
dengan suasana yang sedikit tidak bersahabat, ketiganya berdiam diri didalam mobil tanpa ada yang bicara sepatah katapun, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya drvan berdehem dan melirik kearah grece
"apa yang tuan lihat, apa aku terlihat aneh??",tanya grece dengan wajah polos dan datar
"yahh.. kau aneh, bahkan sangat aneh dan menyebalkan",kata devan ketus dan memalingksn wajahnya
"huh, dasar tusn tidak tau diri",umpat grece dengan suara pelan tetapi karena devan disampingnya ia mendengar samar-samar apa yang dikatakan oleh grece
"kau mengumpati ku!!?, dasar gadis kecil menyebalkan dan aneh",kata devan dan matanya menatap tajam grece, sambil tubuhnya semakin codong kepada grece
"t..tuan apa yang anda lakukan?? dasar om mesum",kata grece menjauhkan dirinya dan memalingkan wajahnya
sementara devan tersenyum puas karna telah mengerjai gadis kecil menyebalkan ini, entah bagaimana nantinya jika mereka sudah menikah, devan sangat ngeri membayangkan sifat dingin dan datar grece kepadanya
tapi mengapa ia harus takut, bukanksh pernikahan ini hanya sekedar pernihskan kontrak pada umumnya??
mereka sampai kesalah satu butik ternama dan sangat terkenal dikota itu, dan juga butik tersebut adalah langganan devan dan keluarganya jika ingin membeli baju dari indonesia
mereka bertiga memasuki butik tersebut dengan devan berada paling depan, ia menyuruh pelayan disana memannggilkan pemilik butik tersebut
"astaga... ternyata yang datang adalah tuan devan, maafkan karyawan saya yang tidak menyambut anda dengan baik tuan",kata pemilik butik tersebut sambil tersenyum ramah
"tidak apa-apa, saya datang kesini untuk memilih baju pengantin yang terbaik untuk saya dan calon istri saya, berikan bsju yang terbaik disini dan layani dia dengan baik",kata devan sambil menunjukkan grece disampingny
"baik tuan, saya akan melakukan yang terbaik",kata pemilik butik tersebut dan membawa grece keruang ganti yang ada disana
tidak lama setelah itu, grece keluar dengan baju yang melekat pas ditubuhnya, sedikit cangungg dan kaku, ia menggunakan baju tersebut
"tuan, bagaimana dengan yang ini??",tanya grece melihat kearah devan
"tidak bagus, terlalu polos dan tidak cocok untuk tubuhmu yang kecil itu,ganti!!",kata devan sambil melanjutkan bermain ponselnya
sementara dave yang sedari yadi disampingnya, tersenyum tidak karuan m3pihat penampilan grece yang membuat dirinya lagi-lagi terpesona
"tuan kalau baju yang ini,bagaimana?",grece kembali keluar dengan mengenakan baju yang cantik dan elegan, bermotif kebaya dan cocok untuk tubuhnya
" tidak bagus, lagipula itu terlihat sangat terbuka fan mencolok, aku tidak ingin di pernikahan kita nanti tubuhmu menjadi bahan tontonan tamu undangan", kata devan sambil memalingkan wajahnya kembali fokus pada ponselnya
lagi-lagi grece disuruh mengganti baju yang ia pakai, mungkin ini sudah beberapa kalinya devan menyuruh grece mengganti baju yang ia pakai, grece menghela nafasnya kasar dengan sifat devan yang semaunya saja
andai kau yang menjadi diriku tuan tidak tau diri, pasti kau sudah berteriak mengahncurkan semua yang kau lihat",batin grece diruang ganti tersebut sambil membuat wajah kesalnya
"huh.. ini yang terakhir, jika dia mengatakn tidak cocok juga akan ku cungkil matanya itu",kata grece sambil memakai gaun terakhir yang diberikan pemilik butik tersebut, menxengar omelan grece,pemilik butik tersebut ikut tertawa
devan melihat penampilan grece yang didepannya itu, dengan teliti ia melihat semua dari ujung kaki sampai kepala
"ummmm.... bagus, tapi itu terlihat tidak sesuai dengan apa yang aku pikirkan, juga kau terlihat lebih kecil karena baju yang kau pakai menutupi tubuhmu yang kecil itu",kata devan tanpa melihat raut wajah grece yang sudah memerah menahan emosinya
"tuan, ini gaun yang terakhir yang saya coba, jadi jika tuan tidak menyukainya saya ttidak peduli, lagi pula saya yang memakainya,bukan tuan! jadi saya yang tau cocok atu tidaknya untuk saya",kata grece melampiaskan kekesalannya kepada devan yang sedari tadi seenak jidatnya menyuruh dirinya mengganti gaun yang ia coba
mendengar perkataan grece, devan langsunh meleyakkan ponselnya di meja, ia berjalan kearah grece sambil menatap gadis itu dengan tajam, sementara grece bukannya takut malah seolah menantang tatapan mata devan, ia emluhat devan dengan wajah datarnya
"apa kau mulai membantah perintahku!!?? gadis kecil seperti diirmu berani sekali!!",kata fevan dengan nada penuh penekanan dan mata tajam sambil berdiri tepat didepan grece
"memangnya ada aturan yang mengharuskan saya takut dengan tuan?? tidak kan!?? saya memang pembantu dirumah tuan, tapi tidak semua apa yang tuan katakan adalah bemar dan saya harus menurut begitu saja",kata grece tak kalah dinginnya dan menatap manik mata devan tanpa berkedip
*berani sekali gadis kecil ini melawan perkataanku, apa dia tidak takut denganku!??",batin devan sambil melihat wajah grece yanh menantang dirinya
"grece kau berani sekali melawan tuan, ohh baru kali ini ada yang menantang perkataan tuan dan berbicara dengan nada tinghi dihadapannya",batin dave sambil melihat kedua sejoli didepan sana*
" apa kau yakin dengan apa yang kau katakan!! aku sudah cukup sabar dengan sifatmu yang dari kemarin-kemarin selalu melawanku",kata drvan dengan penuh emosi
" hahahah.... apa tuan pikir dengan mengatakn seperti itu saya akan takut!?? ohhh tuan terlalu percaya diri jika seperti itu, lagipula saya tidak menyukai sifat saya tuan tinggal memecat saya dan mengusir saya dari rumah tuan!!",kata grece sambil berbalik menuju ruang ganti
grece dan devan sama-sama kesal dengan sifat masing-masing, setelah mengganti baju yang ia pakai tadi, grece keluar dengan wajah ditekuk dan berjalan melewati devan yang sedang duduk di sofa tadi
sungguh berani sekali anak kecil itu",batin devan dan langsung berdehem
"hemmm.... heii gadis kecil, kau mau kemana!! apa kau tidak lihat aku masih disini!!",kata devan dan segera grece menghentikan langkahnya
"ada apa lagi tuan!? apa tuan masih ingin mengatakan sesuatu pada saya??",tanya grece tanpa rasa bersalahnya
" dengar dave, aku ingin pulang dengan gadis kecil ini, pastikan kau sudah menyeleaaikan semua urysan disini, dan satu lagi, baju pernikahan yang ia pakai adalah yang terakhir tadi",kata drvan dan langsung menarik tangan grece keluar dari butik tersebut
sementara grece masih bingung dengan sifat devan yang tiba-tiba seperti itu, ia hanya mengikuti saja tanpa bertanya apapun
" tuan, kemana kita akan pergi?? ini bukan ajaln menuju apartemen tuan",kata grece bingung dan menatap devan dengan tanda tanya
"diamlah gadis kecil, kau sudah membuat moodku rusak. aku butuh energi untuk memulihkannya",kata devan yang masih fokus menyetir mobilnya
#next
semoga syuka dengan novel batu othor ya readers😍😍