Finding You, Again

Finding You, Again
Again 13 - Land of Snow



Sebuah mobil hitam mewah, dengan pelan merapat di depan bandara Jean Lesage, Quebec.


Saat ini hampir tengah malam. Bandara itu tentu saja masih hidup, tapi tak banyak penumpang yang terlihat mondar-mandir. Sebagian besar sedang duduk sambil menunduk, mencoba untuk memejamkan mata dalam posisi yang tidak nyaman.


Tapi ada saja beberapa orang yang menoleh, ketika melihat dua orang yang baru saja turun dari mobil, dan bergegas berjalan menuju ruang tunggu VIP.


Sosok mereka sangat mencolok. Pertama, karena keduanya memakai mantel tebal yang mahal. Kedua, ukuran mereka berdua yang sangat berbeda. Laki-laki dengan tinggi di atas rata-rata dengan gadis yang terlihat mungil.


Laki-laki itu memakai kacamata hitam lebar, tapi gagal menyembunyikan wajah tampan yang ada di baliknya. Menyebabkan sebagian besar petugas wanita di belakang counter yang sepi, saling berbisik dengan ribut dan menunjuk laki-laki itu dengan sembunyi-sembunyi.


Tapi bukan hanya para wanita yang terpana. Petugas keamanan yang seharusnya sedang berpatroli, tidak bisa menahan diri dan mengikuti langkah ringan gadis mungil berambut pirang keemasan itu.


Gadis itu akan menarik perhatian dimanapun dia berada. Wajahnya sebagian besar tertutup syal berwarna putih. Tapi dari sisa wajah yang terlihat, cukup bagi siapapun untuk menilai bahwa gadis itu cantik. Apa lagi matanya yang berwarna unik. Biru dan hijau yang tajam.


Tapi tidak ada yang cukup bodoh untuk berlama-lama memandang gadis itu. Dari sikapnya, jelas sekali laki-laki yang menarik tangannya itu adalah kekasihnya. Dan melihat ukuran tubuhnya, dia bukan orang yang ingin mereka lawan.


Penjaga pintu ruang VIP yang terlihat sangat gugup, menunduk singkat sebelum membuka pintu untuk mereka berdua. Kegugupannya masuk akal, karena dia adalah werewolf omega dari Blackmoon. Dia tahu benar siapa mereka berdua.


"Thank you" Lui menyapa hangat ketika dia melewatinya.


Yang segera saja membuat penjaga itu salah tingkah. Dia sudah mendengar kabar soal Zhena yang baru ternyata berasal dari keturunan bangsa Elf, yang dia tidak tahu adalah jika dia juga sangat cantik dan ramah.


"You..you are welcome, Zhena" balasnya dengan gugup.


Lui berlalu dengan senyum lebarnya, mengikuti tarikan tangan Duke yang mulai tidak sabar.


"Aku tidak harus meminta maaf padanya bukan?" tanya Lui ketika matanya menangkap sesosok rupawan di sudut lobi. Kamaria terlihat sedang menikmati secangkir teh sambil berbincang dengan salah satu gentry dari Levana.


"Hmpp...." Duke mendengus ketika melihat arah pandangan Lui. "Dia beruntung memiliki gelar Damsel. Jika tidak, aku pasti sudah menorehkan beberapa bilah cakar ke punggungnya karena telah berani menghinamu"


"Dia hanya gadis muda" kata Lui, masih dalam usaha menenangkan Duke. Dia tidak ingin ada perpecahan antar aliansi karena dirinya.


"Memang, dan kau juga. Aku bertaruh dia lebih tua darimu" ujar Duke dengan pedas.


Menjadi muda tidak akan membenarkan sikap kurang ajar Kamaria kemarin. She's just an *ss, batin Duke.


"Kau mengumpat!" Lui tersenyum kecil. Lui tidak memerlukan mindlink untuk tahu kapan Duke mengumpat, seperti Myra. Duke tersenyum masam, karena tebakan Lui sangat tepat.


Ruang tunggu VVIP bandara penuh malam itu. Dan semua makhluk yang ada di ruangan itu adalah werewolf. Lebih tepatnya werewolf gentry dari berbagai pack. Karena itu, mereka lebih berhati-hati dalam berbicara.


Para gentry yang ada di ruangan itu terlihat sangat canggung satu sama lain. Terlihat jelas mereka berusaha sekuat tenaga agar tidak terlibat perkelahian antar pack. Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Alpha masing-masing,


Duke bahkan mendengar desas-desus, Urtzi harus mengeluarkan Alpha Tone untuk mengendalikan warrior-nya. Shavarana adalah pack yang paling jarang bergaul dengan inhumane maupun manusia. Tidak heran mereka sangat waspada saat bertemu dengan pack lain.


Duke lega para warrior sudah berangkat malam sebelumnya dengan pesawat Airbus milik Delmor. Setidaknya jika mereka bertarung di Alaska, sedikit kemungkinan mereka akan bertemu manusia. Malam hari ini adalah giliran para Gentry yang akan diangkut oleh tiga pesawat jet milik Monath.


Duke tidak tahu apa yang dilakukan oleh Rex, hingga dia bisa meloloskan semua penerbangan tidak terdaftar ini. Termasuk Airbus milik Delmor kemarin.


Duke masih memiliki gambaran jika penerbangan itu hanya melibatkan daerah Canada. Kekuasaan Monath telah merambah bidang politik melalui suami dari Seema.


Dia adalah salah satu politisi yang memegang kekuasaan penting di pemerintahan. Dia yang biasa bertanggung jawab membereskan perizinan dan segala dokumen yang berkaitan dengan Blackmoon.


Tapi Alaska adalah Amerika, Duke bisa membayangkan uang suap dengan angka nol lebih dari tujuh yang memuluskan perjalanan ini.


"Lui!!" seruan memanggil datang dari salah satu sudut. Arana berseru gembira melihat Lui. Karena kesibukan Lui berlatih, dia tidak pernah bertemu lagi dengan Arana setelah kejadian di taman itu.


Arana menarik Aygul dan mendekati mereka, "Kau baru saja sampai?" tanyanya sambil memeluk ringan Lui.


"Ya, kami berangkat dari Blackmoon senja tadi" jawab Lui.


"Aku dengar kau berlatih dengan Sorrel, aku tidak sabar ingin melihat hasilnya" kata Arana, tanpa peduli betapa seluruh werewolf yang ada disana, memasang telinga dengan tertarik.


"Ah... Arana, kita akan membahas hal itu di tempat lain, bagaimana?" Aygul menghentikan rasa penasaran Arana karena tahu, pembahasan itu bukan untuk didengar khalayak ramai.


Duke segera memberi isyarat pada mereka untuk memasuki kawasan yang lebih tertutup.


Sedari tadi, para Gentry yang ada disana tidak lepas memandang mereka berdua. Alpha dan Zhena dari pack werewolf paling besar di dunia tentu saja membuat mereka penasaran.


Dan Duke tahu itu. Karenanya, dia sedikit menyeret Lui untuk segera memasuki ruangan. Dia tidak menyukai banyaknya perhatian yang diterima oleh Lui.


Mereka ber-empat berhenti di depan ruangan berpintu mewah dan mengetuknya pelan. Setelah mendengar sahutan dari dalam, mereka masuk dengan bersamaan.


Di dalam, semua Alpha sedang berada di sana. Bersama Magena dan juga Shashi.


Alpha dari Levana tetap tidak bisa datang. Menurut Shashi karena usianya yang sudah sangat tua, dia tidak bisa lagi meninggalkan pack. Saat ini bisa dikatakan Kamaria dan dia yang memimpin pack. Tapi Kamaria menolak diangkat menjadi Alpha sebelum ayahnya meninggal.


Semua mata yang ada di sana langsung tertuju ke arah Lui. Hal itu membuat Lui salah tingkah, jika Duke tidak sedang menggenggam tangannya, dia pasti sudah mundur ke belakang Duke.


"Perkenalkan ini adalah Zhena dari Blackmoon, Eluira Theobald" ujar Duke sambil memandang semua orang.


"Senang akhirnya bisa bertemu anda, Saya Magena, Zhena dari Shavarana"


Magena yang pertama kali menyahut, mungkin karena dia adalah satu-satunya wanita di sana. Magena biasanya jarang berbicara.


"Senang bertemu anda" Lui yang akhirnya memperoleh keberanian, menatap ramah pada Magena dan menjabat tangannya erat.


Melihat itu, satu-persatu para Alpha berdiri memperkenalkan diri dengan resmi. Kecuali Jacy, dia sudah bertemu Lui di Blackmoon.


Lui sudah melihat mereka semua di ingatan Duke, dan juga Duke sudah memberinya info singkat tentang siapa mereka. Lui sekarang berusaha keras untuk mencocokkan nama dengan wajah.


Setelah perkenalan itu selesai, Arana langsung menggandeng tangan Lui dan mengajaknya duduk agak terpisah dengan para Alpha. Magena akhirnya mengikuti mereka mengambil tempat di sofa yang terletak di sudut.


"Senang akhirnya bisa terbebas dari ketegangan" bisik Magena begitu mereka duduk. Arana langsung tertawa mengerti.


"Para lelaki itu harus belajar hidup dengan lebih santai" timpalnya.


Dalam hati Lui menyetujuinya. Dia belum pernah bertemu Alpha selain Duke dan Aygul, tapi melihat ketegangan saat memasuki ruangan, Lui tahu, tidak semua Alpha sesantai mereka.


Beberapa saat kemudian, para Alpha mulai membahas strategy peperangan kembali. Mereka semua sudah mendengar tentang pasukan tambahan yang dibawa Crispin. Dan karena mulut besar Sorrel, mereka semua juga tahu kekuatan Lui.


Mereka semua gembira mendengar hal itu, kecuali Duke tentu saja. Dia masih merasa membawa Lui ke sini adalah kesalahan.


"Aku dengar kau memberi pelajaran yang tidak terlupakan pada gadis sombong itu?" Magena kembali berbisik bertanya pada Lui. Dia tidak ingin mengganggu diskusi yang sedang berlangsung. Tapi dia menjadi penasaran saat mereka membahas kekuatan Lui.


Wajah Lui jelas langsung memerah. Tidak tahu kejadian itu telah menyebar ke semua orang. Arana tanpa ragu terkikik senang,


"Aku ada di sana, dan sangat puas melihat bagaimana gadis itu tertatih kesakitan karena Lui. Gadis itu akan berpikir puluhan kali sebelum berani menggoda suami orang lagi" katanya.


Magena menggelengkan kepala mendengar hal itu, "Aku tahu dia akan menimbulkan masalah saat melihatnya menempel pada Alpha Duke. Kerja bagus!" kata Magena sambil mengusap pelan tangan Lui.


"Ah.. Hmmm" Lui yang tidak tahu harus berkata apa, akhirnya hanya bisa tersenyum canggung.


Beberapa menit kemudian, ponsel Duke bergetar, menampakkan pesan dari El. Semua pesawat sudah siap berangkat. Dengan waktu yang nyaris bersamaan, semua Alpha bangun dan berjalan keluar ruangan.


Di lobi utama, tampak Roan dan Myra menunggu mereka dengan tidak sabar. Roan sudah berada di Quebec selama dua hari. Dia dan El yang mengatur seluruh pemberangkatan warrior. Pantas saja wajahnya kesal. Roan tak pernah menyukai pekerjaan lain selain bertarung.


Tiga jet Monath terlihat terparkir rapi di hanggar. Dan karena El yang mengatur penerbangan, maka Kamaria tidak mungkin berada dalam satu pesawat dengan Duke. Dia menempatkan Aygul dan Arana serta Alpha Jacy dan Myra di pesawat Duke.


Dan Lui menyambut gembira pengaturan ini. Keberadaan Kamaria akan membuatnya semakin tidak nyaman selama dua belas jam penerbangan yang melelahkan itu.


"Kau siap?" Duke bertanya sambil menggandengnya menaiki tangga pesawat.


"Tentu saja!" Lui tersenyum lebar menanggapi pertanyaan Duke.


Bagi Lui, keadaan saat ini lebih baik dari pada menunggu Duke dengan perasaan cemas di Blackmoon.


Dengan begini ia akan tahu dengan pasti bagaimana keadaan Duke.


 


 


\~\~\~\~\~\~\~IlI\~\~\~\~\~\~


 


 


Seperti yang telah direncanakan, rombongan werewolf yang sudah mendarat, melanjutkan perjalanan ke Wales dengan berlari. Semuanya, tanpa terkecuali.


Di tengah padang salju gersang berbatu yang dingin, terlihat pemandangan yang tidak normal. Di padang yang biasanya biasanya sunyi dan kosong, melintas rombongan besar serigala yang berlari dengan kecepatan tinggi.


Ukuran mereka yang lebih besar dari serigala biasa, sudah cukup memberi mimpi buruk bagi manusia yang tidak sengaja melihatnya.


Tapi tidak akan ada manusia yang melihat pemandangan itu. Abel telah mengatur agar seluruh warga Wales dan sekitarnya diungsikan.


Tidak terlihat atau tercium jejak manusia yang masih segar di daerah itu.


Dewan Hunter sengaja menyebar kabar soal bencana alam fiktif kepada pemerintah setempat, membuat pemukiman dan kota yang berada tidak jauh dari daerah itu sudah kosong.


Dan karena kerasnya alam di daerah sekitar selat Bering, sudah pasti membuat daerah itu tidak mengalami ledakan populasi yang berarti. Jumlah total pengungsi hanya berkisar 200 orang .


Dan Monath dengan baik hati, menyediakan akomodasi hotel dan penginapan untuk mereka. Saat ini ratusan penduduk Wales dan sekitarnya sedang menikmati fasilitas di hotel Monath yang terdekat. Waktu pengungsian mereka akan terasa seperti liburan.


Di posisi paling depan dengan jarak hampir mencapai seratus meter dari serigala berikutnya. tampak Lui sedang menunggang di punggung Duke dengan nyaman.


Dengan munculnya kemampuan Lui untuk menahan hawa dingin, membuat Duke tidak ragu lagi untuk berlari dengan kecepatan maksimal. Dan lagi Lui juga sangat menikmatinya.


Kekurangannya adalah, Duke harus bekerja keras memblokir umpatan Roan dari kepalanya, karena jelas Lui dan juga Myra akan mendengarnya.


Lui beberapa kali terkikik saat mendengar umpatan panjang pendek yang dilontarkan Roan terselip lepas di pikiran Duke. Dia sudah mencoba memohon untuk kepada Roan untuk berhenti, tapi tentu saja Roan menolaknya.


Myra yang sudah terbiasa dengan Roan, juga sempat melontarkan keberatan, tapi tidak berkomentar setelah beberapa saat. Dia memblokir pikiran Duke untuk sementara hingga tidak perlu mendengar suara Roan. Sayangnya Lui belum mempelajari cara itu.


Setelah sekitar satu jam lebih berlari tanpa beristirahat, deretan atap mulai terlihat di mata Duke. Itu adalah basecamp yang dipersiapkan oleh warrior dan para Hunter yang telah terlebih dahulu datang.


Sesosok tubuh yang terbalut mantel tebal dan boot, terlihat berdiri di sebelah bangunan yang terletak paling luar dari pemukiman itu. Pakaiannya menunjukkan betapa sebenarnya suhu udara saat itu sangat dingin.


Salju tidak lagi turun, tapi tumpukan yang sangat tebal memberitahu jika daerah ini tidak ramah untuk manusia.


Dan karena pakaian itu, sudah jelas sosok yang menunggu mereka, adalah Hunter manusia.


Duke mengenali wajah yang sekarang tersenyum lebar saat melihatnya mendekat. Itu Lael.


Dengan langkah anggun Duke berhenti di depannya. Duke menunduk dan Lui meluncur turun dengan mulus. Lael mengedip, kemudian tersenyum pada Lui.


Tanpa perlu penjelasan, dia tahu siapa Lui. Lael belum pernah bertemu Lui, tapi dia ragu Duke akan membawa wanita lain di punggungnya.


"Lael? Perkenalkan, Eluira Theobald" Lui langsung menyapanya ramah. Dia membaca bagaimana Duke mengiringi bayangan Lael dengan perasaan hangat . Lui menjadi tahu jika Duke menyukai pemuda ini.


"Senang bertemu anda Zhena, saya Lael Maaz"


"Ya, kau mengalami hal yang luar biasa bersama Duke. Aku melihatnya sekilas tadi" kata Lui.


Dia tidak sempat melihat kejadian itu dengan lengkap, karena Duke langsung melangkah pergi untuk kembali menjadi manusia begitu dia turun.


Duke sekarang terlihat keluar dari bangunan --terbuat dari terpal dengan pintu lebar yang sengaja dibangun oleh warrior sehingga mereka bisa berubah dengan nyaman-- tempat dia bertransformasi\, dengan memakai celana panjang dan kaos longgar.


Lael terlihat bingung mendengar perkataan Lui. Tidak pernah terbersit dalam benaknya Lui bisa memiliki mindlink dengan Duke. Sebelum dia bisa meminta penjelasan, Duke sudah mendekat dan mengulurkan tangannya.


"Senang bertemu kembali Lael" sapa Duke ramah.


Senyum Lael semakin lebar sekarang. Dia ingin sekali mengobrol lebih akrab, tapi beberapa Alpha dan gentry mulai bermunculan setelah selesai berpakaian.


Sebagian besar berwajah masam, jengkel melihat betapa sekali lagi Duke mengungguli mereka bahkan dalam soal kecepatan.


Dan Lael harus kecewa kali ini, karena dia harus segera melaksanakan perintah tegas Abel,  yaitu semua Alpha harus dibawa kepadanya begitu mereka sampai.


Tapi walaupun kecewa, Lael maih bisa dengan sopan meminta para Alpha untuk mengikutinya.


Beriringan mereka berjalan melintasi base camp yang sekarang penuh dengan warrior dari berbagai pack. Seperti para gentry, mereka mencoba berbaur, tapi gagal. Mereka tetap duduk dengan berkelompok, berpencar di beberapa bagian pemukiman.


Warrior yang sebagian besar sedang duduk di bebatuan dan mengobrol santai, langsung berdiri dan menunduk menghormat ketika melihat rombongan mereka.


Dengan lambaian tangan Duke memberi isyarat agar mereka duduk dan melanjutkan kegiatannya. Dan seketika langsung terlihat pada bagian mana warrior Blackmoon berada. Mereka langsung duduk kembali melihat lambaian tangan Duke.


Tapi warrior dari pack lain, masih berdiri menunggu perintah. Dan setelah beberapa lama, hanya Aygul yang memberi perintah serupa. Alpha yang lain hanya berjalan tanpa memperlihatkan tanda-tanda melihat mereka.


Bukan sikap yang aneh, karena penghormatan mutlak seperti itu adalah biasa. Justru Duke dan Aygul yang terlihat janggal. Sikap lebih santai Duke dan Aygul muncul dari sisa pergaulan mereka dengan manusia.


"Welcome...Welcome"


Abel muncul menyambut mereka dari bangunan permanen besar yang terlihat seperti City Hall.


Wujud sebenarnya base camp yang dipakai oleh Abel, adalah pemukiman yang telah ditinggal mengungsi oleh manusia. Duke masih bisa mencium aroma mereka yang tertinggal dari berbagai sudut.


Abel maju menyalami tangan mereka satu persatu. Ketika giliran Lui, tanpa ragu dia memeluknya dan tertawa bahagia.


"Aku senang melihatmu sehat Lui, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan salah satu saudara jauhku kemarin" ujarnya ramah.


Dia sama sekali tidak mempedulikan gertakan keras gigi Duke yang sedang berusaha menahan diri, agar tidak melakukan hal bodoh pada Abel.


Bagaimanapun Abel adalah saudara jauh Lui, dan juga dia tua.


Lui tahu dari cerita Duke tentang siapa Abel, dan dia senang bisa bertemu dengannya. Walaupun pelukan itu membuatnya sedikit terkejut, dia tetap tersenyum.


Dan di belakang Abel, muncul wanita berambut pendek yang berwajah masam. Riasan matanya yang bernuansa hitam sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat.


Duke bisa mendengar bagaimana tarikan nafas El yang berada di belakangnya, menjadi tidak teratur saat Faust muncul.


Dia harus belajar mengendalikan diri dengan lebih baik, Duke membatin dalam hati.


Hati Faust sekeras batu, bahkan setelah menerima seluruh perhatian El saat berada di rumah sakit pack, sikapnya kurang lebih masih sama.


Sampai sekarang El masih tidak melakukan pendekatan apapun. Tujuan utamanya saat ini adalah membuat Faust bersikap sedikit ramah padanya. Hanya setinggi itu level keberhasilan yang berani diimpikan oleh El.


Lael menggiring gentry -- termasuk El dan Roan-- ke bangunan lain yang berada di sebelah, sedangkan Abel membawa Alpha atau perwakilannya masuk ke bangunan yang ternyata memang City Hall.


Di dalamnya terdapat meja besar dengan berbagai kertas berserakan, dan juga kursi mengelilingi. Jelas ruangan ini adalah tempat Abel merencanakan pergerakan pasukan nanti.


"Arkin dan Oulam belum datang?" tanya Duke, sambil duduk di salah satu kursi bersama Lui.


Abel menggeleng, "Rencananya mereka akan datang besok, atau mungkin malam nanti. Mereka membutuhkan persiapan yang lebih rumit dari kita bukan?" katanya.


Vampire itu harus menghindari matahari, tentu mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tepat ini. Sayangnya Crispin tidak memiliki kelemahan itu lagi.


"Sorrel?" Rigel menanyakan dengan enggan.


Abel menggeleng lagi. "Setelah kepergiannya dari Blackmoon, tidak ada yang mendengar kabar apapun dari Appoline. Dan seperti yang kita semua tahu, kabar dari bangsa Elf bersifat satu arah"


Kurang lebih berarti, Elf akan datang jika mereka ingin. Tidak ada yang tahu kapan mereka muncul, atau bahkan menjamin mereka akan datang.


"Bagaimana dengan Crispin? Apakah mereka telah bergerak?" tanya Aygul, yang seperti biasa mengambil tempat di sebelah Duke, bersama Arana.


"Sudah, tapi sangat pelan. Salah satu Drone yang aku kirim berhasil mengambil foto udara, ada rombongan pasukan yang berasal dari utara masih dalam perjalanan. Mereka menunggunya" Abel menyerahkan foto lebar yang memperlihatkan titik-titik hitam berhamburan di padang salju putih.


"Utara? Jangan katakan kalau mereka adalah Stray dari Siberia?" Urtzi yang baru saja duduk menyahut dengan wajah seram, saat mendengar perkataan Abel.


Dengan senyum pahit, Abel mengangguk.


"Stray dari Siberia? Siapa mereka?" Kamaria menyuarakan pertanyaan yang hanya berani di pikirkan oleh Lui.


"Stray Siberia adalah werewolf stray biasa sebenarnya. Tapi kehidupan tanpa pack mereka di balur dengan kekerasan dan keliaran, dan karena itu mereka sangat tangguh. Hampir sepanjang kehidupan mereka hanya diisi dengan pertarungan. Sampai ada beberapa yang melupakan wujud manusianya. Mereka hidup sebagai serigala sepanjang waktu". Jacy dengan baik hati menjelaskan.


Penjelasan itu membuat Duke teringat pada kegemaran Roan bertarung, tapi dia tidak akan pernah setuju tinggal di antah berantah Siberia. Duke sangat yakin, penerimaan sinyal ponsel sangat buruk di sana. Dan bagi Roan hal itu adalah bencana.


Duke pernah mendengar tentang mereka tentu saja. Stray Siberia adalah makhluk favorit bagi orang tua untuk menakuti anak-anak werewolf agar lebih menurut. Dia paling sering mendengar soal mereka dari gurunya di sekolah pack, Ms. Cetta.


Dia sering diancam akan dikirim kesana setiap kali dia membolos kelas bersama Roan. Dengan baik hati Ms. Cetta menambahkan mereka adalah kanibal yang gemar memakan anak-anak. Pada titik itu Duke sudah hampir meyakini kalau mereka hanyalah makhluk mitos.


Tapi tentu saja anggapannya salah. Seperti Dyad, Stray Siberia benar-benar ada.


"Berapa Jumlahnya?" Duke mencoba menghitung titik yang dilihatnya pada foto dan berhenti pada angka lima puluh. "Hampir seratus jika melihat foto itu" jawab Abel.


"Pertarungan ini menjadi semakin menarik" Aygul menggosokkan tangannya dengan bersemangat sekarang.


Sementara wajah Arana menampakkan ketidak setujuan. Jelas legenda Stray Serbia tidak hanya beredar di Blackmoon. Arana juga tahu cerita horor tentang mereka.


Kekhawatiran tidak hanya menimpa Arana, karena tanpa sadar Lui meremas tangan Duke yang sedang menggenggamnya. Penjelasan singkat Abel mungkin tidak memberinya perasaan horor seperti Arana, tapi kata liar dan pertarungan sudah cukup memberi alasan bagi Lui untuk khawatir.


"Jangan takut, anggap saja mereka seperti Roan. Roan dalam pengaruh steroids" kata Duke mencoba memberi gambaran yang lebih ringan pada Lui.


Dan Lui nyaris terkikik tidak sopan mendengarnya. Roan akan sangat marah jika mendengar hal ini. Beruntung, Lui masih bisa menahan senyum, tak seharusnya ia tertawa pada situasi seperti ini.


"Berapa lama lagi mereka akan sampai di bibir pantai?" Duke menarik beberapa gambar yang ada di meja untuk menelitinya.


"Paling cepat dua hari, dan setelah itu mereka hanya membutuhkan sedikit waktu untuk berenang dan sampai ke sini" Abel melihat pada layar laptop yang ada di depan Faust dengan serius.


Faust adalah penanggung jawab untuk pemakaian teknologi modern seperti Drone tanpa awak yang tadi di sebut Abel. Hunter sebenarnya kurang akrab dengan teknologi maju.


"Jika kau punya Drone seperti ini, kenapa kau mengirimku ke Lavrentiya kemarin?" Duke menunjuk tumpukan gambar di meja.


"Saat itu kami belum memilikinya, Duke. Dan aku belum mempunyai kuasa untuk membelinya. Tapi sekarang----" Abel tidak melanjutkan kalimatnya.


Tapi semua tahu, naiknya jabatan Abel, memberinya akses untuk pengadaan peralatan seharga jutaan dollar dengan lebih mudah.


"Dan aku senang mereka berfungsi dengan sangat baik. Tapi aku tidak berani menerbangkannya terlalu dekat dengan Crispin. Ada kemungkinan mereka memakai sihir pelindung" lanjutnya.


Duke mengangguk mengerti. Drone buatan manusia mungkin memiliki fungsi stealth untuk menghindari radar, tapi fungsi itu tidak akan berguna jika melawan sihir pelindung.


Mereka akan tahu jika ada benda asing mendekat. Apalagi setelah serangan mendadak dari Duke kemarin. Mereka pasti menaikkan level pengamanan sekarang.


"Jadi kita akan menunggu sampai mereka menyeberang?" Rigel meluruskan kaki dan bersiap bangkit dari duduknya.


Abel mengangguk, "Kami akan menerbangkan Drone beberapa kali sehari agar kita tahu kapan pastinya mereka menyeberang"


"Kalau begitu kami permisi" ujarnya. Dan langsung diikuti oleh Urtzi.


Sikap mereka masih sangat kaku, dan tidak akan berubah dalam waktu dekat. Maka Abel mengantar mereka keluar dengan sopan.


Kamaria dan Shashi juga keluar, tapi dengan alasan yang berbeda, dan tidak seorangpun ingin bertanya.


Sepanjang pertemuan singkat tadi, Kamaria dan Lui sama sekali tak bertemu mata, mereka berdua sama-sama berpura-pura tidak saling melihat.


"Well---- Aku senang kalian berada dalam sisi yang santai" kata Abel menarik nafas panjang, sambil duduk di sebelah Faust. Dia terlihat sangat lelah.


"Mungkin mereka perlu mengenalmu lebih lama lagi, seperti aku" kata Jacy, memberi penghiburan sambil tersenyum hangat.


"Kau telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Menyatukan Alpha dalam satu tempat adalah pekerjaan yang hampir mustahil" Aygul memujinya dengan tulus.


"Thanks" kata Abel, tersenyum kecil.


Perkataan Aygul membuat Duke sadar akan sesuatu.


"Apakah kau menggunakan kemampuanmu sebagai imperfect untuk mewujudkan semua ini?" ujar Duke.


Abel menyatukan tidak hanya Alpha werewolf, tapi juga vampire. Itu pekerjaan yang tidak hanya nyaris, tapi seharusnya mustahil.


"Oh.. kau menyadarinya" Abel tersenyum melihat Duke.


Aygul dan Arana langsung meluruskan punggung dengan tertarik mendengar perkataan Abel.


"How?" Lui bertanya dengan bersemangat.


Mereka berdua sama, dia ingin tahu lebih jauh soal imperfect.


"Kemampuanku hampir mirip dengan Oscar, kakakmu" jawab Abel sambil memandang Lui.


"Kau mengenal Oscar?!" Lui berseru kaget.


"Ah--tidak, tapi aku mendengar tentang dia dari Dihyan. Aku banyak bertemu imperfect, tapi Oscar adalah pengecualian. Aku sama sekali tidak tahu Delmora memiliki anggota keluarga imperfect"


Penjelasan Abel disambut anggukan mengerti oleh Lui.


"And---?" Duke menuntut lanjutan penjelasan soal kekuatan Abel.


Abel menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab.


"Seperti yang aku katakan, kekuatanku hampir mirip dengan Oscar. Karena sama-sama berkaitan dengan perasaan. Aku memiliki kemampuan untuk membujuk"


Penjelasan Abel membuat semua yang ada di ruangan itu berpikir sejenak.


"Membujuk? Maksudmu seperti mempengaruhi pikiran?"


Duke sekarang mulai tidak senang, karena merasa dimanfaatkan oleh Abel.


Bisa dibilang semua rencana Abel berjalan mulus sampai sekarang. Dan dia termasuk di dalamnya.


"Bukan mempengaruhi secara penuh, Duke. Aku tidak akan bisa membelokkan tekad yang sudah bulat. Tapi aku bisa membuat seseorang untuk bisa lebih berani mengambil jalan yang tidak biasa. Aku menyingkirkan keraguan"


"Maksudmu, jika aku tidak ingin datang ke Blackmoon kau tidak akan bisa memaksaku. Tapi karena aku hanya ragu, kau bisa mempengaruhiku untuk datang?" Aygul menegaskan sambil memandang Abel.


Dia juga terlihat tidak suka sekarang.


"Benar, dan jangan tersinggung. Aku hanya bisa meyakinkan tentang hal yang ada di pikiran kalian. Bukan mengambil keputusan yang berlawanan. Singkatnya kemampuanku akan sangat berguna untuk mempercepat suatu proses"


Duke dan Aygul kembali diam.


Duke memang skeptis dengan rencana Abel pada awalnya. Tapi dalam hati, dia tahu ide itu sangat masuk akal.


Crispin telah berhasil mengumpulkan segala makhluk di bawah perintahnya dengan iming-iming kebebasan dan kekuasaan, tapi mereka tidak bisa menawarkan itu.


Aliansi ini memang membutuhkan lebih banyak keajaiban untuk terwujud.


Dia tidak bisa mengingat dengan pasti bagaimana dia menerima gagasan Abel. Duke banyak memaki dan mengeluh, tapi dia terus menjalankannya tanpa ragu.


Abel telah menaklukkannya saat itu. Dan sekarang semua rencana itu berhasil.


Aygul juga tidak berbicara lebih lanjut. Karena dia tahu dalam lubuk hatinya, dia juga ingin rencana ini berhasil.


"Aku akan mengingat untuk membawamu, jika ingin menyuap seseorang" kata Duke, akhirnya.


Tidak akan berguna memarahi Abel saat ini. Semua rencana sudah tersusun rapi.


Abel mengangguk sambil terbahak. "Aku harap tidak dalam waktu dekat".


Sikap santai Aygul juga sudah kembali. Seperti Duke, dia tiak ingin memperpanjang masalah.


"Aku sudah menyediakan beberapa tenda untuk kalian tempati. Aku akan meminta Lael untuk mengantar" kata Abel sambil menarik ponselnya keluar.


"Ada sesuatu yang datang" kata Duke menghentikan gerakannya dengan tiba-tiba.


Dia tadi memundurkan kursi yang sedang Lui duduki untuk membantunya berdiri dengan mudah. Tapi sesuatu mengganggu instingnya.


Dengan gerakan cepat dia berjalan ke pintu dan membukanya. Di jalan raya yang berada di depan bangunan itu, tiga lingkaran sihir berwarna merah berpendar cerah. Beberapa hunter yang berjaga, telah bersiap dengan senjata teracung ke arah lingkaran sihir itu.


"Sorrel?" Aygul yang telah menyusul Duke berbisik.


"Bukan! Sihir Sorrel berwarna biru" Duke teringat lingkaran sihir Sorrel yang dulu muncul dilantai perpustakaan. Beberapa lambang yang ada di sana juga berbeda.


Sesaat kemudian enam sosok mewujud dengan nyata. Masing-masing dua di setiap lingkaran. Dan Duke mengenali salah satunya.


"Alva?" sapanya dengan tidak yakin. Penampilannya membuat Duke merasa asing.


Alva memakai atribut penyihirnya dengan lengkap. Kalung dan gelang berkilau bergantung di leher dan tangannya. Rambutnya yang biasanya pendek, kali ini terurai panjang mencapai punggung, dan beberapa jepit metal tersemat disana.


Dia memakai gaun panjang putih, penuh dengan bordiran indah berwarna keemasan. Tidak lupa, tongkat panjang yang sepertinya terlihat dari batu ruby, karena berwarna kemerahan, tergenggam erat ditangan kanannya.


Dan penampilannya itu terlihat biasa jika dibandingkan dengan penyihir lain yang datang. Duke bahkan tidak bisa melihat mereka tanpa merasa silau, karena banyaknya aksesoris yang menempel.


"Alva?!!" seruan terkejut kembali datang dari belakang Duke.


Lui yang menyusulnya, juga terkejut melihat sosok Alva yang sangat berbeda. Dia terbiasa melihat Alva memakai setelan resmi dan jubah dokter.


"Aku sama sekali tidak boleh meremehkan kekuatan bujukanmu" Duke berbisik pada Abel yang telah berdiri di sebelah.


Alva bukan sosok yang gampang diyakinkan. Tapi dia ada disini bersama dengan anggota covent-nya. Duke tahu pasti, siapa yang membujuk Alva untuk melakukan ini.


Abel tidak menanggapi tuduhan Duke, dan hanya tersenyum kecil.


Lui yang gembira melihat Alva, langsung turun dan menghambur ke pelukannya.


Alva tersenyum melihat siapa yang menyambutnya.


"Hai cantik, senang melihatmu sehat kembali" sapanya pada Lui, sambil memeluknya erat.


Alva sama sekali tidak bertemu Lui dalam keadaan sadar selama di Blackmoon. Dia tentu lega melihat Lui telah berlari dengan riang.


"Maafkan aku. Aku melupakanmu" kata Lui, dengan mata berkaca-kaca sambil meremas tangan Alva setelah melepas pelukannya.


Alva sudah berjuang merawatnya selama bertahun-tahun dengan sangat telaten, dan dia menghapusnya begitu saja bersama Duke.


"Silly girl! Kau sakit. Tidak perlu meminta maaf" Alva mengelus pipi Lui dengan sayang.


"Alva benar" Duke yang tiba-tiba muncul di belakang Lui, meraih dagunya.


Dan tanpa peringatan apapun melayangkan ciuman ringan ke bibir Lui.


"What's that for?" Alva langsung mencela Duke dengan pandangan tajam.


Lui hanya bisa membisu karena shock dan merasa ingin pingsan karena malu.


Apalagi saat semua mata memandang ke arahnya. Penyihir yang ada di belakang Alva sampai menjulurkan lehernya dengan tertarik.


"Hukuman untukmu. Karena kau mengucapkan kata maaf yang tidak perlu" Duke menjelaskan dengan santai pada Lui yang masih memerah.


"Itu tidak adil, aku mengucapkannya untuk Alva" protes Lui, setelah berhasil menemukan suaranya yang hilang.


"Aku tidak pernah mengatakan hanya akan menghukummu, jika kau meminta maaf padaku" kilah Duke dengan tangkas.


Lui hanya bisa membuka mulutnya dengan bodoh mendengar hal itu. Karena itu benar.


"Hhhh---senang melihat kalian kembali seperti biasa. Weird Couple!" Alva hanya mengangkat bahu melihat pemandangan mesra di depannya. Dia sudah terbiasa melihat kegilaan Duke pada Lui.


"Aku juga senang kau memutuskan untuk membantu" Abel mengulurkan tangan pada Alva, menyambutnya.


"Aku hanya melakukan hal yang sudah seharusnya" sahutnya singkat.


Abel mengangguk puas, dan kemudian mengarahkan Alva masuk ke dalam. Dia tentu akan memberikan penjelasan tentang Crispin seperti tadi.


Lael yang telah muncul karena panggilan Abel, langsung membawa mereka semua ke arah tenda yang disediakan. Lui harus sedikit bersabar jika ingin berbincang akrab dengan Alva.