
tidak pernah terlintas dibenak devan akan diperlakukan oleh istrinya seperti ini, selama istrinya mengandung anak mereka, kelakuan grece selalu berubah-ubah, seperti dini hari ini devan dibuat pusing oleh istri kecilnya karna grece lagi-lagi meminta hal yang sangat susah didapatkan oleh devan,
"pokoknya aku mau makanan khas dari sumatra utara sekarang juga, aku mau sekarang!!" kata grece yang tidak bisa dibantah oleh suaminya dan hal itu membuat devan berpikir tujuh keliling dimana ia harus mencari makanan khas dari sumatra utara ini, mana bentuknya aja devan tidak tau apa lagi tempatnya menjual
"tapi sayang, dimana mas harus mencari makanan seperti itu, lagipula ini sudah jam satu malam, mana mungkin ada yang masih berjualan" kata devan mengelus perut grece yang mulai buncit dan sembari berpikir dengan permintaan istrinya
"aku tidak mau tau mas, pokoknya malam ini juga aku harus mendapatkan dan memakan makanan itu!!" kata grece dan berbalik menuju pintu kamar dan melangkah turun kebawah menuju kamar sarah, ia berencana tidur disana sebelum devan membawa apa yang ia minta
"jangan menemuiku jika kamu tidak mendapatkan makanan itu!!" kata grece dengan menangis dan berjalan meinggalakan suaminya yang sudah pusing dibuat oleh mereka
sepergian grece, devan langsung menelfon dave dan harris untuk datang kerumahnya, dengan sekali bicara saja keduanya langsung memacu mobil masing-masing dengan kecepatamn tinggi untuk menuju rumah devan, sementara para pengawal lainnya juga devan suruh untuk emncari makanan yang dimaksud istrinya
"aku tidak tau bagaimana bentuknya, yanhg pasti kalian harus mencari makanan khas dari daerah tersebut!!" kata devan dan diangguki oleh pengawalnya
sesampainya dirumah devan, dave dan harris langsung menghampiri devan yang sudah berada diluar rumah, mereka langsung melihatraut wajah gusar devan menghadapi istrinya
"mengapa tidak minta tolong tuan lucio saja?mungkin dia punya kenalan yang berasal dari daerah itu" kata harris mengingat tuannya itu banyak relasi dan kenalan dimana-mana
"aku tidak ingin mengganggu mereka, jika sampai istriku tau bisa saja aku yang kena imbasnya" kata devan dengan kesal karna sudahkesekian kalinya devan dibuat pusing oleh ulahnya istrinya
"lalu apa yang haris kita lakukan tuan? mengapa kita terus disini?" tanya dave menyadarkan keduanya agar berhenti melamun dan segera mencari apa yang seharusnya mereka caroi
"ta suah, kita cari disekitar tempat ini, kita bertiga berpencar saja, aku juga sudah menyuruh beberapa pengawal tadi untuk mencarinya" kata devan dan langsung bergerak mengelilingi kota mereka mencari apa yang idminta istrinya
waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari, baru saja devan tiba dirumah dan membawa apa yang diminta oleh istrinya, dengan usaha yang semaksimal mungkin dan mengerahkan semua orang-orangnya, akhirnya ia mendapatkan makanan khas daerah sumut itu dan tau bagaimana bentuknya.
dengan membawa kantong plastik yang besar, berisi beberapa jenis makanan, dari yang pedas sampai yang manis, ada mie gomak, arsik,kari,lemang,dan terakhir bika ambon, mungkin tidak asing lagi ditelinga kita semua
dengan perasaan bahagia, devan langsung menuju kamar adik iparnya untuk membangunkan istrinya mencicipi makanan yang susah payah ia cari dan membuat beberapa penjual terpaksa untuk buka kembali jualannya.
"sayang.. bangun yukk, ini makanan yang kamu minta tadi" kata devan sambil mengelus lembut piupi istrinya dengan tersenyum, ia tidak pernah membayangkan jika istrinya akan ngidam sebegitu beratnya
"sayang, kamu tidak mau makan ini lagi hemm?"tanya devan dan seketika membuat grece terbangun dari tidurnya dan mengerjapkan matanya dengan sisa rasa kantuk menyerang
"sudah sayang, sekarang kamu berdiri kita kekamar yahh" kata devan sambil membantu istrinya untuk berdiri agar tidak menimbulkan suara yang bisa menganggu adiknya tidur
"kita kedapur aja mas, kalau dikamar nanti takutnya berserak" kaa grece dan diangguki oleh devan, mereka berdua menuju meja makan untuk menikmati apa yang baru saja dibeli oleh suaminya
melihat beberapa makanan yang ingin sekali ia cicipi, pertama kali grece tertuju dengan mie kuning yang berkuah didepan matanya, dengan segera ia meraih mangkok yang berisi mie tersebut dan memakannya dengan lahap, selanjutnya ia melihat ikan mas yang berkuah dan juga langsung mengambil untuk dinikmati dengan perasaan bahagia.
melihat istrinya yang makan begitu lahap, akhirnya devan juga tertarik ingin mencicipi makanan yang ada didepannya, ia menemani istrinya hingga semua makanan yang ia bawa tadi tersisa sedikit lagi, itupun kue bika ambonnya yang kata istrinya ia makan besok lagi,
"sudah selesaikan anak papi makannya?" tanya devan sambil mengelus perut grece dan menciumnya, devan menggendonhg sitrinya untuk kembali kekamar mereka melanjutkan tidur yang sempat terganggu.
pagi harinya, grece masih terlelap tidur diatas ranjang king size milik mereka, devan yang melihat wajah menggemaskan istrinya langsung menyerang grece begitu saja, ia mencium seluruh wajah grece tanpa melewatkan satu inci dari wajah grece, terakhir dibibir mungil istrinya, devan mengesapnya dengan gemas
"tidurlah sayanhg, kamu harus banyak istirahat, kamu terlalu aktif selama ini" kaa devan dan berlalu untuk membersihkan dirinya
"dev.. dimana grece? apa dia tidak mau sarapan?" tanya lea dengan khawatir, sebagai ibu yang sudah pernah mengandung dan mengurs anak, tentu lea pernah merasakan seperti yang dirasakan menantunya sekarang ini, banyak rintangan untuk ibu-ibu yang baru perdana mengandung
"tidak mom, istriku hanya belum bangun, mungkin masih ngantuk karna semalam dia terbangun dan meminta makan" kata devan seadanya dan itulah faktanya
"dia tidak mual-mual atau pusing kan dev? tanya lea dengan perasaan khawatir, ia takut menantunya mengalami morning sickness seperti dirinya dlu saat mengandung devan anak pertama mereka
"todak kok mom, istriku baik-baik saja, dia tidak mengalami itu semua, syukurnya anak kamu perhatian kepada maminya" kata devan tersenyum bangga kepada kedua orangtuanya dan adik iparnya
"siapa dulu dong, kan bibit unggul keluarga hernandes" kata lucio menimpali perkataan anaknya dan membuat mereka semua tertawa bersama
memang yahh, kalau ngidamnya istri sultan mah bebas, kalau gak dituruti bisa brabe urusannya wkwkwk
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>