Finding You, Again

Finding You, Again
David 12 - Story Continued



Myra berusaha kembali menguasai diri, dengan mencoba menahan isak tangis. Setelah nafasnya lebih teratur, dia melanjutkan kisah yang tadi terpotong oleh cucuran air mata.


"Owen sangat marah, karena aku lancang berbicara kepada para Elder tanpa persetujuannya. Apalagi setelah tahu semua Elder menerima keputusanku. Elder yang mendukung aku menjadi Zhena, juga puas karena aku menyerahkan Scion kepada pack ini. Dalam tangis aku membujuk Owen untuk menerima semuanya. Aku mencoba membuatnya mengerti, bahwa aku melakukan itu semua agar semua kembali damai"


"Owen akhirnya menerima, dengan syarat aku akan tinggal di Manor sampai kau lahir. Setelah keputusanku itu, aku mulai bisa memandang dan menyapa Juno. Dan kau tahu, Juno ternyata orang yang sangat canggung dan pemalu" Myra tersenyum kecil mengingat hal itu.


Aku yang tidak banyak memiliki ingatan tentangnya, hanya bisa mengangguk.


"Selama beberapa bulan aku berada di manor menunggu kelahiranmu. Aku dan Juno akhirnya dekat. Mungkin bukan sahabat dekat, tetapi kami mencoba untuk saling melupakan duri yang menancap di dalam ikatan kami berdua"


Myra mengambil nafas dengan berat setelahnya. Wajahnya terlihat penat. Aku menghampiri Myra, kemudian menariknya agar berjalan mengikutiku.


Aku membawanya ke salah satu kursi panjang berwarna putih yang berada di bawah pohon dan mendudukkannya.


Masih dengan diam, aku duduk di sebelahnya dan kemudian memandang kehijauan yang membentang dihadapan kami.


Myra juga diam, matanya masih menerawang jauh.


Ceritanya belum selesai. Dengan tarikan nafas berat Myra melanjutkan.


"Kemudian hari itu tiba, aku melahirkan dirimu ke dunia ini. Suara tangisanmu saat itu adalah suara yang terindah yang pernah aku dengar, selain suara Owen. Aku menangis dengan gembira mendengarnya. Owen menggendongmu dalam pelukannya sambil tertawa bahagia. Sejenak kami lupa dengan kenyataan pahit yang menunggu kami setelah itu"


"Kau begitu tampan dengan rambut hitam tebal seperti ayahmu, dengan sedikit warna putih di atas telinga. Kata Owen, itu karena kau ditakdirkan untuk melakukan hal yang hebat jika nanti kau sudah besar. Kata-kata yang tidak masuk akal. Tetapi aku hanya tertawa geli mendengarnya"


Isakkan pedih kembali terdengar setelahnya, aku bisa menerka hal apa yang akan diceritakannya setelah ini.


"Tapi tentu saja, aku harus membayar semua perbuatan hinaku. Dua hari setelahnya, aku menyerahkanmu kepada Juno. Aku merasa, jika terlalu lama bersamamu, maka aku tidak akan mampu berpisah denganmu. Aku membuat Juno berjanji agar merawatmu seperti anaknya sendiri. Juno menyanggupinya dengan wajah penuh air mata. Dia orang yang lembut, Juno juga tidak menyukai apa yang telah dilakukan takdir kepada kami bertiga. Dan begitulah, aku pergi dari Manor dan hidup bersama Elder Calida"


Myra tidak lagi terisak, tetapi pandangannya kosong dan hampa. Mungkin seperti itulah, kehidupannya saat itu, kosong dan hampa.


"Aku tahu keputusanku untuk menyerahkanmu padanya, akan membuatmu terluka. Tetapi aku mohon mengertilah!! Saat itu, hanya itu yang bisa aku lakukan"


Sekarang dia memandangku dengan mata memohon.


Aku yang tidak siap dengan perubahan ini, hanya bisa menatapnya dengan takjub.


Apakah Myra baru saja memohon padaku untuk memaafkannya? Lelucon yang sangat buruk.


"Myra!! Aku tidak pernah menyalahkanmu soal itu. Bagaimana bisa aku marah? Kau juga terluka karenanya. Dad juga. Bagaimana bisa kau berpikir aku akan marah?" Aku bertanya dengan heran.


"Jika ada yang pantas disalahkan, itu adalah Egon. Dia bercerita kepadaku seolah kau adalah wanita rubah licik dan kejam, yang haus kekuasaan. Dan kau juga bisa menyalahkan aku, yang telah dengan bodoh percaya begitu saja dengan kebohongan itu. Aku yang telah melukaimu dengan kata-kata kejamku. Aku yang dengan bodohnya memilih pergi dari pack ini!" ujarku, sambil mengacak-acak rambutku dengan frustasi.


Aku yang seharusnya minta maaf, bukan Myra.


"Dengan mudahnya aku mempercayai kata-kata Egon. Manusia busuk itu mengatakan Ayah dan juga kau menyembunyikan fakta, jika kalianlah yang membuat Ibuku terbunuh. Dia juga mengatakan, itulah yang menjadi penyebab kenapa Ayah dan aku tidak memiliki hubungan mindlink. Ayah dan kau, ingin menyembunyikan kejahatan itu dariku"


Tanpa sadar, nada suaraku telah meninggi.


Darahku mendidih jika mengingat hari itu, saat Egon memasukkan racun dalam otakku. Aku menyesali setiap detik yang aku habiskan untuk mendengar ceritanya.


Aku dulu memang bertanya-tanya dalam hati, kenapa aku tidak bisa memiliki mindlink seperti yang dipunyai Uncle Rex dan juga Roan. Aku sangat kecewa, saat sadar, mindlink antara aku dan ayah serta Myra tidak terbentuk, begitu aku bertransformasi untuk pertama kalinya.


Aku hanya bisa mendengar dengan iri, bagaimana Roan bercerita mengenai mindlink yang di bentuknya dengan Uncle Rex setahun kemudian, ketika dia akhirnya berhasil bertransformasi dengan sempurna.


Aku pernah bertanya, tapi ayah memberi alasan jika belum waktunya mindlink antara kami terbentuk. Aku harus bersabar karena benak Alpha adalah tanggung jawab yang berat katanya.


Aku kecewa, tapi aku mengerti dan mencoba untuk bersabar. Tapi sampai aku berumur 17 tahun, hal yang aku nantikan tidak kunjung tiba.


Egon melihat celah itu, dan mengisinya dengan racun. Racun ganas yang membakar benakku dengan kebencian.


"Ada kebenaran dalam cerita Egon. Ayahmu dan aku, memang merasa sangat bersalah dengan apa yang menimpa Juno. Karena itulah, kami tidak pernah bisa memiliki mindlink denganmu Duke. Kami takut jika harus mengatakan padamu, bahwa kau adalah anak-------" Myra tidak sanggup meneruskan kalimatnya, matanya memandangku dengan merana.


Duka dan rasa bersalah yang menghalangi mindlink antara aku dan ayah. Dia tidak ingin aku mengetahui cerita pedih, antara dia dan Myra, dan juga fakta bahwa aku adalah anak dari perselingkuhan mereka.


Dengan air mata yang terus mengalir Myra memandangku. "Aku tidak pernah marah padamu soal kata-kata kasar itu. Karena aku memang pantas menerimanya. Aku memang wanita rubah yang merebut ayahmu dari Juno" Mata Myra beralih memandang ke kejauhan.


Aku tidak bisa mengatakan penghiburan apapun untuknya, karena sekarang pikiranku seperti buntu.


Semua kisah Myra bagaikan dongeng yang aku baca sebelum tidur dan aku ingin melupakan semuanya ketika bangun. Karena cerita ini begitu menyedihkan dan sangat pilu.


Setelah terdiam beberapa lama, Myra kembali bercerita.


"Malam itu aku berada sendirian di rumah Elder Calida. Calida terkena racun dari jamur yang dimakannya saat siang. Calida memang sedikit ceroboh. Dia mual dan terus muntah karena jamur itu. Elder Galen akhirnya membawanya ke rumah sakit."


"Itu bukan pertama kalinya aku sendiri di rumah. Jadi aku tidak mempunyai firasat apapun. Tetapi saat tengah malam, hidungku mencium aroma serigala asing. Tetapi itu terlambat, karena mereka sudah sangat dekat. Aku bertransformasi dan sempat melolong memanggil bantuan sebelum salah satu dari mereka menerjangku dengan ganas. Ketika aku melihat jumlahnya, aku sadar kemungkinannya sangat kecil untuk bisa mengalahkan mereka semua."


"Jadi aku mulai berlari, sambil berusaha memisahkan mereka. Aku lumayan berhasil mengatasi beberapa dari mereka, tetapi aku tetap bukan tandingan 10 ekor serigala. Salah satu taring serigala itu berhasil mematahkan kaki dan membuatku terpojok. Tapi ayahmu dan Egon datang pada saat yang tepat. Seperti orang bodoh, walaupun dalam keadaan terluka seperti itu, aku begitu bahagia melihat Owen, karena aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung selama 5 tahun"


"Aku yang tidak bisa lari kemanapun lagi karena kakiku yang patah, menjadi lengah karena rasa bahagia itu. Akibatnya adalah, aku tidak melihat saat salah satu Stray mengincarku. Dia melompat dan mengarahkan taringnya ke leherku. Aku tersadar ketika mendengar lolongan putus asa dari Owen, tetapi aku tahu itu akan terlambat."


Tangis pedih Myra kembali tak bisa terkontrol.


"Saat itulah, Ju--Juno tiba-tiba muncul dan menghadangnya, Stray itu mengoyak leher Juno, meninggalkan luka menganga, yang aku tahu, meskipun dengan kecepatan penyembuhannya, dia tidak akan bertahan"


Tangisan Myra jebol tanpa pertahanan sama sekali.


Jumlah air mata yang telah dikeluarkannya sampai sekarang membuatku heran, karena ternyata masih ada dan terus mengalir. Suaranya kembali tersendat. Aku bersusah payah mengartikan ucapannya.


"Juno tergeletak tidak berdaya di depanku, luka itu tidak berhenti mengalirkan darah segar ke rumput. Aku menyeret tubuh serigalaku yang nyaris lumpuh mendekatinya. Aku melolong pilu melihat kondisinya---aku--aku-----"


Myra tidak mampu lagi melanjutkan, tidak hanya isakkan yang terdengar, tetapi ratapan pedih.


"Stop---stop it!! Kau tidak perlu menceritakan semuanya. Uncle Rex sudah menceritakan semua padaku kemarin" seruku sambil meraih tubuhnya yang berguncang karena tangisan.


Myra hanya menggeleng dalam pelukanku. Aku tahu Myra membutuhkannya. Dia membutuhkan seseorang sebagai tempat untuk bercerita tentang semua perasaannya saat itu.


Maka aku hanya mempererat pelukanku agar tangisannya sedikit reda. Bersusah payah, akhirnya Myra berhasil mengeluarkan suaranya lagi.


"Aku tidak akan bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Juno saat itu. Tetapi setidaknya aku ingin meminta maaf atas semua perbuatanku, dan juga ingin bertanya alasan apa yang membuatnya menyelamatkanku. Aku mendekatkan kepalaku padanya, berharap dia akan mengerti semua hal yang coba aku katakan dalam kepalaku"


"Selama beberapa detik aku melihat mata hitam Juno yang memandangku tanpa putus. Dan betapa terkejutnya aku, dengan sisa-sisa kekuatannya Juno menempelkan keningnya pada dahiku. Dan pada detik yang sama, mindlink antara aku dan Juno terbentuk. Aku melolong antara sedih dan bahagia, aku tahu dengan mindlink itu berarti Juno telah memaafkan aku, tetapi juga berarti aku juga akan kehilangan werewolf yang dekat denganku"


"Dalam sisa nafasnya, dia membagikan segala memori yang dipunyainya tentangmu. Bagaimana kau selama 5 tahun itu hidup dalam kasih sayangnya. Dia menumpahkan semua kenangan itu kepadaku. Dia memberiku ingatan tentang bagaimana kau berjalan untuk pertama kali, bagaimana tangisan jengkelmu ketika mainan favoritmu rusak. Dia tidak ingin aku melewatkan itu semua. Dalam mindlink itu, aku juga bisa merasakan, rasa penyesalan karena membuat aku dan kau terpisah. Hatiku benar-benar hancur saat itu. Juno juga korban dari semua belitan takdir ini. Dia yang lebih banyak diam dan menurut, tetapi disaat terakhirnya, dia membuat keputusan berani yaitu memilih untuk mengorbankan dirinya, agar aku bisa bersama lagi denganmu dan juga Owen"


Tidak ada air mata, tetapi wajah Myra mengerut merana penuh rasa bersalah.


Aku kembali merengkuhnya dalam pelukanku


Sulit mengartikan apa yang sekarang sedang aku rasakan.


Saat ini aku merasa sangat kerdil, bodoh dan picik. Aku yang tidak mengetahui apapun tentang semua ini dengan sombongnya membuat keputusan gegabah.


Dan karenanya, membuat semua orang yang menyayangiku dan peduli padaku terluka, bahkan meninggal.


Aku harus bekerja keras agar bisa memperbaiki semua ini. Dan aku tidak tahu berapa banyak kata maaf yang harus aku katakan setelah ini.


Aku telah membuat kesalahan besar, tapi pasti aku akan memperbaikinya.


Aku akan memulainya sekarang, dengan menenangkan wanita yang telah menangis dalam pelukanku, selama kurang lebih satu jam ini.


"Kau adalah ibu yang sangat luar biasa, Myra. Juno dan kau, adalah Ibu yang luar biasa untukku. Kalian berdua memberiku kesempatan untuk tumbuh bertabur kasih sayang, cinta dan kehangatan. Kau tahu Dad bukanlah orang yang hangat dan pengertian, tapi karena kau dan juga Mom Juno, aku bisa tahu, bahwa dia melakukan semua itu agar aku tumbuh menjadi Alpha yang tangguh dan bertanggung jawab. Kalian berdua bagaikan bara hangat yang selalu menyambutku setiap kali badai musim dingin dari Ayah menerjang . Kalianlah yang menjadi tempatku pulang" Jelasku, sambil menggenggam tangan pucat milik Myra yang tergeletak di pangkuanku.


Myra melepaskan pelukanku dan memandangku, aku bersyukur tidak melihat air mata lagi di sana, Aku berharap persedian air matanya habis saat ini.


"Tapi aku memang wanita rubah, Duke. Aku yang menghancurkan keluarga Owen dan Juno. Itu kenyataan, dan tidak akan pernah bisa aku hapus" Myra meremas tanganku dengan kencang.


Rasa bersalah telah menderanya selama 25 tahun. Dia menolak untuk menjadi bahagia, karena rasa bersalahnya itu.


"Jangan menyalahkan dirimu lagi. Tadi kau bilang Zhena Juno adalah korban, tapi bagaimana denganmu? Kau hidup dengan semua ini selama 25 tahun. Kau tidak seharusnya menyiksa dirimu lagi dengan rasa bersalah" ujarku.


Aku tidak bermaksud untuk menghakiminya, tetapi aku sungguh berharap Myra akan menghapus rasa bersalah dari hatinya. Mungkin tidak keseluruhan, tapi setidaknya cukup untuk tidak membuatnya pasrah menerima segala hinaan yang dulu pernah aku lontarkan.


"Aku tidak bisa Duke!! Dalam mindlink Juno yang terakhir itu, aku juga bisa merasakan rasa cintanya yang tulus kepada ayahmu, kesedihannya ketika sadar bahwa Owen ternyata lebih memilihku. Bahkan setelah aku pergi dari Manor, hubungan mereka tidak kembali sama, karena Owen terus menginginkanku. Aku menghancurkan kebahagian orang yang telah menyelamatkanku dari kematian. Aku tidak akan bisa membalasnya seumur hidupku, bagaimana bisa aku hidup bahagia setelahnya Duke?"


Myra kembali meremas tanganku kencang dan memandangku. Dugaanku salah, karena ternyata air matanya masih bisa mengalir.


Aku segera menghapusnya dengan tangan kiriku yang bebas.


"Karena itu kau membiarkanku melakukan semua itu? Kau membiarkan aku membentakmu, mengumpat kepadamu, dan tidak pernah mengatakan jika kau adalah Ibuku. Kau menghukum dirimu sendiri karena rasa bersalah itu?"


Myra tidak menjawab, tetapi dia memalingkan wajahnya menghindari tatapanku.


Dia tidak ingin, atau pernah bercerita kepadaku sebelum hari ini, karena dia ingin mendapat hukuman atas perbuatannya terhadap Mom Juno.


Dia merasa tidak pantas mengakui dirinya sebagai ibu kandungku. Myra ingin dirinya tersakiti, agar rasa bersalahnya pada Ibuku sedikit berkurang.


"Tidak pernahkah kau berpikir bahwa kau juga korban dari semua ini? Kau memang bersalah saat itu, tapi kau sudah menebusnya dengan seluruh derita yang kau terima selama disini, berhentilah membuat dirimu tersiksa. Mom Juno mengorbankan dirinya agar kau bahagia, dia memberimu semua ingatan itu, bukan karena ingin menyiksamu dalam rasa bersalah, tetapi karena dia juga merasa bersalah atas semuanya. Tetapi kau malah memilih untuk tenggelam dalam rasa bersalahmu sendiri. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu yang ini" ucapku dengan sedikit jengkel.


Myra tidak bersuara sedikitpun setelah itu. Dia kembali meremas tanganku dalam genggamannya. Masih ada gelisah dan resah di matanya. Dia masih tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Jika kau masih tidak bisa memaafkan dirimu sendiri, berarti kehadiranku di dunia ini juga kau anggap sebagai suatu kesalahan? Aku tidak akan ada saat ini jika kau tidak melakukan kesalahan itu. Apakah kau juga berpikir keberadaanku di dunia ini adalah kesalahan yang harus membuatmu menderita seumur hidup? Jika iya, maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan!"


"Tidak...tidak!! Aku mohon jangan berkata seperti itu. Kau adalah segalanya untukku, tidak Duke!! Aku tidak pernah menyesali segalanya tentangmu" Jawabnya, dengan panik.


Dia mengguncang-guncang tanganku di genggamannya. Aku mengeratkan genggaman itu untuk menghentikan kepanikannya.


Perkataanku memang sedikit keterlaluan, tetapi aku tidak ingin Myra terus bergelung dengan rasa bersalah itu. Tidak setelah dia sendirian kehilangan ayah.


Aku bisa membayangkan malam-malam penuh mimpi buruk yang harus dilalui Myra selama ini. Aku tidak ingin itu terus berlanjut.


"Ya! aku tahu. Kau tidak akan menyayangiku sedalam ini, jika kau memang berpikir seperti itu. Aku mengatakan hal itu, hanya agar kau sadar, bahwa kau telah menebus semua kesalahanmu. Aku sangat berbahagia tumbuh besar dalam kasih sayang yang kau berikan, tidakkah itu sudah cukup sebagai penebusan? Kau melakukan apa yang Zhena Juno inginkan, berbahagia bersama Ayah dan aku" Jelasku, sambil memeluknya sekali lagi.


Tangisannya, entah untuk kesekian kali, kembali hadir ketika mendengar kata-kataku.


"Bebaskanlah dirimu, kau juga pantas untuk berbahagia" bisikku pelan.


Setelah beberapa saat diam, Myra akhirnya mengganguk pelan, dan guncangan tubuhnya juga berkurang. Untuk beberapa saat yang sunyi, aku tetap memeluknya sampai Myra sendiri yang melepaskannya.


Setelah itu, kami berdua hanya duduk terdiam dan tenggelam dalam pikiran rumit masing-masing, sambil memandang sinar kemerahan matahari yang mulai tenggelam.


"Kita harus kembali ke Manor, sebentar lagi hari gelap" kataku, sambil mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Dan keputusanku benar, karena Myra tidak sanggup berdiri, dan nyaris jatuh saat bangkit dari kursi.


"Kau tidak akan bisa berjalan kembali ke mobil" kataku.


"Tak apa, aku bisa" jawabnya, dengan keras kepala.


Aku menggeleng tidak percaya, kemudian berjongkok memunggunginya.


"Naiklah, kita harus segera pergi, orang-orang akan bingung mencari,  jika kita terlambat makan malam" putusku, ini akan lebih cepat.


Masih dengan canggung, Myra naik ke punggung dan memeluk leherku sebagai pegangan.


"Here we go!!" kataku, seraya berdiri dan mulai berjalan.


Tubuhnya ringan sekali. Aku akan berpesan pada Uncle Rex untuk memaksanya makan lebih banyak setelah ini.


"Apakah kau ingin segera pergi dari tempat ini karena kau masih takut dengan hantu?" tanya Myra tiba-tiba dengan nada yang lebih ceria.


"Nope.. of course not!! Aku werewolf dewasa yang berumur 25 tahun sekarang, aku tidak akan takut dengan hal bodoh seperti itu lagi" bantahku segera. Aku memang tidak suka dengan hal-hal yang berbau horor.


Bukan takut, aku hanya tidak menyukainya.


Myra tertawa pelan di punggungku. Aku senang dia sudah bisa tertawa lagi, semoga ini akan menjadi awal yang bagus untuk kami.


"Can I call you 'Mom'?" tanyaku dengan agak pelan, karena malu.


Aku seharusnya sudah melakukannya semenjak aku mengetahui fakta ini.


Aku bisa merasakan Myra mengangguk pelan di punggungku dan juga tangannya yang semakin mempererat pelukannya.


"Tentu saja! Aku akan senang" jawabnya, aku harap dia tidak menangis lagi, karena suaranya kembali bergetar saat menjawab.


Aku tersenyum dengan lega. Ini awal yang baru untuk aku dan Myra.. Er..maksudku Ibuku.


Tidak lama, suara nafas yang teratur terdengar dari punggungku. Aku tidak heran, bahkan aku juga merasa sangat letih setelah semua ini.


Aku terus berjalan, dan melewati mobil yang seharusnya kami tumpangi. Aku tidak ingin membuatnya terbangun saat menaruhnya di mobil. Aku akan berjalan menggendongnya sampai Manor, dan meletakkannya di tempat tidur.


Setidaknya salah satu dari kami, akan mendapatkan tidur nyenyak malam ini.


Tapi tidak untukku, masih ada Bee dan vampire pirang bejat yang menunggu.