Finding You, Again

Finding You, Again
Us 20 - Prepare and Spa Day



"Jangan bercanda Mom! itu ide yang sangat buruk!"


Aku bersusah payah menahan diri, agar suaraku tidak meninggi.


"Tidak, aku ingin agar Lui melihat apa yang menjadi tugasmu, dan juga untuk membuatnya terbiasa dengan kehidupan pack" Mom membalas kata-kataku, dengan keras kepala.


Aku menghempaskan tubuhku ke kursi kerja dengan penat.


"Mom!! Dia ketakutan dan hampir membenciku, hanya karena melihatku bertransformasi. Ketika acara Brawl nanti, aku akan melakukan hal yang lebih buruk dari itu. Tidakkah itu menjadi bahan pertimbangan ketika kau merencanakan hal ini?"


Aku jelas gusar, ide Mom kali ini benar-benar buruk. Dia ingin agar Bee ikut menyaksikan Brawl besok.


"Kau terlalu meremehkan Lui seperti kakaknya. Benar dia sangat ketakutan saat itu, tapi itu adalah pertama kalinya dia melihat werewolf. Dia tidak tahu sedikitpun mengenai dunia inhumane sebelumnya. Tapi kedua kalinya dia bertemu werewolf, Lui membentak mereka dengan berani. Tidak bisakah itu menjadi bahan pertimbanganmu juga?"


Dari raut wajahnya, aku merasa Mom tidak akan menyerah. Dan aku tidak bisa mengemukakan bantahan lain untuk mendebat fakta itu.


"Tapi aku khawatir dia akan kembali takut padaku" Bantahanku berubah pelan


Janjiku pada para Elder dan juga Abel terngiang-ngiang di sudut otakku.


Kemungkinan aku untuk menikah dengan Bee sebelum minggu depan, sudah memiliki tingkat kegagalan hampir 100%. Angka kegagalan itu akan melebihi seratus persen jika Bee kembali merasa takut padaku.


"Peluang itu terjadi sangat kecil. Dia sudah mengerti bahwa kau adalah werewolf, bukan monster" Mom menurunkan nada suaranya melihat wajah muramku.


"Jangan khawatir, Lui tidak selemah yang kau perkirakan. Dia melewati banyak hal dan sampai sekarang dia masih tumbuh menjadi gadis yang manis. Mungkin sedikit tidak percaya diri, tapi dia adalah gadis yang tangguh" kata Mom, mencoba meyakinkanku.


Mom sudah mengetahui dengan lengkap cerita Oscar tentang Bee dariku.


Mom menangis melebihi Charlie --aku rasa kelenjar air mata Mom sedikit lemah, karena terlalu banyak menangis saat Ayah meninggal--ketika aku sampai pada bagian, saat ayah Bee memutuskan untuk mencabut alat penopang kehidupan Bee.


"Dia adalah mate-mu Duke. Kalian tidak akan ditakdirkan untuk bersama, jika Lui tidak bisa menerima kehidupanmu. Lui akan belajar jika ketakutannya padamu, sama sekali tak beralasan, dia akan belajar untuk menerima semua hal tentang dirimu. Yakinlah bahwa dia akan selalu ada untukmu, apapun wujudmu" tambahnya lagi, karena aku sama sekali tidak bereaksi.


Aku tahu Mom melakukan semua ini dengan tujuan yang baik. Dia juga sedikit panik, ketika tahu perjanjian antara aku dan para Elder.


Tapi Mom sangat setuju dengan Abel dan para Elder. Pertemuan itu akan membawa nama pack, akan sangat memalukan jika aku menyambut mereka masih sebagai Scion.


Dia ingin mempercepat masa adaptasi Bee dengan lingkungan pack, dengan cara menyaksikan acara Brawl.


Aku memandang Mom yang sedang duduk tenang di hadapanku. Ketenangan yang berasal dari keyakinan jika perdebatan ini akan dimenangkan olehnya, karena bantahanku tidak lagi terdengar.


"Bagaimana cara memberitahu Bee untuk menghadirinya?" Aku pasrah.


Mom tersenyum lebar mendengar pertanyaanku, yang juga berarti aku menyetujui rencananya.


"Aku yang akan mempersiapkan semuanya. Kau tidak perlu memikirkannya. Kau berkonsentrasilah pada masalah persiapan Brawl dengan El" ucapnya, dengan cepat sambil bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan kerjaku dengan secepat kilat.


Seakan takut aku akan berubah pikiran lagi.


Aku harap ini akan berjalan lancar, aku tidak punya ruang cadangan di otakku untuk menampung masalah baru saat ini.


 


 


----------- *0o0*----------


 


 


"Myra!!!"


Aku menubruknya dengan bahagia saat melihatnya muncul di pintu kamarku.


Aku senang dia terlihat baik-baik saja.


"Aww.. apakah kau merindukanku?" godanya, sambil membalas pelukanku dengan hangat.


Aku mengangguk tanpa ragu. Sepagian tadi aku hanya bisa mondar-mandir di sekeliling kamar tanpa melakukan sesuatu yang penting.


Tadi pagi aku bertanya pada Nora yang mengantarkan sarapanku soal Myra, dia berkata Myra akan kembali ke Manor --Mereka menyebut rumah ini dengan nama Manor. Aku setuju, karena ukuran rumah ini bahkan lebih besar dari pada Mansion Delmora-- siang ini.


Sejak itu aku tidak sabar menunggunya. Aku ingin tahu bagaimana keadaannya.


"Kata Duke kau terluka"  Aku memandangnya duduk dengan pelan di sofa. Aku rasa tubuhnya belum pulih dengan sempurna.


Myra mengangguk "Tenanglah, bukan luka yang mengkhawatirkan. Kakiku sudah sembuh total sekarang" jelasnya sambil menggoyangkan kaki kanannya dengan riang.


"Tapi kau belum sembuh sempurna" tuduhku, mengingat gerakannya saat duduk tadi.


Myra terkekeh geli."Kau mulai terdengar seperti anakku. Aku harus menyakinkan jika aku baik-baik saja, agar dia mau pergi dari rumah sakit kemarin" katanya.


"Dia benar, kau tidak seharusnya pulang jika belum sembuh" Itu pengetahuan yang sangat umum. Myra melambai padaku agar duduk di sebelahnya dan aku menurut.


Aku memandang tubuh Myra dengan teliti. Tapi tidak menemukan luka di tempat yang terbuka.


"Aku terluka di bagian punggung Lui, ada werewolf yang mencakarku di sana. Lukanya akan segera sembuh begitu racunnya hilang" jelasnya, melihatku mencermati tubuhnya.


"Racun?!!"  Aku berseru ngeri.


"Ya, cakar werewolf mengandung racun, bukan racun yang berbahaya, hanya saja akan membutuhkan waktu sembuh yang lebih lama dari pada luka biasa" jawabnya.


Aku mengangguk mengerti. Aku mendapat pengetahuan baru soal werewolf.


Aku akan sangat bahagia jika saja ada artikel khusus yang membahas soal werewolf ini dengan lengkap. Aku menghabiskan waktu sepagian tadi dengan mencari-cari artikel soal inhumane lagi. Keberadaan ponsel Oscar ternyata sangat berguna.


Tapi penjelasan yang aku temui sangat memuakkan. Kebanyakan artikel hanya membahas werewolf sebagai monster yang haus darah, bahkan ada artikel yang sangat liar, mengatakan kau akan menjadi werewolf juga jika tergigit.


Aku tidak bisa menahan tawaku saat membacanya. Fantasi pengarang kadang-kadang tidak masuk akal.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Lui, dan aku harap kau menyetujuinya"  Myra berubah serius.


Ada apa?


"Kau tahu bukan ada beberapa werewolf menyerang kita kemarin?" tanyanya dengan hati-hati.


"Tentu saja, aku bertemu satu diantaranya. Aku juga melihat wujud werewolf Tita, bulunya berwarna abu-abu dan ekornya hitam. Ada werewolf lain juga yang menolong kami, dia berwarna hitam dengan kaki berwarna abu-abu, tapi aku tidak tahu siapa dia"


Aku penasaran dengan identitas werewolf itu. Aku ingin berterima kasih pada mereka jika bertemu lagi.


"Werewolf yang berkaki abu-abu itu adalah Id" jelas Myra, dengan senyum yang semakin lebar saat memandangku.


Ahh... aku mengerti sekarang.


"Dari nada ceritamu yang antusias, kau sepertinya sudah benar-benar tidak takut lagi pada werewolf"


Myra meraih cangkir teh di depannya, dan minum dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajah.


"Masih sedikit takut sebenarnya, tapi rasa marahku mengalahkan semuanya. Mereka membuatku tidak bisa pulang!!" Rasa kesalku kembali.


Apalagi mereka melakukannya karena salah paham konyol, jika aku dekat dengan Duke.


Jika ada yang patut di kejar itu adalah Roan, batinku, pahit.


Aku hanya remah-remah roti yang jatuh di sekeliling Duke. Seharusnya mereka membiarkanku hidup tenang.


"Mereka memang werewolf yang jahat. Aku senang Roan, Tita dan werewolf lain berhasil menangkap mereka semua"


Ada sedikit nada bangga terselip di suara Myra yang membuatku kesal tanpa alasan.


Roanna tidak hanya cantik, tapi juga dengan mudah mengalahkan werewolf yang menyerang kami kemarin.


Aku bahkan lebih tidak berarti dari pada sekedar remah-remah jika dibandingkan dengannya. Tubuh manusiaku yang menyedihkan ini, hanya bisa berlari dan bersembunyi saat semua itu terjadi. Ughh!!


"Itu kabar yang bagus!" Aku menaikkan nada bicaraku, agar terdengar lebih ceria.


Tidak ada gunanya memikirkan Roanna dan Duke. TIdak salah lagi, mereka adalah pasangan yang serasi.


"Ya, aku juga senang. Dan besok mereka akan menjalani hukuman atas semua kejahatan yang mereka lakukan"


Oh.. mereka tidak perlu menjalani sistem pengadilan rumit seperti manusia? Tapi itu wajar, karena mereka memang bukan manusia.


"Apakah kau ingin menghadiri acara penghukuman itu? Acaranya akan sedikit brutal, tapi juga sangat menarik" tanya Myra sambil lalu, dia melirik ke arah jendela.


"Apakah aku boleh menghadirinya?" tanyaku dengan ragu. Bagaimanapun juga aku tamu di sini.


"Tentu saja, aku juga akan ada disana. Dan jika di tengah acara kau tidak sanggup lagi melihatnya, aku akan mengantarmu kembali ke Manor" Myra menjelaskan sambil mengangguk bersemangat.


"Hmmm... tadi kau menyebut brutal?" Dia menawarkan aku untuk pulang, jika tidak sanggup lagi melihatnya. Aku tidak bisa membayangkan hukuman macam apa yang dijatuhkan pada penyerang itu. Tiba-tiba aku merasa takut.


"Well, singkat cerita, mereka akan di hukum mati, lewat pertarungan".


Aku mengernyit mendengarnya. "Hukuman mati!?"


Mereka memang telah bersalah menyerang rumah ini. Tapi bukan berarti mereka pantas di hukum mati.


"Karena mereka adalah pengkhianat Lui. Sebelum kejadian kemarin, gerombolan mereka dan beberapa makhluk inhumane lain menyerang pack ini lalu membunuh Alpha, yaitu ayah Duke"  Myra dikuasai amarah.


"Ya Tuhan!!" Aku berseru, sambil menutup mulut dengan tangan.


Ayah Duke? Ini menyedihkan. Emosiku yang tidak stabil, mengambil alih dengan cepat dan membuat mataku berair.


Kau bahkan tidak mengenalnya Lui..!! benakku memperingatkan dengan segera.


Tapi itu berita yang sangat sedih, aku bisa membayangkan bagaimana perasaan Duke. Aku benar-benar hancur saat mendengar tentang kematian Mom dulu. Duke pasti juga mengalami hal yang sama.


"Apakah mereka dekat? Duke dan ayahnya maksudku. Dia---- pasti sangat terpukul"  Aku sedikit tersendat, berusaha menahan air mata.


Yang membuatku terkejut, air mata Myra juga mengalir turun dengan pelan.


"Ya, mereka sangat dekat. Tapi yang pasti kehilangan Alpha Owen melukai pack. Karena itu Duke menjatuhkan hukuman itu" Myra berusaha menghapus air matanya.


"Oh Myra.." Aku memeluknya, dengan harapan tangisnya akan reda.


Aku rasa Ayah Duke adalah orang yang sangat hebat.


Dia pasti pemimpin yang sangat luar biasa, sehingga bisa membuat anggota packnya sesedih ini, saat dia meninggal. Tangan Myra yang memelukku mengetat,


"Maaf, tak seharusnya aku melampiaskan kesedihan di depanmu" katanya, sambil melepaskan diri dari pelukanku. Dia sudah lebih tenang.


Aku menggeleng "Aku sama sekali tidak keberatan". Aku senang bisa sedikit berguna untuk Myra. Dia sudah banyak menolongku di sini.


"Bagaimana? Apakah kau mau ikut hadir dalam acara itu?" tanyanya lagi. Dia mengusap wajah dan merapikan rambut putihnya seperti semula.


"Oh...." Aku nyaris lupa tentang hal itu, karena tangisan Myra.


Aku tidak akan lupa pemandangan perut Kaindra yang robek dulu, belum lagi serpihan kepala yang mendarat di pipiku.


Tapi aku juga ingin melihat bagaimana mereka di hukum. Mereka membuat ayah Duke terbunuh, belum lagi membuatku tidak bisa pulang.


Eh.. tunggu sebentar!!.


"Apakah ini berarti setelah ini tidak akan ada lagi yang mengincarku? Dan aku bisa pulang?" tanyaku.


Dan anehnya, rasa kecewa menyusup dalam hatiku. Aku tidak ingin pulang secepat ini.


"Ah... tidak semudah itu Lui. Yang berada di sini hanyalah sisa-sisa pengkhianat yang sengaja ditinggalkan untuk memata-matai pack. Selain mereka, beberapa yang lain berada di luar pack, seperti Egon. Kami tidak tahu dia berada di mana" jawab Myra, dengan wajah jijik saat menyebut nama Egon.


Rasa lega yang sangat tidak terduga menyusup dengan nyaman di hatiku. Aku tidak harus segera pergi dari sini.


Kewarasanku jelas harus dipertanyakan. Bagaimana aku bisa merasa gembira mendengar kabar itu?


"Baiklah... Tapi aku harap kau selalu bersamaku saat acara berlangsung" jawabku, aku akan menikmati masa tinggalku disini dengan maksimal.


Menghadiri acara pertarungan mungkin akan menjadi suatu rekreasi yang unik.


Lagipula Myra menjamin akan membawaku pergi, jika keadaanya benar-benar buruk.


Itu cukup untukku.


Myra memelukku dengan erat sambil tertawa gembira.


"Karena kau telah setuju, berarti kita akan berbelanja sekarang" Myra menarikku keluar dari kamar tanpa memberiku kesempatan menolak.


 


 


----------- *0o0*----------


 


 


"Bagaimana mereka? Sudah siap untuk acara besok? Aku tidak ingin melawan werewolf yang lemah" tanyaku, pada El yang menghampiriku di pintu Manor.


Aku hendak menuju ke penjara bawah tanah menyusulnya, tapi El kembali lebih cepat dari pada yang aku kira.


"Sudah siap, ada beberapa yang masih lemah. Tapi Dr. Sidra memberi perawatan khusus untuk mereka tadi. Dia bilang pasien itu akan bisa normal esok hari" jelas El.


"Dan setidaknya mereka sekarang diam" tambahnya.


"Mereka akan sangat menyesal begitu acara dimulai. Tentu saja mereka akan diam sekarang" Aku tidak sabar lagi, untuk menyisir tubuh mereka dengan taringku.


"Apakah kau akan membunuh mereka semua?" tanya El, dengan wajah tegang.


"Itu tergantung apa yang aku lihat di benak mereka. Aku sangat yakin soal Amon, tapi untuk yang lain, aku akan mempertimbangkan kadar penyesalan mereka"


Aku tidak akan ceroboh mengurangi jumlah warrior disaat Blackmoon segera menghadapi perang besar sebentar lagi.


Dalam penyerangan ini, kami sudah kehilangan 5 warrior-- tiga di tangan Roan-- semua dari pihak musuh untungnya. Tapi aku tetap tidak ingin menambah jumlah korban sia-sia, walaupun dari pihak mereka.


"Kau harus bekerja keras menyusuri benak mereka. Itu akan sangat melelahkan" ujar El, dia khawatir.


Pekerjaan menyusuri pikiran werewolf tidak semudah yang diucapkan.


Aku harus tahu dengan pasti apa yang akan aku cari, sehingga tidak perlu membuang banyak tenaga. Berbagi pikiran sebagai Alpha sangat menguras energi. Berbeda dengan saat aku berbicara dengan El atau Roan.


"Apa yang akan kau gunakan sebagai 'anchor' saat Brawl?" tanya El lagi, dengan nada menyelidik sekarang.


Anchor adalah ingatan pengalih perhatian, saat aku harus menghentikan aliran pikiran yang tidak perlu aku bagikan. Pikiran yang menjadi tempatku kembali saat aku terhanyut dalam lautan pikiran werewolf lain.


"Bayangan saat aku harus melihat jasad ayahku yang terbujur kaku dengan dada terbelah" jawabku, pelan.


Bukan hal yang menggembirakan, tapi rasa sedih dan kehilangan, akan menghilangkan pengaruh emosi lain yang menyerangku. Manfaat sampingannya, menghilangkan keraguanku, saat akan mematahkan leher Amon.


"Pilihan yang bagus!" Dia menyetujui pilihanku.


Aku sebenarnya ingin memilih kenangan yang lebih membahagiakan, tapi kenangan bahagia terkuat yang aku miliki adalah bersama Bee, dan ini adalah topik terlarang untuk aku pikirkan saat Brawl nanti.


Memikirkan Bee melemahkan pengendalian otakku.


Bisa-bisa aku membagi seluruh detail kisah cintaku pada khalayak umum. Membayangkan hal itu membuatku merinding.


"Bagaimana tanggapan warga pack soal Bee?" tanyaku, mengalihkan pikiran dari bayangan memalukan itu.


"Oh----Sebagian besar dari mereka sangat penasaran ingin melihat Lui . Aku rasa mereka tidak terlalu mempermasalahkan status manusianya. Generasi yang sekarang sudah sangat terbiasa dengan mereka. Sebagian besar warga pack bekerja bersama dengan manusia di Monath. Dan karena kau sudah meyakinkan para elder kemarin, para werewolf dengan status gentry juga diam tanpa suara" jawab El.


"Tapi yang pasti, kau membuat mereka bersemangat karena membawa hal baru ke dalam pack yang membosankan ini" tambahnya sambil senyum geli.


Sikap mereka kurang lebih sama dengan Mom. Bagi mereka, berita aku membawa manusia sebagai Zhena, justru menambah rasa penasaran mereka. tentang apa yang akan terjadi setelah ini.


Generasi warga pack di bawah kekuasaan ayahku, memang lebih sering bersinggungan dengan manusia. Terutama karena semakin banyak warga pack yang bekerja di Monath Camp Ground dan juga pabrik sirup maple yang terletak beberapa puluh kilo dari sini.


Bagaimanapun juga, semua konsumen dan beberapa teman kerja mereka adalah manusia. Jumlah seluruh werewolf disini, tidak akan mencukupi untuk membangun sebuah pabrik.


Sedangkan para Iota dan Theta tidak akan melakukan apapun, jika para elder tidak memerintahkan. Aku rasa keadaan cukup aman bagi Bee untuk datang ke acara Brawl.


 


Pemandangan yang agak janggal hadir di depan pintu Manor.


Aku menyingkir untuk memberi jalan Mom dan Bee yang berjalan bersama. Lebih tepatnya, Mom menarik tangan Bee agar mengikutinya.


Aku menatap Mom dengan penuh tanya. "Mau kemana kalian?" tanyaku bergantian menatap Mom dan Bee.


"Ke kota, kami harus mempersiapkan diri untuk besok" Mom menjawab dengan tangkas.


Aku mengenali mimik ngeri yang muncul di wajah Bee. Dia benci berbelanja ataupun ke salon. Dan aku rasa Mom akan melakukan keduanya sekarang.


Tanpa mendengar penjelasan apapun, Mom kembali menarik tangan Bee dan berlalu. Aku hanya bisa menggeleng pasrah melihatnya. Aku harap Bee sanggup menerima deraan semangat Mom nanti.


"Panggil Tita dan suruh dia mengikuti mereka" bisikku pada El.


Mom tidak akan suka jika aku menyuruh orang untuk menjaga mereka. Tapi aku tidak ingin lengah, setelah kejadian kemarin.


El mengangguk sekali dan berlalu. Aku harus memeriksa beberapa persiapan acara besok. Jika tidak, aku akan dengan senang hati menguntit Bee.


 


 


----------- *0o0*----------


 


 


Aku menggeliat geli ketika salah satu pegawai spa menggosok kakiku untuk memulai proses pedicure.


Aku belum pernah melakukan hal ini, tentu saja sentuhan di kaki membuatku geli.


Aku sekarang berada di salon untuk menjalani perawatan spa lengkap. Myra sedang berada di depanku menikmati pijatan air hangat di kakinya yang baru sembuh.


"Saya belum pernah melihat kuku kaki berbentuk seperti ini" kata Julie, pegawai salon yang merawat kakiku. Dia memeriksa kuku jempolku dengan tertarik.


"Oh.. aku dulu adalah balerina. Aku menghabiskan ratusan jam berdiri menggunakan jempol" jelasku, sambil menunduk menatap kakiku.


Jempol kakiku terlihat datar, tidak membulat. Hasil latihan beratus-ratus jam.


Julie mengangguk mengerti.


"Aku menyesal mendengarmu harus berhenti menari Lui" Myra menatapku dengan simpati.


Aku mengangguk "Pukulan yang cukup berat, tapi aku baik-baik saja sekarang" ujarku. Myra mengangguk dan tidak membahasnya lebih lanjut.


Aku rasa dia mengerti keenggananku membicarakannya. Myra lalu melangkah ke ruangan lain, karena perawatan kakinya telah selesai.


Mengesampingkan fakta jika kami sedang berada di tengah hutan, salon tempatku berada saat ini, memiliki peralatan lengkap yang sangat modern.


Aku tadi tercengang melihat berbagai alat yang tidak bisa aku sebut namanya. Salon ini lebih tepat disebut sebagai klinik kecantikan.


Aku semakin sadar, asumsiku soal pack ini salah besar. Pemandangan sepanjang jalan menuju kesini, semakin membuka mataku.


Myra memakai mobil mini untuk membawaku ke sini. Mobil sejenis golf car tapi tanpa atap, sehingga aku bisa melihat isi pack ini dengan lebih baik.


Bangunan yang pernah aku lihat selain Manor adalah Rumah sakit.


Dan saat perjalan dari rumah sakit kemarin, aku tidak bisa berkonsentrasi melihat pemandangan, karena sibuknya otakku mencerca tindakan bodoh yang telah aku lakukan.


Dari hasil pengamatanku, pack ini terlihat seperti kota kecil yang mandiri. Lengkap dengan pasar, toko-toko dan juga salon tempatku sekarang berada.


Untuk daerah pemukiman warga, mereka tersebar di beberapa tempat, Myra menunjukkan padaku beberapa diantaranya tadi.


Kelengkapan pack ini seperti daerah perkotaan, tapi pemandangannya, lebih seperti daerah pedesaan yang indah, dengan adanya pohon-pohon besar yang menaungi jalan. Belum lagi taman-taman yang terletak di berbagai sudut semakin mempercantik pemandangan. Kombinasi yang sangat sempurna menurutku.


Aku sangat menyukainya.


Tapi ada perbedaan mencolok antara lingkungan pack ini dengan perkotaan biasa, yaitu sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Hanya beberapa bangunan yang aku lihat memakai tembok semen, salah satunya adalah rumah sakit.


Saat kami tiba di daerah yang terlihat seperti pusat kota, lengkap dengan air mancur besar dengan patung serigala perunggu, Myra mulai sibuk membalas sapaan warga yang kami temui di jalan.


Mungkin karena ukuran pack yang tidak terlalu besar, sepertinya semua orang mengenal Myra.


Tadi aku sedikit mengeluh dalam hati, ketika Myra ternyata mengajak ke butik. Tapi kemudian aku lega, karena Myra hanya membawaku ke satu toko.


Tapi ternyata banyaknya baju yang aku coba, hampir sama dengan saat aku berbelanja dengan Jovi. Aku semakin heran saat itu, bagaimana mereka banyak pilihan gaun di dalam hutan seperti ini?


Tapi ada satu hal yang membuatku tidak nyaman.


Semua orang yang kami temui menyapaku dengan hangat, mereka tidak berbicara banyak denganku, tapi aku bisa melihat mereka mencuri-curi pandang ke arahku dengan penasaran. Seolah aku adalah pajangan barang antik.


Aku berharap mereka berhenti melakukannya. Aku merasa risih dengan semua perhatian itu.


Aku tidak keberatan dengan ratusan pasang mata yang memandangku di panggung ketika aku menari. Tapi selain untuk itu, aku sama sekali tidak menikmati perhatian yang berlebihan.


Ini sedikit menyiksa.