
satu minggu setelah devan buka segel, hubungannya dengan grece sedikit memghangat,pasalnya grece tidak lagi cuek dan datar saat devan bertanya.
seperti pagi ini, setelah selesai dengan kegiatannya didapur, grece langsung menuju kamar sarah dan membangunkan adiknya itu, ia beralih kekamar mereka dan devan
"kak dev bangunlah, kakak selalu saja susah bangun padahal sudah biasa kubangunkan jam segini!!",kata grece dengan kesal tapi tetap tidak dipedulikan oleh devan
"kak dev..bangun atau kutinggal!!",nahh kan grece mengeluarkan ultimatumnya untukembuat devan bangun
mas devan mahhh bikin mba grece masih pagi udah marah-marah aja
"iya sayang aku bangun, aku bangun dan langsung mandi",kata devan dan langaung kabur berlari menuju kamar mandi, grece yang melihatnya hanya geleng kepala dan tersenyum sungguh konyol tingkah devan jika dibangunkan pagi-pagi.
grece kembali kebawah untuk melihat adiknya sarah apakah sudah bangun dan bersiap atau belum.
"kak hari ini aku ujian, tapi aku tidak ada belajar sedikitpun, apa aku harus libur saja?", tanya sarah dengan wajah imut dan polos, berharap grece mengijinkannya jujur sarah sudah capek sekolah
"apa kamu bilang sarah!!??, hari ini ujian??, tapi kamu berniat mau libur!!?",suara grece melengking tinggi dan wajahnya kembali mode on
mati aku, bisa-bisa aku kena makan hidup-hidup oleh singa betina satu ini", sarah memaki dirinya dalam hati, mengapa ia bisa bicara seperti itu padahal jelas-jelas ia tau bagaimana watak kakaknya itu
"b..bu..bukan begitu kak, maksudku aku akan ujian susulan nanti",kata sarah
whatt?? aku malah membuat suasana menjadi suram, ohhh good tolong aku", batin sarah lagi
" sarahhh...!! cepat pakai bajumu dan keliar dalam lima menit, jangan sampai aku memakanmu hidup-hidup", kata sarah dengan amukan yang sudah diubun-ubun
"b..ba..baik kak, aku akan bersiap segera",kata sarah dan langsung masuk kedalam kamarnya kembali
sarah menghembuskan nafasnya kasar, ia pusing mengurus adiknya dan suaminya
"ahkk... lama-lama aku bisa membunuh mereka jika seperti ini", kata sarah dan beralih ke meja makan
"sayang kenapa kau marah-marah sampai berteriak begitu?", tanya lea yang tadi mendengar suara grece yang tinggi itu
"mom aku capek mengurusi kedua bocah itu, sungguh membuatku kehilangan kesabaran",kata grece dengan wajah yang datar
"hahahah... sabarlah sayang, namanya juga adikmu dan suamimu, kamu yang berperan banyak dalam hidup mereka kedepannya",kata lea tersenyum dan mengelus pundak menantu kesayangannya
"iya mom, semoga saja grece bisa lebih sabar",kata grece dengan tersenyum dan diangguki oleh lea
sementara di lain tempat, tepatnya disebuah gedung yang tidak begitu besar dan bagus, beberapa orang berkumpul disana dan terlihat sedang merundingkan sesuatu,
"jadi bagimana langkah kita selanjutnya bos?? apa kita secepatnya menghancurkan keluarganya atau perusahaannya!?",tanya salah satu anak buah dari laki-laki yang duduk diatas kursi kebesarannya, yang tidak lain anakbuahnya itu adalah kevin,
masih kenal dengan laki-laki itu??,, nah dia adalah ayah dari dua gadis yang cantik dirumah devan, grece dan sarah.
" kita tunggu dulu sampai aku mengetahui semuanya tentang keluarga mereka!?",jawab laki-laki itu dengan senyuman sinis dan mata tajam mengarah kedepan, seolah kebenciannya terhadap musuhnya begitu melekat dan tidak dapat dihapuskan begitu saja.
" baiklah, kita percepat misi kita untuk menghancurkan keluarganya sampai keakar-akarnya, jangan sampai menyisakan yang bisa menjadi boomerang untuk kita kelak",kata marcell dengan diangguki oleh kevin
"baiklah, langkah pertama yang kita ambil yaitu menculik istri devan dan membuat kegaduhan dikeluarga itu, lalu sebagian anak buah kita akan bergerak menculik istri dari lucio dan saat itu kita akan bergerak menghancurkan markas utama mereka dan menghabisi lucio dan anaknya, hahahahhah.. membayangkannya saja aku sudah sangat senang!!",kata marcell dan memanggil jesica untuk bergabung dengan mereka
"ada apa paman??, apa ada yang bisa kubantu??"_tanya jesica dan duduk disebelah kursi marcell
"aku butuh bantuan mu jesica.. kau harus bergerak lebih dulu untuk membuat devan dan istrinya mengalami pertengkaran dalam rumah tanggga mereka, dan buat devan membenci istrinya hingga membiarkan istrinya itu keluar sesuka hatinya",kata marcell yang sudah berangan-angan tinggi
"itu sesuatu yang sangat mudah paman, aku akan melakukannya dengan sangat baik dan sesuai dengan apa yang paman harapkan",kata jesic tersenyum licik dan diangguki oleh marcel, mereka semua tertawa senang tanpa tau apa yang akan menimpa mereka,
tidak lama setelah itu, seorang laki-laki dengam pakaian serba hitam keluar dari ruangan yang ditempati oleh marcell dan rombongannya, ia tidak melakukan apa-apa sejak tadi, namun ada sesuatu yang janggal ditangannya yang ia ambil dari pintu ruangan marcell dan rombongan.
"signore hanno organizzato tutto, dobbiamo solo seguirlo"
"(tuan semua sudah mereka atur, kita hanya perlu mengikutinya saja)", kata laki-laki itu disebarang telfon dengan bersembunyi diatap gedung marcell
"bene, dobbiamo vedere fino a che punto osano muoversi"
"(bagus, kita perlu lihat sampai dimana mereka berani bergerak)", kata seseorang diseberang telfonnya dengam senyum smirk
"non stiamo facendo niente con loro signore?"
"(apa kita tidak melakukan apa apa dengan mereka tuan?)", tanya laki-laki itu lagi
"no.. non muoverti prima, seguiamo prima i loro passi attuali"
"(tidak.. jangam bergerak terlebih dahulu, kita ikuti dulu langkah mereka saat ini)", kata sepenelfon yang tidak lain dia adalah daddy lucio tercintahhhh
"e se perdiamo rapidamente contro di loro, signore?"
"(bagaimana jika kita kalah cepat dari mereka tuan?)",tanya laki-laki itu memastikan
"dubiti di noi così?? seguiamo solo i loro desideri prima lascia che me ne occupi qui io e Harris, devi solo controllarli senza essere catturato e monitorare la mia famiglia lì"
"(apa kau meragukan kita begitu?? kita ikuti saja dulu keinginan mereka biarkan aku dan harris mengurusnya disini, kau hanya perlu memantau mereka tanpa ketahuan dan memantau keluarga ku disana)", kata lucio
"ok signore, faccio secondo gli ordini del signore"
"(baik tuan, saya lakukan sesuai perintah tuan)",kata laki-laki itu dan dijawab dengan deheman lucio dan mengakhiri panggilan telfon mereka
"tuan apa yang aku lakukan ini tidak sebanding dengan kebaikan yang tuan lakukan kepada keluargaku dan hidupku",kata laki-laki itu dan berlalu dari lokasi gedung itu.
#nex
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian😘😘