Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 88, apa kau serius?



Masih sibuk dengan masalah yang dialami oleh organisassi


mereka, harris maupun lucio masih sibuk bertengger diruang tamu tanpa ada yang


mengganggu keduanya yang sedang asik bercengkrama, hingga pada akhirnya lucio dikagetkan


dengan pengakuan dari asistennya yang sudah beberapa tahun bersamanya


“apa bryan masih sering datang kemarkas?” tanya lucio


sebelum harris mengatakan hal yang sejujurnya ingin sekali ia katakana


“selama mereka bergabung dengan kita, hanya beberapa kali


saja dia datang kekantor, dan selain itu saya yang lebih sering kekediaman


mereka tuan” kata harris yang sebelumnya tidak tau apa arah tujuan pembicaraan


dari tuannya


“apa masalah markas begitu berat ris, mengapa kau sering


kekediaman bryan?” tanya lucio yang masih memancing harris untuk berkata jujur


padanya, ia ingin asistennya itu berkata sendiri tanpa dirinya bertanya,


sebenarnya dari awal lucio sudah melihat gelagat aneh yang berbeda daroi


harris, namun dirinya masih diam dan mencoba memancing asistennya itu


“tidak begitu berat tuan, hanya saja ada beberapa hal yang


harus kami diskusikan” kata harris berkata sejujur mungkin dan itulah memang


kenyataannya tanpa ada yang ia tutupi


“kalau begitu apa yang kalian diskusikan, mengapa tidak


mengajakku?” tanya lucio sambil menaikkan salah satu alis matanya dan menatap


asistennya seolah mengatakan, jangan berbohong padaku ris!!


“begini tuan, bukannya tidak mengajak tuan hanya saja kami


tidak ingin mengganggu waktu tuan, karna kami masih bisa mengatasinya tuan,


bukan masalah yang berat” kata harris seadanya dan menatap lucio dengan tatapan


sama bingungnya


“ris…, apa yang kau sembunyikan dariku?’ tanya lucio sambil


menampilkan raut wajah yang menuntut sambil menaikkan alisnya dengan tangan


yang bertengger didagu


“maksud tuan apa?” tanya harris masih belum mengerti, atau


pura-pura tidak mengerti hanya ia yang tau itu


“jangan berpura-pura bodoh didepanku ris!, aku tau apa yang


ada dalam pikiranmu dan maksud kedatangannmu kesini!!” kata lucio dan perkataan


itu menjadi telak buat harris., ia tidak bisa mengelak atau beralasan lagi,


nyatanya tuannya ini bisa membaca pikirannya dan suasana hatinya


“bukan begitu tuan..” kata harris menjeda ucapanya dan


seolah memberi ruang untuk diri sendiri berbicara serius dan jujur pada tuannya


“lalu begini bukan?” tanya lucio dengan candaan disaat


asistennya sudah tegang ingin berbicara, namun sedetik kemudian suasana menjadi


tegang Kembali


“jangan bertele-tele ris, katakana dengan cepat ada apa?”


tanya lucio yang sudah tidak sabaran mendengar curhatan asistennya


“ saya… saya mencintai putri dari tuan bryan, tuan” kata


harris dan Kembali menjeda ucapannya, ia ingin melihat respon dari tuannya


tersebut dan raut wajah yang ditampilkan lucio seperti apa


“apa aku tidak salah dengar ris? Kau mencintai jesica gadis


licik itu?” tanya lucio dengan tatapan tidak percaya, seolah ia salah dengar


dari perkataan asistennya itu


“benar tuan, lagi pula jesica sekarang tidak lagi seperti


dulu, dia sudah berubah banyak setelah kejadian tiga bulan yang lalu” kata


harris mencoba memberitahu keadaan jesica pasca kejadian itu


“memangnya apa yang terjadi dengan gadis itu ris?” tanya


lucio ingin tau bagaimana nasib gadis yang mencoba membunuh menantu kesayangan


mereka tiga bulan yang lalu


“setelah kejadian itu, jesica mengalamoi depresi berat tuan,


itu makanya tuan bryan memohon agar kita tidak memindahkan mereka keluar negri,


saat itu kondisi jesica sangat memprihatinkan, dia seolah kehilangan jiwanya


dan hanya tersisa tubuh yang mulai lemah dan ilusinya yang bekepanjangan kaya


harris mencoba mengingat bagaimana dirinya datang dan menghentikan jesica yang


sampai akhirnya harris mencoba berbicara pelan-pelan dengan Wanita itu dan  hingga akhirnya mau menjalani teraphy sampai


sekarraang


“sungguh miris nasib Wanita itu, yang sebenarnya dirinya


juga korban disini, karena keserakahan pamannya membuat Wanita itu seperti


sekarang” kata lucio iba mendengar cerita harris tentang jesica, mantan kekasih


anaknya yang sempat ia tolak pertunangan mereka


“tapi sekarang jesica sudah berubah dan sudah sembuh tuan,


sekarang sedang masa pemulihan dirinya” kata harris kepada tuannya itu dan


diangguki oleh lucio tanpa mengatakan sepath katapun


Dirinya tau bahwa melarang atau memberikan nasihat untuk


harris bukanlah porsinya, ia hanya atasan harris dan bukan orantua atau saudara


harris, tidak sinkrin bukan kalau seorang tuan memberikan nasihat untuk


bawahannya yang sebenarnya sudah ia anggap saudara, namun tetap saja bagi lucio


itu bukan porsi dirinya


“jika kau yakin dengan pilihanmu, aku dukun gris, tapi ingat


jangan ada kata menyesal dengan pilihanmu sendiri, bagaimana pun nantinya dia,


berubah atu tidak, berusahalah untuk menuntunnya kejalan yang benar dan tepat,


aku yakin kau mampu melakukannya!” kata lucio sambil menepuk bahu asistennya,


harris yang dari dulu ada untuknya dan selalu membantu dirinya dalam menghadapi


musuh ataupun masalah dikantornya, setelah kepergian arya, harrislah yang


menjadi pengganti sahabtnya itu


Jadi tidak ada alasan buat lucio untuk tidak mendukung


harris, walau sebenarnya ia belum percaya penuh dengan jesica, tapi tetap saja


sebagai atasan yang bijak dalam bertindak, lucio harus mendukung keputusan


harris, apalagi ini masalah hati


“terimakasih tuan, saya mnegerti dan selalu inga tapa pesan


tuan untuk saya” kata harris penuh hormat dan langsung diangguki oleh lucio,


mereka masih berlanjut bercengkrama dan tanpa melihat waktu sudah menunjukkan


pukul satu dini hari, sedangkan seisi rumah sudah sampai bermimpi empat kali,


dan mereka berdua masih saja terus bercerita dan malah membahas tentang siapa


dalang yang berani berkhianat dengan organisasi mereka


Sampai pada akhirnya keduanya merasa ngantuk dan memutuskan


untuk tidur, harris segera melangkah masuk kedalam kamar yang sudah menjadi


milikya sejak dulu, dan lucio menuju kamar mereka diatas.


Dikamar milik devan dan grece, sedang terjadi sesuatu yang


menganggu devan, grece yang menginginkan makan pisang goreng malam hari,


padahal tinggal menunggu dua jam lagi akan pagi dan mereka bisa menyuruh


pelayan untuk melakukannya


“sayang tunggulah sebentar lagi, kamu tidur aja dulu lagi


yah” bujuk devan namun tidak diindahkan oleh grece, ia tetap merengek meminta


pisang goreng utnuk suaminya, sedangkan devan  sudah keberapa kalinya menghela nafas karena permintaan istrinya makin


hari makin membuatnya kurang tidur


Kenapa sih bumil yang satu ini selalu mengganggu tidurku,


tidak bisakah dia meminta sesuatu itu siang atau sero hari, jangan Ketika sudah


tidur” batin devan dalam hatinya yang merasa kesal dengan permintaan istrinya,


namun hanya bisa ia ocehkan dalam hati, kalau secara langsung nyali devan belum


tinggi, dia juga belum menjadi suhu untuk menaklukkan Wanita, apalagi itu


bumil, bisa brabe nantinya wkwkwk


 Ya sudah nanti mas


buatkan yah, kamu tidur lagi aja” kata devan mencoba untuk mencari perlindungan


diri dengan memberikan kata-kata manis untuk sang istri


“aku temani ya mas, akum au melihat mas yang memasaknya


langsung” kata grece dengan tersenyum Bahagia padahal sang suami langsung


merutuki kebodohannya, namun melihat senyuman sang istri devan tidak tega untuk


membuatnya kecewa


next


Jangan lupa like, komen dan favorit kalian ya readers:>