Finding You, Again

Finding You, Again
Again 12 - Bond



"Aku tahu kau akan menyukainya"


Sorrel tersenyum lebar, melihat Lui tidak bisa berkata-kata. Saat melihat tongkat yang berada beberapa meter dari tempatnya berdiri.


"Itu milikku?" Lui bertanya sekali lagi.


Sorrel mengangguk meyakinan.


Tongkat itu terbuat dari es tembus pandang, dengan pendar warna biru di dalamnya. Sedikit lebih tinggi daripada Lui. Di ujungnya terpahat es dengan bentuk lingkaran tipis dengan lubang ditengah, di bawahnya ukiran daun berwarna hitam legam menyangga kokoh lingkaran itu .


Lui masih ternganga takjub, walaupun sudah memandangi tongkat yang melayang di atas danau, selama lebih dari beberapa menit.


Mereka saat ini berada di Green Palm Lake. Beberapa hari yang lalu Sorrel memindahkan tempat latihan ke sini, karena berlatih di depan kolam buatan, tidak membuat Lui mendapat kemajuan yang berarti.


Sorrel membawa Lui ke sumber air yang lebih besar.


"Kau yang membuatnya? " tanya Duke sambil berjalan mendekat dengan keempat kakinya.


Biasanya dia hanya mengantar dan menjemput Lui, tapi kali ini Sorrel memintanya tinggal.


Sorrel sendiri memakai sihirnya yang biasa untuk mencapai Green Palm. Jarak ke danau masih bisa ditempuhnya dengan mudah tanpa tongkat, karena dia hanya membawa dirinya sendiri.


"Tidak, Dihyan yang membuatnya kemudian mengirimkannya ke sini. Aku tidak akan mampu saat ini" jawabnya, dengan wajah bangga memamerkan kemampuan Dihyan.


"Tongkat biasanya harus dibuat oleh masing-masing elf dengan memupuk kekuatannya. Tapi untuk Lui, aku membuat beberapa penyesuaian dengan meminjam kekuatan Dihyan dan tentu saja kekuatanmu" kata Sorrel menunjuk bagian berwarna hitam di tongkat itu.


Duke mendengus teringat bagaimana Sorrel meminta darahnya kemarin.


Dia harus bersusah payah mengalihkan pikiran, karena dengan otomatis otaknya mempertanyakan keadaan Sorrel, jika harus melakukan sihir yang melibatkan darahnya lagi.


Sorrel nyaris melompat bahagia saat menyimak bagaimana ternyata Duke mengkhawatirkannya.


Menurutnya, Duke harus lebih sering mengungkapkan perasaan seperti itu, sehingga tidak terlihat terlalu menyeramkan.


Duke tentu saja segera meninggalkan Sorrel sebelum dia menyelesaikan pidato yang menjengkelkan itu. Dan kini, dia pasti bahagia, karena dalam hati Duke merasa lega, darahnya tidak memperburuk keadaan Sorrel.


Dia tersenyum memandang serigala hitam Duke. Namun Sorrel tidak ingin membahas perasaan Duke, dia mengalihkan perhatian pada Lui, karena harus segera memulai pelajaran.


"Tapi kau tidak bisa begitu saja memilikinya Lui, kau harus sedikit bekerja lebih keras lagi"


Sorrel menyentuh permukaan es, yang seperti biasa langsung mencair menampakkan permukaan berwarna hijau pekat. Lui langsung mengeluh dalam hati, tentu saja ini tidak akan mudah.


Tongkat itu tidak terusik dengan hilangnya ea. Benda itu tetap melayang di atas air dengan ajaib. Lui tidak ingin memikirkan berapa banyak waktu yang dibutuhkannya untuk bisa melakukan sihir semacam itu.


"Aku tak bermaksud membuat ini menjadi sulit, tapi pemegang tongkat harus mencapai taraf tertentu, agar tongkat bisa berfungsi dengan baik dan kau belum mencapainya. Tongkat akan sangat membantu dalam memfokuskan kekuatanmu, tidak akan berguna jika kau masih kesulitan mengeluarkannya bukan? Jangan khawatir kau pasti bisa" kata Sorrel, dengan bersemangat.


Duke mulai menyangsikan metode pembelajaran Sorrel yang sangat positif.


"You tell me" sahut Lui, merasakan keraguan Duke di dalam kepalanya.


Lui juga mulai merasa sangat bodoh, karena pencapaiannya sangat lambat, walaupun Sorrel sudah sangat simpatik dalam mengajar.


"Kalian sadar bukan kalau aku bisa mendengar semua yang kalian pikirkan?" desah Sorrel.


"Tentu saja!" Duke menyahut dengan cepat.


"Aku lupa" keluh Lui dalam hati, mencatat bagaimana dia harus bekerja lebih keras jika ingin menyesuaikan diri dengan lebih baik lagi dengan dunia inhumane . Secepatnya!


"Jangan khawatir, Bee, kau menyesuaikan diri dengan baik. Kadar keanehan Sorrel memang berada dalam level yang lebih tinggi dari inhumane lain" hibur Duke.


"Kemarilah!" Sorrel melambaikan tangannya, "Kau juga Duke, dan tolong kembalilah menjadi manusia" tambahnya.


Lui yang sudah berdiri di depan Sorrel memejamkan mata, ketika melihat wujud Duke yang perlahan berubah.


"Ada apalagi sekarang?" tanya Duke pada Sorrel,


"Tidak perlu menutup mata, kau sudah melihat semuanya" tambah Duke dengan lebih pelan, di dekat telinga Lui sambil memakai celana panjang yang dibawanya.


Lui memberinya cubitan kecil di pinggang Duke dengan panik. Dia tidak ingin Sorrel membaca pikirannya ketika membayangkan tubuh Duke.


"Jangan khawatir Lui, kau akan terkejut bagaimana seringnya aku mendengar pemikiran seperti itu dari orang lain" kata Sorrel tersenyum lebar, karena tentu saja Lui gagal mengatur benaknya.


"Pervert!!!" seru Duke melihat ke arah Sorrel, sambil mengernyit. Dia tidak suka bagaimana Sorrel dengan santai membaca pikiran tentang sesuatu yang seharusnya tidak perlu didengarnya.


Sementara Lui ingin sekali menyiram kepalanya dengan air danau agar pikirannya kembali jernih.


Sorrel hanya tersenyum menanggapi pikiran Lui dan Duke yang beragam. Setelah Lui bisa menenangkan diri, Sorrel meneruskan pelajarannya.


"Aku menyadari sesuatu. Kekuatan Lui muncul dengan darahmu, Duke. Karena itu, aku rasa Lui akan bisa mengatur kekuatan itu dengan lebih baik dengan bantuanmu. Bagaimanapun juga, sebagian besar porsi inhumane yang ada di tubuh Lui berasal darimu" jelas Sorrel


"And?" Duke menyahut tidak sabar. penjelasan Sorrel sulit dimengerti, dia ingin praktek yang lebih jelas.


"Aku akan mengajari Lui membuat lingkaran sihir, sehingga dia bisa terhubung dengan kekuatan yang menjadi sumbernya, yaitu tubuhmu. Jangan khawatir ini hanya lingkaran sihir yang sederhana" Sorrel meredam kekhawatiran Lui.


Lui tidak yakin bisa menghasilkan lingkaran sihir, dia belum pernah melihatnya langsung selain dari ingatan Duke.


Sorrel melambaikan tangannya dan lingkaran berwarna biru muncul di salju.


Jelas deskripsi sederhana menurut Lui sangat berbeda dari Sorrel. Lingkaran itu dipenuhi berbagai simbol rumit yang baru kali ini dilihat olehnya.


Sorrel tersenyum mendengar pemikiran Lui.


"Manusia yang pertama kali mempelajari sihir juga memiliki pikiran yang sama denganmu dan aku ingat bagaimana mereka harus bekerja keras menguasai satu lingkaran sihir. Tapi itu karena mereka manusia biasa. Sedangkan kau tidak. Kau mungkin tetap perlu menghafal semua arti simbol-simbol itu, tapi kau akan takjub bagaimana mereka akan muncul hanya dengan sedikit konsentrasi darimu. Simbol itu akan membentuk dengan sendirinya ketika kau memanggilnya"


Baiklah, Lui membatin tekad bulatnya dalam hati. Berhasil atau tidak sama sekali. Tidak ada jalan tengah. Sorrel berseru senang mendengar tekat Lui.


Sorrel kemudian memulai penjelasan panjang tentang arti berbagai simbol yang ada di lingkaran itu.


Lui berkali-kali menginginkan buku dan pensil agar bisa mencatat semuanya. Tapi Sorrel menolak, karena menurutnya itu adalah cara yang terlalu manusia, dan akan menghambat Lui nantinya.


Duke ingin sekali membantu meringankan beban Lui, tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Ini adalah kesulitan yang harus dilalui oleh Lui sendiri.


Lui harus memeras otaknya kali ini. Beberapa simbol nyaris serupa, baik arti maupun bentuk. Dan Lui harus bisa memanggil mereka dengan urutan yang benar, atau lingkaran sihir tidak akan terbentuk sempurna.


"Bagus!!' seru Sorrel setelah tiga jam yang panjang dan melelahkan otak Lui. "Kau ingin mencobanya sekarang?"


"Eh..." Lui tidak siap dengan ujian tiba-tiba itu.


"Jangan khawatir, cobalah mengayunkan tangan dan ingat, urutannya harus benar" Sorrel sedikit menjauh dari Lui.


Lui langsung merasa gagal ketika ayunan tangannya di udara kosong, tidak menghasilkan apapun.


"Jangan menyerah Lui. Tutup matamu jika itu membantu. Konsentrasi pada nama dan bentuk simbol yang kau inginkan"


Lui menutup matanya dan mengingat semua nama rumit yang dipelajarinya tadi.


"Berurutan!" Sorrel mengingatkannya lagi, karena simbol random tidak akan menghasilkan apapun.


Alpha


Blood (Darah)


Bestow (Menyerahkan)


Chain (Rantai/ Ikatan)


Water (Air)


Gain (Menerima)


Bond (Ikatan)


Lui berhasil mengingat unsur utama dari mantera itu secara benar, dan sekarang masih ada puluhan elemen pembantu yang harus diingatnya.


Satu menit...dua menit... enam menit.


"Yes!"


Lui mendengar sorakan Duke dan membuka mata.


Di hadapannya terbentuk lingkaran sihir yang sangat identik dengan apa yang dikeluarkan oleh Sorrel. Lui nyaris bersorak gembira,


"Jangan...!" Sorrel memperingatkan, "Kau harus berkonsentrasi untuk menjaga lingkaran tetap utuh"


Lui segera menutup mulut, dan mengalihkan seratus persen perhatiannya pada lingkaran itu. Tidak ingin kerja kerasnya terbuang percuma.


"Sekarang arahkan tanganmu ke tubuh Duke. Ingat dengan lambaian yang stabil" kata Sorrel lagi.


Dengan konsentrasi penuh, Lui mengarahkan lingkaran yang kini bergeser mengikuti tangannya. Duke berdiri dengan lebih tegak, karena lingkaran itu perlahan mendekati kakinya, dia berjarak kurang lebih 3 meter dari Lui.


"Lock!' seru Lui ketika pusat lingkaran itu tepat berada di bawah kaki Duke.


Rasa dingin yang menyengat menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Berubahlah" perintah Sorrel. Dan Duke menurut.


Sekali lagi serigala Duke mewujud di dalam lingkaran lengkap dengan pendaran cahaya biru di sela-sela bulunya.


"Apa itu?" Lui bertanya sambil membelalakkan mata.


"Kekuatanmu Bee" jawab Duke.


"Apa yang kau rasakan?" tanya Lui, khawatir Duke memaksakan diri.


"Hebat?"


Duke sama sekali sudah tidak merasakan sengatan rasa sakit, dan tubuhnya terasa lebih ringan dari biasanya. Duke melompat beberapa kali untuk memastikan apa yang dia rasakan.


Tubuhnya sedikit berubah.


Dia bahkan yakin akan bisa dengan mudah melompati danau yang mempunyai lebar lebih dari 15 meter itu. Duke ingin mencoba, tapi takut hal itu akan membuyarkan sihir Lui.


Duke memandang heran ke lingkaran sihir di bawahnya kemudian beralih memandang Sorrel, yang kini berjalan mendekati mereka dengan senyum puas.


"Apakah kalian menyukainya?" tanyanya, sambil memandang mereka berdua.


"Aku membuka hubungan dua arah. Karena itu kau juga akan merasakan sedikit kekuatan Elf saat Lui melakukan sihirnya. Beberapa kekuatanmu akan mengalami upgrade yang cukup lumayan" Sorrel sekarang menggosok tangannya, dengan senyum yang mencapai telinga.


Rasa puasnya tidak terbendung lagi. Mantranya berhasil dengan sangat baik.


"That was great!" Duke tidak bisa menahan diri, untuk tidak memuji Sorrel sekarang. Dia mengakui kehebatan sihir Sorrel.


"Oh... senang kau menerima saranku untuk lebih sering memuji" kata Sorrel, yang disambut sumpah serapah oleh Duke.


"Pace!" Lui memperingatkannya, dengan kaget.


Dia tahu Duke suka mengumpat, tapi tidak pernah melakukan secara terang-terangan di depannya. Mindlink membuka sisi lain yang tidak diketahui olehnya.


"Oh.. maaf" 


Duke tersadar. Lui juga bisa mendengarnya sekarang. Dia harus belajar untuk tidak terlalu banyak mengumpat saat berada dalam wujud serigala setelah ini. Duke mengeluh dalam hati.


"Mengumpat hanya memberi kepuasan pada dirimu sendiri, tapi akan sangat mengganggu orang lain, Pace. Kau memang harus belajar menahannya" kritik Lui.


Dengan sukarela ingatan Duke melompat ke saat Oscar mengumpatnya dengan kata-kata yang membuat telinganya keriting.


"Oscar? itu tadi Oscar?" Lui bertanya dengan tidak percaya. Dia tidak pernah membayangkan Oscar bisa mengeluarkan umpatan sekotor itu.


Duke tertawa dengan puas, dia tidak ingin tenggelam sendirian.


"Bisakah kita kembali ke pelajaran" pinta Sorrel, karena benak mereka berdua sudah jauh terhanyut.


"Maaf" kata Lui kembali memandang Sorrel dan berkonsentrasi lagi pada pelajarannya.


"Seperti yang kau lihat, setelah kau berhasil mengunci lingkaran pada Duke. Kau tidak perlu lagi berkonsentrasi padanya. Dengan begitu, kau bisa dengan bebas memusatkan perhatianmu pada kekuatan es yang akan kau keluarkan"


Lui mengangguk melihat lingkaran yang kini berpendar lemah di bawah kaki Duke.


"Cobalah membekukan air danau sehingga kau bisa meraih tongkat itu"


Lui menutup mata dan berkonsentrasi.


"Cukup....!! " Sorrel tiba-tiba berseru dengan geli.


Lui membuka mata dan tertegun untuk kesekian kalinya hari ini. Danau itu membeku sempurna, demikian pula dengan seluruh padang salju dan juga pepohonan di sekeliling danau. Terlihat banyak batang daun cemara melengkung karena salju yang memadat, membuat beban mereka menjadi lebih berat.


Semua yang ada disekitar Lui membeku sempurna, kecuali Sorrel dan juga Duke!


"Aku salah memperhitungkan ledakan kekuatanmu. Ini bagus tentu saja, tapi kau harus bekerja keras untuk mengendalikannya. Jika tidak, maka bisa jadi kau juga akan membekukan seluruh pasukan Duke saat perang nanti" Sorrel  masih terdengar geli, sambil memandang ke sekitar danau.


"Aku tidak membeku" Kata Duke sambil menggerakkan kakinya dengan ringan.


"Kau kebal tentu saja. Darah Alpha menjadi bagian kekuatan Lui, tidak mungkin kekuatan itu akan menyakitimu"


Sorrel memutar matanya mendengar pertanyaan yang menurutnya tidak perlu.


"Syukurlah!!" Lui berseru keras. Dia akan sangat menyesal jika tanpa sengaja membekukan Duke.


Lui tahu bagaimana keadaan Kamaria yang cukup buruk karena ledakan kekuatannya. Kamaria sudah pulih total tentu saja. Dia lalu memutuskan untuk berangkat ke Quebec lebih awal.


Lui tidak ingin tahu alasan apa yang melandasi keputusannya itu.


"Ambilah tongkat itu" Sorrel menunjuk ke arah danau.


"Hati-hati Bee, licin" Kata Duke melihat Lui berjalan cepat.


Seluruh tempat itu dilapisi es. Bukan ide yang bagus untuk berjalan cepat di atasnya Lui mengangguk mendengar Duke. Dia senang tadi tetap memilih memakai sepatu boot.


Lui tidak merasa dingin memang, tapi kebiasaan memakai boot saat musim dingin yang sudah berlaku hampir seumur hidupnya akan sulit berubah. Sekarang sepatu itu membuatnya lebih mudah melangkah di atas es.


Lui meraih tongkat itu, dan perasaan aneh merasuki dirinya. Tubuhnya kembali dialiri rasa dingin yang biasanya, tapi ada sedikit sengatan geli yang mengikutinya. Tidak cukup untuk membuatnya panik, tapi bulu kuduknya berdiri merasakan sengatan itu.


"Kemarilah!" Sorrel memanggilnya kembali.


Lui mengangkat tongkat itu dan berjalan sedikit canggung, tapi setelah beberapa langkah, dia mulai terbiasa dengan ketukan tongkat itu ke tanah.


"You look amazingly beautiful" 


Duke memuji pemandangan Lui yang berjalan kembali sambil membawa tongkatnya. Sosok Lui mengingatkannya akan karakter penyihir yang biasa digambarkan oleh manusia pada umumnya. Aura Lui begitu magis, dingin dan juga indah.


"Pace" wajah Lui memerah mendengar pemikiran itu. Dia ingin berkonsentrasi menyelesaikan pelajarannya. Tidak akan membantu, jika Duke terus menyanyikan pujian di kepalanya.


"Can't help it" Duke hanya bisa meringis bersalah.


"Nah..... karena sudah lengkap, sekarang kita akan berlatih sehingga Lui bisa mengeluarkan lingkaran sihir itu dengan lebih cepat" Sorrel mengacaukan percakapan mesra mereka, untuk kedua kalinya.


Lui tersenyum kecut, membayangkan banyaknya simbol yang harus dikeluarkannya secara bersamaan.


Tapi Duke menyetujui Sorrel. Dalam waktu enam menit, para vampire itu akan selesai membantai separuh pasukannya..


"Well... thanks for the info" Lui melirik kesal karena Duke tanpa sadar menambah beban tanggung jawabnya.


"Sorry, again. Hei, bolehkah aku kembali ke wujud manusia?" tanya Duke. Ia tak ingin mengganggu Lui.


Sayangnya Sorrel menggeleng, "Tubuh manusiamu akan merasakan kesakitan karena tarikan kekuatan Lui. Kau harus tetap berada dalam wujud serigala selama berada di dalam mantera. Dan FYI, celanamu satu-satunya sudah hancur" kata Sorrel menunjuk serpihan kain di dekat kakinya.


*"Oh... cr**p" 


Duke hanya membawa satu celana ke sini. Dia harus mempertahankan wujudnya sampai nanti kembali ke Manor.


"Gangguan dari pikiranmu akan menjadi latihan yang bagus untuk Lui, dia harus bisa berkonsentrasi dalam keadaan apapun" kata Sorrel tanpa beban.


Lui hanya bisa mengangkat bahu pasrah. Adalah pilihannya untuk berlatih sihir ini. Maka dia akan bekerja keras untuk menguasainya.


Mereka bertiga terus berlatih sampai matahari hampir tenggelam. Pada titik ini Lui sudah mampu membentuk lingkaran sihir dengan cukup cepat. Dia juga mampu untuk mengunci lingkaran dengan tepat, meskipun Duke dalam keadaan berlari.


Ada beberapa mantra meleset tapi pencapaiannya hari ini jauh melebihi apa yang diraihnya selama beberapa hari kebelakang.


Keberadaan tongkat itu benar-benar membantunya. Kekuatannya mengalir dengan lebih mudah saat menggunakannya.


Hati Lui menggembung penuh kebahagian ketika mereka berjalan pelan kembali ke Manor, tangannya menggenggam erat tongkat yang berada di pangkuannya.


Sorrel berjanji akan mengajarinya sihir ruang agar dia tidak perlu membawa tongkat yang mencolok itu kemana-mana. Dan menurutnya itu ide bagus. Lui tidak ingin menjadi pusat perhatian karenanya.


"Bagaimana jika kita kembali ke kabin saja? Aku malas kembali ke Manor!" usul Duke menyela pikiran Lui. Dia tahu Lui sangat letih karena latihan tadi,


"Dan membuat Myra marah? Dia sudah menyindir kita sepagian, karena kita jarang berada di Manor" Lui mengingatkan Duke bagaimana wajah Myra saat mereka sama sekali tidak muncul di Manor dua hari sebelumnya.


Duke mendecak kesal, tapi menerima pemikiran Lui. Dia tahu Ibunya akan terus menuntut, jika mereka tidak menurut.


Tadi pagi. Myra dengan jelas menyebut Duke sebagai penculik yang egois, karena menurutnya, Duke telah membuatnya tidak bisa bertemu Lui selama beberapa hari. Tuduhan yang berlebihan tentu saja, tapi apa yang bisa dilakukannya?


Hari-hari mereka sangat padat, Lui sibuk dengan latihan di Green Palm, sedangkan Duke harus membagi waktunya antara latihan dan juga mempersiapkan pasukan. Termasuk diantaranya seleksi yang melelahkan.


Banyak werewolf yang nekat mengikuti seleksi, hanya karena ingin bertarung, tapi tidak memiliki pengendalian diri yang baik. Duke tidak bisa membawa werewolf yang bisa meledak sewaktu-waktu dihadapan manusia. Bisa-bisa mereka mengacaukan bandara nanti.


Tapi setidaknya semua persiapan telah selesai, atau Duke berharap seperti itu, karena besok adalah saatnya mereka berangkat.


Selangkah lagi, dan dia akan bertemu Egon dan Crispin.