Finding You, Again

Finding You, Again
David 13 - Not as Seen



Aku memeluk My..Er Mom sekali lagi dengan erat.


"I'll be fine Mom" kataku menenangkannya.


Dia sangat khawatir, karena menurutnya, aku tidak akan bisa melindungi diriku sendiri. Aku jauh lebih lemah, karena tidak bisa bertransformasi.


Dia sudah menyetujui keberangkatanku ke London hari ini. Tapi itu tak membuatnya berhenti khawatir.


Sejak kemarin dia terus memperingatkan aku agar menghindar dari makhluk inhumane lain --seperti Egon dan Crispin-- yang mungkin aku temui.


Tapi aku tidak sebodoh itu untuk melawan mereka saat ini, aku akan memastikan kekuatanku kembali normal sebelum melakukannya.


Aku tinggal di Manor selama 2 minggu lebih setelah pemakaman.


Sebenarnya aku ingin pergi ke tempat Bee secepatnya, tetapi Uncle Rex butuh waktu untuk menyiapkan surat-surat dan segala kelengkapan agar aku bisa pergi.


Belum lagi keadaan Mom yang kembali memburuk, setelah acara pemakaman.


Aku memandang rambut Mom yang sekarang berubah total menjadi putih. Sehari setelah pemakaman itu, Mom bangun dengan rambut yang berubah menjadi putih dalam waktu semalam.


Kami semua sempat panik saat itu. Tapi dr. Sidra meyakinkan kami, keadaan itu tidak lebih karena perubahan emosi dan stress. Semua hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi badannya normal.


Aku sudah mulai membayangkan yang terburuk saat itu. Cerita bagaimana Elder Galen meninggal hanya 2 minggu setelah Elder Calida masih membekas kuat di ingatanku. Aku tidak mau kehilangan Ibuku lagi. Tidak setelah semua kesakitan dan penderitaan yang dilaluinya.


Aku ingin kesempatan yang lebih banyak lagi untuk membahagiakannya. Untuk menebus kebodohanku selama 8 tahun ke belakang.


Akhirnya aku menunda kepergianku sampai Mom sehat. Berkali-kali Mom mengatakan dia baik-baik saja dan menyuruhku segera berangkat. Tapi aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi setelah semuanya.


Aku memilih menunggu dengan sabar sampai Mom kembali normal. Aku sangat merindukan Bee, tapi akan percuma jika aku menemuinya masih dengan membawa beban di hatiku.


Aku melambaikan tangan ke arah Mom sambil memasuki mobil yang akan kami tumpangi sampai Quebec. El, Roan serta uncle Rex sudah berada di dalam.


Mobil yang kami gunakan adalah jenis model Camping car mewah dengan ruang duduk nyaman. Kami menggunakan mobil ini bukan karena kami akan berkemah, tetapi mobil seperti inilah yang banyak berlalu lalang keluar dari hutan di daerah sini.


Akan sangat mencurigakan melihat mobil Limo keluar dari dalam hutan bukan?


Pemukiman utama Blackmoon Pack terletak jauh didalam wilayah hutan, jalan menuju Quebec akan memakan waktu beberapa jam. Tetapi dengan semua fasillitas ini, perjalanan kami akan sangat nyaman menurutku.


Sofa duduk dengan meja terletak di sudut kanan, menempel dengan jendela bertirai warna pastel.


Uncle Rex sudah duduk dengan nyaman di sisi yang menempel pada jendela, dengan laptop dihadapannya sambil membaca laporan, yang aku yakin telah menumpuk karena absennya dia selama beberapa minggu.


El dan Roan sedang berdebat untuk menentukan siapa yang akan duduk di tempat paling nyaman, yaitu di dekat jendela di depan Uncle Rex.


Melihat itu, aku segera mengambil tempat duduk paling nyaman yang masih kosong itu. Tanpa peduli dengan makian indah dari Roan.


Mobil yang kami tumpangi, melewati wilayah perbatasan pack tanpa halangan. Perbatasan pack Blackmoon juga merupakan perbatasan dari hutan lindung terbesar di Canada.


Ayah telah memastikan -- dengan jumlah uang suap yang tak bisa aku hitung jumlah nol-nya -- status hutan lindung itu, tidak akan berubah sampai beberapa ratus tahun kedepan.


Dengan begitu, keberadaan pack akan aman dari kegiatan pengembangan wilayah oleh manusia. Ini salah satu langkah yang tidak pernah terpikirkan oleh para Alpha yang terdahulu. Hingga sebelumnya, ada beberapa bagian wilayah pack kami yang dikuasai manusia.


Syukurlah ayahku menyadarinya dengan cepat, kini wilayah pack kami tidak akan terancam lagi oleh manusia.


Alasan ini juga, yang membuat ayahku mendirikan perusahaan dan mengembangkannya sampai seperti sekarang. Dengan uang kau bisa membeli apapun di dunia manusia.


Uang bukan hal penting untuk werewolf, tetapi uang bisa memberikan kenyamanan bagi pack dalam jangka panjang.


Wilayah pack adalah tempat yang sakral, dengan adanya ritual, siklus kehidupan nenek moyang, pertumpahan darah dan yang paling penting adalah sihir perlindungan yang sudah terpasang selama ribuan tahun, membuat wilayah pack mempunyai arti yang tersendiri bagi werewolf.


Kami tidak bisa begitu saja berpindah ke tempat lain. Karena itu, werewolf akan melakukan apapun untuk melindungi wilayah packnya.


Seperti yang terjadi di pack Ibuku, Moonrise pack. Para penyihir yang datang dan menyerang pack itu, menginginkan kekuatan yang tertanam di tanah wilayah pack itu. Bagi penyihir, tanah pack werewolf, memberikan kekuatan lebih, hingga mereka bisa mengeluarkan sihir yang lebih kuat tanpa banyak berusaha.


Makhluk egois yang tidak tahu malu!!


Aku memandang keluar jendela, dan pemandangan pepohonan mulai jarang. Wilayah pack sudah jauh terlewati.


Aku sebenarnya ingin langsung terbang ke London, but thanks to Uncle Rex, statusku sebagai manusia, telah mati. Uncle Rex berjanji untuk mengurus, dan membuat identitas baru untukku.


Dan karena itu juga, aku tidak akan bisa kembali ke LA, tempatku tinggal selama ini. Orang akan sangat terkejut jika melihatku masih hidup. Aku harus mengucapkan selamat tinggal kepada kehidupanku sebagai David Adalrik.


Walaupun kehidupan yang singkat, aku merasa cukup bahagia saat itu. Musik dan musik, hidupku hanya berkutat di sekitarnya, dan aku juga cukup gembira dengan uang yang aku hasilkan.


Karena kemampuanku menciptakan lagu dan bernyanyi itu, membuat hidupku nyaman terjamin tanpa kekurangan. Beberapa orang yang aku kenal juga tidak buruk, Justin--manager kegiatanku-- memang cerewet, tetapi dia manager yang hebat.


Kehidupanku akan lebih mudah jika aku mematuhi semua jadwalnya, tetapi aku dilahirkan tidak untuk menjadi penurut, jadi aku dan Justin sering berdebat. Dan dia adalah manusia pertama yang tahan dengan temperamenku yang sangat buruk.


Kemudian Hugh, dia adalah produser sekaligus pemilik label rekaman tempatku bernaung. Dia penuntut, tapi akan membayar kerja kerasmu dengan hasil yang setimpal. Mereka adalah manusia yang membuatku bertahan di dunia manusia.


Ck..ck aku mendecak dengan jengkel. Tidak seharusnya aku memikirkan mereka sekarang, menimbang aku tidak akan pernah bertemu mereka lagi setelah ini.


Soal kekayaanku sebagai David, Uncle Rex sudah mengatur agar seluruh uangku, dialihkan secara penuh menjadi menjadi atas namaku yang asli. Jadi aku masih memiliki semua yang aku dapatkan dari kerjaku sebagai komposer dan penyanyi selama 8 tahun ini.


Dan syukurlah, karena jumlahnya bisa dibilang sangat lumayan. Segala royalti yang aku dapat dari seluruh laguku setelah aku meninggal --ini terdengar sangat aneh-- juga akan langsung masuk ke rekening milikku sebagai Duke.


Uncle Rex telah mengatur agar nama asliku, terdaftar sebagai pewaris utama dari David Adalrik. Rumit, tapi itu perlu. Dan aku lega tidak harus mengurus semua itu sendiri.


Aku sudah menerima kenyataan dan takdir, jika aku akan menjadi Alpha.


Ada sedikit penyesalan memang, tapi aku sudah membuat pilihan. Dan David Adalrik adalah pengorbananku. Aku harus merelakan kehidupanku yang itu. Hidup memang tidak akan selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Aku telah memilih untuk mengorbankan hidupku sebagai manusia dan menjalani takdirku seperti yang seharusnya, yaitu menjadi Alpha.


Tapi aku tidak akan mengorbankan Bee untuk apapun. Masih ada rasa was-was yang membebani hatiku, karena bagaimanapun Bee bukan werewolf. Aku tidak ingin kisah kami, menjadi lebih tragis dibandingkan dengan ayah dan ibuku.


Walaupun Uncle Rex berkali-kali menekankan padaku, para Elder tidak akan bisa berbuat apa-apa, tetapi aku tetap merasa gelisah.


"Stop it!! Both of you!!" bentak uncle Rex dengan keras, menerjang lamunanku.


Uncle Rex memandang dengan kesal ke arah El dan Roan yang sedang saling melotot. Aku rasa ada perdebatan lain yang aku lewatkan, karena sedari tadi aku melamun.


Uncle Rex mendelik galak kepada mereka sebelum kembali menekuni pekerjaannya. Aku tersenyum simpul sambil memandang El dan Roan yang masih saling melotot.


Aku melontarkan pandangan bertanya kepada El yang hanya dijawab dengan gelengan kepala pelan. Sedangkan Roan menjulurkan lidah padaku, hanya karena aku bertanya. They're so cute isn't it?


Aku kembali memandang keluar jendela, melanjutkan lamunanku yang tadi terputus. Aku masih agak terganggu dengan perkataan Mom setelah pemakaman ayah.


Saat itu Mom mengatakan, jika penyebab melemahnya werewolfnya bukan karena jarak, tetapi karena lebih kepada keputusan yang diambil oleh mereka berdua untuk tidak bertemu lagi, dan melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka.


Untuk aku, ini merupakan kabar buruk, saat itu mungkin aku tidak terlalu menyadarinya. Tetapi setelah mengendap beberapa hari di otakku, aku akhirnya sadar, ini adalah kabar buruk.


Aku jelas tidak menginginkan perpisahan dengan Bee, tapi kenapa werewolf-ku tetap menjadi lemah? Sayangnya, satu-satunya jawaban yang muncul di otakku dan paling masuk akal adalah-----


F*ck! Aku tidak ingin mengatakannya, walaupun hanya di dalam kepalaku. Tidak mungkin Bee telah menemukan cinta yang baru.


Waktu mendengar penjelasan Uncle Rex dulu, aku mengira hal itu karena jarak antara London dan Canada yang memang sangat jauh.


Tetapi Mom dengan jelas mengatakan bahwa jarak bukan masalah.


Semakin membolak-balik semua fakta yang aku dapat tentang 'Mate' ini, aku semakin tidak menyukai kesimpulan yang selalu muncul di kepalaku.


Bee won't easily getting over me, bukankah dengan menjadi 'Mate' perasaan kita akan menjadi mutual?


Tetapi Bee tidak tahu jika aku masih hidup, belum juga fakta bahwa Bee adalah manusia. Mungkin patokan perasaan yang mutual ini hanya akan berlaku jika pasangan mate adalah werewolf?


Sejuta pertanyaan baru silih berganti muncul, setiap aku mencoba menduga-duga tentang ini.


"What's wrong? Kau sedang memikirkan Mate-mu?" tanya Uncle Rex yang mendengarnya dan menebak dengan tepat.


Aku melirik ke arahnya, dan melihatnya sedang membereskan pekerjaan dan mematikan laptop.


Aku hanya mengangguk dengan malas, karena tidak ingin mendiskusikan hal ini dengannya. Aku masih menyalahkannya, karena dia yang membuatku mati.


"Siapa namanya? Aku tidak mau selamanya memanggilnya dengan 'gadis itu', dan aku rasa namanya bukan Bee?" tanyanya lagi.


Aku mengernyitkan dahi "Kau tidak tahu namanya? Bukankah kau sudah mengumpulkan informasi tentang dia? Kau menunjukkan foto-fotonya padaku".


Yang aku tahu, jaringan informasi yang dimiliki oleh pack sangat handal, baik untuk dunia inhumane, maupun untuk dunia manusia melalui Monath.


"Foto-foto itu adalah satu-satunya yang kami dapat, itupun nyaris dengan pertaruhan nyawa. Salah satu informan mengundurkan diri karena teror yang diterimanya saat mencari informasi tentangnya" jelas Uncle Rex.


"Benarkah?" tanyaku kaget.


Apakah itu dari kakaknya? Kakak laki-laki Bee memang sangat protektif, aku tidak akan heran jika dia melindungi Bee dengan berlebihan, tapi kehilangan nyawa? Itu agak sedikit di luar bayanganku.


Bagaimanapun juga, aku tidak bisa membayangkan kakak Bee akan membayar seseorang untuk membunuh, walaupun dia mampu tentu saja.


"Dia memang berasal dari keluarga kaya, tetapi aku rasa informanmu berlebihan paman, mereka bukan tipe peneror atau pembunuh, mereka orang biasa" ujarku.


Uncle Rex mengangkat tangannya pertanda tidak mengerti.


"Informan mengatakan padaku, ada orang yang datang ke rumahnya dan mengobrak-abrik untuk mencari foto-foto itu. Untunglah dia sudah mengirimnya pada ayahmu. Setelah itu penyelidikan dihentikan dengan segera, terlalu berbahaya. Jika kau mengatakan nama gadis itu adalah Ariana Grande atau bahkan Melania Trump aku akan percaya, karena se-nihil itulah pengetahuanku tentangnya" ucapnya, dengan sedikit tersenyum.


El dan Roan langsung terkikik mendengar perkataan Uncle Rex. Mereka mendengarkan diskusi kami ternyata.


"Namanya Eluira. Eluira Ignes Delmora" Jawabku jujur. Tidak akan ada masalah, toh nanti aku akan membawanya ke pack, jika semua lancar dan berjalan sesuai rencana.


"Waoww.. it's a nice name!!" seru Roan dengan bersemangat, "Kalian bertemu dimana pertama kali? Apakah di LA? Apakah dia juga seorang penyanyi? Atau model? Ah.. sepertinya bukan, tubuhnya terlalu mungil untuk menjadi model. Oh.. apakah dia artis film?"


Serentetan pertanyaan segera berdesing dari mulut Roan.


Ini salah satu alasan kenapa aku malas membahas soal Bee di depan Roan.


"Bukan!! Dan aku tidak akan menjawabnya. Kau bertanyalah sendiri padanya jika bertemu" jawabku, mengandung harapan agar ini semua berjalan lancar. Roan mencibir tidak puas mendengarnya.


"Kau bilang nanya Delmora dan dia berasal dari Inggris?" Uncle Rex bertanya dengan nada tidak percaya, dan mata terbelalak.


"Nama keluarganya Delmora dan dia tinggal di London" Jawabku, Sebagian besar foto-foto itu memang di ambil di London.


Uncle Rex tentu tahu, tapi ada apa dengan reaksinya itu?


"Kau bilang mereka kaya dan keluarga biasa? Kau salah soal ini!! ... Mereka memang kaya tetapi bukan keluarga biasa. Pantas saja aku tidak bisa mencari info apapun tentangnya" Wajah Uncle Rex penuh dengan rasa puas, seakan pertanyaan besar telah terjawab.


Sangat bertolak belakang denganku, karena sekarang kebingungan melandaku dengan sangat.


"Anak buahku beruntung mereka masih hidup. Delmora yang kita bicarakan ini adalah pemilik dari Delmor Corp bukan?" tanyanya lagi, ingin memastikan bahwa kita membicarakan orang-orang yang sama.


"Ya, tentu saja. Oscar yang menjalankan perusahaan itu sekarang, dia adalah kakak dari Bee" jelasku.


"Hmm..ya aku tahu siapa dia. Beberapa anak perusahaan kita, ada yang bekerjasama dengan mereka, dan tentu ada juga yang bersaing. Anak muda yang sangat pintar dan mempunyai insting bisnis yang luar biasa, bahkan lebih dari ayahnya" Mata Uncle Rex menerawang.


Ini kejutan untukku, aku tidak tahu Uncle Rex mengenal Oscar.


"Kau mengenalnya?" Ternyata dunia ini tidak seluas yang aku bayangkan.


"Aku belum pernah bertemu secara langsung, tetapi namanya terkenal di dunia bisnis. Dia baru menggantikan ayahnya selama hampir 2 tahun, tetapi langkah-langkah bisnis yang diambilnya telah membuat nilai perusahaannya menjadi berlipat-lipat". Uncle Rex terdengar kagum sekaligus ngeri pada prestasi Oscar.


"Dia adalah anak yang sedari kecil dipupuk dan dididik untuk menjadi pewaris perusahaan, Bee yang mengatakan ini padaku. Dan dia salah satu lulusan terbaik yang pernah dimiliki Oxford Business College, seperti juga El"


Aku bercerita, sambil menunjuk El yang mengangguk-angguk kecil tanda setuju.


"Tunggu!!---Kau kuliah bisnis di Oxford?" tanyanya pada El dengan kaget. Uncle Rex sejenak teralihkan dengan fakta yang baru saja aku ungkap.


"Ya, apa kau yakin kau punya informan yang bagus? Bagaimana mungkin kau tidak tahu soal hal ini? El berada di sana selama tujuh tahun, dia juga mengambil gelar Master". Aku rasa Uncle Rex perlu mengganti beberapa informan, hasil kerja mereka buruk sekali.


"Aku tidak tahu apa-apa soal itu, semua informasi soal kalian, langsung masuk ayahmu. Aku bisa tahu soal kekasihmu itu juga dari ayahmu. Seluruh laporan pengintaian dirimu selama di luar pack semua langsung masuk ke ayahmu. Dia sangat berhati-hati memilih informan. Dia tidak akan membuatmu dalam bahaya, karena terekspos saat sedang berada di luar pack. Info gadis itu adalah satu-satunya hal yang dibagikan oleh ayahmu padaku. Itupun karena ayahmu kesulitan mendapatkan data mengenainya. Dan aku tidak heran sekarang, ternyata dia seorang Delmora" jelas uncle Rex dengan panjang lebar.


"And?...." tanyaku tak sabar. Apa yang membuat keluarga Bee begitu istimewa?


"Delmora Family adalah keluarga---yah katakanlah hampir mirip mafia. Sangat tua dan berkuasa. Mereka punya koneksi dengan kerajaan!" Serunya, agak terlalu bersemangat.


"What..?!!!" Aku tidak percaya, ini pasti gurauan.


"Mafia?? you mean like a Mob or gangster?" tanyaku memperjelas, karena jawaban itu, sangat tidak terduga.


Uncle Rex mengangguk dengan mantab.


"Wait... Lui is a dancer, Ballerina. She's not a mob!" Kali ini El yang menyahut tidak percaya.


"Aku juga tidak mengatakan kalau dia itu gangster, tetapi keluarga Delmora adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di Eropa. Dan hanya itu info yang aku tahu. Mereka punya bisnis dan perusahaan yang sukses, tetapi mereka juga menguasai beberapa sektor gelap, yang lebih baik kalian tidak tahu.."


Uncle Rex kembali mengangkat tangan, pertanda dia tak tahu apa-apa selain itu.


Lui?? Bee? keluarga mereka adalah gangster?


Aku sebenarnya tidak terlalu perduli dengan latar belakang Bee, karena yahh.. keluargaku tinggal di tengah hutan dan bukan manusia. Dengan fakta itu saja, aku tidak berhak mengeluhkan, mengenai keadaan keluarga Bee. Aku tidak peduli sedikitpun.


Tapi fakta jika Delmora adalah Mafia, tetap saja akan mengejutkan. Wajah tampan Oscar tidak cocok disandingkan dengan kekerasan.


"Wow.. your girl is a bad*ss!!" kata Roan sambil mengacungkan jempolnya.


Aku memandangnya dengan takjub. Yah.....aku bisa mengandalkan Roan untuk menunjukkan cara pandang yang paling aneh untuk segala hal. Gangster and bad*ss?.


Well karena aku sedang merencanakan untuk memenggal kepala dan merenggut jantung seseorang, jadi aku dan keluarga Bee mempunyai sisi yang kurang lebih sama hitamnya. What a life!!


Aku akhirnya hanya mengangkat bahu "Aku tidak peduli soal itu Uncle, dia tetap Bee, siapapun keluarganya!" ujarku dengan tegas.


"Aku hanya ingin kau berhati-hati, kau sudah mempunyai musuh berbahaya di dunia inhumane, jangan sampai kau mempunyai musuh yang tidak kalah mematikan di dunia manusia" Dia memberi nasehat.


"This is too much for me!!" kata El sambil mengacak-acak rambut yang mulai memanjang. El juga mengenal Bee dan Charlie. Dan seperti aku dia agak sulit menerima kenyataan jika mereka adalah gangster.


Tetapi hal itu menjelaskan beberapa hal yang menurutku aneh sebelumnya. Semuanya menjadi jelas.


Kecelakaan pesawat, Bee's mother yang meninggal karena tertembak --bukan hal yang biasa menjadi penyebab kematian--, kemudian rumah sakit pribadi tempat Bee di rawat.


Yang paling utama adalah keberadaan bodyguard yang selalu mengikuti Bee dengan diam-diam. Aku mengira itu adalah bagian sikap paranoid dan overprotective Oscar kepada Bee. Tapi itu semua dengan mudah dijelaskan kalau mereka memang punya kuasa.


"Entah kenapa aku merasa Bee tidak tahu apa-apa soal hal ini. Dia masih sering bertanya-tanya kenapa Ibunya bisa meninggal dalam baku tembak. Walaupun Oscar sudah sering mengatakan, jika itu adalah perampokan, tetapi kadang aku bisa melihat,  dia kadang meragukan kata-kata Oscar"


Aku membolak-balik kenanganku tentang Bee.


El mengangguk berkali-kali, menyetujui pendapatku.


Bee sama sekali tidak terlibat dalam bisnis Delmor Corp. Aku dulu sempat mendapat kesan Daniel Delmora -- ayah Bee, belum pernah bertemu-- bersikap kurang adil, karena dia sama sekali tidak mencoba agar Bee bisa terlibat dalam penanganan perusahaan.


Tapi aku sekarang mengerti kenapa.


Dari semua wanita yang ada di dunia, baik inhumane atau bukan, aku memiliki Mate yang berasal dari keluarga seperti itu! Apa lagi yang dibawa takdir untukku?