
Malam telah bergulir beberapa saat, tapi bukan berarti hari akan segera berakhir.
Di lapangan yang telah tertutup tenda besar, beratus pasang mata masih memandang ke arah depan dengan bersemangat.
Mereka sedang menyaksikan pengucapan janji oleh Scoin dan calon Zhena mereka. Acara yang biasa saja sebenarnya, tapi fakta bahwa Zhena mereka adalah manusia, tentu saja lebih menarik perhatian dari pada yang seharusnya.
Tapi tidak semua yang hadir di lapangan itu merasa antusias, terutama sekelompok siewolf Gentry yang sedang bergerombol di tepi altar. Mereka merasakan hal yang sebaliknya.
Beberapa gadis itu, berdiri menatap ke depan sambil menyandang senyum masam.
Mereka kesal, karena Scion mereka akhirnya telah memilih Zhena.
Bukan karena Zhena itu manusia, tapi lebih karena Zhena itu bukan mereka. Selama beberapa tahun, mereka menanti Scion kembali ke pack. Tapi penantian itu tidak berguna sama sekali.
Scion mereka memang kembali dengan sosok yang lebih mempesona.
Dia lebih matang dan tentu saja lebih garang. Tapi mereka tidak keberatan dengan temperamen buruknya itu, karena dia tetap tampan dan yang paling penting. dia akan menjadi Alpha.
Tetapi sekarang, mereka harus menelan pil pahit, ketika ternyata Scion lebih memilih gadis mungil yang sekarang berdiri di sebelahnya.
Dalam sekali pandang semua orang tahu, mata Scion tidak akan pernah berpaling darinya. Dan juga pernyataannya Scion, yang mengatakan dia tak akan mundur walaupun para werewolf menentang keputusannya, cukup memberi gambaran sedalam apa cinta Scion pada gadis pirang itu.
Dan setelah pengucapan janji pengikatan dengan lantang beberapa menit yang lalu, Scion mereka tidak lagi masuk dalam daftar 'Most Wanted Bachelor'.
Harapan mereka telah tenggelam, seiring ucapan lantang janji yang diucapkan Scion beberapa detik lalu.
"Dengan kekuasaan yang ada di tanganku, aku menyatakan kalian telah sah menjadi suami istri" Pria tua yang memimpin upacara, berseru dengan suara yang serak dan berat.
Suara sorak-sorai dari penonton memenuhi udara mendengar pernyataan itu. Pasangan yang berdiri di depan pria tua itu tersenyum lebar saling memandang.
Pengantin pria meraih wajah gadis di depannya dengan lembut. Tinggi mereka yang terpaut sedikit jauh membuat gadis itu mendongak. Seolah mengerti dengan kesulitannya, pria itu meraih pinggangnya dan mengangkatnya dari tanah dengan sebelah tangan.
"Duke!!" protes gadis itu.
Tangannya dengan otomatis melepas buket bunga yang sedari tadi digenggamnya, beralih memegang bahu kokoh milik pria itu.
Tapi pria itu hanya tertawa, kemudian mendekatkan wajahnya. "I love you Eluira Ignes Delmora" bisiknya pelan, sambil melayangkan ciuman lembut pada bibir gadis itu.
Duke hanya ingin mencium Lui dengan ringan, tapi begitu bibirnya menyentuh Lui, dia tahu itu tak mungkin. Karena bibir Lui adalah candu yang manis baginya.
Dengan pelan Duke menikmati rasa manis memabukkan, yang memenuhi seluruh panca inderanya. Dunia di sekelilingnya telah luruh menjadi butiran debu yang tak berarti.
Dan Duke semakin merasa bahagia, karena bibir itu membalas ciumannya dengan pelan.
Lui menggerakkan bibirnya tanpa sadar, karena tubuhnya dengan segera menutup aliran akal sehat menuju otaknya ketika bibir Duke **********.
Tak lagi terasa angin musim dingin yang sedari tadi menerpanya. Hanya ada kehangatan dan juga nyala api yang semakin membesar di tubuhnya. Erangan kecil lolos dari mulut Lui, yang segera membuat Duke berhenti.
"Jangan bersuara seperti itu sekarang Bee, atau aku akan membawamu pergi dan mengabaikan acara penobatan setelah ini" bisiknya, sambil menempelkan kepalanya pada dahi Lui.
"Kau yang memulainya!" Lui memprotes sambil tersenyum kecil.
Dunia di sekeliling mereka dengan perlahan mulai muncul dengan nyata.
Sorakan dan juga suitan nakal menghampiri telinga Duke. Wajah Lui semakin memerah mendengar itu semua.
Apalagi saat menyadari tatapan seluruh warga Blackmoon tertuju ke arahnya, dan tentu saja menyaksikan ciuman panas antara dirinya dan Duke tadi.
Dengan perlahan Duke menurunkan Lui ke tanah.
Satu-satunya hal yang diinginkan Lui saat ini adalah bersembunyi. Tapi tentu saja Duke tidak mengizinkannya.
Duke menggenggam erat tangan Lui, tanpa ada keinginan untuk melepasnya. Dia melambai dengan santai untuk menenangkan warga.
Senyum lebar di wajah Duke, jelas menggambarkan bagaimana suasana hatinya saat ini.
Dengan langkah tegap Duke membimbing Lui turun dari altar, dan menuntunnya ke tengah lapangan.
Musik lembut langsung mengalun menandakan dimulainya acara dansa. Duke meletakkan satu tangannya di pinggang Lui dan menariknya mendekat.
Mereka bergerak maju mundur seirama dengan alunan musik berputar berkeliling dengan sumringah.
Warga yang berada di bawah tenda, akhirnya mulai tertular melihat senyum ceria di wajah Duke. Mereka tanpa sadar tersenyum menyaksikan pemandangan itu.
Tidak diragukan lagi, ini adalah pertama kalinya, mereka melihat Scion tersenyum selebar itu. Dan semua terjadi karena keberadaan Lui.
Tubuh Lui memang mungil jika dibanding dengan ukuran werewolf, tapi keberadaannya yang menjadi pusat dunia Duke, jelas membuat semua orang yang hadir disana tahu, Lui bukan orang yang bisa diabaikan begitu saja.
Namun dengan wajah dan bentuk tubuh seperti itu, siapa saja tidak akan mungkin mengabaikan Lui.
Beberapa werewolf muda dengan sembunyi-sembunyi meliriknya dengan mata kagum semenjak dia muncul di lapangan.
Mereka baru kali ini melihat dengan jelas sosok Zhena mereka, untuk waktu yang lama, dan mereka menjadi mengerti kenapa Scion memilihnya.
Kecantikannya tidak jauh berbeda dengan Roanna. Bahkan mungkin lebih, menurut beberapa dari mereka. Tapi yang pasti mereka sangat berharap sifatnya berbeda jauh dengan Roan.
Tentu saja semua pujian dan kekaguman itu mereka pendam dalam hati, mereka tidak berani membuka mulut. Bahkan sekedar untuk saling berbisik, membahas hal itu.
Sikap yang diambil mereka sangat pintar dan menunjukkan kewarasan.
Bukan rahasia jika Scion mereka adalah werewolf yang pencemburu.
Menyuarakan ketertarikan pada calon Zhena, bisa jadi mengundang kematian mereka lebih cepat dari yang seharusnya. Mereka semua tahu itu dengan baik, dan tidak akan menguji nyali untuk mencobanya.
Mereka harus menjaga agar Duke tetap tersenyum seperti sekarang.
"Apakah kau bahagia Mrs. Theobald?" goda Duke dengan senyum jahil.
"Aku baru menjadi Mrs. Theobald kurang lebih lima menit yang lalu. Jadi aku belum terlalu yakin" sahut Lui tak mau kalah. Duke tertawa keras mendengar jawaban itu.
"Jangan khawatir, aku hanya akan memberimu kebahagiaan setelah ini Bee" bisiknya dengan lembut tepat di telinga Lui.
Bisikan yang tidak terlalu berguna, karena telinga serigala di sekitar mereka sangatlah tajam. Sangat sulit menyembunyikan bisikan cinta di dekat segerombolan pack werewolf.
Tapi demi sopan santun, mereka berpura-pura tidak mendengar semua percakapan itu.
Setelah beberapa menit, Myra bergabung dengan ditemani Rex, dan kemudian Roan dan El juga bergabung. Tidak biasanya mereka akur, tapi ini adalah hari istimewa. Hari yang bisa membuat mereka melupakan segala pertikaian, dan berdansa bersama.
Suasana menjadi lebih cair setelah dansa itu. Semua menikmati pesta dengan hati ringan. Makanan dan minuman menghilang dari meja dengan cepat.
Hidangan yang ada di dominasi oleh bahan baku daging, disesuaikan dengan selera werewolf tentu saja.
Nora telah bekerja keras selama tiga hari untuk mempersiapkan hidangan sempurna di pesta ini.
"Selamat untuk kalian berdua!" Myra mencium pipi Duke dan memberi Lui pelukan antusias ketika mereka berhenti berdansa.
"Thanks Mom" Duke tersenyum. "Thanks Myra" Lui menjawab hampir bersamaan.
"Ah... ada seseorang yang ingin berbicara denganmu!" kata Myra sambil meraih ponselnya di saku Rex. Gaun Myra tidak meninggalkan celah untuk menyelipkan ponsel.
Di layar ponsel, wajah penuh air mata Charlie memenuhi layar.
"Charlie! Kau tidak boleh menangis di hari pernikahanku!" tegur Lui.
"I know, tapi aku gembira sekali melihat kalian bersama" kata Charlie penuh dengan emosi.
"Tidak perlu menangis seperti itu hanya karena kau merindukanku Charlie, aku akan segera pulang" Oscar muncul dari belakang, sambil menyandarkan wajah di bahu Lui.
Charlie tertawa mendengar perkataan Oscar. "Tentu saja aku merindukanmu anak nakal!" kata Charlie menghapus air matanya.
"Baiklah...baiklah, nikmati pestamu Lui. Dan jangan lupa untuk berkunjung ke London begitu kalian ada waktu" Dengan wajah lebih tegas dia berbicara kepada Duke yang juga telah mendekati Lui.
"As you wish, My Lady" Duke menunduk dengan hormat yang berlebihan.
"Huh.. . Dasar perayu ulung!!" Sambil mengatakan hal itu Charlie memutuskan panggilan.
Lui terkekeh kecil. "Dia pasti sangat kecewa tidak bisa menghadiri acara ini" kata Lui pelan, hatinya berat karena rasa bersalah.
"Itu karena kau memilih untuk menikah dengan inhumane" kata Oscar dengan kejam.
"Hentikan!! Kau akan membuat Bee sedih" Duke berseru pelan dengan kesal.
Jelas sekali, mereka tidak akan pernah akur sampai kapanpun.
"Berhenti kalian berdua!" Lui menegur dengan suara yang sedikit keras, lelah mendengar pertengkaran mereka.
"Aku baik-baik saja, Duke. Jangan terpancing dengan kata-kata Oscar" kata Lui, sambil mengusap wajah Duke agar pertengkaran itu tidak membesar.
Oscar mencibirkan bibirnya melihat pemandangan itu. Adiknya telah benar-benar dikuasai oleh Duke.
"Dance with me!" kata Oscar sambil mengulurkan tangan pada Lui.
Duke terlihat keberatan, tapi Myra telah menarik tangannya dan mulai mengajaknya berdansa. Tak punya pilihan lain, Duke mengikuti Ibunya meninggalkan Lui dan Oscar.
"Posesif sekali suamimu itu!" gerutu Oscar sambil cemberut.
"Memang, tapi aku mencintainya" jawab Lui dengan mantap.
Kakinya melangkah pelan mengikuti lagu.
"Ck.. kau bahkan tidak ragu lagi saat mengatakan hal itu" kata Oscar terdengar kecewa.
"Karena aku sangat bahagia saat ini Oscar. Aku sangat bahagia, sampai jantungku seakan membengkak lima kali lipat. Jika itu bukan karena aku mencintainya, ini berarti aku sudah tidak waras"
Lui sangat ingin Oscar menerima keputusannya dengan hati ringan. Dia harus bekerja lebih keras agar Oscar bisa menerima Duke.
"Jangan berkata seperti itu" sergah Oscar. "Kau normal, dan aku sangat percaya kalau kau mencintainya. Hanya saja---- aku masih tidak suka kau bersentuhan dengan dunia yang liar in,i Lui" lanjutnya dengan gusar.
"Aku akan baik-baik saja, Oscar. Kejadian yang membawaku kesini memang sedikit mengerikan, tapi tidak ada kejadian buruk yang menimpaku setelahnya. Aku rasa kekhawatiranmu berlebihan" jelas Lui sambil memutar tubuhnya sekali.
"Aku harap akan terus seperti itu Lu" kata Oscar sambil menghembuskan nafas berat.
Oscar kemudian menarik Lui ke dalam pelukannya.
Lui tahu, melepaskan dirinya ke dunia inhumane adalah keputusan terberat yang harus diambil Oscar.
Jika bisa, Lui ingin mengambil jalan yang lain. Tapi itu tidak mungkin, karena itu dia hanya bisa berterima kasih pada Oscar yang menerima keputusannya. Lui membalas pelukan Oscar dengan sepenuh hati, berharap Oscar akan sedikit lega setelahnya.
Oscar kemudian membawanya ke sudut dan mendudukkannya di meja. Mereka mulai membicarakan hal ringan tentang Delmor yang telah lama ditinggalkan oleh Lui.
Untuk Divisi Charity, saat ini yang bertanggung jawab adalah Jovi. Setelah Lui pergi, proposal yang datang jumlahnya tidak pernah berkurang, justru kadang lebih banyak. Karena itu, Oscar akhirnya menyuruh Jovi untuk mempekerjakan dua orang lagi.
Menurut Oscar, Jovi sedikit menyalahgunakan kekuasaannya itu. Karena dua orang pegawai yang kemudian dipekerjakan, adalah pria muda yang tampan.
Lui hanya bisa tertawa tergelak mendengar hal itu. Jovi tidak membuang-buang kesempatan rupanya.
Keakraban mereka, terpotong oleh sapaan seseorang di belakang Lui. "Bolehkah saya berdansa dengan anda Mrs. Theobald?"
"Oh.. Elder Firmo, tentu saja!" Lui sedikit kaget dengan ajakan itu, tapi dia tidak menolak.
Dia menyukai Elder Firmo lebih dari pada Elder yang lain, dia yang paling sering mengajaknya berbicara. Setelah mengucapkan maaf pada Oscar, Lui mengikuti Elder Firmo ke lantai dansa.
Elder Firmo memulai percakapan dengan ucapan selamat pada Lui, kemudian mulai menanyakan hal favoritnya, yaitu kehidupan di dunia manusia.
Elder Firmo belum pernah keluar dari lingkungan pack seumur hidupnya. Dan Lui tahu, karena itu dia menjawab dengan panjang lebar semua pertanyaan Elder Firmo dengan suka rela.
Setelah undangan dansa berkelanjutan itu, kaki Lui mulai terasa panas dan pegal. Elder Firmo yang menyadarinya, menghentikan langkahnya sambil meminta maaf karena terlalu lama mengajak Lui berdansa.
Lui sedikit canggung dengan sikap penuh hormat itu, tapi beruntung Duke yang melihat mereka berhenti , langsung datang menghampiri, menyelamatkan Lui yang tidak tahu harus bersikap bagaimana.
"Kau lelah?"tanya Duke sambil menyodorkan piring kecil berisi pai daging. Lui menerimanya dengan penuh terima kasih, dia baru sadar, perutnya hanya terisi sarapan roti dan telur.
"Tidak, hanya sedikit pegal" jawabnya, sambil memotong kecil pai-nya agar lebih mudah di makan. Make up-nya tidak boleh rusak, karena deretan acara masih panjang.
"Aku akan meminta acara dipercepat" kata Duke sambil menatap kaki Lui dengan cemas, dia tidak percaya pernyataan Lui soal tidak lelah.
"Jangan!" cegah Lui, dia tidak ingin menjadi beban hanya karena dia manusia.
Belum sempat Lui menjelaskan, suara tajam Elder Camille terdengar nyaring mengalahkan suara musik.
"Acara penobatan akan segera di mulai" katanya dengan tegas dan datar. Dalam hitungan detik suasana langsung berubah.
Duke tersenyum sambil bergumam puas "Sudah saatnya".
Sesuai dengan apa yang telah mereka latih kemarin, begitu suara aba-aba Elder Camille terdengar, Lui langsung beranjak mendekati Roan dan Tita.
Mereka berdua, dengan gerakan cepat menarik veil dan juga ekor bagian belakang gaun Lui. Sementara Lui menarik jepit rambut panjang yang menahan gelungan rambutnya.
Sekarang penampilan Lui berubah menjadi lebih simpel. Rambutnya tergerai panjang hampir mencapai pinggang, dengan kepangan kecil di kedua sisi.
Hiasan bunga dan jepit bertabur berlian masih menempel di rambut, tapi mahkota kecil yang bertengger di kepalanya, ikut dilepas oleh Tita.
Dari sudut matanya, Lui melihat Oscar di kawal oleh beberapa warrior keluar meninggalkan tempat itu bersama dengan anak-anak werewolf kecil yang masih belum dapat bertransformasi
Oscar memang diizinkan menghadiri upacara pernikahan. Tapi upacara penobatan Alpha tetap terlarang untuknya. Karena itu beberapa warrior mengantarnya menuju mobil. Dia akan kembali ke Manor dan menunggu upacara selesai.
Sementara itu, para Omega berlarian membereskan meja kursi yang bertebaran dan menyisakan ruangan kosong di tengah tenda. Warga pack yang berpencaran mulai berbaris teratur kembali, dan para Gentry membentuk lingkaran besar mengelilingi altar yang sudah berubah.
Bunga-bunga yang tadi menghiasi altar, telah berganti dengan nyala beberapa obor, serta hamparan kulit lebar yang berukir lambang pack Blackmoon, serigala dan bulan sabit.
Setelah semua persiapan selesai, Duke membawa Lui naik kembali ke atas altar. Mereka berdua berdiri tegak di pusat lingkaran tunggul pohon.
Elder Victor muncul dari belakang mereka, lalu maju melangkah mendekati tempat Duke dan Lui berdiri.
Dia lalu mulai mengucapkan beberapa kata yang sangat asing.
Lui mendengarkan dengan mata yang perlahan melebar, dia mengerti beberapa kata yang diucapkannya.
Itu adalah bahasa Latin kuno yang biasa dipelajari ibunya. Lui menjadi takjub karena bertemu dengan orang yang ternyata masih menggunakannya. Lui bisa melihat jika itu adalah bahasa Ibu para werewolf, karena semua yang hadir mendengarkannya dengan takzim.
Duke bergerak pelan membuka pakaian atasnya dan menyisakan celana panjang.
Tanpa ragu sedikitpun, Lui menatap garang kepada kerumunan siewolf yang memandang Duke dengan mata liar.
Lui mengenalinya sebagai gerombolan yang menatapnya dengan tidak suka ketika Brawl berlangsung dulu.
Dulu Lui tidak mengerti sebabnya, karena itu dia membiarkannya. Tapi sekarang dia tahu dengan pasti alasannya, dan tidak akan membiarkan mereka menatap suaminya dengan kurang ajar.
Seseorang di gerombolan itu menangkap pandangan tak suka dari Lui, kemudian memberi isyarat pada teman-temannya. Dan akhirnya mereka semua menunduk sopan.
Itu lebih baik, batin Lui, puas.
Di sebelahnya Duke menatap lurus ke depan, sementara Elder Victor mulai menggambar simbol-simbol rumit di seluruh badannya dengan darah Alpha. Jari telunjuknya bergerak cepat tapi akurat.
Dengan ajaib, goresan darah itu bukannya mengering tetapi lenyap seolah meresap kedalam kulit Duke. Lui memandang semua proses itu dengan takjub.
Duke mengeratkan tangan, ketika merasakan bagaimana aliran hangat merasuki tubuhnya.
Aroma akrab tubuh ayahnya menyelimuti hidung, dan segera melempar benaknya ke masa lalu. Duke mencoba mencegah emosi yang datang, dengan memandang kosong ke depan.
Bukan saat yang tepat untuk terharu, bodoh! umpatnya, dalam hati, melawan emosi jiwanya.
Ketika lukisan Elder Victor mencapai titik akhir yaitu tepat di jantung Duke, beban tak kasat mata seolah menimpanya, membuat tubuhnya terasa lebih berat. Dan Duke tahu itu apa. Kekuatan Alpha dan juga tanggung jawab yang mengikutinya.
"Faxo omnem animam sanguinis mei, dum spiritus semper tueri maxime adpetit"
Duke mengucapkannya dengan lantang, yang kurang lebih berarti dia menerima tugasnya sebagai Alpha dan akan menjalankannya dengan sepenuh jiwa, sampai ajalnya tiba.
Elder Victor mengangguk puas dan menyuruhnya berlutut.
Dari belakangnya Elder Firmo muncul sambil membawa kotak berhiaskan ukiran indah.
Sebuah botol kosong dan juga pisau kecil, dikeluarkan dari peti itu.
Duke mengangguk mengerti kemudian meraih pisau itu. Dengan sekali ayunan, Duke membuat goresan di lengannya. Lui mengernyit tak suka, tapi itu adalah tradisi, dia tak mungkin memprotes.
Darah Duke mulai menetes dan memenuhi botol. Dan ketika penuh, El maju mengusap luka Duke dengan kain. Terlihat bahwa luka Duke sudah mulai hampir menutup. Kekuatan penyembuhan Duke bertambah semakin cepat setelah dia menerima kekuatan Alpha.
Darahnya akan tersimpan aman, sampai nanti jika salah satu keturunannya menjadi Alpha.
Elder Victor mengeluarkan benda lain dari kotak kayu itu, yaitu sebuah jubah berbulu berwarna hitam legam dan botol kecil berisi cairan berwarna kekuningan.
Jubah itu sangat biasa, tapi konon kabarnya jubah itu dibuat oleh Alpha pertama di pack ini, yang berarti jubah itu sudah berumur ribuan tahun lebih.
Jubah itu menjadi simbol tidak terputusnya darah Alpha di pack.
Sedangkan botol itu, berisi ramuan yang akan melemahkan racun werewolf, persiapan untuk acara pemberian insignia nanti.
Tanpa bicara Duke langsung menenggak isi botol dalam sekali helaan nafas. Rasanya jauh lebih baik dari pada ramuan milik Alva. Ramuan itu akan bertahan selama dua jam ditubuhnya. Untuk amannya, dia harus menyelesaikan ceremonial sebelum dua jam.
Elder Victor lalu memasangkan jubah hitam itu pada Duke, lengkap dengan penutup kepalanya. Kemudian Duke berdiri tegap dan melangkah maju mendekati bibir altar.
Aura Alpha dan juga kewibawaan yang memancar darinya membuat beberapa werewolves di sekitar altar menunduk tanpa sadar.
"Blackmoon!!" raungnya keras sambil mengangkat satu tinjunya ke udara.
Dan suara sorakan dan tepuk tangan pecah menyambut seruannya. Lapangan yang sedari tadi sunyi, bergemuruh tenggelam oleh kerasnya teriakan bersemangat warga pack, menyambut Alpha baru mereka.
Sudah resmi! Blackmoon memiliki Alpha baru. Alpha generasi ke sebelas, Duke Pacian Theobald.
Setelah menurunkan tangannya Duke menoleh pada Lui dan memberinya isyarat agar dia menutup matanya. Duke akan bertransformasi, dia tidak ingin Lui melihat pemandangan mengerikan itu.
Tapi Lui menggeleng sambil tersenyum. Dengan penuh tekad Lui membuka matanya lebar-lebar. Dia pernah sangat takut dengan perubahan wujud Duke, tapi itu adalah kebodohan. karena itu dia bertekad bulat, hari ini dia akan melihat perubahan wujud Duke dengan berani.
Duke sebenarnya tidak suka dengan keputusan itu, tapi gerakan El yang telah melepas jubah kebesarannya membuatnya tidak memiliki pilihan. Duke akhirnya memanggil wolf-nya sesuai dengan rencana.
Pemandangan ajaib sekali lagi terjadi di depan mata Lui. Tubuh Duke mulai menumbuhkan bulu lebat dan membesar. Celananya koyak tanpa perlawanan, ketika tidak bisa lagi menampung ukuran tubuh Duke.
Dan sekejap kemudian, serigala hitam besar berdiri dengan empat kaki mewujud dengan sempurna di panggung itu.
Duke memberi isyarat agar semua warga pack bertransformasi. Dan tentu saja itu terjadi, dalam waktu kurang dari semenit, seluruh lapangan telah di penuhi oleh serigala.
Serigala yang merupakan wujud lain dari Duke, mendongak kearah langit dan melolong panjang.
"AUUUUUUUUUUUUU"
Suasana berubah drastis, saat semua werewolf mulai membisu, menatap Duke lalu menunduk patuh. Hnaya ada suara dengusan bersemangat dari mulut mereka, seolah menunggu Duke memberikan perintah.
Lui mengerjapkan mata dengan pelan melihat semua itu, tapi dia tak merasa takut. Pemandangan yang tidak biasa, tapi dia tak takut, hanya terpukau.
Dengan pelan Duke menghampiri Lui dan menekuk kakinya. Sesuai dengan rencana, Lui akan mengikuti defile sambil menunggangi Duke.
Mengandalkan pengalamannya terdahulu, tanpa gerakan canggung, Lui menaiki tubuh Duke.
Sedikit berbeda karena dia memakai gaun, tapi design gaun itu telah khusus dibuat untuk acara ini, jadi Lui tidak menemui kesulitan. Dengan anggun Lui duduk sementara gaunnya menjuntai menutupi seperempat lebar punggung Duke.
Pemandangan itu, kembali mengundang decak kagum sunyi dari penonton.
Penyatuan antara sesuatu yang sangat jauh berbeda, makhluk buas, dengan makhluk indah yang terlihat rapuh. Tapi dari kombinasi itu justru melahirkan pancaran kesempurnaan yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi.
Mempesona sekaligus magis.
Setelah merasa posisi Lui nyaman, Duke bangkit dan mulai melangkah meninggalkan tenda.
Diikuti oleh Roan dan El. Kemudian menyusul Rex dan Myra, para Elder dan juga para gentry. Dan yang paling akhir adalah barisan para omega.
Sesampainya di luar tenda Duke menyentakkan kepalanya pelan, dan Lui segera merapatkan pegangannya pada bulu Duke. Itu adalah isyarat Duke akan mulai berlari.
Setelah sekali lagi memastikan posisi Lui aman, Duke menjejakkan kaki dan melesat menuju perbatasan pack.
Defile akan mengikuti jalur perbatasan pack secara menyeluruh, karena tujuan sebenarnya adalah agar Alpha menandai wilayah pack dengan aromanya.
Aroma itu yang akan menjadi peringatan bagi inhumane jenis apapun agar menjauhi wilayah ini, kecuali jika mereka memang ingin mencari masalah.
Duke melesat dengan kecepatan penuh, meninggalkan rombongan warga pack di belakangnya. Kekuatan Alpha yang menyatu dengannya, membuat Duke menjadi jauh lebih cepat lagi dari pada yang sebelumnya.
Duke yang merupakan keturunan Mate sudah memiliki kekuatan lebih, sekarang ditambah lagi dengan kekuatan Alpha, dia benar-benar menjadi Alpha terkuat yang pernah di miliki Blackmoon.
Di belakangnya dua ekor serigala berusaha menyusulnya dengan susah payah. Yaitu Roan dan El. Sebagai Beta dan Gamma, kekuatan mereka ikut meningkat, mengikuti Alpha. Tapi mereka tetap bukan tandingan Duke soal kecepatan.
Di dalam benaknya Roan sudah memaki panjang pendek, kesal karena tidak bisa menyusul Duke.
El hanya diam, tapi hatinya penuh rasa bangga dan bahagia, melihat Duke akhirnya meraih apa yang diinginkannya. Menjadi Alpha Blackmoon sekaligus suami Lui.
"Hentikan rasa terharu yang berlebihan itu El, kau membuatku malu" Duke berkata langsung di benak El.
"Dan kau Roan, berhenti memaki, kau tahu pasti kecepatanmu tidak akan pernah mengungguli kecepatanku" tambahnya, dengan nada mengejek.
El tidak menjawab, dan juga tidak mematuhinya, karena benaknya tetap penuh dengan rasa gembira tulus untuk sahabatnya itu.
Sedangkan Roan, malah meningkatkan volume makiannya seolah ingin mengalahkan rasa haru yang dibagi oleh El.
Duke hanya bisa pasrah menikmati perbedaan mencolok yang berada di kepalanya saat ini.
"Apakah Lui akan baik-baik saja jika kau berlari sekencang itu?" Roan masih tidak menyerah berusaha membuat Duke melambat, sehingga dia bisa menang.
"Tentu saja! percayalah, dia baru saja memekik gembira ketika aku meloncat tinggi melewati jurang sempit tadi" Jawaban Duke menghancurkan harapan Roan.
Lui jelas sangat antusias.
Jika dulu dia sedikit merasa takut ketika Duke mengajaknya berlari, maka hari ini yang dirasakannya hanyalah kegembiraan murni tanpa setitikpun rasa khawatir dan takut. Pompaan adrenalin di tubuhnya mencapai batas maksimal sehingga dia berseru gembira tanpa henti sedari tadi.
Dunia yang baru dikenalnya itu membawa semangat dan percikan kegembiraan lebih dari yang pernah dia rasakan seumur hidupnya. Membuat Lui nyaris lupa dengan pilu dan gundah yang selalu dekat dengan kehidupannya yang lalu.
Dunia baru yang akan menjadi kehidupannya bersama Duke.
Setelah separuh jalan mengelilingi pack, Duke berbelok tajam ke arah barat. Dia harus melakukan pekerjaan pertamanya sebagai Alpha, yaitu memperbaharui sihir perlindungan pack.
Sihir pelindung pada pack, mencegah inhumane, terutama penyihir, untuk menemukan lokasi Blackmoon dengan mudah. Penyihir tidak bisa begitu saja menerobos masuk.
Untuk serangan fisik oleh inhumane selain penyihir, Duke sebagai Alpha, akan bisa merasakan jika ada makhluk inhumane selain penghuni pack yang mencoba untuk memasuki wilayah pack.
Kecuali jika kehadiran mereka memang sudah mendapat izin dari Alpha.
Karena itu pekerjaan memperbaharui sihir pelindung sangat penting. Tanpa itu, penyusup bisa masuk dengan bebas.
Dan sebenarnya, tanpa petunjuk dari anggota pack, biasanya inhumane dari luar pack akan kesulitan menemukan dimana persisnya letak pack.
Kehadiran vampire yang menyerang dahulu, tentu saja karena ada Egon yang menuntunnya.
Dengan langkah berderap Duke berlari ke arah menara pengawas, menara yang sama tempat dia dan Lui menatap bintang beberapa waktu yang lalu.
Duke menghentikan larinya tepat di depan menara dan menekuk rendah kakinya. Lui meluncur turun, dia tahu hanya Alpha yang diperbolehkan masuk ke menara saat ini.
Tak lama, El dan Roan muncul di belakang Duke. "Jaga dia" kata Duke.
Mereka hanya mengiyakan tanpa banyak berkomentar.
Duke melangkah pelan memasuki menara. Di bawah susuran tangga yang menuju ke atas, terdapat sebuah ruangan khusus yang dulu tidak terlihat oleh Lui karena gelap.
Bukan hal yang rahasia karena semua warga pack tahu. Tapi ruangan itu hanya bisa di buka oleh Alpha.
Duke melepas transformasi-nya dan mendekati pintu batu di bawah tangga. Pintu itu lebih terlihat seperti tembok batu, karena absennya gagang yang menjadi penanda.
Tapi yang menjadikannya istimewa adalah, pahatan dangkal lambang Blackmoon yang ada di sana.
Duke menarik pisau kecil dari ceruk yang berada di dekat pintu. Ini adalah ketiga kalinya dia melukai dirinya hari ini, dan yang pasti bukan yang terakhir.
Darah Alpha, apalagi yang sudah diturunkan selama ribuan tahun tanpa terputus seperti milik Duke, memiliki kekuatan sihir yang tidak bisa diremehkan. Bisa dikatakan darah itulah yang menjadi pemeran utama hampir pada sebagian besar acara malam ini.
Setelah menyayat jari telunjuknya dengan pisau, Duke menelusuri pahatan di depannya dengan darah. Begitu semua ukiran sudah rata tertutup warna merah, pintu itu bergeser membuka.
Di dalamnya tampak tonggak batu setinggi perut Duke, berada di pusat ruangan.
Di sekelilingnya yang gelap gulita, beberapa batu kristal berbagai macam warna yang berukuran sekepalan tangan orang dewasa, memutari tonggak batu itu.
Di atas pilar batu, juga terdapat sebentuk kristal yang berwarna putih bersih.
Mengesampingkan bentuk kristal yang tidak simetris, semua kristal itu berdiri tegak di ujungnya. Jika dilihat dengan seksama, kristal-kristal itu tidak menempel di lantai batu, tapi melayang setinggi beberapa senti di atas lantai.
Duke melangkah menghampiri tonggak dengan kristal warna putih. Dan ketika dia berjarak sekitar satu meter, lantai yang di pijaknya menyala.
Lingkaran dengan warna merah muncul dengan pusat pada tonggak itu.
Berbagai macam bentuk dan simbol mengelilingi semua tonggak batu dalam satu lingkaran sihir yang besar.
Duke tersentak terkejut, tidak ada yang memberitahunya soal ini.
Tapi tidak mengherankan, karena mantan Alpha --kakek buyutnya tersayang--yang menuntun upacara, suka sekali memberi kejutan padanya.
Batu kristal berwarna yang tadi berada di lantai. Dengan perlahan naik, melayang dengan bunyi berdengung. Batu-batu itu, kini berada dalam posisi yang sama tingginya dengan kristal putih yang berada di atas pilar.
Duke mengenali lingkaran itu, sebagai lingkaran sihir. Walaupun dia hanya pernah melihatnya beberapa kali.
Simbol rumit dan padat menghiasi sekeliling lingkaran itu.
Duke tidak tahu bagaimana lingkaran sihir itu bisa ada di sini, karena lingkaran sihir hanya bisa dibuat oleh elf atau penyihir.
Tidak ada catatan asal-usul dari mana ruangan ini bisa ada. Kemungkinan catatan itu sengaja dihancurkan atau sengaja tidak diceritakan.
El akan sangat tertarik untuk mempelajari hal ini, tapi Duke tidak, dia hanya akan melakukan kewajibannya dan keluar.
Duke melihat luka di jarinya yang masih berdarah. Ramuan yang diminumnya tadi sudah bekerja.
Ramuan yang diminumnya tadi, selain menekan racun juga membuat daya sembuhannya melambat.
Tapi itu bagus, dia tidak perlu lagi melukai tangannya. Duke meremas luka itu, meneteskan setitik darah diatas permukaan kristal putih.
Darah Duke tidak memercik di atas kristal yang seharusnya padat, tapi masuk menembus ke dalam kristal yang segera mengubah warnanya menjadi merah darah.
Bersamaan dengan itu, lingkaran sihir menyala semakin terang.
Sedetik kemudian, kristal baru membentuk di sebelah kristal yang berwarna kekuningan. Kristal baru itu berwarna hijau gelap.
Pemahaman baru memasuki otak Duke, kristal baru itu adalah perlambang kekuatan darahnya.
Jumlah seluruh kristal itu ada sebelas sekarang. Setiap kristal berarti melambangkan satu Alpha penguasa di Blackmoon.
Duke memandang kristal berwarna kuning sejenak. Tidak salah lagi kristal itu adalah milik ayahnya. Instingnya tahu begitu saja.
Pada tarikan nafas berikutnya, pesta pendaran cahaya sihir telah berakhir. Lingkaran merah itu lenyap, dan batu kristal ditengah ruangan sudah kembali berwarna putih bersih.
Ruangan itu kembali menjadi gelap dan biasa. semua kristal yang melayang, telah kembali pada posisinya yang semula.
Duke berkedip pelan, tugasnya selesai.
Dia lalu keluar dan kembali bertransformasi. Duke harus mengelilingi sisa pack yang tadi belum dijamahnya bersama Lui.
------------0O0-----------
Duke menghentikan larinya di pusat kota di depan patung perunggu serigala. Tempat yang menjadi jantung kehidupan pack, ini adalah lokasi akhir defile.
Biasanya defile akan berakhir di tebing Moonrock yang merupakan tebing tertinggi di pack.
Tapi karena Lui adalah manusia, dengan paksaan dari Myra, para Elder akhirnya mau mengubahnya tempat berakhirnya defile menjadi lebih dekat dengan pemukiman.
Duke berdiri diam dan melolong ke langit, suaranya menggema memenuhi seluruh penjuru hutan.
Inhumane yang ada di luar pack mungkin akan bergerak menjauh jika mendengar lolongan itu, karena lolongan itu berarti tantangan dan juga intimidasi.
Kurang dari semenit dua ekor serigala menyusul Duke. Dan tak lama rombongan gentry dan juga warga pack sudah memenuhi sepanjang jalan lapang yang tertutup salju tipis itu.
Duke menundukkan badannya, memberi kesempatan agar Lui turun. Kemudian mereka berdua berdiri diam di depan patung itu.
Duke melangkah sedikit maju dan membuka alur mindlink ke seluruh anggota pack.
"Hari ini aku sangat gembira karena akhirnya aku bisa memenuhi janjiku pada Ayah untuk menjadi Alpha di Blackmoon. Aku berjanji akan bertindak adil dan memberikan perlindungan pada seluruh warga pack ini bersama dengan Eldred Halcynon dan juga Roanna Ewaldo"
"Setelah ini kita akan menghadapi tantangan peperangan yang lumayan besar, sekali lagi aku akan meminta bantuan kalian untuk memenangkannya"
Seruan itu disambut dengan lolongan bersahutan dari warrior dan juga gentry, yang seakan tidak sabar ingin maju berperang saat ini juga.
Suasana liar yang di lambangkan dengan wujud mereka saat ini, membuat mereka terhanyut dalam sifat buas alami werewolf.
Duke menyalak kencang menghentikan sahutan tidak beraturan itu, dan mulai berbicara lagi.
"Dan satu lagi, aku ingin berterima kasih, karena kalian menerima dengan tangan terbuka Zhena pilihanku"
Duke menoleh ke arah Lui yang sekarang sedikit memucat, karena tegang. Dia tidak mendengar percakapan yang terjadi di kepala Duke, tapi Lui tahu pasti mereka sedang membahas dirinya. Kerumunan werewolf di depannya, kini sedang memandangnya.
Duke lega, saat rasa pengertian yang hangat yang berasal dari warga mengalir memasuki benaknya, dan juga rasa canggung karena biasanya Alpha tidak pernah membagi perasaan sekuat ini pada warga pack.
Rasa canggung itu menjadi peringatan bagi Duke untuk memutuskan mindlink walaupun sebenarnya dia masih ingin berbicara lebih panjang. Tapi dia tidak boleh terhanyut dalam perasaan atau akan membuat mereka semua menjadi bingung.
Serigala berwarna putih bersih maju menghampiri Duke, kemudian menunduk. Dan Duke menempelkan keningnya pada dahi berbulu putih itu.
"Aku sangat bangga dan bahagia karena bisa melihatmu menjadi Alpha. Sekarang adalah giliranmu dan juga Lui untuk menjalani kehidupan penuh tantangan ini" kata Myra, dengan pikiran penuh rasa haru dan bangga.
"Aku mengerti Mom, aku akan menjalankan tugasku sesuai dengan apa yang telah diajarkan ayah" janji Duke dengan penuh tekad.
"Aku berharap Lui bisa mendengar kata-kataku" kata Myra sambil bergeser ke depan Lui.
"Jangan khawatir, aku akan menyampaikan pesanmu dengan utuh" kata Duke.
Myra terkekeh pelan, "Tak perlu repot-repot, aku akan menyampaikannya sendiri nanti" kata Myra sambil menundukan kepala rendah di hadapan Lui.
Saat ini, Lui seharusnya menempelkan salah satu tangannya ke dahi Myra, sebagai simbol beralihnya gelar Zhena, tapi Lui justru maju dan menempelkan keningnya pada dahi serigala Myra, kemudian memeluknya erat.
Lui tidak peduli bagaimana reaksi Elder di belakang, dia hanya ingin Myra tahu bagaimana dia menyayanginya.
Pertemuan mereka memang baru sebentar, tapi kasih sayang yang diberikan Myra untuknya, seolah menutup lubang yang disebabkan oleh kematian Ibunya beberapa tahun yang lalu.
"Aku menyayangimu Myra" bisik Lui penuh dengan emosi dan menahan air mata.
Tangannya memeluk hampir seluruh kepala Myra.
"Aku juga menyayangimu, manis" balas Myra, sepenuh hati, walaupun Lui tidak bisa mendengarnya.
Oleh karena itu Myra memberi sundulan lembut di pipi Lui sebagai isyarat. Lui tersenyum cerah, mengerti dengan tepat maksud Myra meski diungkapkan tanpa kata.
Myra mundur dan duduk rapi bersama dengan warga pack yang lain. Setelah ini, sesuai dengan tradisi, Myra dan juga Rex Ewaldo akan masuk ke dalam jajaran Elder, bersama dengan Elder Victor dan yang lain. Duke bisa membayangkan bagaimana suasana 'menyenangkan' saat pertemuan Elder berikutnya terjadi.
Sentakan kepala Elder Camille membuat Duke menggeram. Tidak perlu mengingatkannya! batin Duke dengan jengkel.
Duke berjalan mengitari Lui yang berdiri diam di atas salju, bagaikan patung balerina cantik yang terdampar di alam liar.
"Aku siap!" bisik Lui dengan bibir bergetar, mengumpulkan tekad.
Setelah posisi Duke menutup badannya secara sempurna, perlahan Lui menurunkan zipper di belakang gaunnya, sampai setengah.
Setelah itu, dia menggeser turun bagian kanan gaun, sehingga bahu kanan dan sebagian kecil dadanya terekspos dengan sempurna. Lui sedikit menggigil karena udara dingin yang langsung menerpa kulitnya.
"Cepatlah!! Apa kau akan membiarkannya membeku?" Roan menyahut jengkel, karena Duke malah diam terpesona, melihat kemulusan kulit Lui yang biasanya tersembunyi.
Sedangkan El berusaha keras mengalihkan pemandangan itu dari pikirannya, dengan mulai membaca kitab sutra yang dihafal dalam bahasa india.
"Shut Up!!' hardik Duke pada Roan, tapi ucapan Roan dengan ampuh membawanya kembali dari lamunan tidak pantas.
Duke menyentuhkan moncongnya pelan pada bahu itu, dan segera aroma memabukkan milik Lui menguasai benaknya lagi.
Dengan susah payah Duke mengalihkan pandangan dan melihat mata Lui, meminta izin untuk menggoresnya. Lui tersenyum kecil dan mengangguk, pertanda dia baik-baik saja.
Duke membuka sedikit mulutnya, menyayat gusi dengan taring bawahnya. Dan kemudian dengan cepat menggores tipis bahu pucat Lui dengan satu taringnya. Pekerjaan yang sedikit sulit, mengingat ukuran taringnya yang besar, jika dibandingkan dengan bahu Lui yang mungil. Namun Duke berhasil.
Warna merah mencolok mengalir turun, membentuk garis panjang dan akhirnya berakhir di ujung gaun putih Lui.
Noda berwarna merah di gaun putih itu semakin melebar, saat Duke membenamkan ujung taringnya memastikan darahnya memasuki tubuh Lui, sesuai dengan yang seharusnya.
Lui sedikit terkesiap, tapi pulih dengan cepat. Sambil memandang Duke, dia tersenyum kecil
"Sama sekali tidak buruk Duke, kekhawatiranmu berlebihan" gumam Lui, seraya merapikan gaun bernoda darah itu.
Duke tersenyum melihat Lui pulih dengan cepat. Ibunya benar, Lui bukan gadis lemah, dia menerima rasa sakit itu dengan mudah.
Sekejap kemudian, mata Lui tiba-tiba melebar. Rasa dingin yang aneh menyebar keseluruh tubuhnya.
Dingin membeku, menyelimuti seluruh tubuhnya dan dengan perlahan mematikan cahaya di matanya.
"Bee!!" pekik Duke dalam benaknya, karena yang dilihatnya hanya bagaimana tubuh Lui terpuruk di tanah dengan tiba-tiba.
Apakah masa satu jam ramuan itu telah habis? Apakah racun werewolf melukai Bee? Duke membatin penuh rasa cemas. Myra yang melihat dari benak Duke berlari mendekat.
Tapi kemudian langkahnya terhenti, terpana melihat cahaya biru samar berpendar keluar dari tubuh Lui.
Duke yang juga terkejut, mundur beberapa langkah menjauh dari tubuh Lui.
Cahaya biru itu sedikit lebih pekat daripada cahaya biasa. Seperti kabut tipis tapi berpendar biru. Kabut cahaya aneh itu sekarang menyelubungi tubuh Lui, dan dalam gerak lambat mengangkat tubuh itu ke udara.
Pemandangan horor itu membuat seluruh warga pack terkesiap, karena Lui sekarang melayang sekitar dua meter di atas tanah.
Rambut panjangnya berkibar dan matanya terpejam, tapi tangan dan kakinya berada dalam posisi yang wajar, tidak terlihat jika dia sedang pingsan.
Walaupun mereka semua adalah inhumane, pemandangan itu tetap membuat mereka ngeri dan bingung.
Dengan perlahan dan pasti, cahaya biru itu mulai terkumpul di belakang Lui. Kabut itu memanjang dan berpijar di kedua sisi tubuh Lui, membuat Lui seolah memiliki sayap raksasa yang saat ini membuatnya melayang.
Dan sama seperti saat munculnya, kabut itu tiba-tiba seperti tersedot masuk kedalam tubuh Lui dan menghilang. Tubuh yang melayang di udara itu, terjun bebas ke tanah.
"Bee!!"
Dengan sigap Duke menerkam tubuh Lui dengan kaki depannya, lalu berguling di tanah, mencegah tubuh itu terbanting dengan telak.
Dengan perlahan Duke membaringkan tubuh Lui di salju. Lui sama sekali tidak terluka, dan tidak ada lagi cahaya ataupun pendar aneh, hanya ada tubuh Lui seperti biasanya.
"Apa yang terjadi?" Roan bertanya dengan nada bingung.
Tapi tentu saja tidak ada yang bisa menjawabnya. Tapi Duke tahu pasti, racun werewolf tidak memiliki efek seperti itu. Dia bisa mencoretnya dari daftar.
Duke memeriksa keadaan Lui dengan lebih seksama dan menyadari sesuatu.
Nafas Lui sangat pelan, detak jantung Lui yang terdengar di telinganya sangat lambat, dan juga suhu tubuh Lui dingin, berbeda dengan keadaan lazimnya ketika dia pingsan . Biasanya Lui akan menderita demam.
Hal ini hanya berarti satu----
"Tidak!!!.. itu tidak boleh" raung Duke dengan putus asa. Lolongan serigala penuh duka, membelah udara malam.
"Oh tidak!!!" El berseru panik, mengenali duka yang mencengkeram benak Duke.
Tanpa banyak berpikir, El langsung beranjak memasuki salah satu rumah di dekatnya.
Myra dan Roan mendengking pelan merasakan serangan duka luar biasa dari pikiran Duke. Mereka memejamkan mata sambil bergerak tak beraturan, karena rasa sakit yang menyerbu tanpa peringatan apapun.
Tapi semenit kemudian, rasa pedih itu menghilang.
Rupanya Duke telah melepas transformasinya. Dia mengerti, dukanya juga akan membawa air mata bagi mereka. Duke berlutut memunggungi mereka menghadap tubuh diam Lui.
Tiga detik berselang, El yang hanya memakai celana panjang menyelimutkan jubah lebar yang diambilnya, pada tubuh telanjang Duke. Tubuh yang kini telah bergetar dengan hebat karena kesedihan.
"Dia---...." Duke mencoba menahan emosi dengan segenap kekuatannya, tapi dia masih tidak bisa bersuara dengan normal.
"Aku tahu, aku tahu Duke" gumam El, muram.
Dia tahu dengan pasti keadaan Lui, karena El dulu pernah melihatnya selama satu tahun lebih.
Keadaan Lui saat ini sama dengan keadaannya saat koma dulu. Sama persis!!