
Suara berdebam, membahana di lapangan yang berada di samping Manor.
Werewolf Farkas yang terjatuh karena pukulan Duke mendarat telak di perutnya, mendengking kesakitan. Sambil menyeret tubuhnya, dia mundur ke pinggir lapangan.
Kemampuan Farkas cukup lumayan, karena ternyata dia dan Ivalio menerima pelatihan dari Alpha Owen sebelum ini. Tapi jelas dia bukan lawan setara bagi Duke.
"Hanya ini yang kalian punya?" Duke mengejek bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga matanya.
Semua serigala yang ada di hadapannya, ingin sekali menyahuti ejekan itu, tapi mereka semua juga sedang sibuk mengerang kesakitan, serta mengatur nafas yang berantakan.
Setelah menyelesaikan segala persiapan pertemuan--*t*anpa beristirahat--, Duke langsung menyambangi tempat latihan pasukan khusus yang dimintanya.
Saat tiba di sana, keadaan mereka sebenarnya sudah letih, karena latihan tidak masuk akal yang dilakukan Roan.
Ketika Duke datang, semangat pasukan itu naik lagi, karena berlatih langsung dengan Alpha adalah kesempatan yang sangat langka.
Semangat yang dengan cepat mereka sesali, karena ternyata Duke jauh lebih buruk dari pada Roan ketika memberikan pelatihan. Mulutnya jauh lebih tajam. Segala ejekan harus mereka terima dengan telinga memerah.
Pada awalnya, mereka sedikit ragu, ketika Duke menyuruh mereka menyerang, saat masih dalam bentuk manusia. Tapi ternyata kebimbangan itu adalah perbuatan *****.
Duke lawan yang sangat tangguh, bahkan dalam bentuk manusia. Mereka sama sekali tidak bisa menyentuhnya.
Latihan itu tentu saja menyulut kejengkelan mereka, bagaimana bisa mengalahkan seseorang dengan wujud manusia bisa begitu sulit?
"Ingatlah!! Lawan kalian nanti sebagian besar juga berwujud manusia. Vampire memang bertubuh jauh lebih kecil. Tapi mereka lebih lincah, dan goresan racun di kukunya akan mempengaruhi syarafmu. Jangan merasa menang hanya karena wujudmu yang lebih besar!" Duke berseru, sambil menepis salju yang menempel di badannya.
Dia menggulingkan badan di salju beberapa kali tadi.
Geraman rendah yang berarti mengerti, datang dari rombongan yang sedang menatap Duke dengan mata tidak berkedip.
Roan yang berdiri di sudut tersenyum puas. Dia tentu saja gembira, karena melakukan hal yang disukainya seharian ini, bertarung!
Lolongan panjang warrior di kejauhan membuat mereka semua menoleh. Itu adalah lolongan yang berarti peringatan.
"Mereka datang Roan. Bersiaplah!" seru Duke.
Roan menggeram sebagai jawaban iya. Dia menunjuk Dey agar mengikutinya. Kemudian mereka berdua lari menuju tempat asal lolongan itu.
Roan akan bertindak sebagai penjaga bagi tamu mereka. Bukan menjaga agar aman, tetapi menjaga agar mereka tidak bertindak macam-macam begitu memasuki wilayah pack.
"Kalian yang tidak bertugas hari ini, beristirahatlah. Besok kalian hanya akan kembali berlatih bersama Roan, karena aku akan sangat sibuk" kata Duke, sambil berjalan meninggalkan tanah lapang.
Para serigala itu mengeluh bersamaan dalam hati. Mereka tidak bisa memutuskan mana yang lebih buruk, pelatihan neraka Roan, atau pertarungan memalukan dengan Alpha seperti tadi.
Dua-duanya menyiksa.
-----////-----
Duke berjalan pelan menuju pintu utama Manor, ketika mendengar rombongan berjalan mendekat.
Dari aroma asing yang tercium, sudah pasti itu adalah tamu pertama mereka. El berdiri dengan gugup mengikuti di belakangnya.
Ini adalah pertemuan pertama pack Blackmoon dengan pack yang lain selain Moonrise, tentu saja mereka tegang.
Rombongan penyambutan terdiri dari Myra dan El. Seharusnya Lui mendampinginya sebagai Zhena, tapi situasi itu akan mustahil terjadi saat ini, maka Myra adalah pilihan berikutnya yang paling masuk akal menurut Duke.
Satu persatu tamu mulai muncul dari pintu utama Manor.
Dari keterangan El, ketiga orang tamu ini berasal dari pack Badira. Rambut mereka yang kecokelatan, mata dengan iris gelap yang lebar dan juga kulit kecoklatan menandakan dari mana asal mereka, asia barat.
Baju mereka terdiri dari campuran mantel, celana panjang kain, juga kaos dan syal. Baju itu berasal dari sini, karena mereka datang dengan berlari sebagai serigala. Mereka hanya membawa ransel kecil yang saat ini ditenteng oleh salah satu dari mereka.
Duke baru akan memberikan ucapan selamat datang, tapi mata mereka masih sibuk melihat ke sekeliling Manor. Hal itu membatalkan niat Duke. Dengan sopan dia menunggu fokus mereka kembali.
Tapi waktu yang dibutuhkannya ternyata jauh lebih lama dari yang Duke perkirakan. Butuh sekitar dua menit, sebelum akhirnya salah satu dari mereka melihat ke arah Duke dengan mata melebar.
Duke menampilkan senyum terbaiknya dan mengulurkan tangan, "Selamat datang di Pack Blackmoon, saya Duke Theobald" katanya, dengan nada tegas namun ramah.
Nada yang biasa dia gunakan, ketika menandatangani kontrak dengan penyanyi baru.
Pria yang paling depan, tidak langsung menyambut tangan Duke. Dia melihat dan sedikit mengendus dengan hidungnya, sebelum akhirnya tersenyum kecil dan meraih tangan Duke.
Sikap curiga yang biasa. Duke bahkan mungkin tidak akan mau bersalaman dengan Alpha lain, jika bukan karena situasi khusus ini.
"Senang bertemu anda Alpha Theobald. Saya Aygul Seperhr, Alpha dari pack Badira dan ini adalah Zhena Arana" katanya, dengan suara berat dan aksen yang tebal. Kemampuan bahasa inggrisnya cukup lumayan.
Kemudian dia menunjuk seorang pemuda di belakangnya "Ini adalah Akhtar Neelima, adik dari Arana" katanya sebagai pamungkas perkenalan itu.
"Panggil saja saya Duke, dan ini adalah Myra Theobald. Eldred, Beta di pack ini" kata Duke dengan cepat.
Tangan Aygul hangat, sangat khas werewolf. Aromanya terdiri dari campuran pasir dan mawar. Aroma yang belum pernah tercium oleh Duke.
Arana memiliki aroma yang tajam. Aroma mawarnya sangat menusuk hidung Duke.
Apa dia mandi di lautan bunga mawar sebelum datang ke sini? batin Duke dengan heran. Dia sampai harus mengurangi kekuatan hidungnya agar bisa bernafas normal.
Myra membawa mereka masuk kedalam Manor, di sana telah terhidang makan malam mewah untuk tamu. Basa-basi saat makan malam itu cukup lumayan lancar. Mereka terkesan dengan kelengkapan yang ada di Blackmoon.
Badira bukan pack yang besar, tapi mereka cukup maju. Aygul berkata dia akan belajar banyak selama ada di sini.
Setelah makan malam yang cukup akrab itu, mereka semua berpindah menuju ruang santai di tengah Manor. Hanya tinggal Duke dan Myra yang menemani, karena El telah kembali ke posnya.
"Dimana Zhena anda Alpha Duke? Saya belum melihatnya sedari tadi" tanya Arana, sambil melihat ke sekeliling.
"Ya. Kabar yang aku dengar, kau baru saja dinobatkan sebagai Alpha" sambung Aygul dengan lebih santai. Dia telah meninggalkan sopan santunnya di meja makan.
"Dia ada di atas, tapi maafkan. Dia sedang sakit sehingga tidak bisa menyambut kalian" kata Duke dengan senyum terpaksa.
"Oh.. Maafkan aku" kata Arana dengan nada simpatik, sambil meletakkan cangkirnya di meja.
"Sakit apa?" tanya Aygul heran, bukan pertanyaan yang lancang, karena werewolves jarang sekali sakit.
"Hmmm.... susah untuk menjelaskannya. Yang pasti dia harus beristirahat total" jawab Duke, dengan enggan.
Dia malas menjelaskan kondisi Lui pada mereka. Untuk apa?
"Kenapa kau menyimpan manusia di sini?" Akhtar tiba-tiba memotong tajam. Matanya menancap kepada pintu kamar Duke yang tertutup rapat.
"Oh, kau menciumnya juga? Aku mengira hidungku yang salah tadi" Aygul menertawakan leluconnya sendiri, karena hidungnya bisa di pastikan tidak akan salah.
Dia lalu menarik nafas panjang, memastikan aroma yang diciumnya sedari tadi.
Myra dan Duke saling melirik, berusaha mencari jawaban yang masuk akal.
Tapi bukan keahlian Duke untuk berbohong. Dia sudah memberi Oscar ramuan untuk menghilangkan aroma tubuh, tapi jelas aroma Lui masih tercium oleh mereka.
"Karena manusia itu adalah istriku, aroma yang kau cium itu adalah Zhena di pack ini" kata Duke dengan nada menantang, bersiap dengan segala perkataan buruk yang akan di dengarnya.
Ketiga tamu itu terdiam kaget. Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya Aygul bersuara.
"Kau menikah dengan manusia?" katanya, masih tak percaya.
"Ya, dan dia adalah manusia yang luar biasa" Kali ini Myra juga menyahut dengan nada defensif.
"Ah... maafkan kami. Aku harap kau tidak tersinggung dengan pertanyaanku. Hanya saja hubungan kalian sangat tidak biasa. Aku tentu tertarik"
Aygul meminta maaf sambil mengangkat tangan, ketika menyadari perubahan wajah Myra dan Duke.
"Ya, ini sangat menarik. Aku tidak tahu hubungan itu mungkin" Arana melihat ke arah pintu tertutup itu dengan mata melebar.
"Tentu saja itu mungkin. Kami adalah buktinya" Jawab Duke pendek. Nada suaranya jelas menyiratkan jika dia tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut.
"Bolehkah aku bertemu dengannya?" Arana rupanya sangat payah membaca pertanda rasa enggan dari Duke.
"Mungkin, jika keadaannya sudah lebih baik. Tapi untuk sekarang tidak. Maafkan aku" Duke masih berusaha menjawab dengan sopan.
Aygul meremas tangan istrinya untuk menghentikan pertanyaan lanjutan. Dia membaca situasi dengan lebih baik.
"Oh, baiklah. Aku harap bisa bertemu dengannya sebelum kami pulang" Arana menyerah dan kembali meminum kopinya.
Percakapan soal Lui membuat suasana menjadi sedikit kikuk. Myra akhirnya mengajak mereka untuk beristirahat di kamar. Untuk werewolves, Myra menempatkan mereka di Manor. Kesepuluh kamar akan terisi jika mereka semua datang.
Seolah tahu Duke telah selesai menjamu tamu, ponselnya tiba-tiba bergetar membawa berita. Layarnya memunculkan nama El.
"Mereka datang" El langsung mengatakan intinya, tanpa menyapa.
"Siapa? bukankah masih ada beberapa saat lagi sebelum para vampire datang?" tanya Duke.
"Werewolves, dari pack Levana. Dua werewolves" El menjawab dengan nada jengkel yang tidak bisa disembunyikan. Dia paling benci sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana, seperti saat ini.
Duke mengernyit, Levana harusnya datang esok hari.
"Mereka datang dengan berlari, bukan dengan mobil seperti rencana" jelas El, membaca sikap diam Duke sebagai pertanyaan.
"Sees...." Duke mendesis tak suka.
"Dan aku akan memberi info padamu, perwakilan mereka bukan Alpha, tapi Beta yang juga seorang Damsel. Kau tahu apa artinya itu bukan?" El memberinya peringatan.
Dengusan Duke semakin keras mendengar penjelasan El.
Duke tahu apa artinya peringatan itu. Beta yang juga seorang Damsel bukan hal yang mengherankan, tapi itu berarti kau akan bertemu Damsel yang sangat terbiasa dengan kekuasaan semenjak kecil dan kemungkinan besar dimanja.
Butuh kesabaran lebih untuk menghadapi sifat seperti itu, dan Duke sedang tidak mempunyai banyak persediaan rasa sabar saat ini. Seperti biasanya.
Belum sempat menjawab El, aroma werewolf campuran antara matahari dan juga api memberinya peringatan, tamu yang ditunggunya datang.
Maka Duke memutuskan panggilan, dan melihat dua werewolf dengan wajah penasaran memasuki Manor. Myra yang baru saja muncul dari dalam, terkejut. Namun dengan cepat, Myra merubah mimik wajahnya menjadi sopan.
Duke bisa segera tahu siapa werewolf yang dimaksud oleh El, karena dia adalah satu-satunya siewolf di rombongan itu.
Wajahnya sangat khas, dengan kecantikan yang unik, rambut hitam panjang di kepang di belakang kepala. Kulitnya kecokelatan mendekati hitam, berkilat dengan eksotik di bawah sinar lampu.
Penampilan yang tidak mengejutkan karena pack Levana terletak di Afrika. Dan satu hal yang sangat jelas, aroma kekuasaan yang menguar darinya sama sekali tidak bisa diremehkan.
Pemandangan yang akan mengundang keheranan jika ada manusia yang melihat, karena penampilannya terlihat seperti atlet bola volly pantai yang terdampar di padang bersalju.
"Well, look what we got!" serunya dengan nada tinggi, seketika saat melihat sosok Duke yang berdiri tegak menyambutnya.
Matanya berwarna abu-abu tajam melirik Duke dan Myra. Dia sedang menerka apa hubungan diantara mereka.
"Selamat datang di Pack Blackmoon, saya Duke Theobald" Sapa Duke dengan nada dan sopan santun yang sama persis, sampai-sampai Myra membatin jika Duke pasti sudah menyiapkan rekaman ucapan itu sejak awal.
Duke mengabaikan seruan bersemangat dari perempuan itu, dan memilih untuk bersikap resmi, karena lebih mudah untuk dilakukan.
"Terima kasih, Alpha, Nama saya Kamaria Cynzia, Beta dari Levana dan Damsel" jelasnya dengan pandangan mata tidak lepas dari Duke.
Jelas dia menyukai pemandangan yang ada di hadapannya. Seorang Alpha sangat tampan, dengan aroma kekuatan yang sangat menggoda.
"Ini adalah Shashi Ahmose, Delta dari Levana" lanjutnya, sambil menunjuk sosok bertelanjang dada di sampingnya.
Otot yang menonjol, besarnya tidak kalah dari Duke, matanya yang kecokelatan memandang interior Manor sedari tadi. Wajahnya memperlihatkan jika dia jauh lebih tua dari Kamaria.
"Senang bertemu anda Beta Cynzia, Delta Ahmose, saya Myra Theobald" Myra memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
"Ibumu? Ah... anda masih terlihat sangat cantik untuk ukuran seorang Ibu"
Kamaria dengan seketika memutuskan untuk bersikap santai pada Duke tanpa diminta.
"Oh... Terima kasih atas pujiannya" Myra tersenyum senang.
Duke mengernyit, bukannya tidak suka dengan sikap santai Kamaria, tapi dia merasa Kamaria terlalu memaksakan hubungan mereka agar menjadi dekat.
Fakta itu sekarang terlihat sedikit tidak penting sekarang, karena ponselnya lagi-lagi bergetar. Sebagai pertanda rombongan vampire akan segera datang.
"Maaf, tapi kami harus menyambut tamu yang lain. Aku harap kalian tidak keberatan jika salah satu omega yang akan mengantarkan kalian ke kamar" kata Duke.
Ini tidak perlu terjadi jika kalian datang sesuai jadwal, batinnya. Kekesalan El menular padanya.
"Ah.. tidak apa-apa Alpha. Kami yang seharusnya meminta maaf karena datang lebih awal" Shashi menunduk sebagai sikap permohonan maaf.
Tapi Kamaria tetap memandang ke arah Duke dengan mata penuh minat.
Duke mulai tidak nyaman dengan mata yang terus mengikuti setiap gerakannya. Untunglah Omega yang dipanggil Myra segera datang, hingga suasana tidak nyaman itu cepat berakhir.
Tapi karena Duke tidak bisa melihat dari belakang kepala, maka perbuatan Kamaria yang tetap memandanginya saat berjalan pergi dilewatkan oleh Duke. Pandangan mata penuh tekad sekali lagi dilontarkan Kamaria sebelum menghilang di lorong.
"Blood is coming" suara El terdengar dari ponsel yang akhirnya bisa dijawab oleh Duke.
"Baiklah, bawa mereka ke Manor" kata Duke singkat.
Wajah Myra berubah gelisah begitu mendengar perkataan Duke.
"Apakah kau yakin akan mengajak mereka kesini? Mereka akan langsung mencium aroma Lui" katanya, dengan cemas.
Mereka sebelumnya berharap aroma Lui akan tersamar dengan banyaknya aroma werewolf di Manor, tapi sudah terbukti salah.
Werewolf Badira mungkin tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan Lui setelah penjelasan mereka. Sedangkan Levana tidak memperlihatkan tanda-tanda jika mereka tahu, tapi vampire sama sekali tidak bisa diprediksi.
Sangat beresiko mengundangnya ke dalam Manor.
Untuk tamu vampire sendiri, Myra telah menyiapkan tempat khusus untuk mereka menginap. Myra akan menempatkan mereka di rumah El yang baru.
Sebagai Beta dan menjadi golongan gentry tentu saja, El mendapatkan satu rumah besar di sebelah Manor. Rumah itu adalah rumah bekas Egon dulu. Myra telah merombaknya dengan total, dan bangunan itu sekarang terlihat sama sekali baru.
El belum menempatinya sampai sekarang. Karena kesibukannya, dia tidak memiliki waktu untuk membereskan urusan itu. Myra sangat gembira ketika tahu hal ini, tanpa ragu dia meminta pada El untuk meminjam rumah itu sebentar, dan El menyetujuinya dengan seketika.
Dia belum memiliki ikatan apapun dengan tempat itu, dia tidak akan peduli jika vampire akan menempatinya selama beberapa hari.
Rumah itu perlu beberapa penyesuaian sebelum tamu vampire datang, dan Myra sudah membuat perubahan yang cukup lumayan, terutama di bagian jendela.
Myra memerintahkan untuk menutup semua jendela dan ventilasi dengan terpal sehingga tidak ada cahaya matahari yang bisa masuk.
Dia juga mempertimbangkan untuk menyediakan peti mati sebagai tempat tidur, tapi Duke berhasil mencegahnya. Karena jelas itu semua hanya mitos, Vampire tidak tidur di peti mati. Duke cukup yakin mereka tidur di ranjang biasa.
"Bagaimana kalau kita menyambutnya di gerbang depan Manor, kemudian langsung mengajaknya ke rumah El? Mereka tidak perlu masuk ke dalam Manor" usul Duke, setelah beberapa saat terdiam.
Myra langsung mengangguk dengan bersemangat. "Ide bagus, ayo!" katanya sambil berjalan keluar dari Manor dengan terburu-buru.
Tidak seperti Badira dan Levana yang masih terkesan liar, para vampire datang dengan bergaya. Dua mobil MPV mewah merapat di gerbang Manor.
"Aku sangat berterima kasih kau menghentikan aku untuk membeli peti mati" bisik Myra, terdengar lega.
Melihat mobil itu, akan sangat menggelikan jika mereka ternyata tidur di peti mati. Duke hanya mendesah mendengar itu.
Pintu mobil bergeser membuka dan aroma darah menyebar ke seluruh penjuru. Mungkin karena intuisi atau apa, tidak seperti saat bertemu vampire di luar pack, bulu kuduk Duke berdiri dengan otomatis. Instingnya segera bersiaga penuh, dan segala inderanya aktif secara maksimal.
Dan bukan hanya Duke, karena geraman rendah terdengar dari berbagai sudut.
Geraman yang berasal dari warrior yang berjaga di sekitar Manor. Mereka juga terpengaruh oleh kemunculan vampire itu.
Duke langsung lega, aroma ikan mati yang melekat pada Crispin sama sekali tidak ada. Berbeda dengan makhluk yang lain, Duke jarang bisa membedakan vampire yang satu dengan yang lain. Mereka biasanya murni beraroma darah.
Crispin adalah makhluk aneh.
Aroma lain yang diciumnya, jelas berasal dari tiga orang manusia yang berdiri dibelakang mereka.
Mata semua vampire berwarna merah, dengan rambut beragam warna, mulai dari pirang sampai hitam legam. Tapi satu ciri yang membuat mereka mirip. Semua berkulit pucat.
Dan---- ada satu sosok yang kini memandangnya dengan mata melebar terpana.
Duke langsung mengenalinya saat itu juga terutama dari ciri ramut pirang bergelombang yang menempel di kepalanya. Itu Sage Luther --- Sal, vampire yang dia kenal ketika hidup sebagai David Adalrik.
Duke nyaris mengumpat, tapi sosok bermata merah yang ada di depannya telah mengulurkan tangan.
"Selamat datang di Pack Blackmoon" kata Duke, langsung dengan nada profesional yang sama. Vampire yang mengulurkan tangan pada Duke, terlihat lebih matang dari Sal dan vampire yang lain.
Vampire itu tidak bisa dikatakan tua, karena seperti Myra, tidak ada kerutan yang menandakan usia tua. Hanya kesan kematangan yang membedakannya dengan yang lain.
"Terima kasih Alpha Theobald, saya Arkin dari keluarga Claret" sapaan itu dilengkapi dengan senyum.
Duke menyambut tangannya dan sedikit tersentak, karena tangan itu dingin. Bukan dingin seperti es, tapi lebih ke dingin pertanda kematian, seolah tubuh yang dijabatnya sudah tidak bernyawa.
Mengabaikan rasa terkejut Duke, Arkin melanjutkan. "Dan ini adalah Oulam dari keluarga Roseate".
Oulam yang ternyata adalah Sal, mengulurkan tangannya yang sedikit bergetar. Dua vampire wanita yang ada di belakangnya, sudah sibuk saling berbisik. Duke bisa mendengar nama David disebut oleh mereka.
"Panggil saja saya Duke" katanya, dengan santai.
Pertemuan ini tidak terduga, tapi bukan masalah besar. Mereka hanya perlu berpura-pura tidak saling mengenal. Karena sudah jelas Oulam juga tidak ingin identitasnya sebagai Sal terbongkar didepan Arkin.
"Baiklah Alpha" kata Oulam, matanya berkilat mendengar perkataan Duke.
Tapi kemudian Oulam bersikap biasa. Dia menegur kedua wanita yang tadi berbisik, dengan matanya. Dan mereka langsung patuh. Berarti mereka berdua anggota Clan Roseate
Clan vampire sangat berbeda dari werewolf, karena mereka berkelompok berdasarkan keluarga, bukan dengan ikatan pack. Karena itu Arkin memperkenalkan nama keluarga secara khusus.
Arkin membawa adik perempuan dan dua pengawal. Sedangkan Oulam membawa istri dan saudara-saudaranya.
Jika melihat seperti ini, mereka seperti keluarga biasa yang sedang bepergian. Tapi sayangnya bekal makanan mereka masih hidup dan bernafas.
Ketiga manusia berdiri dengan canggung di belakang. Dan mereka terlihat sehat, sangat sehat.
Duke sempat mengira, dia akan bertemu manusia kurus dan pucat kekurangan darah. Tapi dia salah, mereka terlihat bugar. Salah satu diantaranya bahkan memiliki tubuh seperti binaragawan dengan otot yang menonjol.
Duke melirik mereka sekilas, tapi tidak menyapa. Dia tidak terlalu menyukai ide menjadi makanan vampire, dan terus terang saja Duke masih tidak habis pikir, bagaimana ada manusia yang bersedia melakukannya dengan suka rela.
"Pack anda melebihi dari apa yang saya bayangkan Alpha, ini luar biasa"
Oulam yang mulai terlihat santai, melihat ke sekeliling dengan bersemangat.
Dia memandang patung-patung es yang masih berdiri di sekitar Manor dengan tertarik. Oulam mulai bersikap seperti Sal yang telah dikenal Duke.
"Terima kasih" kata Duke.
Harus diakui, Oulam jelas tidak seburuk vampire yang lain, karena i belum pernah melihatnya membunuh manusia. Tapi itu belum cukup untuk menurunkan ke siagaannya.
Di belakang Duke, Myra dengan sedikit tegang sedang berbincang dengan istri Oulam, perempuan berambut merah dengan suara ringan. Sangat bertolak belakang dengan suara Oulam yang berat.
Arkin tidak banyak bicara selama perjalanan menuju rumah El. Tapi ia terlihat puas dengan pengaturan Myra, ketika melihat jendela-jendela telah tertutup rapat.
"Saya harap kalian akan nyaman di sini" kata Myra sambil mengangguk sopan.
"Terima Kasih Mrs. Theobald, anda tuan rumah yang luar biasa" Arkin membalas sopan santun Myra tanpa cela.
"Oh...!" seru Myra pelan, satu masalah muncul dibenaknya, tapi dia terlihat ragu mengutarakannya.
"Ada apa Mom?" tanya Duke sambil mengangkat alis.
"Ehm.... berapa kali aku harus mengantar makanan kesini?" tanyanya pelan, sambil menatap tiga orang manusia yang sedang menikmati interior rumah El.
Mereka tidak menjawab, tapi menatap Arkin dan Oulam.
"Jika tidak keberatan, datanglah ke Manor ketika jam makan tiba. Kita bisa makan bersama" Lanjut Myra melihat mereka membisu.
Itu ide yang buruk Mom, batin Duke.
Tapi dia tidak bisa mencegah Ibunya untuk berbuat baik, karena Oulam langsung tersenyum cerah mendengar usulan itu.
"Ah-- itu tawaran yang sangat murah hati Mrs. Theobald. Mereka akan dengan senang hati menerima undangan anda" katanya sambil menunduk hormat.
"Ah, tidak. Ini hanya hal biasa" kata Myra sambil tersenyum, mendengar pujian Oulam.
Duke mengeluh dalam hati, Ibunya terlalu baik.
"Saya senang mempunyai kesempatan bertemu anda Alpha Duke" sambung Oulam, sambil memandang Duke dengan penuh arti.
Duke hanya mengangguk sopan dan bergegas meninggalkan rumah El. Mereka tidak beraroma seperti Crispin, tapi mencium aroma darah selama itu, tetap membuatnya mual.
Duke bisa membayangkan bagaimana canggungnya sarapan pagi di meja besar.
Apalagi nanti ditambah dengan tamu werewolf yang lain. Jika bisa Duke ingin sekali menghabiskan paginya bersama Lui saja.
Tapi itu adalah harapan kosong yang tidak akan bisa terwujud.