
dikantor hernandes, ia menerima
telfon dari anaknya dan secepatnya ia menerimanya, ia memberikan kode kepada
dave dan harris, agar diam dari candaan mereka.
"hallo ada apa dev?"
tanya lucio dengan cepat, pasti anaknya ini menelfon dirinya karan ingin
memberitahu kondisi menantunya
"hallo dad, bisakah daddy
datang kesini?grece sudah sadar dan sekarang mencari daddy dan mommy" kata
devan dengan nada senang bercampur haru
"syukurlah dave, kalau
begitu kami akan segera datang kesana tunggu kami" kata lucio dengan cepat
kilat menyuruh dave dan harris mengakhiri pekerjaan mereka
"simpan semua itu, kita
kerumah sakit sekarang, menantuku sudah sadar" kayta lucio dan dijawab
dengan anggukan kepala dari asistennya
"aku dan harris akan pergi
lebih dulu kesana dave, kau bisa menjemput istriku dari rumah, aku takut jika
dia sendiri kerumah sakit tidak memikirkan keadaannya lagi" kata lucio dan
dijawab iya oleh dave
mereka bertiga akhirnya berpisah
diparkiran, dengan lucio dan harris langsung kerumah sakit dan dave kerumah
hernandes terlebih dahulu.
sesampainya dirumah sakit, dengan
langkah yang tergesa-gesa lucio berjalan kearah kamar menantunya, diikuti oleh
harris yang tidak kalah cepatnya juga
"bagaimana kabarmu
nak?" tanya lucio ketika masuk kedalam kamar grece
"aku baik-baik saja dad,
hanya saja aku merasa sedikit lemas sekarang" kata grece sambil
menampilkan senyuman bahagia
'baguslah nak, aku khawatir karna
sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri, takut terjadi sesuatu dengan
cucuku" kata lucio dengan menekankan kata cucuku
"heheh iya dad, kan anak
mami kuat, jadi ga boleh menyerah buat membangunkan maminya, iakan
mas?"kata grece dengan menirukan suara ank-anak, mendengar hal itu devan
merasa sangat bahagia, ia tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini seperti
apa
"apa mom masih belum datang
dad?" tanya grece yang sedari tadi menunggu mommy lea dan sarah namun tak
kunjung datang
"sebentar lagi dia datang
bersama dave nak, daddy tadi menyuruh dave menjemput mereka berdua" kata
lucio sambil mengelus kepala grece dengan lembut
sementara dirumah hernandes, lea
yang baru saja tiba dan masih menyiapkan makan siang dan keperluan devan yang
akan dibawa dan dibantu dengan sarah, terkejut mendapat kedatamngan dave yang
tiba-tiba, pasalnya tadi pagi tidak ada sesuatu yang tertinggal sseingatnya
"ada apa dave? mengapa kamu
datang dan berlari seperti itu? apa ada yang tertinggal dirumah?" tanya
lea sambil terus melanjutykan pekerjaanya
"tidak nyonya, tapi
kedatangan saya kesini ingin memeberitahu kepada nyonya kondisi nona grece saat
ini, sekarang nona grece sudah sadar dan ingin bertemu dengan ngonya dan
sarah" klata dave dan hal itu berhasil membuat lea maupun sarah berhenti
dari pekerjaan mereka dan langsung mendekati dave
"apa aku tidak salah dengar
dave, menantuku sudah sadar? kalau begitu kita harus bersiap secepatnya dan
menuju kesana, aku ingin melihat kondisi menantuku seekarang" kata lea dan
diikuti sarah untuk bersiap sesegera mungkin
tidak menunggu lama, akhirnya
mereka sudah bersiap dan tidak lagi membawa barang yang sudah mereka siapkan,
hanya membawa makan siang untuk devan, karna tentu anaknya itu tidak sempat
keluar untuk makan
"kakak..."
"menantuku apa kabar?"
grece akhirnya datang, dengan tersenyum semangat sarah dan lea mendekati
bangkar grece dan memeluknya, perasaan bahagia mereka curahkan satu sama lain,
dengan pelukan hangat dan saling menyalurkan kerinduan
"sudah..sudah, jangan
lama-lama memeluk istriku nanti baby bisa sesak" kata devan dan memisahkan
ketiga wanita itu secara paksa
"isss.. kak devan mahh orang
lagi asik peluk-pelukan" kata sarah dan mencebikkan binya dan membuat
seseorang yang tak jauh darinya menjadi semakin gemas
"diakan istriku jadi aku
berhak menentukan siapa saja yang boleh memeluknya lama" kata devan sambil
menjulurkan lidahnya
"lalu siapa yang bisa
memeluknya lama-lama?" tanya sarah dengan kesal
"hanya aku tidak ada yang
lain" kata devan dengan tersenyum berhasil menjahili adik iparnya,
"kalian ini tidak dirumah,
dirumahsakit sellau saja bertengkar" kata lea menggelengkan kepalanya
melihat kelakukan anaknya yang mneurutnya tidak ukuran umurnya lagi
"kak devan memang kaya anak
kecil aja deh" kata sarah dan berlari menuju lucio mencari perlindungan,
semua orang disana tertawa melihat kelakuan sarah yang menurut mereka sangat
berbeda dengan grece, grece yang pembawaannya tenang dan berjiwa dingin
sedangkan sarah yang notabenya tidak bisa diam dan selalu ada cara untuk
mencaikan suasana
"dasar anak kecil, belajar yang
rajin agar kau bisa pintar, jangan bodoh melulu" kata devan dan mendapat
pukulan sayang dari istrinya
"apaan sih mas, sarah itu
bukan bodoh, kamu saja yang mau berdebat dengan anak kecil" kata grece dan
membuat devan menciut sambil memluknya dengan erat
"dasar suami takut
istri" maki harris dan dave secara bersamaan, mereka heran melihat
kebucinan tuan mereka
"terimakasih sayang, kau
memang istri yang paling sempurna yang dititipkan Tuhan untukku" kata
devan disela-sela pelukannya kepada grece
entah berapa kali devan
berterimakasih kepada grece mulai dari tadi, sungguh grece hanya bisa
membalasnya dengan tersenyum, ia senang mendapatsuami seperti devan walaupun
awal pernikahan mereka tidak baik, dan bisa dikatakan devan dulu membenci
dirinya, namun itu tidak menutup kemungkinan untuk mereka saling jatuh cinta
dan membuka lembaran baru untuk masa depan mereka dan anak-anak mereka.
kabar tentang kehamilan grece
mampu membuat devan semakin mencintai istrinya, dulu ia sudah sangat
menginginkan kehadiran seorang bayi dalam pernikahan mereka, tidak terasa waktu
pernikahan mereka hampir satu tahun dan itu artinya devan sudah menbghabiskan
waktu selama itu bersama istrinya, tidak bisa dipungkiri jika awalnya devan
memang sudah menyukai grece namun tidak sadar akan perasaannya
'kami jadi penjaga nyamuk disini,
aku akan mencari udara segar" kata harris dan keluar bersamaan dengan lea
dan lucio, mereka memberikan ruang kepada pasangan itu
sementara sarah yang
dittinggalkan begitu saja merasa canggung dengan dave, ia tidak tau apa yang
akan ia lakukan
"e..um... aku keluar dulu
mencari udara segar" kata sarah dengan terbata mengikuti alasan harris,
sedangkan dave yang melihatnya tersenyum gemas, ia langsung menyusul sarah dari
belakang
"nikamati kisah cinbtamu
dave" teriak devan melihatasistennya yang sed
next
jangan lupa like,komendan favorit
kalian ya readers:>