
devan dengan bringas mema*gur bibir tipis grece, ia seolah ingin menggigit bibir itu sangking gemasnya, dengan grece yang masih tetap memberontak dan meminta dilepaskan, namun apalah daya grece yang natmnya ingin dilepaskan malah mengikuti alur yang diciptakan devan, tubuhnya seolah berkhianat padanya dan masih membiarkan devan menikmati apa yang seharusnya ia nikmati.
" ka..kak..le..paskan" kata grece yang meraskan nafasnya sudah mulai habis dan sesak
huh..huh..huh..
keduanya ngosngosan sambil menatap satu sama lain, grece tidak menyangka devan bisa seganas ini dalam hal seperti ini, sungguh grece oikir decvan orang yang tidak sembarangan untuk melakukan hal itu
" pasti dengan wanita ular itu kak devan lebih ganas, tadi saja ia hampir tidak mau melepaskanku" batin grece dalam hatinya
" apa yang kamu pikirkan?" tanya devan dengan mendekatkan wajahnya kepada grece
" ah... ti.tidak ada!?" jawab grece dengan gugup, sisa dari pikirannya yang sudah melayang
" mengapa kamu malah bengong? apa kamu tidak akan memkaikan dasiku?" tanya devan sambil menaikkan alisnya satu
" ehh,, iya sini kak dasinya biar aku pasangkan" jawab grece dengan cepat tangannya mengambil dasi yang ada ditangan devan
mereka turun dengan perasaan masing-masing, devan yang merasa bahagia sudah mendapatakan vitamin pagi harinya, dan grece yang masih memikirkan tentang masalalu devan sdengan wanita ular itu
entah ,engapa setalh merasakan jantungnya yang tak lagi aman berdekatan dengan devan, grece malah tidak ingin jika devan berbalik lagi dengan wanita ular itu, sunggu grece tidak akan pernah rela dengan hal itu, tapi ada apa dengannya? bukankah sebelumnya ia tidak begitu peduli dengan devan??
sungguh perasaan yang sukar untuk dijelaskan, namun sangat terasa dengan grece,ia tidak paham dengan perasaannya karna yahh readers taulah jika grece tidak pernah merasakan apa itu jantung ingin keluar karena berdekatan dengan pria yang kita sukai
" hah suka?? apakah perasaan itu yang dirasakan oleh grece??
" ohh tentu tidak bukan? suka? perasaan apa itu?"
grece masih meyangkal perasaan yang ia rasakan kepada devan, sungguh sesuatu yang baru ia rasakan namun tidak ingin mengingatnya
" kak devan mau makan apa?" tanya grece kembali ke sikapnya semula
" aku ingin nasi goreng dengan telur saja,tapi.." kata devan menggantung perkataannya
seketika grece merasa hawa yang tidak enak disekelilinya, ia merasa devan akan meminta hal yang diluar nalar oarang yang ada dimeja makan
" apa kak?" tanay grece dengan santai namun siapa yang tau dalam hatinya
" suapi aku" dua kata dalam satu kalimat yang keluar dari mulut devan membuat grece melepaskan sendok yang ada ditangannya, seketika semua yang ada dimeja makan bingung dengan sikap keduanya
pasalnya sudah dari tadi sarah dan dave melihat keduanya sedang menyembunyikan sesuatu,dan kini sangat terlihat bahwa kedua sejoli itu tidak baik-baik saja
" kak grece, ada apa? mengapa kaget begitu, kan tidak ada yang begitu mengejutkan?" tanya sarah dengan santai dan dijawab iya oleh dave
" ahh... tidak tidak, kakak hanya tidak fokus saja tadi" jawab grece dengan senyum yang menciut
"ya sudah, suapi aku cepat nanti akiu telat kekantor" kata devan sambil mendekat kepada grece
dave yang melihatnya sedikit julid wkwkw.. sungguh saat ini dave ingin sekali keluar dari rumah itu dan melemparkan makanannya kewajah devan, namun apakah ia punya nyali sebesar itu?? ohh tentu tidak bukan? wkwkwk
dengan tenang mereka menikmati sarapannya dan sesekali grece menatap tajam kepada devan, ia sungguh kesal dengan kelakuan beby besar itu, sungguh tidak tau malu
sementara dilain tempat yang masih satu kawasan kota dengan mereka, seorang gadis cantik baru saja selesai menelefon seseorang dengan niat jahat yang ia pikirkan, ia sangat ambisius untuk menghancurkan keluarga devan, sungguh perkataan devan dua hari yang lalu membuatnya sakit hati dan ingin membalas devan terutama gadis kampung yang ia sebut itu
" tunggu saja pembalasanku,untuk kalian berdua yang tidak tau malu!" kata gadis itu yang yidak lain adalah jesica si wanita ular
dengan singap ia bersiap untuk pergi kekantor milik hernandes, ia ingin memulai rencannya, dengan menggunakan mobil miliknya ia mulai memasuki kawasan jalan raya
" aku berangkat, datanglah kekantor dan jangan lupa membawa makan siangku" kata devan dengan pamitan kepada grece
grece hanya menanggapi cuek dan datar, ia masih teringat dengan devan dan masalalunya, devan yang melihat wajah grece tampak memikirkan sesuatu bingung namun tidak terlalu menghiraukannya
toh juga perempuan suka begitu,pikirnya
dikantor devan..
" maaf pak menganggu waktunya" kata sekretaris devan dengan sopan
" ada apa!?" tanya devan cuek bebek
"ada tamu perempuan yang datang kesini pak,katanya mau intervew kerja" kata sekretaris itu
" intervew? tanyakan saja pada dave, aku rasa ia yang mebgurus semuanya" kata devan dan kembali fokus pada laptopnya
" baik pak, say permisi" jawab sekretaris itu dan langsung berlalu dari sana
" dave, apa ada lowongan pekerjaan di kantor kita?" tanay devan yang menelefon dave sepeninggalan sekretarisnya tadi
" iya tuan, devisi keuangan kita kurang karyawan, jadi saya membuka lowongan untuk satu orang" jawab dav dengan baik
" hem.. baiklah kalau begitu aku hanya bertanya saja" kata devan dan mengakhiri telfonnya
seorang wanita cantik datang keruangan dave, dengan gaya yang modis dan elegan, berfikir dave tertarik namun nyatanya hanya menjadi bahan tatapan sinis untuk dave
" kamu yang mau intervew?" tanya dave dengan sinis
" iya tuan" jawab wanita itu dengan senyum menggoda
" jangan menatapku seperti itu, aku tidak menyukai cara berpakaianmu seperti ini" kata dave to the point
" maaf tuan, saya tidak tau" jawab wanita itu yang sudah mati kutu
" aku memberitahu agar kau tahu" jawab dave dengan kesalnya
" kamu diterima bekerja disini, dengan peraturan yang sudah ditetapkan, dan masa training kamu 2 bulan, jika kau bertingkah selama masa itu kau akan dipecat" kata dave
" baik tuan,saya akan melakukan yang terbaik" kata wanita itu
" hemm.. baiklah pergilah keluar dan katakan kepada sekretaris hana untuk membawamu keruang kerjamu" kata dave tanpa melihat wanita itu
setelah wanita itu keluar, dave menuju runagan devan ingin memberikan laporan yang ia buat, sementara wanita tadi bukannya menjumpai hana ia pergi ke arah toilet
" hallo nona, saya sudah melakukan seperti yang anda katakan, sekarang saya diterima di perusahaan hernandes" kata wanita itu melapor
" bagus..pantau aktivitas mereka dan laporkan padaku jika ada peluang untukku masuk kesana dan satu lagi, usahakan mendekati devan dan buat masalah dengan istrinya" kata wanita diseberang telfon yang tak lain adalah jesica
next
semoga suka dengan novel baru othor ya readers:>
jangan lupa like,komen dan fafvorit kalian">