
sekarang mereka semua telah melaju untuk pulang kerumah hernandes, namun sebelumnya lea sudah memberitahu kepada semua yang ada disana, pelayan dan semua pengawal untuk mempersiapkan kebutuhan baby twins. mulai dari kamar, perlengkapan bayi, hingga susu formula yang sudah tersedia dikamar milik grece
saat semua keluarga hernandes tiba, semua pelayan dan pengawal berbaris dan menundukkan kepepala dengan hormat, melihat baby twins yang tetap anteng digendongan oma dan untynya
"selamat datang baby twins" kata semua pelayan bersamaan dan grece yang melihat hal itu tersenyum haru, dia tidak pernah menyangka kalau dirinya akan diperlakukan se istimewa itu
"terimakasi semua" kata grece menahan tangis dan airmatanya yang sudah berada diujung pelupuk matanya, dengan cepat devan membawa istrinya masuk kedalam kamar untuk beristirahat, mulai sekarang mereka berdua sudah jadi orang tua, dan hal itu tidaklah mudah untuk grece yang masih awam tentang mengurus babby
"sayang kamu istirahat aja dulu yah, untuk baby twins biar untynya dan mommy yang jaga" kata devan dan dianggukioleh grece, wanita itu berbaring diranjang mereka dengan bantuan suaminya
"mas mau kemana?" tanya grece saat melihat suaminya yang hendak melangkah keluar
"aku mau ambilkan bubur untukmu sayang, kamu harus menjaga pola makan dan kesehatanmu, kita punya baby twins itu tidak mudah memberikan asi yang baik untuk mereka, jadi mulai sekarang aku akan menjaga makanan dan gizi yang baik untuk kamu dan akan-anak kita" kata devan tersenyum dan mencium kening istri
"aku keluar sebenatr yah, nanti aku kembali dalam tiga menit" kata devan dan dijawab iya oleh grece, devan melangkah keluar dan melihat keluarganya sudah berda disana dengan baby twins menjadi penarik perhatian mereka, sedangkan dua orang yang ada disana hanya bisa melihat kekasih masing-masing yang menginginkan keharmonisan seperti itu
"jangan terlalu melihat seperti itu, kalian percepat saja pernikah kalian" kata devan mengejek keduapria itu dan mendapat tampolan dari dave
"jangan terlalu memaksakan dave" kata devan tertawa dan melangkah pergi meninggalkan keduanya dnegan membawa bubur yang ada ditangannya dan beberapa buah kesukaan istrinya
"meneybalkan" kata harris dan diikuti oleh dave yang memasang raut wajah tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh devan
"lucu sekali mereka ini, hidung dan mata merelka mengikuti papanya, dan wajah fany sangat mirip dengan mamanya" kata lea sambil mencoel pipi gembul milik fano sedangkan fany sedang anteng bermain dengan kedua unty nya yag cantik
"lihatlah kak. fany begitu mengikuti sifat ibunya yang selalu tersenyum" kata sarah dan mencium pipi fany dengan gemas
"aku jadi pengen punya anak perempuan yang kembar rah" kata jesica sambil tersenyum membayangkan bagaimana keluarga kecilnya nanti diisi oleh anak-anak yang menggemaskan dan lucu
"berdoa saja yang banyak kak, dan katakan pada kak bang harris untuk berusaha sekuat dan sesemangat mungkin" kata sarah dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh jesica
"kamu ini rah" kata jesica tersipu malu dnegan perkataan adiknya barusan, dan memang benar ia harus menyuruh harris untuk memberikan kecebong terbaik untuknya wkwkw
"lihat fany ikut tersenyum mendengar ocehanmu" kata jesica tertawa dan diikuti tawa sarah yang kencang membuat baby fany terkejut dan menagis
"bryan, sudah lama tidak kesini" kata lucio dan tersenyum hangat sambil bryan yang mendekati sarah dan jesica, ia mengambil baby fany dan mencium pipi gembulnya
"ternyata bibit unggul keluarga hernandes tidak pernah gagal, sekalinya jadi langsung dua" kata bryan berseloroh dengan terseyum ia mendekatoi baby fano yanga anteng di pangkuan omanya
"siapa dulu dong penabur pertamanya" kata luco menanggapi perkataan brayn dengan candaan yang membuat semua yang ada disana tertawa mendengarnya
sementara di ruangan kamar milik devan dan grece keduanya sedang asik bercanda ria, bercerita satu sama lain tentang ana-anak mereka, sedangkan devan yang masih bersender di ranjang milik mereka dnegan grece yang tidur di pangkuannya
"mas, apa anak-anak kita tidak menagngis dibawah?' tanya grece khawatir karna seingat dia baby twins belum minum sejak sampai tadi
"kalau menangis pasti mereka membawa twins kesini syang" kata devan dnegan tersenyum dan ikut rebahan disaping istrinya, dengan membantu grece terlebih dahulu membenarkan posisinya
"kamu tau sayang, aku tersiksa saat baby twins brojol, mana kamu selalu teriak dan mengoceh tidak jelas' kata devan tertawa saat mengingat istriya melahirkan baby twins
"sakit sekali tau mas, kaya mau hilang nyawa" kata grece mengerucutkan bibirnya dnegan sedih
"hus, jangan bilang gitu sayang, aku gak mau hal itu terjadi" kata devan dan memeluk grece dengan rat, namun sedetik kemudian ia tersadar dnegan apa yang ingin ia katakan kepada istrinya
"sayang, kapan aku bisa itu?" tanya devan dengan senyum smirk melihat istrinya yang melototkan mata kearah dirinya
" kata dokter sih mas tunggu sembilan bulan, sesuai dengan waktu kehamilan dulu saat mengandung anak-anak" kata grece mengerjai suaminya, ia ingin melihat suaminya itu bisa menahan diri atau tidak
"bukankah itu terlalu lama sayang, aku tidak pernah mendnegar seperti itu" kata devan dnegan polos dan membuat wajah kesal namun masih bisa ia tutupi, dengan alasan, melihat hal itu grece menahan tawa dan kasihan melihat ekspresi dari suaminya
"sebenatr aku lihat di gooogle dulu sayang, awas saja kalau kamu berbohong" kata devan dnegan senyuman licik dan membuat grece semakin menahan tawanya
# next
jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers
dan othor juga minta maaf udah jarang banget up soalnya othor juga kerja, kuliah,belum lagi kadang othor sakit karna keseingan begadang ,tengkiuu reader":)