuti penyerangan ini karena kehilangan salah satu matanya. Wajah sebelah kirinya, rusak berat, dan lukanya belum pulih.
Ini adalah kerugian besar bagi Duke. Mereka bertiga petarung yang luar biasa. Dia melihatnya kemarin. Kemampuan Aygul dan pack Badira di atas rata-rata.
Levana yang diwakili Kamaria, juga meluluskan permintaan Duke dengan mudah. Dia kehilangan Shashi, jelas Kamaria ingin menjadi bagian dari penyerangan itu.
Begitu para werewolf berubah, dengan teladan Faust yang sudah terlebih dahulu naik ke punggung Farjad, pasukannya dan para imperfect mengikutinya dengan patuh.
Pada awalnya mereka terlihat sedikit canggung, tapi kemudian diam menahan diri. Semua ini dilakukan untuk sesuatu yang lebih besar. Sedikit ketidaknyamanan harus bisa ditoleransi.
Sementara Lui berkonsentrasi, Duke membuka mindlink Alpha dengan sangat hati-hati, agar hanya Farjad yang terhubung padanya.
Pada saat bersama Roan, dia tidak perlu melakukannya, karena Roan memang sudah terhubung dengan kepalanya, tapi nanti Lui tidak akan bisa berkomunikasi dengan Farjad, jika dia tidak membuka mindlink dengannya.
"Farjad!"
"Y..ess!'" Farjad langsung gugup mendengar suara Duke dalam kepalanya.
"Aku membuka mindlink agar Zhena bisa berkomunikasi denganmu, mengerti?"
"Saya mengerti, Alpha." Farjad merasa sangat terhormat sekaligus takut.
Dia tahu tidak semua werewolf bisa berkesempatan berada di kepala Alpha secara pribadi, tapi dia harus selalu waspada, agar tidak memikirkan sesuatu yang aneh.
"Lock!!"
Lui akhirnya selesai. Cahaya biru temaram sudah melingkupi tubuh hitam Duke.
"Hai, Farjad!" Lui menyapanya dengan riang. Dia tadi mendengar saat mereka berbicara. Tapi ia harus berkonsentrasi, karena itu ia baru menyapa setelah selesai.
"Zhena?" Farjad sebenarnya sedikit meragukan jika Alpha dan Zhena bisa terhubung melalui mindlink walaupun Zhena tetap berwujud manusia.
Tapi keraguannya langsung musnah mendengar sapaan Lui.
"Kita harus segera berangkat Bee"
Duke mencegah Lui mengobrol lebih panjang. Waktu mereka sangat sempit, karena harus mengejar matahari. Mereka harus sampai di Fairway Rock sebelum senja.
"Baik!"
Lui mengacungkan tongkatnya ke depan, dan berkonsentrasi.
Dia akan mengeluarkan seluruh kekuatan sihirnya untuk membekukan air laut sedalam mungkin, sehingga es-nya tidak mudah tersapu ombak.
Tapi tidak seperti saat di pantai kemarin, kali ini Lui merasa lebih ringan. Dan seketika Lui teringat perkataan Dihyan. Bunga biru ternyata memang berpengaruh pada kekuatannya.
Hanya dengan sekali ayunan tongkat dan konsentrasi, Lui melihat jalan es dengan cepat membentuk di hadapannya, sesuai dengan apa yang diharapkan. Jalan itu mempunyai lebar sekitar lima meter, membujur panjang membelah air laut.
Lui tidak langsung membentuknya sepanjang tiga puluh kilo, dia akan menambahkannya seiring mereka berlari nanti, untuk mengurangi resiko jalan itu hancur di tengah jalan.
"Now!!"
Duke memberi aba-aba, dan dia adalah yang pertama kali menginjak es buatan Lui. Es itu sempurna, karena dengan sengaja, Lui membuat permukaannya menjadi kasar, agar mereka tidak mudah terpeleset.
Duke lari dengan bebas, bagai anak panah, melesat kencang meninggalkan yang lain.
" You're amazing Bee!! Apakah aku sudah pernah mengatakan kau sangat cantik saat sedang melakukan sihir? Dan sekarang aku tak memiliki pujian lain, padahal kau sudah melakukan pekerjaan yang sangat sempurna"
Lui tersipu, "Pace, jangan menggodaku. Aku harus berkonsentrasi atau kita semua akan jatuh ke laut"
Tapi Lui tidak menyembunyikan rasa bahagianya mendengar pujian itu.
"Hanya ingin mengingatkan" Roan tiba-tiba menyela.
"Ada Farjad yang ikut mendengar kalian. Aku mungkin sudah terbiasa, tapi apakah kalian tidak kasihan padanya?"
"Maaf!"
Lui langsung berkonsentrasi pada tongkatnya sambil menahan malu, tapi Duke tidak peduli, dia malah tertawa merasakan Farjad berusaha sekuat tenaga memblokir pikirannya.
\~\~\~\~\~\~\~IlI\~\~\~\~\~\~
Dengan kecepatan rata-rata werewolf, jarak tiga puluh kilo bisa ditempuh dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Tapi singkatnya durasi perjalanan itu tidak membuatnya menjadi mudah, terutama untuk Lui.
Setelah start yang bagus, tugas Lui menjadi semakin sulit.
Seiring bertambahnya kedalaman laut, berarti bertambah banyak pula jumlah air yang harus dibekukan oleh Lui agar jalan itu bertahan dari gempuran ombak.
Pekerjaan ini menguras tenaga. Apalagi dia juga harus memastikan semua rombongan telah lewat, sebelum ia bisa membiarkan esnya tersapu ombak. Berkonsentrasi pada bagian depan dan belakang benar-benar menguji ketabahannya.
Tapi jelas, tanpa bantuan bunga Sorrel, Lui tidak akan bisa membawa mereka sampai Fairway Rock.
Pekerjaannya sudah hampir selesai, dia sudah bisa melihat pulau berbatu itu dengan matanya yang biasa. Dengan hembusan nafas panjang untuk yang terakhir, Lui mengerahkan daya sihirnya membekukan air sampai bibir pantai.
Duke menghentikan larinya di atas pasir dan berbalik menunggu werewolf yang lain. Dia meninggalkan mereka dalam jarak yang lumayan jauh.
"Kau hebat Bee. Beristirahatlah setelah ini. Kau pasti lelah"
Lui menggeleng dengan mata masih berkonsentrasi pada es yang dibuatnya. Dia tidak tenang jika mereka semua belum sampai. "Aku ingin membantu kalian nanti!"
"Aku tak ingin kau sakit karena terlalu memaksakan diri" bujuk Duke.
"Aku lelah, tapi masih cukup mampu untuk memanggil kabut pembeku beberapa kali lagi" bantahnya.
Crispin dan Stray Serbia mungkin tidak terpengaruh oleh sihir Lui, tapi bagian pasukan Crispin yang lain masih. Lui tidak mungkin diam saja mengetahui hal itu.
"Bee, kau sudah cukup membantu kami"
Tapi Lui mengabaikan perkataan Duke, turun dari punggungnya, berjalan mendekati Farjad yang baru saja sampai. Dia melakukan semua itu, tanpa memutus sihir pengikat pada Duke. Kemampuan Lui sudah sangat jauh berkembang.
Dan untuk kali ini, Lui sama sekali mengabaikan perintah Duke.
Setelah menyapa Farjad dengan lambaian tangan, bergantian dengan Faust, Lui naik ke punggung Farjad.
Duke mendesah merasakan rasa jengkel Lui. Sifat penuh tekadnya memang jarang terlihat, tapi Duke tahu benar, jika sudah seperti itu, akan sangat sulit membengkokkan niat Lui.
"Ck... aku tak pernah membayangkan kalian ternyata juga bisa bertengkar" Roan terdengar heran.
"Kami tidak bertengkar!"
Duke tidak akan mencoba membujuk Lui lagi, karena Farjad menjadi semakin gamang merasakan ketegangan diantara mereka berdua.
Alpha Duke mungkin tidak mengatakan apapun, tapi jelas pertengkaran itu dipicu oleh kekhawatiran akan nasib Zhena. Tugasnya semakin bertambah berat.
Duke melompat ke atas karang dang mengangkat hidungnya ke udara. Aroma ikan mati menyambutnya dari arah barat. Seperti laporan Dihyan, mereka semua sedang berada dalam gua.
Setelah melihat hasil foto Drone tidak menunjukkan adanya kehidupan di Fairway Rock, Duke meminta bantuan Dihyan untuk mengintai dengan sihir teleportasinya ke sana.
Dan ternyata perkiraan Faust benar, mereka semua berlindung dari matahari di dalam gua yang terletak di sebelah barat.
Melihat langit yang abu-abu, sulit bagi Duke untuk memperkirakan kapan mereka keluar. Tapi dia memperkirakan tidak akan lama lagi.
Duke memberi isyarat kepada pasukan untuk bergerak ke arah barat.
Medan berbatu lumayan menyulitkan bagi mereka yang berkaki dua selain vampire, tapi Hunter dan imperfect ternyata bertahan tanpa mengeluh.
Beberapa dari mereka sempat tertinggal karena keadaanya yang tidak seratus persen sehat. Tapi walaupun dengan nafas tersengal mereka berhasil menyusul para inhumane.
Hanya Pyre dan Dihyan yang tidak terpengaruh dengan itu semua, mereka dengan enteng muncul begitu saja disetiap tempat yang akan dituju. Seperti sekarang mereka mendahului Duke tiba di sekitar mulut gua.
Gua itu ternyata lebih besar dari pada yang diperkirakan oleh Duke. Setengah dari mulut gua itu tertutup air laut yang mulai pasang. Tapi Duke tidak berencana untuk masuk, jadi itu bukan masalah. Dia akan menunggu mereka keluar dan menyergapnya.
Dan mereka beruntung, karena hanya butuh sekitar lima belas menit menunggu, matahari dengan perlahan tenggelam. Oulam dan pasukannya hampir bersamaan membuka topeng yang mereka pakai, dan kembali waspada melihat ke arah pintu gua.
Duke membuka mindlink kepada seluruh anggota pack Blackmoon untuk membuat mereka mendapatkan pemandangan yang sama dengan matanya. Mereka harus bersiaga.
Tapi beberapa menit berlalu. Duke tidak menangkap gerakan apapun dari pintu gua. Instingnya segera mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah.
Dan tiba-tiba dia merasakan suatu sentakan dibarengi oleh seruan Dihyan.
"Di belakang!!!"
Sambil mengumpat, Duke menoleh ke belakang.
Di sana terbentuk lingkaran sihir transportasi seperti milik Dihyan, tapi berwarna merah. Duke lari menuju barisan belakang saat itu juga, mengingat Lui ada di barisan paling belakang.
"Farjad, menjauh dari lingkaran itu!!!" Duke berseru dengan panik.
Tapi Lui mempunyai rencana sendiri.
Begitu melihat lingkaran itu, Lui mengangkat tongkatnya, dan betapa terkejutnya Lui saat air laut bergerak mengikuti ayunan tongkatnya.
Tadinya dia hanya bermaksud memanggil kabut untuk membekukan, tapi aksinya berhasil melebihi apa yang diperkirakan.
Musuh yang baru saja muncul dari dalam lingkaran, membeku bersama dengan air laut yang dipanggil Lui.
Namun air itu berhasil membekukan beberapa dari mereka.
Inhumane yang muncul dari lingkaran setelah insiden air itu, tanpa memperdulikan teman mereka yang membeku, maju menyerang.
Beruntung, Farjad menuruti perintah Duke, hingga Lui dan dirinya keluar dari titik pusat peperangan dengan selamat.
Dihyan dan Duke yang pertama kali menghadang mereka. Tanpa ampun mereka berdua menerjang, Duke dengan kuku dan taring, Dihyan dengan pedang putihnya.
"Penyihir macam apa yang bisa melakukan sihir teleportasi pada makhluk sebanyak itu?"
Dihyan mengomel dengan kesal. Duke hanya mendengus mendengarnya, karena dia juga tidak mengerti.
Mereka jengkel karena ternyata masih ada penyihir yang tersisa di pihak musuh. Mereka memperkirakan semua penyihir sudah mati terkena serangan Sorrel.
Dihyan lebih jengkel lagi, karena melihat penyihir pihak musuh bisa dengan mudah memindahkan pasukan dari dalam gua menuju pantai.
Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi penyihir manusia dan imperfect seharusnya tidak mempunyai kemampuan seperti Elf yang bisa membawa serta orang lain saat berteleportasi. Mereka biasanya hanya bisa membawa dirinya sendiri, seperti Alva dan covent-nya.
Mereka hanya membuat 3 lingkaran sihir, tapi butuh dua orang penyihir untuk membentuk satu lingkaran itu.
Sihir teleportasi yang mereka lihat barusan, seolah mengejek kemampuan Dihyan dan juga seluruh jajaran white witch.
Tapi Dihyan sedikit terhibur, saat melihat perkembangan pertempuran.
Pasukan Aliansi yang sempat terpukul oleh kejutan serangan dari belakang, pulih dengan cepat. Para Imperfect Appoline sekali lagi menunjukkan kehebatannya, gerakan beladiri mereka sangat terlatih dan lentur, menerjang dan menusuk musuh tanpa ragu,
Faust bersama dengan salah satu Hunter, dengan berani menghadang Stray Serbia, setelah tembakannya berhasil menghancurkan sebagian telinga werewolf itu, pedang mereka berayun sambil sesekali menghindari kuku tajam serangan musuh.
Pyre yang terlihat malas bergerak, dengan santai membakar siapa saja yang mendekat ke arahnya. Tangannya yang menyala biru terbukti sangat berbahaya. Pasukan musuh dengan cepat belajar untuk tidak mendekatinya.
Pasukan Crispin yang tersisa sebagian besar adalah vampire, sedangkan werewolf yang tersisa hanya yang berasal dari Stray Serbia yang berjumlah sekitar dua puluh.
Duke tidak akan heran jika Stray werewolf yang lain memilih kabur kemarin. Kematian Egon pasti membuat mereka takut.
Mereka tidak akan percaya begitu saja pada Crispin tanpa adanya Egon.
Setelah sekitar sepuluh menit tanpa henti menerkam dan mengoyak tubuh lawannya. Duke mulai merasa jika kemenangan ada dipihak mereka. Werewolf dan vampire yang menyerangnya semakin sedikit.
Hal itu masih ditambah oleh Lui dan kekuatan barunya. Dengan percaya diri, Lui terus menarik banyak air laut dan membekukannya. Dan sasarannya tidak pernah meleset. Lui hanya membekukan pasukan musuh.
Kemampuan barunya memanggil dan membekukan air, memberikan efek yang berbeda.
Jika menggunakan kabut Lui membekukan seluruh badan dengan efek mengikat yang singkat. Dengan bekuan air, Lui hanya bisa membekukan bagian badan yang terkena air, tapi efeknya jauh lebih lama karena mereka harus memecahkan es yang sangat keras untuk melepaskan diri.
Dan Lui lebih menyukainya, karena air lebih mudah dikendalikan dari pada kabut yang tidak berbentuk.
"Kalian mempunyai penyihir yang sangat unik sekali!!"
Suara dingin yang sudah lama tidak didengar oleh Duke, membahana.
Diikuti oleh kelebatan hitam yang melesat ke arah Farjad dan Lui.
"Farjad menghindar!!"
Duke meneriakkannya dengan sekuat tenaga, melihat Farjad dan Lui yang sedang berdiri di dekat batu besar
Farjad melompat pada saat yang sangat tepat.
KRAKKKK!!!
Sepersekian detik kemudian, vampire berambut pirang menerjang batu besar itu, dan membuatnya terbelah.
Crispin berencana menyambar Lui, tapi dia hanya mampu menangkap angin.
Duke melesat, kemudian berdiri diam di depan Farjad dan Lui, yang kini berwajah sangat pucat.
Lui tidak pernah membayangkan. dirinya akan menjadi sosok yang akan diincar oleh Crispin secara khusus. Peningkatan kekuatan sihirnya, membuat keberadaannya sangat menonjol.
Ini pertama kalinya Lui melihat Cripin dari jarak dekat. Dia bahkan lebih pucat dari Oulam, dan jelas tidak akan bisa menyamar menjadi manusia dengan wajah itu.
Lui bisa melihat pembuluh darah yang menjalar di wajahnya berwarna kehitaman. Matanya yang merah murni, seolah menegaskan dia adalah makhluk yang haus darah.
"Dia terlihat jauh lebih buruk daripada yang aku ingat"
Duke setuju dengan pendapat Lui, Crispin terlihat mengerikan. Meminum darah Elf ternyata tidak membuatnya menjadi lebih tampan.
"Dan aku menyangka istri pilihanmu adalah manusia. Informasi Egon tidak bisa dipercaya"
Crispin menepis remahan batu dari celananya, kemudian berdiri menghadap Duke.
"Kutu busuk menjijikkan!! Jangan berani-berani mendekatinya!" Duke mengumpat keras.
"Pace, dia tidak akan bisa mendengar umpatanmu. Tarik nafas, dan tenanglah. Kau sendiri yang mengatakan bertarung dengan kepala panas tak akan berhasil"
Lui memperingatkan dari dalam kepalanya.
Lui sebenarnya sangat takut, tapi dia tidak menunjukkannya. Dia sudah melewati perang mengerikan kemarin, vampire pirang kejam dan menyeramkan tidak akan membuatnya goyah.
Duke menurut, dia menenangkan diri. Musuh yang dihadapinya lebih berbahaya dari Egon. Dia tidak boleh kehilangan pengendalian diri.
Dihyan muncul dengan sihirnya di sebelah Duke, sambil menggenggam erat pedangnya. Dia juga sadar Crispin bukan lawan yang remeh.
"Aku tidak tahu harus merasa terhormat atau sedih karena bisa melihat sosok Elf di tempat yang tidak terduga seperti ini. Apakah kau yang mengembalikan mantra pembangkit kemarin?"
"Bukan!" jawab Dihyan, sopan.
"Aku juga menduga begitu. kau tidak mungkin ada disini jika melakukannya. Siapapun yang melakukannya, pasti suda mati" Crispin mengatakannya dengan nada mencemooh.
Dia tahu benar, apa harga yang harus dibayar seorang Elf agar bisa menghentikan sihir itu.
Wajah Dihyan tetap terlihat tenang, tapi buku-buku tangannya memucat karena dia mengeratkan genggaman pedangnya.
Dan semua tidak menyangka, jika Lui yang akan menanggapi perkataan Crispin, dengan berapi-api.
Wajahnya yang takut tidak terlihat lagi. Lui murka, karena Crispin mengejek pengorbanan Sorrel.
Duke dan Dihyan menolehkan kepala dengan heran.
Terutama Duke, Lui sebelum ini tidak menyukai konflik, ini kesekian kalinya dia melihat Lui melawan, terutama setelah kejadian Kamaria.
Mungkin menjadi imperfect merubah sedikit sifatnya. Dan Duke malah lebih terpesona melihatnya.
"Oh.. Yeah Go Girl!!!" Roan berseru puas menyemangati Lui. "Jangan lupa menyelipkan sedikit kata umpatan nanti"
Lui berusaha keras untuk tidak tersenyum mendengar perkataan Rona, karena Crispin mulai memandangnya dengan tertarik.
"Kau lebih berani daripada yang terlihat, Ice Princess. Akan aku pastikan kau ikut bersamaku nanti"
Dengan percaya diri Crispin tersenyum menggoda Lui.
"Dalam mimpimu vampire bejat" Lui bergidik.
Dan Duke tidak bisa menahan diri lagi, dengan semua kuku keluar Duke menerjang Crispin. Tentu saja Cripin menghindar. Gerakannya lebih mulus dari semua vampire yang pernah Duke lawan sampai hari ini.
Dengan mudah dia juga mengelak dari serangan yang berikutnya. Tapi Crispin tersentak, saat tiba-tiba kelebatan pedang putih menghadangnya. Dihyan menyerangnya tanpa peduli keberatan dari Duke.
"Ini bukan saatnya bersikap ksatria. Makhluk itu telah menumpahkan darah Elf dengan tujuan menjijikkan. Aku tidak akan membiarkannya lolos kali ini" ujar Dihyan, sambil menegakkan diri, bersiap untuk menyerang lagi.
"Ini untuk kakakku\, vampire k*p*r*t!!" kali ini Faust mendahului Dihyan.
Setelah tembakannya meleset, dia mengayunkan kedua pedangnya mengincar leher Crispin.
Tapi belajar dari serangan kejutan Dihyan, Crispin menjadi lebih siap. Dia menangkis, kemudian meraih tangan Faust, dan melemparnya jauh ke arah laut.
Saat melihat tubuh faust melayang tidak berdaya, Duke menyadari satu hal.
Pasukan Crsipin sudah habis!!! Hanya dia yang tersisa.
Anggota pasukan Aliansi yang masih merasa bisa bertarung, mulai bergerak mengepung Crispin.
Setelah Faust gagal, giliran Oulam menerjang dengan kuku tajamnya. Tapi dia bukan lawan yang seimbang baginya. Crispin dengan mudah melontarkannya seperti Faust.
Tetapi semua yang ada disana, sudah merasakan bagaimana horor yang ditebar oleh Crispin. Kini dengan senang hati, mereka bekerjasama menyerangnya.
Duke yang tidak bisa lagi mencegah, akhirnya ikut bergabung.
Beberapa serangannya berhasil melukai Crispin, Duke bisa merasakan kukunya menggores tubuhnya.
Melihat kesempatan saat Crispin sibuk menghindari cakar Oulam, Duke berhasil menggigit bahunya dan melemparnya ke arah Dihyan yang siap menyambutnya dengan pedang.
Crispin menghindar dengan jarak setipis rambut. Pedang Dihyan berhasil menggoreskan luka panjang yang menjalar dari pipi sampai ke dada.
Merasakan dirinya terpojok, Crispin melompat ke tebing yang lebih tinggi. Tangannya berayun di udara dan memunculkan sihir ruang, seperti yang dipakai Dihyan untuk memanggil tongkatnya.
"Dia bisa mempelajari sihir? Bagaimana mungkin?" Dihyan berseru tidak percaya.
Sihir memerlukan hubungan dengan alam dan kehidupan yang ada di dalamnya.
Vampire adalah makhluk dari kematian yang tidak seharusnya ada. Dihyan tidak bisa memikirkan cara bagaimana bisa Crispin memperoleh kemampuan itu.
Dihadapannya, dengan mudah Crispin membuka sihir ruang. Dihyan akhirnya sadar, jika Crispin-lah yang membuat sihir teleportasi tadi. Kemampuan sihirnya mendekati kemampuan Elf.
Benda yang ditarik keluar oleh Crispin ternyata bukan tongkat, tangan kanannya kini memegang sebuah benda yang terlihat seperti ------ toples kaca?
Dengan remasan tangannya, toples itu pecah dan memperlihatkan sebuah benda yang terlihat menjijikkan di mata Duke. Benda itu berwarna hitam kemerahan, seperti organ yang sudah dikeringkan.
"Benda apa itu?"
Tapi kepalanya tetap sunyi, tak ada yang tahu apa yang akan dilakukan Crispin dengan benda aneh itu.
Benda itu menguarkan aroma Elf, tapi kemudian, Duke mencium aroma werewolf yang kuat.
Aroma yang paling akhir tercium oleh hidungnya, membuat pandangan matanya memerah karena amarah. Duke mencium aroma manis mapel dengan sedikit vanila yang sangat akrab.
Benda yang ada di tangan Crispin mengandung jantung Alpha Owen yang dulu dicabut paksa dari tubuhnya.
"Jantung ayahmu?" pekik Lui. Dia tidak bisa menahan mulutnya, sangat terkejut mendengar kesimpulan Duke, dan merasakan amarahnya berkobar.
Duke tidak menjawabnya, karena kepalanya mulai dikuasai dendam.
"Dia akan melakukan sihir penyatuan!" kata Dihyan, dengan jijik.
Mendengar seruan Lui, Dihyan segera tahu apa yang dilakukan Crispin.
Detik berikutnya, Crispin membuka baju, dan membentuk lingkaran sihir baru. Dia kemudian menempelkan jantung itu pada dada tempat jantungnya sendiri berada.
Semua yang ada disana memandang dengan ngeri, bagaimana jantung itu menumbuhkan pembuluh darah, dan mulai menempel pada tubuh Crispin seperti gurita berkaki delapan.
Dengan senyum lebar yang terlihat sinting, Crispin mengangkat tangannya, dan serta merta tubuhnya berubah.
Rambut pirang bergelombang miliknya mencuat ke segala arah, dan berubah warna menjadi hitam. Wajahnya yang pucat mulai memanjang menjadi moncong serigala berbulu hitam.
Tangan dan kakinya juga mulai berubah bentuk, menumbuhkan cakar seperti werewolf, tapi seolah transformasinya berhenti di tengah jalan, Crispin masih berdiri dengan dua kaki setelah perubahannya selesai.
Bulu hitamnya juga tidak merata menutup tubuh, pada bagian dada, kulit pucat Crispin masih terlihat mulus.
Dia terlihat seperti werewolf setengah jadi berambut panjang.
"Sihir yang sangat keji!!" Dihyan meludah dengan muak.
"Apa yang terjadi padanya?" Faust bertanya dengan mata membelalak.
"Dia mengambil jantung dari masing-masing makhluk inhumane, termasuk Elf, menyatukannya, kemudian meleburnya dengan jantungnya sendiri. Dengan begitu dia bisa mendapatkan semua keunggulan dari inhumane" jelas Dihyan.
"Duke, tenanglah!"
Lui berusaha menenangkan Duke, karena api dendam menyebar dengan cepat melalap perasaannya, saat mendengar penjelasan Dihyan.
Abel salah memperkirakan kekejaman Crispin, dia hanya menyangka hilangnya jantung Owen karena dimakan, padahal selama ini disimpan untuk tujuan yang lebih menjijikan lagi.
Duke ingin sekali menyerangnya saat itu juga, tapi suara Lui yang terus membujuknya untuk tenang, memaksa Duke berpikir lebih jernih. Makhluk itu tidak akan bisa dikalahkan dengan hanya dengan otot.
Tapi ternyata Crispin tidak memberikan mereka waktu untuk berpikir.
Seolah terbang, Crispin melompat tinggi kemudian turun dengan cepat, mengincar Duke dengan kakinya. Duke melompat pada saat yang tepat. Kaki Crispin menghantam tebing, meninggalkan lubang besar di sana.
Tanpa memberi kesempatan mengambil nafas. Crispin kembali meluncur maju, dan memulai pembantaiannya.
Dia menyerang siapa saja yang paling dekat dengan dirinya. Dengan cepat, pasukan aliansi yang tersisa dibuat kocar-kacir. Dengan sembarangan, Crispin melempar tubuh-tubuh tidak bernyawa ke segala arah.
Roan menerima tendangan yang menghantamkan punggungnya ke batu. Dan setelah itu, dia tidak bergerak lagi. Duke bahkan tidak memiliki waktu untuk khawatir dan memeriksa keadaan Roan, karena Crispin kembali berusaha menyambarnya.
Crispin terus melancarkan serangan tanpa henti.
Dihyan dan Duke menyerangnya bersamaan. Tapi dengan enteng, Crispin mengungguli kecepatan Duke dan menyerang balik dengan tangan, mencoba untuk mencekiknya. Tapi Duke menghindar dengan menendangkan kaki.
Lehernya selamat, tapi dua goresan memanjang tertoreh di pipi Duke, hanya beberapa senti ke atas, dan Duke pasti sudah kehilangan salah satu matanya.
Dihyan tidak seberuntung Duke, dia mencoba menangkis tendangan Crispin, tapi saat menunduk, Crispin berhasil menyambar tangan kirinya, dan memutarnya dengan mudah.
KRAAAKKKKK!!!
Derakan tulang patah dan jeritan Dihyan menggema.
Duke menerjang Crispin, dan berhasil menjauhkannya dari Dihyan. Mencegah Crispin berbuat hal yang lebih buruk.
"Thanks" Dihyan meringis kesakitan, tangan kirinya kini tergolek tidak berguna. Duke mendesah, karena dia kehilangan satu sekutu lagi, yang dapat diandalkan dalam bertarung.
Faust yang tidak mengenal kata takut, kembali berusaha menyerang. Kali ini dengan dibantu Oulam, menerjang Crispin dari arah belakang dan samping. Dan Crispin mengusir mereka dengan sapuan cakar seperti lalat.
Sekitar sepuluh imperfect yang tersisa bersama Kamaria, dengan dibantu Pyre, mencoba peruntungan berikutnya.
"Pace, aku menemukan cara untuk membantu. Tetap di tempatmu"
Lui tiba-tiba memanggilnya. Masih di atas punggung Farjad, Duke melihat mereka mendekat.
"Kau tak seharusnya ada disini" Protes Duke. Tidak suka Lui berada terlalu dekat dengan pertarungan Crispin
"Lupakan kekhawatiranmu dan diamlah"
Duke kehilangan kata-kata. Lui sebagai imperfect bahkan berani menyuruhnya untuk diam.
"Aku akan sedikit mengubah lingkaran sihir pengikat ini. Dengan begitu, aku bisa menyalurkan lebih banyak kekuatan Elf untukmu" Lui menjelaskan sambil menunjuk lingkaran sihir di bawah kaki Duke.
"Aku akan menghilangkan simbol 'Gain' (memperoleh) dan akan menggantinya dengan 'Bestow' (memberikan). Dengan begitu, aku memberikan porsi lebih banyak kekuatan Elf ke tubuhmu. Kecepatan dan kekuatanmu akan meningkat lagi"
Duke yang tidak terlalu mengerti sihir, mengangguk dalam diam sesuai dengan perintah Lui.
Dengan ayunan tongkat, Lui mengubah salah satu simbol pada lingkarannya, dan sinar biru pada tubuh Duke mendadak menjadi semakin terang.
"Lui, itu ide brilian. Tunggu sebentar" Dihyan berseru dengan mata berbinar.
Dia memeriksa lingkaran sihir Lui, dan dalam waktu lima detik, Dihyan membuat lingkaran yang hampir mirip, tapi dia mengubah simbol Blood menjadi Power.
Lui hampir merasa tersinggung, melihat betapa Dihyan tidak sampai menghabiskan waktu satu menit untuk mempelajari lingkaran sihirnya, bahkan membuat penyesuaian dengan mudah.
"Lock!"
Dihyan sudah mengubah pedangnya kembali menjadi tongkat. Dan mengikuti ayunan tongkat, lingkaran itu bergabung dengan lingkaran sihir Lui sehingga ukurannya menjadi lebih besar.
"Hgggg...." Duke yang sama sekali buta dengan apa yang terjadi, merasakan sesuatu yang tidak nampak menimpanya.
Tapi hanya sekejap, dengan cepat tubuhnya menghangat dan sangat ringan. Dihyan berhasil membagi kekuatan Elf-nya dengan Duke.
"Maaf, tapi akan ada lebih banyak lagi yang datang Bersiaplah"
Dihyan, dengan satu tangannya, membuat empat lingkaran yang serupa. Dia mengirim dua ke arah imperfect yang telah terluka dan duduk tidak jauh dari mereka.
Lui mengenal wajah kedua imperfect itu. Mereka adalah penerima bunga biru Sorrel.
Dan Duke kembali merasakan tekanan saat Dihyan mengirimkan dua lingkaran yang lain ke bawah kakinya. Lingkaran Lui kembali semakin membesar.
"Feeling great?" Dihyan tersenyum puas melihat rencananya berhasil.
Duke tidak perlu menjawabnya, karena dalam sekali lompatan dia mencapai jarak sekitar tiga puluh meter.
"Kenapa kau tidak mengarahkannya pada Pyre?"
Menurut Lui, Pyre memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Karena hal itu akan membuat Duke tewas. Element Pyre adalah api. Sedangkan kita berdua, sebagian besar menggunakan elemen air. Memadukan keduanya dalam satu tubuh akan mendatangkan kekuatan yang luar biasa, tapi sekaligus menghancurkan organ dalam Duke dengan perlahan"
Lui langsung menutup mulut rapat-rapat. Ide briliannya ternyata hanya berumur pendek. Pengetahuannya tidak lebih dari seujung kuku Dihyan.
Penjelasan mengerikan itu akan diingatnya seumur hidup.
"Nah....Duke, kau harus berhasil mengalahkannya dalam waktu singkat. Sihir mereka berdua sangat terbatas" Dihyan menunjuk dua imperfect tadi.
Lui dan dirinya mungkin akan bertahan lebih lama, tapi mereka berdua tidak.
"Aku mengerti! Farjad, jaga mereka berempat untukku"
Meninggalkan Farjad dengan beban tugas tidak terhingga, Duke berlari dengan kaki ringan menghampiri Crispin.
Besarnya kekuatan Elf yang mengalir dalam tubuh Duke, tidak lagi membuatnya hanya berpendar biru.
Kabut biru Lui, kini mengandung butiran kecil seperti pasir berwarna keemasan yang berkilau dengan cantik. Duke terlihat sangat mencolok di kegelapan malam.
"Apa itu??"
Crispin melihat gerakan Duke, yang terlihat seperti komet menghampirinya.
"Sesuatu yang akan membawa kematian untukmu!!!" Seru Duke, tanpa peduli jika Crispin tidak mendengarnya.
Salah satu imperfect yang mencoba menyerang, mundur teratur, saat Duke mulai membuka mulut dan menyambar tangan Crispin.
Tidak seperti sebelumnya, Crispin dengan terkejut menarik tangannya menghindar. Dia tidak menyangka jika kecepatan Duke akan meningkat tajam.
Pertarungan dengan kekuatan yang lebih seimbang dimulai.
Duke dengan bahagia melihat bagaimana Crispin mati-matian menghindari cakarnya. Kecepatan mereka sama, bahkan mungkin Duke lebih cepat.
Cakarnya jarang gagal menggores tubuh Crispin. Di dada Crispin yang tidak berbulu, Duke berhasil menjejakkan tiga goresan yang dalam.
Dalam kepalanya, Duke tidak putus-putus memuji Lui atas ide briliannya ini.
"Pace, kau harus berkonsentrasi, ingat! Secepat mungkin. Kata Dihyan kau harus segera mengincar jantungnya"
Lui terdengar serius, mengingatkannya tentang perkataan Dihyan. Mengabaikan semua pujian Duke.
Duke geli, karena sekali lagi mendengar nada memerintah Lui. Dan senang hati menurutinya.
Crispin mulai marah karena sering tidak berhasil menghindari serangan Duke. Tapi justru terkaman dan gigitan yang dilancarkannya, dihindari dengan mudah oleh Duke.
Kemarahan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Duke. Emosi membuat serangan Crispin menjadi ceroboh. Dan kesempatan yang ditunggu Duke akhirnya datang.
Setelah berhasil menghindar dari kaki Crispin, Duke mengangkat kaki depannya, dan menyabet jantung mengerikan itu dengan kuku. Jantung itu menyemburkan darah berwarna hitam. Seiring dengan teriakan menyakitkan dari Crispin.
"INI TIDAK MUNGKIN!!!"
Darah hitam juga menyembur dari mulutnya. Dan itu adalah tanda akhir pertarungan Duke. Setelah tubuh itu jatuh, dengan moncongnya, Duke mencabut paksa jantung mengerikan itu. Meninggalkan luka lubang menghitam di dada Crispin.
"Bagaimana---kau melakukannya? Bagaimana ----kau bisa--- mendapat kekuatan seperti itu?"
Tergagap karena tenggorokannya penuh darah, Crispin memandang Duke.
Dengan prihatin, Duke melihat bahwa mata Crispin dipenuhi oleh rasa iri.
Iri melihat sosok Duke yang berkilau dilimpahi oleh kekuatan Elf.
"Tidak semua kekuatan harus didapat dengan cara yang keji. Terkadang kau hanya harus berjuang sekuat tenaga, dan kekuatan itu akan datang padamu dari sumber yang tidak akan pernah kau duga"
Dihyan menyahut dari belakang Duke. Dia muncul bersama Lui dan Farjad. Sambil menyeret tangannya yang patah.
Dihyan mendekati tubuh Crispin yang telah porak poranda. Transformasi setengah jadinya, sudah terlepas saat Duke mencabut jantung tempelan itu.
Semburan darah hitam semakin banyak keluar dari mulut Crispin, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi Dihyan tidak memberinya kesempatan.
Dengan ayunan cepat, Dihyan mengubah tongkatnya menjadi pedang, dan menghunjamkannya tepat di lubang hitam bekas jantung. Mata Crispin padam dengan seketika.
Duke memandangnya dengan datar.Dia tidak merasa puas, ataupun senang.Hanya ada kelegaan yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
Dendamnya pada Crispin entah sejak kapan tidak lagi menjadi prioritas utamanya. Sedari tadi dia bertarung dengan tujuan untuk melindungi.
Melindungi Lui, melindungi pack, bahkan melindungi manusia. Dan kini ia lega ancaman itu telah hilang. Itu saja.
"Aku sangat bangga padamu Duke. Kau berhasil mengatasi kemarahanmu dan memilih sesuatu yang paling penting. Kekuatan untuk mencintai yang telah membawamu sejauh ini "
Lui yang melihat Duke masih tegak berdiri, menubruk kaki depannya dengan gembira.
"Kita berhasil----Kita berhasil" bisik Lui berkali-kali, dari mulut. Sementara benaknya, memuji-muji Duke yang tidak lagi menggunakan dendam sebagai senjatanya.
"Ya.......... Kau benar-benar penyihir luar biasa Bee. Aku tak akan bisa melakukan semua ini tanpa dirimu"
Duke memejamkan mata, menikmati pelukan hangat Lui dengan sepenuh hati.
"Dan kau juga luar biasa. Aku tidak salah memilih. Kau adalah werewolf paling gagah dan hebat yang pernah aku temui"
Tanpa malu ataupun merona, Lui mengucapkan hal itu di dalam kepalanya dengan sangat jelas.
Serbuan rasa bahagia di dalam pikiran Duke, melebihi ledakan kembang api. Hangat dan nyaman.
Tapi kemudian dia melihat Farjad yang berdiri dengan kaki bergerak-gerak gelisah.
"Oh.. maafkan aku Farjad. Aku tidak bermaksud membuatmu muak"
"Pace!! Kenapa kau belum memutusnya?" Protes Lui, sambil mengubur wajahnya pada bulu Duke dengan malu.
Dia mengatakan semua itu dengan mudah, karena berpikir tidak akan ada yang akan mendengarnya selain Duke, karena Roan masih pingsan.
"Maaf..maaf" Duke segera memutus mindlink-nya dengan Farjad.
Tanpa berusaha menyembunyikannya, Farjad menghembuskan nafas lega. Karena tugasnya yang mengerikan telah selesai.
"Pyre!!"
Suara panggilan dari Dihyan, membuat perhatian mereka kembali pada tubuh Crispin. Lui bergidik saat melihat luka menganga di dadanya.
Pyre muncul di depan Dihyan entah dari mana.
"Bakar dia, dan juga ini!" Dihyan melemparkan jantung buatan itu ke dekat tubuh Crispin, yang tidak bergerak.
Tanpa berkedip, Pyre melaksanakan perintah Dihyan. Api biru melalap tubuh itu selama beberapa menit.
Anggota pasukan Aliansi yang masih selamat dan sadar, menyeret tubuhnya yang telah terluka, mendekati api itu.
Mereka berdiri diam seperti Duke, memandang kobaran api itu bergoyang tertiup angin pantai.
"Selamat jalan ayah"
Duke mencium aroma mapel manis dan vanila, dari asap yang kini membumbung ke arah langit malam.
"Selamat jalan Alpha Owen" Lui sejenak tercekat saat mengucapkannya.
Emosi Duke yang membanjiri benaknya penuh dengan kenangan akan ayahnya. Kenangan indah dan kenangan bagaimana mereka bertengkar. Kenangan yang selalu akan membawa rasa sesal dan bahagia dalam hati Duke.
"Dia ayah yang luar biasa, dan itulah yang akan terus kita ingat" Lui menghiburnya.
"Ya----aku akan memastikannya"
Duke duduk melipat kakinya, dan diikuti oleh Lui yang menyandarkan badannya pada kaki depan Duke.