Finding You, Again

Finding You, Again
David 10 - Knowing Your Enemy and Your Destiny



"Boleh aku bertanya sesuatu, uncle?" El bangkit, lalu duduk di depan Uncle Rex.


Uncle Rex menoleh ke arahnya. Matanya yang sejak tadi terpaku pada tanganku, yang sedang di rawat oleh dr. Sidra, akhirnya beralih.


"Apakah tentang isi buku itu?" tanyanya balik kepada El, sambil menunjuk buku kecil yang diberikannya pada kami tadi. El mengangguk.


"Nanti" jawab Uncle Rex dengan singkat sambil melirik ke punggung dr. Sidra, yang mulai membebat tanganku dengan perban. Dia tidak mau dr. Sidra mendengar pembicaraan soal mate ini.


Tidak sampai lima menit kemudian, setelah menyuruhku menelan obat yang diberikannya kepadaku, dr. Sidra berpamitan keluar.


Uncle Rex memberi isyarat pada El untuk bertanya. "Jika masalah mate ini begitu penting, kenapa tidak ada satupun catatan yang membahas tentang hal ini?" tanya El, dengan nada heran.


"Ada, aku membacanya!" jawab Roan.


"Itu buku dongeng, tidak akan ada yang percaya hal yang tertulis di buku itu adalah nyata" Jawab El dengan nada meremehkan.


Aku setuju dengan El, fakta seperti ini seharusnya tertulis dengan jelas dan teratur.


"Tidakkah kalian ingat bagian yang menjelaskan bahwa seorang werewolf yang bertemu mate-nya, berarti dia akan memiliki kekuatan lebih dari werewolf biasa?" tanya uncle Rex, menengahi perdebatan antara El dan Roan.


Aku mengangguk, demikian juga El dan Roan.


"Kekuatan semacam itu, sudah pasti akan mengundang banyak musuh, karena itu Elder Galen dan Alpha yang berkuasa saat itu, memutuskan untuk menghancurkan segala macam bukti yang menunjukkan bahwa Mate itu nyata. Mereka merahasiakan fakta ini sampai saat kasus Owen terjadi, dia membuka rahasia itu hanya untuk mencegah peperangan dalam pack"


"Kalian sudah sering berlatih bersama Alpha Owen bukan? Aku rasa kalian sudah tahu bagaimana perbedaan werewolf yang bertemu Mate-nya. Belum lagi keturunan yang dihasilkan dari pasangan Mate, akan memiliki kekuatan yang lebih dari werewolf lain" katanya, sambil memandang kami bertiga bergantian kemudian menghentikan pandangan matanya padaku.


Kami tahu pasti bagaimana kekuatan ayahku. Selain aku, Roan dan El juga lumayan sering berlatih tanding dengan ayah. Kami bertiga tahu bagaimana rasanya menjadi bulan-bulanan kekuatan ayah.


Dan aku --Roan dan El juga aku rasa-- tahu, semenjak aku bisa bertransformasi, kekuatan werewolf-ku sangat berbeda dengan yang lain. Contoh mudahnya adalah daya penciuman dan pendengaranku.


Hampir seluruh ruangan di pack dilengkapi peredam suara, sehingga werewolf biasa tidak akan bisa mendengar pembicaraan di ruangan lain, kecuali jika mereka memang berusaha menguping tentu saja.


Ini tidak berlaku bagi telingaku. Aku bisa mendengar segala yang terjadi di Manor jika ingin.


Tapi biasanya aku menutup daya pendengaranku sampai batas normal. Aku sama sekali tidak tertarik untuk mendengar omong kosong kehidupan orang lain.


Werewolf biasa juga memiliki penciuman yang lebih tajam dari manusia. Mereka bisa dengan mudah membedakan aroma manusia dengan inhumane.


Tapi aroma manusia pada umumnya sering berubah, menyesuaikan dengan tempat mereka berada, parfum dan mungkin juga sabun mandi.


Tapi tidak untukku, aku bisa membedakan setiap makhluk dari aroma khusus yang tidak akan pernah berubah walaupun lingkungannya berubah.


Aku akan tetap mencium satu aroma yang menjadi dasar kehidupan mereka. Tentu saja aroma itu akan terkontaminasi seiring perjalanan hidup.


Seperti Myra, aku selalu mencium aroma vanila yang lembut darinya tapi aku juga bisa mencium sedikit aroma ayah darinya. Roan memiliki aroma pohon ek hampir mirip seperti uncle Rex , tapi dengan berpindahnya mereka ke kota, aroma logam melekat padanya sekarang .


El memiliki aroma wangi lily segar, kehidupan di luar pack memberinya tambahan aroma tinta yang samar.


Tapi yang menjadi favoritku tentu saja aroma milik Bee, keharuman kopi dan cokelat dengan sedikit campuran aroma pepohonan dan matahari yang segar. Aroma yang tidak pernah gagal memperbaiki mood-ku.


Yang paling memuakkan, tentu saja campuran aroma ikan mati dan bangkai yang menguar dari tubuh vampire yang aku temui beberapa waktu lalu.


Aku pernah bertemu vampire sebelum ini dan mereka selalu beraroma darah, tapi bau dari vampire berambut keriting itu membuat bulu hidungku mengkerut karena sangat menjijikkan!


Lamunan mengenai vampire itu, membuatku teringat akan sesuatu,"Uncle, kau berjanji untuk menjelaskan kepadaku, kenapa para vampire itu menyerang pack ini?"


"Ah... tentu saja, aku melupakan sesuatu yang penting rupanya, ini juga akan menjadi cerita yang panjang" jawabnya, sambil menjentikkan jari.


"Well, seperti yang kalian tahu, selama ini makhluk inhumane sangat jarang bersinggungan satu sama lain. Tetapi sekitar 5 tahun yang lalu, keadaan mulai berubah. Kau ingat, vampire pirang yang kau temui saat malam penyerangan sebulan yang lalu?" tanyanya kepadaku.


"Of course, he want to rip my head off! It's kinda hard to forget something like that" jawabku sedikit jengkel, karena membuatku teringat kekalahanku malam itu.


"Nama Vampire itu adalah Crispin. Aku tidak punya banyak info tentang asal-usulnya, tapi rekam jejaknya selama 5 tahun ini akan membuatmu bergidik. Dia sudah menghancurkan 2 pack werewolf, 1 elven sanctum, 2 white witches coven dan itu hanyalah beberapa yang kita tahu. Aku memperkirakan ada lebih banyak lagi"


Vampire itu lebih sinting dari pada yang aku kira. Apa tujuannya melakukan semua itu? Apakah dia ingin menginisiasi perang antar makhluk inhumane?


"Hanya itu informasi yang ada?" tanyaku tidak puas. Setidaknya aku ingin tahu dari mana asal makhluk bejat itu.


Uncle Rex mengangguk "Makhluk itu, sangat licin, bahkan para hunter juga mengalami kesulitan untuk membasmi kelompoknya"


"Kau tahu dari mana soal itu, Dad?" sambar Roan dengan cepat.


"Abel, aku memberinya kabar soal meninggalnya Alpha Owen sekaligus mencari info soal vampire itu" Jawab uncle Rex.


"Dia masih hidup?" tanyaku agak terkejut kepada Uncle Rex, usia manusia lebih pendek dari pada werewolf.


"Iya, tua tetapi masih sehat. Dia sekarang bertanggung jawab untuk perburuan di wilayah Amerika Utara, termasuk pack kita" jawabnya.


Hmm... aku tidak keberatan dengan adanya sekutu, tetapi aku ingin menghabisi mereka berdua dengan tanganku. Crispin dan Egon, aku akan mengingat nama itu, dan suatu saat aku akan menagih hutang darah ayahku kepada mereka.


"Kau masih tidak ingin membicarakan soal penobatanmu menjadi Alpha?" Uncle Rex selalu pandai dalam berunding. Aku mulai tidak suka dengan arah pembicaraan ini.


"Aku tidak mungkin menjalani upacara pengangkatan menjadi Alpha saat ini paman, aku tidak bisa bertransformasi" jawabku dengan dingin.


Salah satu ritual penobatan Alpha yang utama adalah, Alpha menyalakkan Alpha tone dalam bentuk serigala kepada seluruh anggota pack yang juga telah bertransformasi.


Aku membayangkan ritual itu akan menjadi mimpi buruk jika aku terpaksa melakukannya.


"Tidak sekarang, tapi nanti setelah kau normal" kata Uncle Rex dengan nada antusias.


"Itu mustahil!! Penobatan Alpha akan dilakukan setelah upacara pemakaman bukan?" tanyaku dengan penasaran.


"Aku akan membujuk para Elder untuk menundanya, sampai kau bisa bertransformasi lagi. Tenanglah mereka akan setuju!" ucapnya, dengan nada yakin yang tidak masuk akal menurutku.


"Dan bagaimana tepatnya kau akan melakukannya?" tanyaku penuh keraguan. Para Elder yang kolot itu tidak akan menerima usulan Uncle Rex dengan cuma-cuma. Pasti akan ada konsekuensi untuk pengunduran ini.


"Mate, mereka akan memberimu apapun asal kau bisa membawa pasangan mate-mu kesini"  kata Uncle Rex. Lagi-lagi dengan keyakinan yang membuatku terheran-heran.


"Sebagian dari mereka menolak ketika ayahku akan membawa Myra kesini, padahal dia siewolf. Paman pikir aku akan memiliki kesempatan? Padahal Bee adalah manusia biasa?" tanyaku dengan gusar.


Senyum lebar Uncle Rex sekarang terlihat sangat menyebalkan di mataku. Bagaimana dia bisa tersenyum di saat seperti ini?


"Itu dulu Duke. Tapi ayahmu telah membuktikan kepada mereka, bagaimana hebatnya seorang werewolf yang bertemu dengan pasangan Mate-nya. Selama 25 tahun setelah kelahiranmu, Alpha Owen benar-benar menjadi Alpha yang mempunyai prestasi mengagumkan. Dia membuat pack ini menjadi pack no. 1 di dunia. Ayahmu dengan mudah menaklukan para Stray yang datang ke sini dengan kekuatannya. Saat ini kita punya kekuatan warrior lebih dari pada yang pernah mereka lihat. Belum lagi Monath yang di bentuk ayahmu sekarang menyokong kehidupan pack ini dengan kokoh. Ayahmu telah membawa pack ini ke zaman keemasannya"


Uncle Rex berhenti sejenak mengambil nafas. Dia menjabarkan prestasi ayah dengan terlalu menggebu-gebu.


"Dengan prestasi seperti itu, jika aku membocorkan pada mereka, bahwa kau juga sudah bertemu dengan mate-mu, aku yakin, mereka akan menyetujui apapun yang kau minta." Jelasnya dengan panjang lebar.


Aku tidak menyukai ide itu. Dia ingin melibatkan Bee dalam masalah ini, maka aku menggeleng keras.


"Aku tidak ingin Bee ikut terseret dalam dunia inhumane ini Uncle, dia manusia biasa" ucapku pelan.


Aku sebenarnya mulai percaya Uncle Rex bisa menjalankan rencana tadi, tapi aku tetap tidak ingin Bee tersangkut dengan carut marut dunia ini.


"Aku tidak ingin dia terlibat kekacauan di dunia inhumane" ulangku.


"Apalagi dengan fakta, jika mate dengan pasangannya akan selalu mengundang musuh. Kau yakin akan mengumumkannya pada para Elder? Bagaimana jika nanti justru Bee berada dalam bahaya?" tanyaku lagi dengan khawatir.


"Duke, cepat atau lambat dia akan terlibat! Dia calon Zhena dari pack ini. Aku sebenarnya tidak peduli, apakah dia werewolf atau bukan. Jika itu adalah mate-mu, sudah pasti aku menginginkan dia berada di pack ini. Dan jika dia terus berada di dunia manusia, justru kita akan kesulitan untuk menjaganya" tegasnya, tidak ingin mendengar bantahanku.


"Dan aku tak akan sebodoh itu dengan mengatakan siapa identitas mate-mu kepada mereka. Aku tidak akan mengambil resiko berita itu bocor. Aku hanya akan mengatakan soal mate, tapi detailnya akan tetap aku simpan. Dengan bukti daya sembuhmu yang melambat, mereka akan percaya jika kau sudah bertemu mate-mu. Mereka tidak akan lupa bagaimana keadaan ayahmu ketika berpisah dengan Myra" jelasnya lagi.


Aku terdiam memikirkan kata-kata uncle Rex. Aku sebenarnya juga tidak ingin meninggalkan tanggung jawab sebagai Scion. Bagaimanapun, aku dididik oleh ayahku semenjak kecil, untuk memikul tanggung jawab ini.


Aku tahu bagaimana pentingnya Alpha bagi sebuah pack.


Sebelumnya, alasanku menolak kedudukan sebagai Alpha, karena aku sangat marah kepada Myra --yang mana ini sudah terbukti sebagai perbuatan terbodoh yang telah aku lakukan selama 25 tahun kehidupanku-- dan ayahku.


Sekarang setelah semua salah paham terselesaikan, aku sama sekali tak keberatan dengan itu.


Tetapi jika itu harus terjadi tanpa Bee, maka aku sudah pasti akan memilih Bee. Aku akan meninggalkan pack ini jika memang Bee tidak di terima di sini.


Kecil?!!...


Aku tahu itu ejekan, tapi aku malas membalasnya. Roan akan semakin bersemangat jika aku membalas ejekan itu.


El memberinya sikutan kasar tepat di rusuknya, sebagai teguran. Roan mendelik marah pada El yang juga balas melotot padanya.


"Aku hanya ingin memastikannya saja!" bentaknya, kepada El.


"Dari cerita ayahku, ketika Alpha Owen dan Luna Myra berpisah, mereka menjadi sangat sakit dan lemah. Tetapi kau sudah berada kurang lebih 4 bulan di sini. Selain daya penyembuhmu yang melambat, dan kesulitanmu bertransformasi, kau terlihat cukup sehat" katanya lagi, tanpa merasa bersalah.


Oh... aku sangat ingin mengunyah kepala berambut hitam legam itu dengan gigiku saat ini juga.


"Kadang aku tak habis pikir, bagaimana bisa aku bertahan sekian lama berteman dengan werewolf seperti dirimu?" gumamku pelan.


"Heyy...aku bisa mendengarnya!!" Sekarang dia melotot padaku.


Makhluk yang menyusahkan! Aku membatin kesal. Tetapi aku masih menahan diri, aku sedang malas berdebat.


"Aku punya pendapat untuk hal itu, aku punya dugaan kenapa kondisi Alpha Owen dan Duke berbeda, yah.. sebenarnya aku sudah memikirkan hal ini dari kemarin" Kata uncle Rex, dengan bersemangat.


"Kalian memang mirip" kataku, sambil menatap mereka berdua dengan dongkol.


Seolah tidak mendengar perkataanku, uncle Rex kembali mulai menjelaskan teorinya.


"Ikatan antara dua jiwa adalah yang menjadi dasar teori ini. Dan aku rasa, seberapa dalam ikatan itu terbentuk, akan mempengaruhi besar kecilnya resiko yang diakibatkan oleh perpisahan antar pasangan mate"


Aku memandangnya dengan dahi berkerut, karena tidak mengerti.


"Well...you know, ketika alpha Owen meninggalkan Moonrise pack dan berpisah dengan Zhena Myra, mereka telah 'tidur' bersama. Aku beranggapan kau belum pernah melakukannya"


Mata coklat uncle Rex sekarang memandangku dengan penuh arti.


Gelak tawa terdengar dari mulut Roan ketika mendengar penjelasan Uncle Rex, bahkan El juga tersenyum. Dia membuang muka ketika aku meliriknya dengan pandangan membunuh.


Wajahku terasa panas sekarang.


"Aku tidak akan membahas hal itu dengan kalian" bentakku, F*ck them!!


"Hei---- fakta ini bisa menjadi tambahan pengetahuan, Duke. Aku akan menuliskan fakta baru ini di buku tadi. Semenjak Elder Galen meninggal, aku kehilangan nara sumber. Sekarang dengan adanya kau, fakta baru seperti ini akan terus bermunculan" ujar Uncle Rex, dengan raut wajah yang sama cerianya dengan Roan.


"Tidak ada fakta apapun untuk ditulis, aku tidak memberikan konfirmasi apapun tentang tuduhanmu tadi" Aku bangkit dari kursi dengan jengkel. Aku tidak suka arah perkembangan pembicaraan ini.


"Sudah berapa lama kalian bersama" tanya uncle Rex.


Aku mengacungkan 3 jariku sebagai jawaban.


"Tahun?"


Aku membenarkannya dengan anggukan kepala.


"What?? Kau sudah bersamanya selama tiga tahun, dan kau belum melakukan apapun? Apa kau sakit?!"


Roan kembali menemukan lidahnya, dan segera saja dia berhasil menemukan bahan lelucon untuk kehidupan sex-ku.


Aku tidak akan terpancing dan memberinya kesenangan dengan melihatku marah karena ejekannya. Maka aku membalas perkataannya dengan tersenyum lebar.


"Jangan khawatir, kondisiku sangat sehat jika berkaitan dengan hal itu. Tapi kau tidak berhak melayangkan lelucon tentang sex, karena selama 24 tahun kehidupanmu, kau belum pernah sekalipun berciuman dengan pria, baik itu manusia ataupun werewolf"


"Kau...." Roan terlihat seperti ingin melempar meja di hadapannya ke arahku.


Sedangkan Uncle Rex dan El tertawa terbahak-bahak.


"Kali ini kau kalah, Roan" uncle Rex memegang tangan Roan untuk menenangkannya. Roan akhirnya diam dan melipat kedua tangannya ke dada dengan muka cemberut.


"Kau tidak perlu memberi konfirmasi apapun soal ini Duke, ini hanya teori".


Wajah Uncle Rex sudah kembali menjadi serius sekarang.


"Jika di sini keadaan Duke melemah, apa keadaan wanita itu di sana juga melemah?" Roan bertanya dengan nada penasaran.


Ada apa dengannya? Kenapa dia tertarik sekali kepada Bee?. Tetapi aku agak kesal, kenapa hal itu tidak terpikirkan olehku sebelumnya.


"Dia manusia, Roan, dia tidak bisa menjadi lebih manusia lagi" El menyahut, tetapi matanya memandang ragu-ragu ke arah uncle Rex, meminta dukungan atas teorinya tadi.


Uncle Rex, hanya mengangguk pelan dengan mata menerawang.


"Kita hanya bisa berteori disini. karena hal ini juga sangat baru bagiku. Dulu Elder Galen pernah berkata kepadaku, bahwa tujuan lain adanya pasangan Mate adalah untuk menghasilkan keturunan yang lebih superior dari pada werewolf biasa, dan itu telah terbukti padamu, Duke. Kau memiliki indera penciuman dan telinga yang lebih tajam dari pada werewolf lain. Belum lagi kekuatan bertarungmu yang lebih dari pada werewolf lain" Jelas uncle Rex sambil memandangku.


"Tapi sekarang aku sama kuatnya dengan manusia biasa" balasku dengan muram.


"Tapi teori itu tidak mendukung situasimu saat ini Duke! Wanita yang menjadi Mate-mu adalah manusia. Sulit membayangkan keturunan kalian nanti akan menjadi superior. Keturunanmu nanti hanya akan menjadi separuh werewolf" Uncle Rex sekarang memandangku dengan mata melebar, tertarik.


"Woww.. slow down there uncle! Itu masih berada jauh di depan. Dan apapun anakku nanti, aku tidak akan peduli. Dia anakku, itu saja" ujarku dengan tegas. Dia membuatku merasa seperti tikus laboratorium yang siap di bedah.


Dan benar, aku tidak peduli jika nanti aku mempunyai anak mutan, asal Ibunya adalah Bee.


Uncle Rex mengangguk berkali-kali. Tetapi aku ragu hal itu dilakukannya karena setuju dengan perkataanku. Dia masih tenggelam dalam pikirannya sendiri, dengan mata menerawang jauh. Dia memang selalu tertarik dengan fakta dan masalah baru.


Aku rasa dia sedang membayangkan dengan antusias, bagaimana masa depanku dengan Bee.


Tok....tok...tok.


Ketukan di pintu membuat kami menoleh heran, uncle Rex tadi sudah melarang siapapun untuk mendekat keruangan ini.


"Masuklah" Uncle Rex menyahut, sambil memberi tanda kepadaku untuk menyembunyikan tangan yang berbalut perban.


Pemandangan tangan berbalut perban akan mengundang tanya. Werewolf biasa tidak akan perlu perban untuk luka karena kaca, luka itu akan sembuh dalam 2 jam.


Omega berjalan masuk dengan muka agak takut. "Maafkan hamba, tetapi para Elder sudah menunggu anda di ruang Assembly" ucapnya dengan bergetar.


"Oh.. ya. Aku lupa soal itu" ucap Uncle Rex sambil melirik ke arah jam dinding besar di tembok.


Dia pun segera bangkit. "Kalian istirahatlah. Besok, upacara pemakaman akan dimulai jam 9 pagi. Jangan sampai terlambat!" Uncle Rex mengatakannya sambil melangkah terburu-buru ke arah pintu diikuti oleh omega tadi.


Aku meletakkan kepalaku di meja dan menarik nafas panjang. Kepalaku terasa berat sekali. Aku tentu saja hal ini disebabkan oleh banyaknya fakta baru yang mengisinya. Jika aku bisa melihat ke dalamnya, aku yakin otakku saat ini sedang mengeluarkan asap karena lelah bekerja terlalu keras.


Baru seminggu yang lalu aku tahu bahwa ayahku -- yang ternyata juga tidak bodoh -- meninggal. Kemudian wanita yang selama ini paling aku benci ternyata adalah ibu kandungku --yang ternyata baik--, belum lagi soal aku dan Bee yang ternyata Mate -- Aku cukup bahagia dengan akta ini, tapi hubungan kami menjadi semakin rumit- dan aku juga tidak lupa dengan pria berambut cokelat yang berjalan dengannya di taman.


Dan yang paling menyebalkan, pengkhianatan Egon serta vampire pirang sinting, yang sekarang berada bersamanya. Aku menginginkan kepala tambahan untuk memikirkan semua itu.


"Apakah setelah acara pemakaman kau akan pergi ke London?" tanya El, dari nada suaranya aku tahu dia mengkhawatirkan kesehatan otakku.


"Aku ikut!! Aku tak mau berada disini tanpa kalian" Roan menyahut, sebelum aku menjawab El.


"Kau tahu, supaya kita bisa pergi dari sini dengan bebas, berarti para Elder harus menyetujui rencana ayahmu bukan? Tanpa itu, kita akan menjadi pelarian" Aku tidak ingin membuat mereka terbuang dari pack karena aku.


"Jangan bodoh, pack ini bukan rumahku jika kau tidak ada!" sekarang El menyahut dengan cepat. Dan itu membuatku sangat terharu. Dia sahabat yang luar biasa.


"Ya, aku setuju soal itu, karena aku akan bosan jika kalian tidak ada. Hanya kau yang bisa mengalahkanku dipertarungan, Duke. Para warrior di sini lemah!" Roan juga menyahut dengan wajah penuh tekad.


Roan memang kasar dan kadang terlalu jujur, tetapi Roan adalah Roan. Dia tidak akan ragu mengorbankan diri saat temannya terancam. Dia adalah contoh loyalitas tanpa pamrih.


"Ya, aku akan pergi ke London setelah pemakaman, apapun hasil pertemuan uncle Rex dengan para Elder. Dan kemudian, aku ingin memotong tangan pria berambut cokelat yang berani menggandeng tangan Bee"


Aku memandang mereka berdua sekali lagi untuk memastikan, bahwa keputusan mereka tidak berubah.


El tersenyum kecil dan mengangguk, sedangkan Roan tertawa gembira, karena memperoleh gambaran dalam waktu dekat ini dia bisa memotong tangan seseorang----


She's insane. Good siewolf, but insane.