
Masih sibuk dengan masalah yang dialami oleh organisassi
mereka, harris maupun lucio masih sibuk bertengger diruang tamu tanpa ada yang
mengganggu keduanya yang sedang asik bercengkrama, hingga pada akhirnya lucio dikagetkan
dengan pengakuan dari asistennya yang sudah beberapa tahun bersamanya
“apa bryan masih sering datang kemarkas?” tanya lucio
sebelum harris mengatakan hal yang sejujurnya ingin sekali ia katakana
“selama mereka bergabung dengan kita, hanya beberapa kali
saja dia datang kekantor, dan selain itu saya yang lebih sering kekediaman
mereka tuan” kata harris yang sebelumnya tidak tau apa arah tujuan pembicaraan
dari tuannya
“apa masalah markas begitu berat ris, mengapa kau sering
kekediaman bryan?” tanya lucio yang masih memancing harris untuk berkata jujur
padanya, ia ingin asistennya itu berkata sendiri tanpa dirinya bertanya,
sebenarnya dari awal lucio sudah melihat gelagat aneh yang berbeda daroi
harris, namun dirinya masih diam dan mencoba memancing asistennya itu
“tidak begitu berat tuan, hanya saja ada beberapa hal yang
harus kami diskusikan” kata harris berkata sejujur mungkin dan itulah memang
kenyataannya tanpa ada yang ia tutupi
“kalau begitu apa yang kalian diskusikan, mengapa tidak
mengajakku?” tanya lucio sambil menaikkan salah satu alis matanya dan menatap
asistennya seolah mengatakan, jangan berbohong padaku ris!!
“begini tuan, bukannya tidak mengajak tuan hanya saja kami
tidak ingin mengganggu waktu tuan, karna kami masih bisa mengatasinya tuan,
bukan masalah yang berat” kata harris seadanya dan menatap lucio dengan tatapan
sama bingungnya
“ris…, apa yang kau sembunyikan dariku?’ tanya lucio sambil
menampilkan raut wajah yang menuntut sambil menaikkan alisnya dengan tangan
yang bertengger didagu
“maksud tuan apa?” tanya harris masih belum mengerti, atau
pura-pura tidak mengerti hanya ia yang tau itu
“jangan berpura-pura bodoh didepanku ris!, aku tau apa yang
ada dalam pikiranmu dan maksud kedatangannmu kesini!!” kata lucio dan perkataan
itu menjadi telak buat harris., ia tidak bisa mengelak atau beralasan lagi,
nyatanya tuannya ini bisa membaca pikirannya dan suasana hatinya
“bukan begitu tuan..” kata harris menjeda ucapanya dan
seolah memberi ruang untuk diri sendiri berbicara serius dan jujur pada tuannya
“lalu begini bukan?” tanya lucio dengan candaan disaat
asistennya sudah tegang ingin berbicara, namun sedetik kemudian suasana menjadi
tegang Kembali
“jangan bertele-tele ris, katakana dengan cepat ada apa?”
tanya lucio yang sudah tidak sabaran mendengar curhatan asistennya
“ saya… saya mencintai putri dari tuan bryan, tuan” kata
harris dan Kembali menjeda ucapannya, ia ingin melihat respon dari tuannya
tersebut dan raut wajah yang ditampilkan lucio seperti apa
“apa aku tidak salah dengar ris? Kau mencintai jesica gadis
licik itu?” tanya lucio dengan tatapan tidak percaya, seolah ia salah dengar
dari perkataan asistennya itu
“benar tuan, lagi pula jesica sekarang tidak lagi seperti
dulu, dia sudah berubah banyak setelah kejadian tiga bulan yang lalu” kata
harris mencoba memberitahu keadaan jesica pasca kejadian itu
“memangnya apa yang terjadi dengan gadis itu ris?” tanya
lucio ingin tau bagaimana nasib gadis yang mencoba membunuh menantu kesayangan
mereka tiga bulan yang lalu
“setelah kejadian itu, jesica mengalamoi depresi berat tuan,
itu makanya tuan bryan memohon agar kita tidak memindahkan mereka keluar negri,
saat itu kondisi jesica sangat memprihatinkan, dia seolah kehilangan jiwanya
dan hanya tersisa tubuh yang mulai lemah dan ilusinya yang bekepanjangan kaya
harris mencoba mengingat bagaimana dirinya datang dan menghentikan jesica yang
sampai akhirnya harris mencoba berbicara pelan-pelan dengan Wanita itu dan hingga akhirnya mau menjalani teraphy sampai
sekarraang
“sungguh miris nasib Wanita itu, yang sebenarnya dirinya
juga korban disini, karena keserakahan pamannya membuat Wanita itu seperti
sekarang” kata lucio iba mendengar cerita harris tentang jesica, mantan kekasih
anaknya yang sempat ia tolak pertunangan mereka
“tapi sekarang jesica sudah berubah dan sudah sembuh tuan,
sekarang sedang masa pemulihan dirinya” kata harris kepada tuannya itu dan
diangguki oleh lucio tanpa mengatakan sepath katapun
Dirinya tau bahwa melarang atau memberikan nasihat untuk
harris bukanlah porsinya, ia hanya atasan harris dan bukan orantua atau saudara
harris, tidak sinkrin bukan kalau seorang tuan memberikan nasihat untuk
bawahannya yang sebenarnya sudah ia anggap saudara, namun tetap saja bagi lucio
itu bukan porsi dirinya
“jika kau yakin dengan pilihanmu, aku dukun gris, tapi ingat
jangan ada kata menyesal dengan pilihanmu sendiri, bagaimana pun nantinya dia,
berubah atu tidak, berusahalah untuk menuntunnya kejalan yang benar dan tepat,
aku yakin kau mampu melakukannya!” kata lucio sambil menepuk bahu asistennya,
harris yang dari dulu ada untuknya dan selalu membantu dirinya dalam menghadapi
musuh ataupun masalah dikantornya, setelah kepergian arya, harrislah yang
menjadi pengganti sahabtnya itu
Jadi tidak ada alasan buat lucio untuk tidak mendukung
harris, walau sebenarnya ia belum percaya penuh dengan jesica, tapi tetap saja
sebagai atasan yang bijak dalam bertindak, lucio harus mendukung keputusan
harris, apalagi ini masalah hati
“terimakasih tuan, saya mnegerti dan selalu inga tapa pesan
tuan untuk saya” kata harris penuh hormat dan langsung diangguki oleh lucio,
mereka masih berlanjut bercengkrama dan tanpa melihat waktu sudah menunjukkan
pukul satu dini hari, sedangkan seisi rumah sudah sampai bermimpi empat kali,
dan mereka berdua masih saja terus bercerita dan malah membahas tentang siapa
dalang yang berani berkhianat dengan organisasi mereka
Sampai pada akhirnya keduanya merasa ngantuk dan memutuskan
untuk tidur, harris segera melangkah masuk kedalam kamar yang sudah menjadi
milikya sejak dulu, dan lucio menuju kamar mereka diatas.
Dikamar milik devan dan grece, sedang terjadi sesuatu yang
menganggu devan, grece yang menginginkan makan pisang goreng malam hari,
padahal tinggal menunggu dua jam lagi akan pagi dan mereka bisa menyuruh
pelayan untuk melakukannya
“sayang tunggulah sebentar lagi, kamu tidur aja dulu lagi
yah” bujuk devan namun tidak diindahkan oleh grece, ia tetap merengek meminta
pisang goreng utnuk suaminya, sedangkan devan sudah keberapa kalinya menghela nafas karena permintaan istrinya makin
hari makin membuatnya kurang tidur
Kenapa sih bumil yang satu ini selalu mengganggu tidurku,
tidak bisakah dia meminta sesuatu itu siang atau sero hari, jangan Ketika sudah
tidur” batin devan dalam hatinya yang merasa kesal dengan permintaan istrinya,
namun hanya bisa ia ocehkan dalam hati, kalau secara langsung nyali devan belum
tinggi, dia juga belum menjadi suhu untuk menaklukkan Wanita, apalagi itu
bumil, bisa brabe nantinya wkwkwk
Ya sudah nanti mas
buatkan yah, kamu tidur lagi aja” kata devan mencoba untuk mencari perlindungan
diri dengan memberikan kata-kata manis untuk sang istri
“aku temani ya mas, akum au melihat mas yang memasaknya
langsung” kata grece dengan tersenyum Bahagia padahal sang suami langsung
merutuki kebodohannya, namun melihat senyuman sang istri devan tidak tega untuk
membuatnya kecewa
next
Jangan lupa like, komen dan favorit kalian ya readers:>