Finding You, Again

Finding You, Again
David 9 - Biggest Trash in the Universe



"Itu hanya dongeng Uncle!" Aku menyela, sebelum uncle Rex melanjutkan cerita.


Aku pernah mendengar soal 'Mate' ini. Tapi itu hanya legenda anak-anak.


Beberapa dongeng manusia yang aku tahu adalah, Cinderella atau Sleeping Beauty. Di dunia inhumane --khususnya werewolf -- aku mengenal dongeng 'Alpha dan Zhena'.


Legenda yang bercerita tentang bagaimana mereka adalah pasangan (Mate) yang ditakdirkan untuk bersama, karena itu mereka menjadi sangat kuat, mengalahkan musuh apapun bentuknya, menerjang rintangan bersama sebelum akhirnya mereka bahagia bersama.


Itu hanyalah dongeng murahan yang aku baca ketika kecil.


El bahkan tidak melirik buku itu sama sekali. Menurut pendapatnya, semua buku dongeng adalah sampah. Sedangkan Roan, aku tidak ingat dia pernah membacanya atau tidak. Seperti Bee, dia sedikit alergi dengan buku.


"Tidak, kau salah. Cerita itu nyata. Elder Galen menjelaskan pada kami dengan bukti. Yaitu dia dan istrinya. Mereka adalah Mate" sanggahnya dengan tegas.


"Kau bercanda Dad!!" Roan menyahut masih dengan tidak percaya. Aku rasa dia membaca buku itu juga, sama sepertiku.


Sedangkan El, masih berwajah bingung yang sama. Ranah dongeng bukan kapasitasnya.


Uncle Rex menggeleng kepada Roan, kemudian dia berdiri dan mengambil tumpukan buku yang tergeletak di meja perapian. Dia memberikan buku itu masing-masing satu kepada kami bertiga. Buku itu kecil dan tipis, tidak lebih dari dua puluh halaman.


"Hal yang aku tulis di buku ini, adalah semua yang dijelaskan Elder Galen saat itu. Beberapa bagian aku lengkapi setelah aku mendapat kesempatan untuk bertanya secara langsung padanya. Buku ini sekarang berisi lengkap tentang apapun mengenai mate " ujarnya mantap.


Tanpa menunda lagi aku membuka buku itu dan membacanya.


Mate adalah pasangan yang telah ditentukan oleh takdir untuk masing-masing werewolf yang ada di dunia semenjak mereka lahir. Setiap werewolf memiliki pasangan mate masing-masing. Tapi tidak semua werewolf cukup beruntung untuk bertemu pasangan mate-nya. Karena pertemuan itu sendiri juga adalah takdir.


Jika pasangan mate berhasil bertemu, maka ikatan itu akan terbentuk dengan instan. Mate mempunyai ikatan yang lebih dalam dari sekedar cinta. Ikatan mate tidak hanya terjalin dari perasaan dan bahasa tubuh, tetapi adalah ikatan antara dua pasangan jiwa.


Ikatan kokoh itu terbentuk baik dalam kepercayaan, loyalitas, cinta dan juga dalam segala macam emosi yang mengikat kita dengan werewolf lain.


Tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang sanggup memisahkan ikatan itu. Jadi usaha apapun yang dilakukan pihak luar, ataupun pasangan mate itu sendiri untuk memutuskan ikatan itu, sudah dipastikan akan gagal.


Tidak ada kata yang bisa menjelaskan kekhususan yang terjadi, ketika kita bertemu mate kita. Tapi yang pasti, cinta dan rasa ingin memiliki yang dirasakan adalah mutual.


Tetapi tidak semua rasa cinta yang mutual antara dua werewolf berarti mereka telah menemukan mate. Sekali lagi, mate lebih dari sekedar rasa cinta yang mutual. Mate adalah jiwa yang ditakdirkan untuk kita. Mate adalah belahan jiwa kita yang lain.


 


Pembukaan yang sangat menarik, untuk sebuah dongeng.


"Kau yakin ini semua nyata uncle?" tanyaku dengan skeptis. Uncle Rex mengangguk dan memberi isyarat padaku untuk melanjutkan bacaanku.


Pasangan mate yang telah bertemu dan telah memiliki ikatan, akan sangat bergantung satu sama lain. Mereka akan menjadi kekuatan dan juga kelemahan bagi masing-masing.


Kekuatan, karena jika mereka bersatu maka werewolf dan siewolf itu akan menjadi lebih kuat dari yang lain. Jiwa mereka telah lengkap. Kekuatan mereka akan melebihi werewolves lain yang tidak bertemu dengan mate-nya.


Kebalikan dari itu, jika ikatan itu terpisah, werewolf dan siewolf itu akan kehilangan separuh jiwa mereka, dan secara perlahan mereka akan melemah. Yang paling mencolok, bisa dipastikan, mereka akan kehilangan kemampuan mereka sebagai werewolf.


Mereka akan menjadi lebih lemah daripada werewolf biasa yang tidak bertemu matenya.


Ikatan mate ini seperti pedang bermata dua,  akan menjadi luar biasa kuat, tetapi jika ikatan itu terputus maka kau akan menjadi sangat lemah dan rapuh.


Kematian atau putusnya ikatan yang dipaksakan hanya akan membawa bencana bagi pasangan mate.


Tidak ada werewolf yang sanggup menanggung kesedihan yang disebabkan oleh putusnya ikatan mate. Karena itu biasanya mereka akan meninggal juga tidak lama kemudian.


Mereka mungkin sebenarnya bisa bertahan hidup dengan tubuh yang lemah, tetapi kehampaan karena separuh jiwa yang telah hilang, tidak mudah disembuhkan. Pasangan mate yang masih hidup biasanya akan menyerah dan akhirnya mati.


Kesadaran mengetuk kepalaku, aku mendongak memandang Myra, kalimat terakhir dari paragraf tadi membuatku ketakutan. "Apakah kau juga akan meninggal?" tanyaku pada Myra, dengan khawatir.


"Lanjutkanlah Duke!!" Uncle Rex menjawabnya dengan tegas, sebelum Myra bisa berkata apapun.


 


Tetapi bagi pasangan mate yang memiliki keturunan, kasus kematian beruntun seperti ini biasanya tidak akan terjadi. Karena dengan adanya keturunan, berarti jiwa itu telah memiliki jiwa yang lain untuk dicintai. Besar kemungkinan mereka akan bisa bertahan. Karena mereka telah memiliki jiwa lain yang menautkannya pada dunia. Jiwa baru yang berasal dari belahan jiwa mereka.


Rasa lega yang luar biasa menyelimutiku seketika. Aku melirik ke arah Myra, dan mendapati dia sedang memandangku. Mata kami sesaat bertemu.


Dan saat itu, aku bisa merasakan rasa cinta yang selama ini telah dia curahkan untukku. Dan juga rasa bersalah,  semakin menggunung di hatiku, mengingat perlakuan diriku terhadapnya selama 8 tahun terakhir.


Tidak ingin tenggelam dalam depresi rasa bersalah. Aku mengembalikan pandanganku ke arah buku di tanganku, dan mencoba berkonsentrasi.


Selain dengan kematian, ikatan mate juga bisa putus karena keinginan sendiri, yaitu jika pasangan itu benar-benar menginginkannya.


Yang mana ini hampir tidak pernah terjadi. Karena rasa sakit dari bayangan akan keputusan itu, sudah bisa membuat mereka merasa seakan mati. Dan jika ikatan itu benar-benar bisa diputus, seperti yang sudah di bahas di atas, hanya kematian yang menunggu mereka.


Deg.. jantungku berdegup kencang membaca hal ini.


Bayangan bahwa aku akan berpisah dari Bee memang selalu membuatku hancur. Aku tidak akan sanggup menahan duka itu. Aku tidak akan menukar Bee dengan apapun di dunia ini. Aku tidak akan peduli jika aku kehilangan semua yang aku miliki, jika itu untuk Bee.


Dialah duniaku. Seperti Myra yang menemukan dunianya pada ayah.


Tapi apakah aku dan Bee juga termasuk dalam hal ini? Bee manusia. Apakah karena aku dan Bee sekarang terpisah sehingga werewolf-ku semakin melemah?


Aku tidak ingin mempercayainya, karena ini terlalu absurd.


Sesak menggulung dengan ganas, ketika pemahaman apa arti Bee bagi diriku semakin nyata. Aku ingin lari dan pergi ke sisinya sekarang juga.


"Bisakah kita lanjutkan ceritanya?" tanyaku dengan pelan kepada uncle Rex, pikiranku akan semakin depresi jika aku terus memikirkan Bee. Aku butuh pengalih perhatian.


"Stt.." Uncle menempelkan telunjuk di bibir dan memberi isyarat agar kami memandang ke arah Myra.


Myra jatuh tertidur. Matanya terpejam, dan nafasnya terdengar teratur.


Uncle Rex menarik tanganku untuk keluar dari kamar. El dan Roan mengikuti di belakangku tanpa suara.


Dengan pelan kami keluar dari kamar itu menuju, ruang baca di sebelah sisi barat Manor. Ruangan itu kedap suara, tempat yang tepat untuk berdiskusi.


Setelah mengusir semua omega yang sedang membersihkan ruangan itu dan menguncinya, kami duduk mengelilingi salah satu meja. Tanpa basa-basi Uncle Rex melanjutkan ceritanya.


"Keadaan langsung gempar setelah Elder Galen memberikan keterangannya. Banyak Elder tidak percaya dengan semua perkataan Galen. Tetapi tidak kalah banyak juga yang percaya. Bukti apalagi yang diperlukan? Elder Galen saat itu berumur 425 tahun. Itu sudah cukup menjadi bukti, dia memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Selama ini kami semua mengira Elder Galen adalah hasil persilangan dari werewolf dengan bangsa inhumane lain, tetapi saat itu kami semua tahu apa penyebabnya"


"Holly cow!!!" Roan berseru dengan terkejut. Aku juga sangat terkejut mendengarnya.


Aku tidak akan mengira, jika aku telah bertemu dengan werewolf yang berumur 425 tahun lebih. Elder Galen terlihat seperti seseorang yang berumur 90 tahun. Elder yang lain terlihat lebih tua darinya!


"Tanpa banyak pertimbangan lagi, aku pergi ke pack Moonrise untuk menjemput Zhena Myra. Ayahmu dan Myra keadaannya sudah sangat mengenaskan saat itu. Mereka berdua sangat lemah. Terutama Myra, karena dia sedang mengandung. Aku harus bersusah payah membawanya ke pack ini dengan jalur manusia. Aku nyaris menyerah membawanya ke Blackmoon, takut dia tidak akan bertahan di perjalanan. Aku bahkan sempat mengusulkan untuk membawa Owen padanya, tapi ketika mendengar Owen juga sakit, Myra menolaknya mentah-mentah"


"Mereka akhirnya bertemu lagi di Blackmoon, aku adalah satu-satunya saksi saat mereka bertemu lagi. Ingatan tentang hal itu masih sangat jelas terpatri di benakku, karena aku akhirnya benar-benar yakin apa yang dikatakan Elder Galen adalah kenyataan"


"Pertemuan kembali antara ayahmu dan Zhena Myra setelah sekian lama berpisah membuatku nyaris menangis terharu, itu adalah satu-satunya saat aku menangis selain ketika aku kehilangan Ibu Ana. Tidak diragukan lagi, mereka memang ditakdirkan untuk bersama"


Suara uncle Rex penuh dengan emosi karena kenangan itu.


"Apa yang terjadi dengan Ibuku?" tanyaku, yang aku maksud di sini Zhena Juno tentu saja.


"Juno adalah tipe wanita yang sangat penurut, Duke. Dia menuruti semua perkataan ayahnya yang juga seorang Gentry di pack ini, nyaris tanpa bantahan. Sampai sekarang aku juga tidak mengerti apa yang dirasakannya ketika itu. Tetapi kepasrahannya dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga dan pendukungnya" Wajah geram Uncle Rex kembali hadir.


"Para Elder yang tidak juga mengerti beban dari pasangan Mate, menganggap enteng perkataan Elder Galen, Mereka yang tidak ingin kehilangan kekuasaan karena lengsernya Juno, membuat ancaman kepada ayahmu, bahwa mereka akan melakukan kudeta jika posisi Zhena di gantikan oleh Myra. Tapi dengan membaiknya kondisi ayahmu seiring hadirnya Zhena Myra di pack ini, membuat tidak kalah banyak Gentry dan juga Elder yang mendukung Myra. Keadaan Pack saat itu memanas. Sebagian mendukung Juno dan sebagian lagi mendukung Myra. Saat itu, aku yakin sekali akan ada perang saudara di dalam pack untuk pertama kalinya"


 


"Zhena Myra yang selalu merasa bersalah, akhirnya mengambil keputusan berat, yaitu dia berjanji tidak akan menjadi Zhena, tetapi dia akan tetap berada didalam lingkungan pack sehingga Ayahmu bisa tetap sehat. Ayahmu sangat marah ketika mendengar keputusan itu. Tetapi akhirnya dia menerima, karena ayahmu tahu Myra membuat keputusan itu untuk mencegah adanya pertumpahan darah di dalam pack"


"Tidak hanya itu saja, Myra juga berjanji, setelah kau lahir, dia dengan suka rela menyerahkan dirimu kepada Juno. Dengan pengorbanannya itu, para Elder dan Gentry yang akan memberontak menjadi tenang kembali. Terutama karena kau. Mereka tahu bagaimana pentingnya seorang Scion bagi kelangsungan pack"


"Dan begitulah, setelah kau lahir, Myra menyingkir dari kawasan pemukiman utama, dan hidup bersama dengan keluarga Elder Galen di pelosok pack, untuk menjaga agar ayahmu tetap bisa menjadi werewolf yang seutuhnya"


"Kau mungkin bertanya-tanya bagaimana perasaan ayahmu ketika itu. Aku akan menjawab dengan pasti, bahwa dengan perlahan ayahmu dan juga Zhena Myra sedang menuju kehancurannya. Ayahmu mungkin terlihat tak sakit lagi dan bisa kembali bertransformasi. Tetapi rasa pedih yang aku rasakan melalui mindlink, setiap kali kami bertransformasi bersama, mampu membuatku menangis. Sekali lagi apa yang diucapkan oleh Elder Galen benar, sekuat apapun mereka berusaha berpisah, itu tak akan ada gunanya"


Uncle Rex yang kembali terjebak dalam emosi, menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.


"Kemudian ketika kau berumur 5 tahun, malam naas itupun terjadi. Hanya Egon dan Alpha yang ada di Manor, karena aku sedang berada di luar pack untuk mengurus Monath yang baru mulai berkembang. Ketika malam menjelang, Alpha Owen merasakan adanya penyusup. Dia langsung memanggil warrior yang bertugas dan bertanya"


"Salah satu warrior memberikan laporan mengejutkan, yaitu warrior penjaga perbatasan kembali dalam ke manor dalam keadaan luka parah, karena para Stray telah menyerang rumah tempat tinggal Elder Galen. Mendengar itu, Alpha dan Egon segera bertransformasi dan berlari dengan kecepatan penuh ke dalam hutan tempat Zhena Myra berada. Ayahmu tahu bahwa Myra sedang berada sendirian di sana, karena saat itu, Elder Galen sedang berada di rumah sakit, menemani istrinya yang menderita demam"


"Para Stray itu sangat ganas, mereka mengobrak-abrik rumah itu sampai nyaris rata dengan tanah. Tetapi dari jejak aroma yang tercium, Alpha tahu bahwa Myra berhasil melarikan diri. Tanpa membuang waktu, mereka mengikuti jejak itu"


"Tidak lama, mereka berdua berhasil menemukan Myra di perbatasan pack sebelah utara. Myra terluka parah saat itu, yang menurutku merupakan keajaiban, karena jumlah stray yang mengejarnya lebih dari 10 ekor. Raungan marah dari Alpha menggetarkan pepohonan hutan malam itu. Dengan cepat Ayahmu dan Egon membereskan gerombolan itu".


"Tetapi ada satu Stray yang lolos dari penjagaan mereka, serigala itu kemudian melompat dan mengincar Myra yang sudah tidak berdaya. Ayahmu yang sedang berada jauh darinya, melolong dengan panik. Tahu bahwa dia tidak akan bisa mencegahnya. Saat itulah, sesosok werewolf berwarna abu-abu muda muncul dan menyelamatkan Myra. Werewolf itu menghadang terjangan Stray dengan badannya. Gigi tajam Stray itu menancap tepat pada lehernya. Lehernya terkoyak besar dan patah karena gigitan itu. Serigala abu-abu itu adalah Juno. Dia meninggal saat itu juga karena melindungi Zhena Myra"


Tak tahan dengan serbuan duka karena cerita itu, aku beranjak dari kursi, kemudian berdiri di depan jendela perpustakaan, berharap mendapatkan penghiburan dari pemandangan hijau di luar ruangan.


God d*mn it!! umpatku dalam hati. Aku tahu ini akan menjadi cerita yang sedih, tapi ini---- lebih menyedihkan dari pada yang aku kira. Tidak heran Myra terus menangis. Aku juga merasa ingin menangis saat ini.


Aku harus berhenti memanggilnya Myra, dia adalah Ibuku. Sembilu tajam kembali menusuk tepat di jantungku. Di atas semua penderitaan yang telah dialaminya, aku justru menambahnya dengan kebencian bodohku.


Aku telah menghancurkan hatinya. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana dia bisa menerima rentetan cacian, dan juga ujaran penuh kebencian yang pernah aku lontarkan padanya?


Seberapa dalam luka yang aku torehkan di hatinya yang rapuh? Aku mengoyak hati itu dengan mulutku, aku membuatnya menderita lebih dari yang sudah dilaluinya.


 


PRANGGG...........!!!!!!


Aku menghantam jendela di depanku dengan sekuat tenaga, seiring air mata yang jatuh di pipiku. Aku merasa seperti sampah terbesar di alam ini.


Dengan kasar aku menghapus air mata itu. Aku tidak boleh menangis. Itu tidak akan membawa penghiburan.


Pekikan Roan, dan teriakkan El yang terkejut karena aksiku, sejenak membawaku kembali dari alam penyesalan yang tidak berujung. El menarik tangan kananku yang terluka, sedangkan Roan menyobek bagian ujung kemejanya untuk membalut tangan itu.


"Kau tidak bisa sembuh dengan cepat. Bodoh!!! Apa maksudmu melakukan ini semua?!!" Maki Roan, dengan suara membahana.


Uncle Rex yang juga sudah berada di dekatku, menutup mulut Roan seketika, mencegahnya untuk berkata lebih banyak. Kondisi tubuhku bukan hal yang bisa diumumkan dengan bebas di depan jendela yang terbuka.


"Hentikan Anna!!.. Kau pergilah ke Rumah Sakit, panggil dr. Sidra ke sini. Jangan berkata apapun yang tidak penting. Kita tidak tahu siapa saja yang bisa kita percayai saat ini" Perintahnya kepada Roan, yang dengan segera beranjak walaupun dengan muka sebal.


El menarikku menjauh dari jendela, lalu mendorongku dengan paksa agar duduk di salah satu kursi.


"Wajahmu penuh darah" Katanya sambil beranjak ke sudut ruangan. Dia kembali membawa tisu dan air minum. El mengulurkan tisu yang telah basah kepadaku.


Aku menghapus darah yang menempel di wajahku dalam diam.


"Apa maksudmu dengan 'kita tidak tahu siapa yang bisa kita percaya, uncle?" tanyaku, dengan setengah hati. Aku hanya tidak ingin memikirkan hal yang membuat hatiku semakin sakit.


Sedikit terkejut dengan beralihnya topik secara tiba-tiba, uncle Rex terdiam sejenak sebelum menjawab.


"Ya.. itu seperti yang kau dengar. Aku tidak yakin hanya Egon yang terlibat dalam rencana ini" jawabnya dengan muram.


"Kau mencurigai ada pihak lain yang terlibat?" tanyaku mulai tertarik.


Uncle Rex mengangguk dengan yakin. "Tapi aku tidak tahu siapa! Dan itu menyebalkan, membuat tidurku tidak nyenyak"


"Uncle, bagaimana bisa Egon merencanakan semua ini tanpa diketahui oleh ayahku? Jika kalian sedang bertransformasi, bukankah dengan mudah kalian akan mengetahuinya melalui mindlink?" tanyaku dengan heran.


Mindlink adalah cara werewolf berkomunikasi ketika kami sedang dalam bentuk serigala. Kau tidak akan bisa berbicara dengan moncong tentu saja. Mindlink akan terus terhubung bila werewolf berada dalam wilayah pack.


Tapi saat berada diluar wilayah pack, mindlink hanya akan tersambung sampai jarak 10 kilo, lebih dari itu werewolf tidak akan bisa saling mendengar lagi.


Mindlink tidak terjadi begitu saja antar werewolf. Mindlink hanya terbentuk antara werewolf yang telah saling percaya dan setia. Aku saat ini memiliki koneksi mindlink hanya dengan El dan Roan.


Lebih praktis memang, tapi berarti tidak akan ada rahasia lagi setelahnya. Mindlink tidak memiliki kemewahan untuk bisa memilih apa yang bisa kita bagi.


Begitu otak kita terhubung, segala rasa, cerita bahkan bayangan yang saat itu terlintas di otakmu, akan menjadi konsumsi werewolf yang memiliki mindlink denganmu.


Butuh upaya yang besar dan nyaris mustahil untuk bisa menahan arus pikiran pada saat melakukan mindlink. Tidak seperti mulut yang bisa berbohong dan memilah apa saja yang ingin dikatakan, mindlink akan membuka semua rahasia milikmu. Walaupun ketika pikiran itu hanya terlintas secara tidak sengaja.


Karena itu, tidak mungkin Egon bisa menyimpan rencana itu selama bertahun-tahun tanpa terbaca oleh ayah.


Aku tahu Egon memiliki kemampuan pengendalian mindlink yang sangat hebat, ayah pernah bercerita padaku. Bahkan dengan sengaja, dia menyuruhku belajar padanya soal pengendalian mindlink. Tapi aku murid yang payah.


Tapi tetap saja, menyembunyikan rencana seperti itu adalah perbuatan yang nyaris mustahil.


"Itu karena mindlink antara Egon dengan ayahmu dan juga denganku, telah hancur pada malam saat Juno meninggal" Nada suaranya semakin suram sekarang.


Aku menoleh padanya dengan kaget. Ini absurd!!


Putusnya mindlink adalah kejadian langka, dimana hal itu terjadi karena rasa benci dan amarah luar biasa.


Jika kau ingin memutuskan hubungan mindlink, kau harus benar-benar sangat berniat untuk memutuskan hubungan itu, tanpa keraguan sedikitpun. Itu bukan hal yang mudah.


Mindlink terbentuk didasari rasa percaya dan loyalitas. Jika telah terputus berarti rasa itu sudah hilang. Tidak ada lagi kepercayaan setelahnya.


Dan lagi Egon telah menyalahi aturan pack. Loyalitas kepada Alpha pack adalah absolut.


Dia sudah memutus mindlink dengan Alpha, berarti dia sudah kehilangan kepercayaan kepada Alpha.


Tidak akan menjadi masalah jika kau memutuskan mindlink dengan werewolf yang lain, tapi bukan Alpha, karena Alpha adalah jantung yang melindingi pack.


Kenapa ayahku masih membiarkan Egon disini? Seharusnya dia sudah di usir. Kau tidak bisa membuang Alpha, kemudian berharap masih bisa menjadi anggota pack.


"Setelah malam itu, mindlink antara Egon dan Ayahmu hancur. Aku dan ayahmu langsung menyadarinya. Tapi kami baru berkesempatan untuk menanyainya setelah beberapa hari kemudian, karena kami harus membereskan segala kekacauan yang timbul setelahnya. Terutama menyelidiki bagaimana awal mulanya para Stray itu bisa masuk, yang mana sampai sekarang kami masih belum mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi"


Uncle menggelengkan kepala dengan penyesalan memenuhi wajahnya.


"Saat itu Egon menjelaskan, sesaat setelah Juno meninggal, dia merasa sangat marah dan benci kepada ayahmu. Juno dan Egon memang sangat dekat seperti saudara. Mereka tumbuh besar bersama. Dia beralasan, saat itu dia hanya terbawa amarahnya, sehingga memutuskan mindlink tanpa berpikir panjang. Dia juga bersumpah, jika beberapa detik setelah mindlink itu putus, dia merasa sangat menyesal. Egon bahkan berjanji dengan sungguh-sungguh akan tetap setia kepada Alpha dan pack ini. Tetapi semua itu tidak akan bisa mengembalikan mindlink yang telah hancur bukan?"


Aku mengangguk. Mindlink juga terbentuk karena kedekatan dan simpati. Seperti antara aku, El dan Roan. Semenjak kami bisa bertransformasi untuk pertama kalinya, mindlink kami telah terbentuk secara otomatis.


Dan aku berencana untuk menjaganya agar tetap utuh sampai kapanpun, karena adalah mustahil mengembalikan kepercayaan dan juga simpati yang telah terkoyak menjadi utuh seperti sedia kala. Mencoba melupakan kesalahan atau memaafkan bisa dilakukan, dan mungkin berhasil, tetapi bekas torehan lukanya akan tetap ada sampai kapanpun itu.


Kau mungkin bisa menyatukan kaca yang sudah pecah, tetapi bekas retakan itu tidak akan pernah hilang. Seperti itulah sifat mindlink. Bila sudah putus tidak akan pernah bisa terhubung lagi. Sedikit keraguan yang membekas, akan terus menghalangi terbentuknya hubungan itu.


Ada aturan khusus untuk Alpha mengenai mindlink ini. Alpha memiliki kemampuan khusus untuk bisa melakukan mindlink dengan siapapun warga pack, tapi tidak berlangsung seterusnya, hanya saat dibutuhkan.


Terdengar praktis, tapi sebenarnya tidak!


Satu resiko tidak mengenakkan saat menjadi Alpha. Akan sangat tidak menyenangkan, jika secara tidak sengaja kau menumpahkan terlalu banyak detail kehidupanmu kepada seluruh anggota pack.


Atau lebih tepatnya akan memalukan!


"Menurut peraturan, ayahmu seharusnya mengusirnya, tetapi Egon memohon dan terus bersumpah dia tetap setia kepada pack ini. Ayahmu akhirnya luluh, dan tetap mengijinkannya menjadi Beta pack ini. Aku juga menyetujui langkah itu, karena aku tidak ingin kehilangan seorang teman lagi, tidak sesaat setelah Juno meninggal" lanjut Uncle Rex, dengan kesedihan mendalam.


Aku tersadar, ayah pernah bercerita soal ini.


Egon, uncle Rex dan juga ibuku adalah sahabat. Seperti aku, El dan Roan. Namun persahabatan mereka sangat tragis, karena diakhiri dengan darah dan pengkhianatan.


Tidak lama setelah pembicaraan yang suram itu, Roan muncul dengan diikuti oleh dr. Sidra, yang segera memandang tidak suka kepada tanganku yang berdarah hebat. Kain yang dibebatkan Roan tadi, sekarang sudah bersimbah darah.


Dengan decakkan, dr. Sidra membukanya, kemudian mencabut beberapa serpihan kaca kecil yang menancap di tanganku dengan tekun.


"Bukan saat yang tepat untuk anda terluka, Scion" ucapnya, dengan nada bosan.