Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 51, jangan menyesal



masih dengan cerita yang sama, devan dan yang lainnya masih menikmati waktu mereka di mall, dengan wajah yang berbeda setiap orang. devan dan dave dari tadi menahan kesal karna sampai tiga jam ketiga wanita itu masih sibuk dengan toko yang yanga didalam mall tersebut.


sedangkan grece, ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri,tentang siapa pria yang tadi melewati mereka dan tidak asing baginya, untuk kedua wanita yang selalu berjalan didepan, jangan ditanya lagi mereka masih asik dengan barang belanjaan mereka, terlebih lagi sarah.


"sudah saatnya kita pulang, kita sudah terlalu lama disini!!" kata devan melirik mommy dan adik iparnya


"saya rasa juga begitu tuan, kita sudah keliling mall ini dari tadi" kata dave membenarkan ucapan tuannya


"kalau begitu, kalian bawa ini mom sudah tidak sanggup membawanya" kata lea dan emmberikan barang belanjaannya kepada devan, padahal dari tadu juga devan dan dave yang membawa belanjaan mereka yang sangat banyak


"aduh mom, belanjaan mom ini sudah sangat banyak, padahal dirumah juga barang-barang om banayak yang tidak terpakai" keluh devan saat menerima barang milik lea


"diamlah anak tengik..mom membelinya bukan untuk mom sendiri. tapi untuk menantu kesayangan mom yang tidak pandai bergaya" kata lea sambil melirik keparah grece, namun yang empunya tidak menyadari bahkan dari tadi ia tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh orang disekelilingnya


"heii gadis kecil!!" suara devan mebuyarkan lamunan grece dan langsung menoleh kepada devan


"ada apa kak?" tanya grece dengan wajah polos dan linglung


"apa yang sedang kau pikirkan?? dari tadi bukannya ikut belanja malah asik dengan dirimu sendiri!!" kata devan dengan nada tidak suka


"ehh.. maafkan aku kak, tadi aku merasa tidak enak badan" kata grece mencari alasan supaya mereka tidak curiga dengannya, tapi tidak dengan dave meskipun ia sudah lama berada disamping devan, tapi dave lebih banyak tau tentang keluarga devan, karna pada dasarnya dave mempunyai sahabat yang bekerja kepada keluarga devan namun beda jurusan wkwkwk


"jika tidak enak badan, mengapa kau mau ikut kesini!!?' tanay devan lagi, kali ini dia tidak marah melainkan khawatir dengan grece


"tidak adpa-apa kak, aku baik-baik saja. sekarang kita mau kemana??" tanay grece tatapannya menuju kepada mom lea


"kita pulang sayang, mom dan adikmu sudah puas belanja" kata lea sambil tersenyum, dia tau grece sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka, tapi ia tidak bisa memaksa menantunya itu untuk bercerita biarlah dirinya sendiri yang akan mengatakannya.


"kalau begitu ayo kita pulang" kata grece seolah tidak berdosa, ia melangkah sendiri tanpa mempedulikan orang yang dibelakangnnya menatap dirinya penuh tanda tanya besar.


rumah keluarga hernandes,,


grece dan devan langsung masuk kedalam kamar milik mereka, begitupun lea dan sarah, mereka masing-masing masuk kedalam kamarnya untuk istirahat, sementara dave sengaja menginap dirumah devan dengan alasan malas pulang, humm kebiasaan mas dave cari muka dengan mbak sarah


"grece??" suara devan memanggil grece


deg....


jangtung grece berpacu cepat, tumben sekali devan memanggilnya nama tidak seperti biasanya. apakah devan saat ini marah padanya perihal dimall tadi??


"iya, ada apa kak??" tanya grece dengan menetralisir jantungnya agar kembali normal


"apa kamu punya masalah??" tanay devan sambil mendudukkan dirinya diatas ranjang


'tidak,, aku melihat sejak dimall tadi kamu hanyatermenung dan melamun, aku kira kamu ada masalah" kata devan, kali ini kepalanya berpindah dipaha grece


"tidak kak,, aku tidak punya masalah, lagipula tadi aku hanya merasa sedikit tidak enak badan, jadi ya begitulah" kata grece menghindari pertanyaan devan selanjutnya


"begitu ya,, jika ada masalah ceritalah denganku, aku tidak ingin itu emnjadi beban untukmu, apa gunanya aku jika tidak bisa membnatumu menyelesaikan masalah dan juga apa gunanya aku sebagai suamimu jika aku tidak bisa mmebuatmu bahagia" kata devan dengan wajah serius dan menatap wajah grece


mendengar perkataan devan seperti itu, grece semakin yakin kalau devan benar-benar membuktikan ucapannya ingin menerima dirinya dan membuka lembaran baru dengannya. dengan tersenyum grece menatap manik mata devan dengan mesra


"terimakasih kak, kak devan membuktikan untuk bisa menerimaku dan mau berjuang denganku, tapi satu hal yang harus kakak ketahui, aku bukan wanita sebaik apa yang kakak pikirkan" kata grece dengan mata berkaca-kaca, dengan kata lain, dia tidak ingin jika devan mengetahui dirinya yang sebenarnya ia tidak mneyesal


"apa maksudmu grece??" tanay devan dengan heran, ia segera memperbaiki posisi duduknya


"tidak apa-apa kak, hanya saja jika suatu hari nanti kakak mengetahui siapa diriku sebenarnya, aku harap kak devan tidak menyesal telah menerimaku dan belajar mencintaiku" kata grece dan mengahapus air matanya


"apa maksudnya grece? jelaskan padaku maksud perkataanmu itu??"tanya devan semkain mendesak grece


"lambat laun, kakak pasti akan mngetahuimua, biarkan waktu yang menjawabnya. intinya saat ini aku juga sudah belajar menerima kak devan dan belajar mencintai kak devan" kata grece.


"terimaksih grece, semoga rumah tangga kita bisa berjalan seprti orang lain walaupun awal dari rumah tangga ini tidak begitu baik" kata devan dan mnegcup bibir grece dengan singkat, namun jangan bilang itu devan jika dirinya bisa berhenti hanya satu kali adegan saja


devan kembali mencuim bibir ranum grece dan melu**matnya dengan rakus, ia menghisap sampai membuat grece membuka mulutnya hingga akhirnya devan dengan leluasa menikmati apa yang seharusnya ia nikmati.


grece trebuai dengan permainan devan sampai ia tidak sadar lagi bahwa posisi mereka saat ini sudah snagat ekstrim, devan menindih grece tanpa melepaskan ciuman mereka, saat ini tangan devan sudah ikut bermain, ia menaikkan tanganya untuk mencari apa yang bisa membuat tangannya puas.


emhhpp....


suara desa*han grece mulai terdengar, membuat devan semakin gencar melakukan aksinya. ia tidak ingin gagal kali ini, sudah sangat lama ia mennantikan moment paling berharga iini dalam hidupnya.


tangan devan sampai kepuncak dimana hal itu membuat grece semakin tidak tahan dan lagi-lagi mengeluarkan suara desa**hannya\, devan masih setia bermain ditempat kesukaannya\, ia merem*as quishi milik grece dan tangan yang satunya ia pakai untuk menahan tekuk leher grece.


sementara grece, entah sejak kapan ia sudah mengalungkan tangannya keleher devan, ia sangat menikmati sentuhan demi sentuhan yang diberikan devan untuknya, seolah ia melayang dan merasakan gertaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


selamat melanjutkan travelingnya dengan dua sejoliyang mabuk kasmaran, othor mau ketemu sama mas dave dulu, nanti othor lanjutin adegan mereka dengan keseruan yang hqq :>>


 


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian  ya readers:>