Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 26, masih dengan cerita yang sama



"grece, apa kamu mau ikut dengan ku?", tanya lucio penuh harap, menatap grece dengan tatapan seolah meyakinkan


"tapi om daddy, aku tidak bisa pergi begitu saja dari rumah,lagipula aku ingin tetap seperti ini om daddy",kata grece dengan tatapan sayu dan menundukkan kepalanya


"tapi grece, om tidak ingin kamu menjadi seperti ini kedepannya, aku harus melakukan yang terbaik untukmu, kamu juga putriku grece"_kata lucio sembari memohon


"tapi om daddy, grece tidak mau keluar dari rumah itu, grece ingin membalas jasa mereka yang sudah membesarkan grece, sekalipin tidak memberikan apa yang grece butuhkan",kata grece dengan penih yakin


"baiklah jika itu maumu grece, aku tidak melarangnya, tapi ijinkan aku untuk menjengukmu disini dan ikit dengan orang suruhanku jika mereka menjemputmu disini, aku ingin mengajarimu agar kamu bisa mencari tau dan membalaskan kematian kedua orangtuamu",kata lucio dengan membelai rambut grece


sebenarnya lucio sendiri tidak ibgin mengarai grece berbuat tidak baik atau membalaskan dendam, tapi mengingat bagaimana musuhnya membunuh sahabatnya dan menghancurkan keluarga sahabatnya, dan membuat anak semata wayang mereka terlantar seperti ini,


hal itulah yang membuat lucio geram dan tidak bisa melupakan kejahatan dan tindakan musuhnya terhadap sahabatnya dulu.


lucio akhirnya pergi setelah mnceritakan semua kepada grece dan berpesan kepada grece agar tidak memutus kontak padanya, ia juga berjanji sesekali akan datang kenegara ini untuk menjenguknya.


"anggap aku sebagai daddymu grece, jangan sungkan meminta apapun padaku, semua akan kuturuti selagi aku mampu",kata lucio dan kembali memeluk grece dengan erat, seolah ada cinta yang begitu besar megalir dalam hatinya sebagai orang tua


"iya om daddy, grece pasti selalu mengingat dan menurut dengan om daddy, harris kau harus menurut dengan ku mulai hari ini",kata grece dengan gaya arogan dan datar


lucio tertawa dengan sikap grece, ia persis seperti ayahnya arya ketika bersama teman atau sahabatnya, dan persis seperti ibunya mila yang lembut dan penih cinta, sangat pemaaf dan sangat mengerti


flashback off


grece mengingat kejadian dulu pertama kali bertemu lucio dan kebwmaran dirinya sendiri, ia sangat bersyukur memiliki seseoarang yang menganggapnya seperti anak sendiri


"huff.... hari yang sangat melelahkan",gumam grece dan ia memilih masuk kesebuah cafe anak muda dan duduk dimeja paling sudut


seketika matanya mepebar dan melotot tidak percaya, ia melihat dua irang sejoli yang sedang duduk dibawah pohon besar dengan menikmati minuman mereka,bahkan sesekali tertawa senang


" apa yang kulihat ini benar?? apa mungkin dia memiliki hubingan dengan wanita lain??",gumam grece sambil mendekat kearah dua sejoli itu


"tapi mungkin aku salah liat, tapi bagaimana mungkin salah lihat, buktinya saja sudah didepan mata",kata grece lagi dan ia mengambil ponsel dan memotret kedua orang itu


grece memandang dan tanpa sadar ia memesan minuman dicafe tadi,


"huh dasar laki-laki tidak tau diri, kau pikir hanya kau yang bisa melakukan ini, aku juga bisa hanya saja tidak ingin!!",kata grece dengan mata tajam dan pergi kembali kecafe tadi menahan marahnya


setelah selesai dengan makan siangnya, grece memilih pergi dari cafe itu dan pulang kerumah, ia ingin menghabiskan waktu bersama adiknya sarah, dengan melajukan mobilnya dan menikmati me time hari ini,


"kakak,dari mana saja kak? mengapa baru oukang jam segini?"_tanya sarah yang kebetulan baru keluar dari kamar setelah tidur siangnya


"dari rumah temen dek, kakak cape banget nih, kamu ambilin kakak minuman dingin ya",kata grece dan merebahkan diri disofa ruang tamu


"ini kak minumnya, kakak kenapa sih kaya orang yang kerja berat aja",kata sarah dan menyodorkan minuman grece tadi


mereka lama bercerita disana dengan ditemani cemilan dan film kesukaan mereka, tanpa sadar hari sudah gelap dan menunjukkan pukul 18.15 sore hari


"astaga kakk.... kok kakak ga kasih tau sarah udah malam gini, kan sarah harus pergi ke acara ulang tahun temen sarah jam tijuh nanti",kata sarah dengan mencekam kengan grece


"udahlah, emang itu salah aku, lagian kamu yang ga inget waktu kalo udah nontonkan",kata grece cuek dan meelpaskan tangan sarah


"tapi kak, ini gimana ding sarah bakal telat klo begini",kata arah hampir menangis


"udah jangan nangis ah, jelek banget deh. lagian masih ada waktu 45 menit lagikan buat siap-siap",kata grece dengan datar


"sarah bukan kakak yang kalo siap-siap ga nyampe 10 menitan",kata sarah kesal dan pergi meninggalkan grece sendiri


"salah sendiri, siapa yang nyuruh ikut ninton trus triak-triak ga inget waktu", repet grece dan kembali dengan filmnya


sementara dikantor, devan sedang sibuk dengan pekerjaannya yang tidak selesai dari tadi, paslnya ia batu bisa bekerja sorw tadi dimana para karyawan sudah pulang ia baru kembali kekantornya


"dave, apa masih banyak berkas yang harus ku urus?",tanya devan yang sudah mulai suntuk dengan pekerjaanya


"tidak tuan, taoi tidak sedikit juga",kata dave yang duduk santai hanya menikmati makan malam yang mereka pesan


"siapa suruh kau pergi dan meninggalkan peekerjaan yang banyak hari ini, apa kau tidak bisa mengontrol waktumu untunnya", geram dave yang ikut kesal dengan kelakuan devan yang lebih memilih keluar dari pada menyelesaikan pekerjaannya


padahal tadi dave sudah memperingati devan agar lebih duku menyelesaikan pekerjaan yang ada dikantor


"dave, telfon rumah, mungkin saja gadis kecil itu bekum pulang",kata devan yang etringat dengan grece pergi entah kemana


"sudah tuan, katanya nona lagi menonton dan sudah sejak sore tadi ia pulang",kata dave yang baru saja berbicara kepada kepala pelayan rumah devan


"baguslah, dia mengingat waktunya",kara devan datar dan kembkai engan berkas ditangannya


sementara grece, masih dengan film kesukaannya tanpa emnghiraukan sara yang berteriak ijin untuk keluar kepesta temannya, grece sibuk tanpa mempedulikan bahwa dirinya belum mandi sejak tadi


jam menunjukkan pukul 10 malam, sarah oukabg tepat waktu dengan aturan yang sudah ditentukan oleh grece, sedangkan dia sendiri, malah tertidur disofa sambil memegangi toples tempat cemilannya tadi


devan yang baru saja sampai melihat grece tidur disoda hanya menggeleng kepala dan melewatinya, ia seilah tidak oeduki dan kwbih memikih membersihkan tubuhnya dahulu


"kak devan, tolong angkat kakak kekamar ku, kasian dia tidur tidak nyaman seperti itu",kata sarah yang baru saja keluar mengganti bajunya


"iya sarah, aku bisa meakukannya",kata dave yang sebenarnya hatinya bersorak gembira karena bisa menyentuh grece walaupun hanya seperti ini


#next


maaf ya readers telat up, hp othor rusak trus othor juga ngerjain tugas kuliah,jadi ga bisa up banyak", taoi doain nanti malam othor bakal up lagi ya😍😍