
Masih dengan suasana rumah hernandes, mereka menikmati
kebersamaan setelah sekian lama saling membenci satu sama lain, karena
kesalahan seseorang yang menginginkan kehancuran mereka
“lalu bagaimana rencana kalian kedepannya” tanya lea saat
mereka tengah sibuk membahas tentang hubungan harri dan jesica
“saya ngikut dengan harris saja tante, saya ingin harris
yang memutuskannya” kata jesica tersenyum dan melirik sang kekasih disampingnya
“bagaimana harris, apa kamu sudah ada persiapan dan
planning?” tanya lea lagi kali ini melirik kearah harris yang sudah ia anggap
anak sendiri
“saya merencanakan pernikahan secepatnya nyonya, nanti saja
akan membicarakannya dengan paman bryan” kata harris dan menggenggam tangan
jesica seolah memberikan kepastian dengan kekasihnya
“baguslah kalau begitu, kalian harus secepatnya melaksanakan
pernikahan” kata lea dan dijawab iaya oleh keduanya
Sedangkan ditempat lain, sarah dan dave sedang menikmati kebersamaan mereka,
keduanya terlihat sedang bercanda satu sama lain, saling bercerita diri
masing-masing.
“kak dave, bagaimana jika nanti aku menginginkan sesuatu
yang sulit didapatkan?” tanya sarah sambil melirik wajah kekasihnya dengan
polos dan raut wajah yang menggemaskan
“aku akan berusaha untuk mendapatkannya” kata dave sambil
tersenyum sambil mengecup kepala sarah dengan lembut
“bagaimana kalau itu sangat sulit, dan bisa membahayakan kak
dave?” tanya sarah lagi, dia ingin melihat bagaimana dave menjawab
pertanyaannya dan membayangkan jika nanti dirinya mengandung seperti kakaknya
grece,dan pasti akan mengalami nyidam
“aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya” kata dave dan
membuat sarah tersenyum Bahagia, ternyata ia mendapatkan laki-laki yang pantas
untuk dirinya dan menjaga dirinya demi masa depannya.
“terimakasih bby, sudah menjadi laki-laki yang mau
menjagaku, jangan pernah bosan dengan sikapku dan tuntun aku untuk menjadi
tidak ingin kehilangan laki-laki itu, begitu pula sebaliknya, dave membalas
pelukan itu tak kalah eratnya, sungguh Wanita yang sedang bersamanya ini punya
banyak beban namun karna keceriaan sarah tidak terlihat apa yang ia pikirkan.
“jangan pernah memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan,
apalagi sampai berpikir kalau aku meninggalkanmu, itu tidak akan pernah
terjadi” kata dave dan diangguki oleh sarah namun masih nemplok di pelukan dave
“kalau begitu kita masuk yuk, sudah malam dan tidak enak
meninggalkan mereka terlalu lama” kata dave dan diajawab iya olej sarah,
keduanya masuk kedalam untuk menemui keluarga yang lain
“kalau begitu kami pulang dulu, tuan,nyonya. Lain kali saya
akan kesini lagi, untuk mengurus acaranya” kata harris sambil mengajak jesica
untuk pulang
“jangan khawatir tentang acara itu, semua akan diurus dengan
lea dan grece…” perkataan lucio terhenti saat mendengar suara cempreng gadis
kecil kesayangan mereka dirumah itu
“dan aku…..” teriak sarah dambil berlari menghampiri
kakaknya grece dan langsung dibalas dengan gelengan kepala semuanya, namun
berbeda dengan devan yang menatap sarah dengan tajam, kesal dengan sarah yang
seenaknya mengambil tempat duduknya disampping istrinya
“heii anak kecil hanya butuh sekolah yang benar” kata devan
dan sarah yang mendengarnya hanya meleletkan lidahnya dan mencebikkan bibirnya
“dasar anak kecil tidak tau malu” kata devan dan menarik
rambut sarah dengan pelan namun segera dilepas karna melihat mata istrinya
sudah melotot kepadanya
“kak dave jahat” kata sarah membuat raut wajah sedih agar
kakaknya grece semakin memarahi devan
“mas, jangan seperti itu, Namanya juga masih kecil” kata
grece dan mengelus kepala adiknya dengan sayang, jesica yang melihat
kebersamaan mereka mau tak mau dalam hatinya merasa iri
next
Jangan lup like,komen, dan favorit