Finding You, Again

Finding You, Again
Again 15 - Bloodshed



Malam yang semakin larut hanya menyisakan pemandangan kegelapan dan juga sunyi.


Mata Duke yang paling tajam, juga hanya bisa menangkap pemandangan air berwarna hitam keperakan yang terhampar tenang di depannya.


Air laut memantulkan sedikit sinar pucat yang berasal dari bulan sabit yang tergantung di langit.


Telinga Duke bergerak pelan, menangkap desauan drone yang sekali lagi melintas rendah di atasnya. Drone itu bekerja nyaris tanpa henti semenjak kemarin.


Gambar yang dibawanya sejam yang lalu, menampakkan gerombolan Crispin telah berenang melewati kepulauan Diomede. Berarti tidak lama lagi mereka akan sampai di Wales.


Seluruh pasukan Aliansi telah berada pada tempat yang telah ditentukan.


Duke dan Aygul menjadi pucuk awal pasukan yang akan menghadang kedatangan musuh. Karena itu dia berada paling dekat dengan air. Warrior yang menjalani pelatihan intensif dengan Duke, semuanya berada dalam pasukan ini. Ditambah dengan warrior unggulan dari masing-masing pack, termasuk Kamaria.


Abel sengaja mengaturnya seperti itu, dengan harapan nyali musuh akan menciut. Duke dan Aygul sosok yang sangat cocok untuk dijadikan mimpi buruk bagi musuh yang datang.


Pada lapisan kedua, pasukan campuran hunter dan werewolf dipimpin oleh Urtzi dan Rigel. Pasukan Jacy yang hanya beberapa orang, ikut juga dalam rombongan ini. Pasukan itu akan dibantu oleh Lui yang dijaga dengan ketat oleh Myra dan Roan. Faust dan Abel juga berada di kelompok itu.


Posisi Lui dan Duke yang berjauhan tidak akan menjadi masalah jika nanti dia ingin melakukan sihir pertalian. Karena Lui saat ini sedang berada di atas dataran yang lebih tinggi, posisi Duke masih terlihat dengan jelas olehnya.


Dengan begitu Lui masih bisa dengan mudah memfokuskan lingkaran sihirnya pada Duke. Jarak bukan masalah bagi Lui, dia hanya perlu pandangan langsung tanpa halangan.


Lapisan terakhir pasukan diisi oleh kelompok vampire dan juga werewolf yang dipimpin oleh El dan juga Arkin. Sebagian besar werewolf yang ada di sana berasal dari Blackmoon termasuk Rex. Mereka akan menjaga jika kemungkinan terburuk terjadi, yaitu jika pasukan Crispin ternyata berhasil menerjang dua halangan di depan.


Magena dan Arana berada di pasukan bagian belakang ini.


Di bukit berbatu yang tidak jauh dari pasukan itu, tiga penyihir masing-masing berjaga untuk setiap kelompok kecuali kelompok kedua, karena sudah ada Lui di sana.


Kekuatan sihir mereka sangat jauh dari Sorrel maupun Lui, tapi dengan adanya penyihir di pihak Crispin, Abel berharap kehadiran mereka akan mengimbangi daya pasukan mereka.


Suara kecipak air laut, membuat Duke menyipitkan mata, dan telinganya tidak salah. Matanya menangkap gerakan halus yang datang dari sosok berbentuk manusia yang bergerak di perairan.


Dan di belakangnya, sosok serigala mengikuti dengan iringan suara tempias air yang lebih kencang.


Tubuh Duke langsung bergetar dan tidak lama, mewujud serigala hitam dengan wajah angker.


Di sebelahnya, Aygul mengikuti langkah Duke bertransformasi tanpa bertanya. Mata dan telinganya belum menangkap suara atau gerakan apapun, tapi kebersamaan mereka selama beberapa hari membuat Aygul sadar, meragukan mata dan hidung Duke adalah perbuatan bodoh.


"Bersiaga!!" Duke membuka mindlink-nya untuk mengumumkan kedatangan mereka.


Seketika seluruh warrior Blackmoon dapat melihat pasukan Crsipin melalui mata Duke.


Seperti yang sudah disepakati, semua werewolf Blackmoon,dalam sekejap telah berganti wujud, termasuk Myra dan Roan. Sedetik kemudian werewolf dari pack lain mengikutinya.


Dengan jantung berdebar, Lui memijakkan kaki di tanah untuk menaiki punggung Myra. Pandangan matanya yang telah seratus persen mengikuti Duke, juga mulai melihat pasukan yang datang.


Dia tahu apa yang menjadi tugasnya dan sudah bertekad bulat untuk tak mengacaukannya, tapi ini adalah pertama kalinya dia terlibat sesuatu yang sangat besar seperti ini. Bahkan tidak bisa dibandingkan kala dia menjadi penari utama Opera Ballet Paris di Palais Garnier.


Peperangan ini menentukan nasib manusia dan inhumane di masa depan.


"Tarik nafas dalam-dalam Bee. Dan tenanglah, kita akan baik-baik saja" Duke berbisik lembut dalam kepalanya, kemudian menyusul Myra, menyerukan hal kurang lebih yang sama.


Terbukanya mindlink antara Duke dan juga Lui, sangat berguna pada saat seperti ini. Lui senang bisa mendengar percakapan yang ada di kepala Duke.


Lui tetap bisa tahu apa yang terjadi walaupun di sekelilingnya hanya terdapat serigala


Tidak lupa Roan memberikan sedikit bocoran di kepala Duke, tentang apa yang akan dia lakukan begitu pasukan musuh muncul, lengkap dengan detail berdarah dan leher yang hancur.


Lui bergidik melihatnya, tapi pikiran itu ampuh menenggelamkan rasa gugup dan umpatan lucu Roan membuatnya tersenyum.


 


 


\~\~\~\~\~\~\~IlI\~\~\~\~\~\~


 


Pasukan Crispin keluar dari dalam air secara bergantian. Rombongan pertama yang tiba di darat, memeriksa keadaan pantai . Tapi mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh, karena Duke dan pasukannya tersembunyi dengan sangat baik.


Kontur wilayah pantai yang dibatasi oleh perbukitan rendah dan batu-batu besar, membuat persembunyian mereka menjadi lebih mudah.


Menit demi menit, dengan bergiliran rombongan pasukan Crispin muncul dari dalam air.


Kebanyakan dari mereka masih berwujud manusia, tapi di antara mereka, Duke bisa melihat puluhan serigala menyeberang dalam wujud serigala. Duke menduga mereka adalah Stray Serbia.


Mereka tidak peduli jika menyeberang dalam wujud serigala akan membuat mereka melambat.


Dan akhirnya sosok yang ditunggu Duke tiba, dia bisa melihat Egon dan juga Crispin keluar dari air. Mereka termasuk dalam rombongan terakhir yang keluar dari air.


"Begin!!"


Seruan pertanda peperangan dimulai oleh lolongan panjang Duke ke langit malam, begitu kaki Crispin menginjak daratan.


Darah tertumpah dua detik setelah lolongan itu terdengar.


Duke menyambar vampire yang berada paling dekat dengan tempatnya bersembunyi dan mengoyak sebagian besar badannya dengan gigi. Sama sekali tidak ada perlawanan, karena serangan itu nyaris tidak terlihat


Tapi bau darah hitam yang terbawa angin pantai, membuat pihak musuh tersadar dengan cepat. Seketika mereka melawan dengan sengit. Tapi Duke dan Aygul bukan lawan yang enteng.


Tanpa bisa dibendung, mereka berdua menerobos dan membantai setiap musuh yang menghadang.


Pasukan yang selama ini dilatih Duke, nyata sangat berguna. Mereka bertarung dengan vampire dalam keadaan lebih santai. Bagi mereka melawan Duke lebih menyusahkan.


Alva dan penyihir yang lain tidak mau ketinggalan. Mereka adalah penyihir elemen api, maka tepat pada garis bibir pantai, kobaran api meluas dengan sangat cepat, mencegah pasukan musuh mundur kembali ke dalam air.


Api yang berkobar di belakang mereka memastikan mereka hanya bisa bergerak maju.


Dan api itu adalah kabar bagus bagi Hunter yang berada di kelompok kedua. Mata mereka tidak bisa melihat dalam kegelapan seperti vampire maupun werewolf. Nyala api itu membuat mereka bisa melihat jalannya pertempuran dengan sangat jelas.


Termasuk Lui, karena dia sedang mencoba untuk tidak melihat isi kepala Duke.


Pertempuran yang dilihatnya di sana --- terlalu mengerikan!!!


Dia berusaha untuk menarik pemandangan yang hanya bisa dilihat oleh mata biasa miliknya. Walaupun kemampuan menutup pikirannya belum sempurna, setidaknya dia bisa mengalihkan pikiran dengan melihat pertempuran yang disinari cahaya api.


Lui bisa melihat dengan jelas bagaimana pasukan aliansi berhasil memukul mundur musuh, tapi darah dan juga koyakan bagian tubuh yang beterbangan, sekali lagi menguji nyalinya pada titik maksimal.


Berkali-kali Lui mencoba menutup pikiran, agar Duke tidak merasakan kegelisahannya itu.


Tapi setelah setengah jam berlalu, beberapa bagian pertahanan pasukan aliansi terpukul mundur terutama pada bagian yang jauh dari Duke maupun Aygul.


Penyebab pertamanya adalah, kalahnya jumlah pasukan aliansi, penyebab yang kedua, Crispin ternyata tidak sebodoh yang diperkirakan Duke.


Crispin langsung mengerti jika Duke dan Aygul adalah lawan yang sangat kuat. Crispin dengan sengaja memilih bagian yang paling jauh dari mereka, agar pasukannya tetap bisa bergerak maju.


Duke bisa melihat hal ini, tapi tak bisa berkutik, karena dia selalu berada dalam kukungan musuh yang terlihat tidak berakhir.


Aygul sendiri dalam posisi yang sama. Kekuatan besar yang mereka sandang, membuat pasukan musuh berkonsentrasi menyerang mereka berdua.


Sementara Crispin bukan lawan bagi werewolf biasa. Sambil maju bersama Egon di sampingnya, dia membawa kematian bagi setiap musuh yang ada di dekatnya. Kuku dan cakar mereka berdua telah bersimbah darah kemerahan.


Celah yang dibuat oleh Crispin, memudahkan pasukannya untuk terus maju.


"Pace, melolonglah. Aku perlu melihatmu" suara Lui menyeruak di dalam kepala Duke, ditengah hingar-bingar suara pertempuran.


Duke paham, ada pasukan musuh yang mendekati mereka. Dia tidak suka membayangkannya, tapi ini adalah resiko yang harus mereka tanggung.


"Roan, jaga dia baik-baik" kata Duke, setelah sebelumnya melempar leher musuh yang telah patah dari moncongnya.


Sambil mengangkat kedua kaki depannya, Duke melolong sekeras mungkin.


"Lock!!" Lui berseru sekuat tenaga, saat akhirnya menemukan Duke.


Dia sudah mempersiapkan mantranya sedari tadi,hanya perlu menguncinya. Tongkat es-nya telah teracung lurus ke depan.


Dan lingkaran sihir biru, muncul di bawah kaki Duke.


Lingkaran itu membuat musuh yang berada di dekat Duke berhenti bergerak karena terkejut. Mereka memandang dengan heran, bagaimana tubuh hitam Duke kini berselimutkan cahaya biru yang lembut.


Sedangkan Duke tertawa terbahak-bahak di dalam kepalanya, karena kekuatan elf yang mengalir dalam tubuhnya, mengusir segala rasa lelah yang mulai menyerang.


Terutama karena Duke membuka mindlink-nya dengan warga pack sedari tadi. Tubuhnya terasa sangat ringan dan segar. Sangat jauh berbeda saat dia merasa letih karena mindlik saat Brawl.


"Nice Bee" serunya dengan girang.


Tanpa menunggu lagi, Duke mulai membantai musuh yang masih dengan bodoh memandangnya sambil tercenung. Tidak menunggu lama, vampire dan werewolf yang ada di dekatnya telah luluh lantak tercerai berai di bawah kaki Duke.


Kini dia hanya perlu menerobos agar bisa mencapai tempat dimana Crispin dan Egon berada, agar mereka tidak bergerak lebih jauh lagi. Harapannya, hal itu akan lebih mudah dilakukan dengan bantuan kekuatan Lui.


Sementara Lui, menutup matanya dan berkonsentrasi penuh.


Kabut dingin dengan pelan naik dari permukaan laut, kemudian Lui menuntunnya ke darat. Api yang sedari tadi berkobar padam dengan seketika.


Bukan hal yang mengejutkan, karena hal ini sudah diprediksi. Begitu api mereka padam, Alva dan kedua penyihir lain segera meninggalkan pos-nya di atas bukit, dan bergabung dengan penyihir pada kelompok ketiga.


Sebenarnya mereka cukup senang bisa beristirahat sejenak. Menjaga agar api tetap menyala sambil sesekali membakar musuh yang mencoba lari menguras tenaga mereka.


Tidak hanya dari permukaan laut, tumpukan padang salju yang berada tidak jauh dari pantai, juga mulai mengeluarkan kabut yang dengan pelan bergerak menuju pasukan musuh.


Dengan lihai Lui menuntun kabut itu melewati pasukan aliansi yang masih siaga, dan melingkupi satu persatu musuh yang masih sibuk bertarung. Mereka tidak menyadari bagaimana rasa dingin mulai mengambil alih otot kaki mereka.


Setelah dirasa cukup oleh Lui, dia membuka mata dan tampak mata birunya menyala.


Dengan hentakkan tongkatnya ke tanah, kabut yang telah menyebar itu menjadi semakin dingin, dan akhirnya membekukan segala yang Lui inginkan.


Vampire dan serigala musuh yang sibuk bertarung, tiba-tiba tidak bisa bergerak sama sekali.


Pasukan aliansi langsung meraung bahagia, melihat musuh mereka membeku.


Dan raungan itu disambut oleh lolongan Rigel dan Urtzi, dan pasukan di kelompok dua yang ada di sekitar Lui, melesat maju ke medan pertempuran.


Dari sudut matanya Lui melihat bagaimana Faust dan Abel menarikan senjata mereka di antara werewolf dan vampire yang sedang diam. Mereka berdua jelas sering berlatih bersama.


Faust dengan lihai dan tenang maju menembakkan pistol dan menebaskan pedangnya. Sedangkan Abel menjaga punggungnya. Dia membabat siapa saja yang berusaha mendekati Faust. Kombinasi mereka berdua cukup mematikan.


Pasukan dua, dengan sangat cepat menghancurkan musuh yang berada dalam keadaan nyaris lumpuh. Sihir Lui bertahan cukup lama, sebelum akhirnya beberapa dari mereka bisa bergerak lagi. Terutama untuk bangsa vampire yang hidup tanpa matahari, mereka pulih dengan lebih cepat.


Tapi Lui berhasil mencuri waktu mereka. Pasukan kelompok dua berhasil dengan gemilang memukul mundur pasukan musuh.


Roan bergerak-gerak gelisah di tempatnya berdiri, cakarnya sudah gatal ingin merasakan darah pasukan musuh. Tapi ia bertugas menjaga Lui bersama Myra.


"Maafkan aku!" bisik Lui, sambil menunduk mendekati telinga Roan. Dia mengerti kegelisahannya.


Hanya saja insting bertarungnya otomatis aktif, saat hidungnya mencium bau amis darah.


Tapi Lui tidak bisa lagi mendengar balasan Roan. Isi kepala Duke yang penuh dengan kilasan pertarungan dan juga laporan dari para warrior membuatnya tidak bisa mendengar hal yang lain.


Lui dengan sendirinya semakin berusaha memblokir pikiran itu, saat memanggil sihirnya.


Dan kini ia harus melakukannya lagi. Dengan mata terpejam Lui mulai memanggil kabut es dari sekitarnya.


Tiba-tiba, Myra yang ada di sebelahnya menggeram tajam.


Lui mencoba mendengar apa yang dikatakan Myra di kepala Duke, tapi kepala Duke masih penuh dengan kekacauan. Lui membuka mata, melihat ke arah Myra, dan mengikuti arah pandangan matanya.


Dengan ngeri matanya melebar, melihat sosok Egon dan juga Crispin ternyata berada tidak jauh dari mereka. Tidak hanya mereka berdua, puluhan serigala buas berada disisi mereka, sambil mengoyak siapa saja yang datang.


Wajah Lui memucat, bingung bagaimana bisa mereka melewati pasukan lapis kedua dengan cepat. Lui langsung mengarahkan tongkatnya pada gerombolan itu.


Dan Lui melihat horor yang sebenarnya, mereka berhenti sejenak, tapi dua detik kemudian, mereka menggoyangkan badan dan kembali berjalan.


Mereka nyaris tidak terpengaruh oleh dinginnya kabut Lui.


"Stray Serbia" gumam Lui paham.


Serigala yang dengan buas membantai pasukan Aliansi itu adalah Stray Serbia. Mereka terbiasa hidup dalam udara dingin membeku.


Tapi yang paling mencengangkan Lui, Crispin dan Egon bahkan tidak berkedip menerima serangan kabut itu. Mereka berdua tetap maju, dan dengan bebas menyambar siapa saja yang berada dekatnya.


Terbayang cerita Duke yang mengatakan Crispin sudah mengambil kekuatan Elf dari Black Forest. Dia hanya bisa menduga mereka berdua imun karena hal itu.


"Aku akan membunuh kalian saat ini juga!!!" Seruan kasar menyeruak di benak Lui, tapi itu bukan suara Duke.


Bayangan berwarna putih melesat menuju titik Crispin dan Egon berada. Bersamaan dengan itu, rasa pedih dan marah yang sangat luar biasa meretas konsentrasi Lui dan juga Duke.


Rasa marah dan pedih Myra, mengalahkan semua yang ada di benak mereka berdua.


"Myra!!"


"Mom, kembali. Itu berbahaya!" 


Hampir bersamaan, mereka berdua berseru mencegah Myra. Kelompok yang ingin dihadangnya terlalu berbahaya.


Tapi Myra tidak mendengarnya lagi, dia terus maju menerjang kelompok itu. Sementara Duke bisa melihat dengan jelas bagaimana benak Myra menayangkan detik-detik terakhir saat ayahnya bertarung melawan Crispin dan Egon.


Myra tidak bisa lagi menahan amarahnya saat melihat mereka berdua. Selama ini Myra dengan hati-hati, telah menyimpan kenangan itu, agar Duke tidak pernah melihatnya.


Tapi kehadiran mereka berdua menjebol pertahan Myra, menumpahkan segala amarah dan kesedihan akibat kepergian Owen.


Kepedihan yang sangat kuat, sampai membuat Lui berkaca-kaca.


"Haruskah aku menyusulnya?" Roan berdiri dengan gelisah melihat Myra mulai bertarung dengan dengan Stray Serbia dibantu oleh Abel dan Faust.


"Ya" Lui menghapus air matanya, dan mencengkram punggung berbulu Roan. Bersiap jika Roan akan berlari.


"Tidak Bee.... Berbahaya. Cobalah membekukan mereka. Aku akan datang sebentar lagi" 


Duke melarang dengan tegas perbuatan konyol itu.


Lui sudah ingin membantah, karena kabutnya tidak berpengaruh banyak pada rombongan itu. Tapi Duke kembali mencegahnya.


"Kabut, Lui!!' Kali ini dengan lebih tegas, dengan memanggil nama Lui yang biasa, menekankan keseriusannya.


Tanpa pilihan lain, Lui akhirnya memanggil kabut es lagi, dan mencoba untuk membuatnya lebih tebal. Sedikit beresiko karena Lui belum pernah melakukannya, dia harus memastikan tidak membekukan tubuh yang salah, atau akan berakibat fatal.


"Yes!!" Lui berseru puas, saat kabut yang dipanggilnya berhasil menghentikan beberapa Stray Serbia dan memberi kesempatan bagi Abel dan Faust untuk memenggal kepala mereka.


"El---bawa sebagian pasukan dan bantu Mom" Duke akhirnya memanggil pasukan kelompok tiga.


Dia tidak punya pilihan lain, karena kembali dihadang oleh lima vampire, saat dia mencoba mendekati Myra.


Lui kembali berusaha membekukan beberapa dari mereka, tapi kekuatan sihirnya yang masih hijau, mulai tidak bisa dikendalikan.


Berkali-kali kabutnya menghilang sampai tengah jalan, sementara dia bisa merasakan lingkaran sihir yang mengikat Duke, juga mulai berkedip tidak stabil.


Lui menghela nafas panjang, berusaha menenangkan diri, kemudian menutup mata berkonsentrasi memperbaiki lingkaran sihir pengikat. Dia harus memperbaikinya atau sihirnya ambyar tak bersisa. Akan butuh waktu lebih lama jika dia ingin membentuk lingkaran sihir yang baru.


Memenuhi panggilan Duke, El dan Arkin melesat menyusul Myra. Oulam, Rex dan beberapa vampire dan werewolf mengikutinya.


*Linus!!" Satu nama tiba-tiba bergema di kepala Duke dan juga Lui, dengan dibarengi dengan amarah yang luar biasa.


Benak Duke, tiba-tiba dipenuhi oleh sesosok werewolf yang berwajah rusak. Lui pernah melihatnya bersama Egon dulu.


Butuh beberapa saat bagi Lui untuk tahu amarah itu berasal dari El.


Berbeda dengan rasa marah Myra yang diselingi oleh kepedihan, amarah El benar-benar murni. Penuh perasaan ingin membunuh.


"El, tenanglah!! Aku mengerti kemarahanmu, tapi kau tak akan menang jika bertarung melawannya dengan kepala panas seperti ini" Duke menegurnya.


Lui heran, Duke masih bisa berbicara setenang itu setelah semua yang terjadi.


Tapi amarah El, menutup menguasai sebagian besar benak mereka. Jika tidak ditenangkan, Duke akan kesulitan melihat perkembangan pertarungan.


Pelan tapi pasti amarah El menyurut, dan Lui lega.


Amarah El membuatnya tidak nyaman, karena tiba-tiba merasa ingin menyerang seseorang, tanpa peduli apapun. Padahal dia sama sekali tidak tahu alasan dari amarah El.


Dan Lui sebenarnya terkejut, El yang biasanya tenang bisa merasakan emosi sekuat itu.


Lui hanya melihat sekilas, saat El memilih bertarung melawan pria yang bernama Linus itu. Dan Duke membiarkannya, sambil berharap Myra akan bisa bertahan sampai dirinya sampai.


Datangnya kelompok ketiga, rupanya menyadarkan Crispin jika dia terdesak. Dia memutuskan untuk membuat langkah baru untuk mengatasi hal itu. Tangannya merogoh ke dalam baju dan menarik sesuatu dari sana.


Lui yang baru saja selesai memperbaiki lingkaran sihirnya, melihat Crispin dengan heran, dia terlihat mengacungkan pistol ke udara.


Ketika menarik pelatuknya, Lui mengerti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Crispin. Benda yang dipegangnya adalah pistol suar.


Pistol itu menembakkan cahaya merah kekuningan yang sangat mencolok di antara langit malam. Sesaat Duke melihatnya dengan was-was karena tidak tahu untuk siapa dan apa maksud dari isyarat itu.


Tapi kemudian dia mengabaikannya. Semua vampire yang menghadangnya sudah mati, dan sekarang Duke berkonsentrasi berlari menuju Ibunya.


Sesaat langkah Duke tertahan, ketika di semua tempat pertarungan, muncul lingkaran sihir berwarna merah darah yang bercahaya. Lingkaran itu muncul pada sembarang tempat tapi dengan jumlah yang sangat banyak.


Tapi kembali Duke mengabaikannya, Myra lebih penting.


Lui yang tidak mengenali lingkaran itu memandangnya dengan seksama, mencoba melihat simbol apa yang ada di dalamnya, tapi tiba-tiba saja perutnya terasa mual. Lingkaran sihir merah itu mengirimkan rasa mual aneh ke perutnya.


Dan jawaban yang diinginkan Lui mewujud dengan mengerikan.


Rasa mual itu menjadi masuk akal, saat Lui mengerti sihir apa yang sedang disaksikannya.


Dan diiringi makian putus asa Duke di dalam kepalanya, Lui melihat bagaimana, jasad tidak bernyawa yang terserak, kembali menyatukan tubuhnya yang tercerai berai dan bangun dengan mata kosong.


Bahkan tubuh Stray Serbia yang tadi dipenggal oleh Faust dan Abel, dengan pelan menyatukan kepala dan badannya, kemudian bangun pada keempat kakinya.


Tidak seperti perkiraan Duke, lingkaran sihir itu tidak menyasar sembarang tempat. Dengan keakuratan yang pasti membuat Lui iri, lingkaran itu tepat terbentuk dibawah korban yang telah tewas, dan membangkitkannya.


Saat melihat itu semua, tidak hanya Duke yang mengumpat, Roan memuntahkan umpatan ajaib yang belum pernah Lui dengar, bahkan El yang biasanya sangat santun tidak bisa menahan lidahnya.


Pistol suar ternyata sebagai tanda bagi penyihir hitam untuk membuka sihir pembangkit. Salah satu jenis sihir yang terlarang dan berbahaya, karena membutuhkan darah Elf yang sangat banyak untuk melakukannya.


Lui mendengar hal ini dari Alva kemarin, dan perutnya mual hebat. Dan kini Lui tdak bisa membayangkan berapa banyak Elf yang terbunuh sehingga mereka bisa membuat sihir pembangkit sebanyak itu.


Mayat itu tidak seratus persen kembali hidup. Luka yang mereka derita masih mengucurkan darah. Lui bisa melihat bagian tubuh yang patah tidak tersambung sempurna.


Tapi hal itu tidak mengurangi kekuatan serangan mereka. Mayat itu seolah digerakkan oleh tangan tidak tampak dan terus menyerbu, tanpa peduli bagaimana tubuh mereka semakin tercabik .


Situasi langsung berbalik arah, pasukan aliansi yang berada di atas angin, terdesak dengan sangat cepat.


"El--- kirim seluruh pasukan sekarang juga!!!" 


Menjawab permintaan Duke, dari kejauhan El melolong, memberi isyarat menyerang.


Duke akhirnya sampai di tempat Myra berada, tapi tidak sempat mengambil nafas, pasukan mayat itu telah menyerbunya. Dan Duke kembali memaki, pasukan mayat itu lebih susah dibasmi.


Dia sama sekali belum berhasil mendekati Myra yang sedang bertarung mati-matian melawan Egon. Sementara Crispin dihadapi oleh tiga lawan, yaitu Rex, Arkin dan Oulam.


"Bee, sebisa mungkin bekukan mereka" seruan Duke, mengembalikan kesadaran Lui, yang belum pulih dari kengerian saat melihat mayat-mayat itu.


Dengan tergagap Lui membekukan mayat hidup yang membuatnya jijik itu. Tapi sebentar kemudian, Lui merasa ingin menangis.


Bukan hanya karena beberapa dari mereka mulai mendekati Roan, tapi juga karena dia sadar sihir pembekunya tidak banyak membantu.


Lui bisa dengan tepat membekukan mereka, tapi setelah mereka berhenti dan berhasil dibunuh, lingkaran merah itu berpendar dan tubuh mereka kembali bangkit.


Lui berpegangan erat pada bulu abu-abunya, saat Roan mulai menyerang mayat-mayat yang mendekati mereka.


Roan dengan mudah melemparkan musuh yang mendekati Lui ke bebatuan tajam di sekitar tempat mereka berada, tapi seperti yang lain, mereka kembali menyerang Roan dalam waktu beberapa detik.


Tidak peduli seberapa sering Lui membekukannya, dan entah sudah yang ke berapa kali Duke mencincang mereka, mayat hidup itu bangkit lagi dan menyerang balik.


Perangkap yang dipersiapkan Abel, telah berubah menjadi mimpi buruk.


"Tidak akan berguna jika kita tidak bisa menemukan sumber lingkaran itu. Kita harus menyerang penyihir yang membuatnya" Alva dan coven-nya muncul di dekat Lui.


Baju di tubuh mereka sudah sangat berantakan, penuh cipratan darah merah dan hitam jelaga dari api.


"Mereka hanya berhenti setelah aku membakarnya menjadi abu. Tapi kami tidak akan mampu membakar mayat sebanyak itu" Nada Alva sarat dengan rasa putus asa.


Roan menggonggong yang entah berarti apa, karena pikiran Duke kembali kacau, penuh dengan kepanikan para warrior, bercampur dengan kekhawatiran Duke.


Tapi sepertinya Alva mengerti, karena dia menyahut "Aku tidak tahu, sayang sekali. Sepertinya penyihir yang membuat mantra itu berada di dekat pantai"


Dan bibir pantai saat ini adalah tempat yang mustahil di jangkau, sebagian besar mayat berasal dari sana. Dan sekarang mereka berduyun-duyun berjalan ke arah daratan.


"Apa yang harus kita lakukan?"


Rasa pesimis juga sudah menghancurkan semangat Lui.


Apalagi saat mayat-mayat itu mengepung pasukan aliansi dari berbagai sisi. Sementara Crispin yang berada di tengah-tengah kekacauan itu terlihat tersenyum puas, seolah kemenangan sudah berada ditangannya.


"Jangan murung seperti itu Lui. Kau terlihat lebih cantik saat tersenyum"


Sapaan ramah dan hangat, sangat tidak sesuai dengan situasi yang ada dihadapan Lui, terdengar dari belakangnya.